Showing posts with label Panduan Elektronika Dasar. Show all posts
Showing posts with label Panduan Elektronika Dasar. Show all posts

2.15.2018

Loudspeaker (LS)

Loudspeaker (LS) adalah Perangkat Elektronik yang berfungsi Merubah Sinyal Listrik menjadi Getaran Suara yang dapat di dengar oleh Telinga. Sinyal Listrik tersebut berasal dari sebuah Penguat Suara (Power Amp) yang telah di beri sinyal tertentu, baik berupa rekaman suara (Audio) ataupun suara langsung melalui Microphone.

Loudspeaker (LS)

Gambar Speaker Mid-Range 10-Inch
Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range
Loudspeaker (LS) sesuai namanya adalah Pengeras Suara. Loudspeaker terbagi menjadi beberapa jenis/model sesuai dengan Frekwensi ataupun Nada yang di hasilkan, sebagai contoh:
  1. Twitter - Loudspeaker jenis Twitter ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Tinggi (Treble).
  2. Midrange - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Sedang (Middle).
  3. Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Rendah (Bass).
  4. Sub-Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada sangat Rendah (Super Bass | X-Bass).
Gambar Loudspeaker 10" Mid-range dari Depan
Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range (Tampak Depan)
Loud Speaker (LS) ini mempunyai Bentuk | Model / Jenis | Diameter | Ukuran/Kekuatan | Tahanan | yang berbeda-beda tergantung Fungsi dan Kegunaannya.

    Deflection Yoke

    Deflection Yoke atau kalangan teknisi sering menyebutnya dengan "Yoke/Defleksi" adalah Lilitan pada Inti Ferit yang berfungsi sebagai Pembelok Elektron ke Atas/Bawah (Vertikal) dan ke Kanan/Kiri (Horizontal) pada Layar (Tabung) Gambar Televisi. Deflection Yoke berada pada leher Tabung TV. Kerusakan pada Deflection Yoke ini akan menyebabkan gangguan pada "Gambar/Siaran" baik secara Vertikal maupun Horizontal.

    Deflection Yoke (DY)

    Deflection Yoke. Atas: Diameter Besar, Bawah: Diameter Kecil
    DeepMechines - Panduan Elektronika (Dasar) | Deflection Yoke (DY). Deflection Yoke mempunyai 2 macam/jenis Umum, yaitu:
    1. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Kecil. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 7 / 1 
    2. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Besar. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 9 / 1 | Soket: 11 / 1 dan Model Tabung TV Sony/(sebagian) Tabung TV LG yang mempunyai soket: 9 / 2. pada beberapa model terbaru, jenis tabung Ultra Slim menggunakan Defleksi yang khusus untuk jenis tabung Ultra Slim tersebut..

    Posisi Kabel Horizontal dan Vertikal pada Deflection Yoke

    Gambar Deflection Yoke pada TV dan Kabel Defleksi
    Deflection Yoke pada TV Sharp
    1. Gulungan Defleksi Horizontal pada Umumnya berada pada Belakang, yang di beri Kode Warna Merah/Biru pada Kabel. Gulungan Defleksi Horizontal ini berfungsi: Menarik elektron ke Kanan dan ke Kiri pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Horizontal kemudian di kuatkan beberapa ratus kali pada Flyback Transformer (FBT), kemudian di salurkan pada Gulungan Defleksi Horizontal tersebut.
    2. Gulungan Defleksi Vertikal pada Umumnya berada pada Depan, yang di beri Kode Warna Hijau/Kuning (atau warna lainnya) pada Kabel. Gulungan Defleksi Vertikal ini berfungsi: Menarik elektron ke Atas dan ke Bawah pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Vertikal kemudian di kuatkan oleh Vertikal Amp (Penguat Vertikal) yang selanjutnya di salurkan pada Gulungan Defleksi Vertikal tsb.

      Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

      Pada halaman sebelumnya: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), adalah sebuah gambaran sederhana perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom, yang merupakan prinsip mendasar, hingga berkembangnya perangkat modern yang lebih maju lagi, seperti: Telepon, Faks yang pada awal awalnya adalah masih menggunakan "Jalur kawat" sebagai media penghantarnya. Seiring perkembangan teknologi yang lebih maju, di era digital sekarang ini, perangkat komunikasi sudah menggunakan media udara, sehingga dapat menjangkau area yang sangat jauh dan lebih effisien jika dibandingkan media kawat

      Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

      Gambar dibawah ini merupakan sebuah perangkat "Power Amplifier" yang dapat dibuat sebagai media komunikasi antar 2 orang bahkan banyak orang dengan sistem Panggil dan Terima, sistem seperti ini, digunakan pada INTERCOM, yang pernah booming puluhan tahun silam, meski dengan jarak yang cukup terbatas (mungkin hanya berkisar beberapa kilometer atau bahkan belasan kilometer, tergantung Daya dari perangkat tersebut).

      Sebagaimana kita ketahui, bahwa "Getaran/Gelombang Suara" dapat merambat pada beberapa Media: Kayu, Plastik (Nylon), Air, Logam dan Udara, terutama Logam, yang diketahui mempunyai tingkat rambat yang sangat baik (daya hantarnya), oleh karena itulah.. kabel kabel dari perangkat elektronik dan listrik lebih banyak menggunakan logam, baik berupa: Besi, Aluminium, Tembaga, Perak bahkan Emas.

      Media Penghantar pada Perangkat Intercom ini umumnya berupa: Kawat yang dibentangkan (baik untuk jarak dekat maupun jarak cukup jauh), sedangkan Ground dari perangkat Intercom ini, harus terhubung ke Tanah (Bumi), semakin dalam maka akan semakin baik.
      Bagan Perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom
      Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM
      Keterangan Gambar:
      • Prinsip Kirim (TX/Transceive) dan Terima (RX/Receive) Suara adalah pada Sentral Input dan Output "Power Amplifier" tersebut, yang dapat bekerja 2 Arah, menggunakan saklar manual PDT (Push Double Throw) on Switch.
      • Input dan Output "Power Amplifier" terhubung ke 2 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah putus putus berwarna "Biru"), sehingga ketika dalam keadaan Standby, Output terhubung ke Speaker (Monitor) dan Input terhubung ke Jalur (Kawat), sebagaimana terlihat pada bagan (Intercom) diatas, sedangkan..
      • Pada Posisi sebaliknya, Output "Power Amplifier terhubung ke 1 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah "Merah") menuju jalur Kawat (Transmit/TX), sedangkan Input "Power Amplifier" terhubung ke 1 pin Tengah (PDT ini mempunyai 2 pin tengah untuk 4 throw/arah keluaran), untuk menghubungkan "Mic dan Penguat Mic"(lihat tanda panah "Merah") pada Pembicara (Pengirim Suara/TX).
      • Ground adalah merupakan Jalur Gelombang Tanah (sebagaimana kita ketahui Ground/ Arde titik Nol tegangan pada perangkat listrik).
      Meskipun terlihat sederhana, "Prinsip Dasar dari Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM" ini merupakan cikal bakal di kembangkannya Perangkat Komunikasi dengan Teknologi yang lebih Maju dan Modern, seperti: Telepon, Fax, Broadcasting, Internet pada saat sekarang ini.

      Halaman terkait: 
      1. Sejarah dan Perkembangan Internet pada Masa masa Awal".
      2. Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

      2.13.2018

      Komponen yang Rusak AVOmeter WINNER KS-278 akibat Terkena Tegangan Tinggi

      AVOmeter sering disebut juga Multitester ataupun Multimeter ini terkena Tegangan Listrik Tinggi, dengan Knop Switch pada Skala X1 (Ohm Meter), karena kekurang telitian pada kami, sehingga AVOmeter tersebut tidak dapat berfungsi dengan Normal, sebagaimana informasi di halaman terdahulu: Multitester (Avometer) Rusak karena Kesalahan Penggunaan pada Tegangan Listrik.

      Halaman ini, merupakan Informasi tambahan pada halaman: Multitester (Avometer) Rusak karena Kesalahan Penggunaan pada Tegangan Listrik, sebagaimana tersebut di atas.

      Kerusakan Terkena Tegangan Tinggi Multitester WINNER KS-278

      Perbaiakan Kerusakan Komponen Multitester - Terkena Tegangan Tinggi
      AVO(AmpereVoltOhm)Meter - Multitester WINNER KS-278 - Rusak akibat salah Penggunaan
      Terlihat pada Gambar: Posisi komponen yang dilingkari warna Biru adalah merupakan Komponen yang sering rusak/putus/terbakar, akibat terjadi kesalahan penggunaan pada AVOmeter ini, yaitu: Terkena Tegangan Tinggi, sedangkan pada Knop Switch berada pada Posisi: Ohm Meter di Skala: X1.
      Perbaikan Kerusakan Komponen Multitester Berfungsi Tidak Normal
      AVO (AmpereVoltOhm) Meter - Multitester WINNER KS-278
      Untuk Perbaikannya, selain komponen tersebut di atas, periksa juga "FUSE" atau Sekering sebagaimana  terkihat pada gambar di atas, pada Model yang lain dari AVOmeter ini, ada juga yang mempergunakan Ge Dioda: 1N4148 (2 X)  cek beberapa komponen tersebut, jika ternyata mengalami Kerusakan juga, segera ganti dengan yang Baru ataupun dengan komponen yang masih dalam kondisi Baik/Normal.

      Data dan Posisi Komponen pada AVOmeter WINNER KS-278

      Berikut Letak/Posisi Komponen pada AVOmeter WINNER KS-278 tersebut beserta Gambar dan Keterangan:
      Perbaikan Avometer akibat Terkena Tegangan Tinggi (Kesalahan Pengguna)
      AVO (AmpereVoltOhm) Meter - Multitester WINNER KS-278 - Letak Komponen
      Demikian Letak dan Posisi Komponen yang sering rusak, ketika Avometer WINNER KS-278 karena Terkena Tegangan Tinggi, akibat Kesalahan Pengguna itu sendiri.. Semoga Bermanfaat.

      Elektronika Dasar - Perangkat & Informasi Dasar Teknik Perbaikan Elektronika/Televisi

      Multitester - Multitester sering disebut juga dengan Avometer, yang berarti: AVO berarti: A adalah Ampere (untuk mengukur besaran Arus listrik), Voltage (untuk mengukur Voltase atau tegangan) sedangkan O berati Ohm (untuk mengukur beban hambatan pada arus listrik). Tanpa AVO meter ini, mustahil kita dapat mengetahui secara jelas, kerusakan komponen yang ada perangkat elektronik tersebut.
        Solder + Timah patri - Solder mutlak diperlukan untuk menyambung dan mematri kembali komponen yang sudah rusak ataupula jalur yang terputus dengan timah patri.
          Peralatan Umum yang digunakan pada Perbaikan Perangkat Elektronik rumah tangga
          Perangkat Servis Butut kepunyaan "DeepMechines"
          Solder Pump (Penyedot Timah) -  Sedotan ini juga penting dan digunakan ketika ingin melepas komponen yang rusak dari Printed Circuit Board (PCB), dan mengganitnya dengan yang baru.
            Obeng - Obeng digunakan untuk melepaskan  dan memasang kembali baut / mur pada tutup casing maupun board (papan mesin) elektronik/tv tersebut.
              Tang Potong - Tang potong sering digunakan untuk memotong kabel dan kaki komponen ketika terjadi penggantian part baru, dimana mungkin ada sisa kelebihan panjang dari kaki komponen tersebut, serta beberapa kegunaan lainnya.
              Gambar Peralatan untuk Service Elektronik, Televisi, Radio dan Elektronik lainnya
              Perangkat Service Elektronik / TV
              Sebenarnya masih ada beberapa perangkat perbaikan elektronik lanjutan lainnya, namun dengan peralatan di atas sebenarnya sudah cukup memadai untuk praktik perbaikan elektronik termasuk televisi, tentu saja kedepannya perangkat perbaikan ini, harus di perlengkapi agar proses pengerjaan kerusakan bisa lebih cepat dan akurat.

                Tegangan Utama pada Blok Regulator Power Supply pada Televisi (Brand China)

                  Regulator Power Supply (Output) - Power Regulator ini sering disebut juga Power Switching / Power Supply, yaitu: sebagai catu daya pada perangkat Televisi. Power Regulator ini umumnya mengeluarkan tegangan untuk catu daya utama, yaitu:
                  • Tegangan Horizontal - dari sekitar 90V hingga 125V
                  • Tegangan System - sekitar 12V, pada selanjutnya dipecah menjadi 5V dan 8V / 9V untuk tegangan IC Program dan IC Chroma yang berfungsi menjalankan system pada perangkat pesawat televisi tsb.
                  • Tegangan Audio - 16V hingga 18V, tegangan ini untuk menyuplai Audio Power Amplifier pada pesawat televisi tersebut
                  Catatan: Pada masa sekarang ini, dikebanyakan mesin TV China, mempunyai lebih banyak tegangan Output pada regulator nya, sebagai pengganti beberapa tegangan yang sama pada flyback untuk pesawat televisi pabrikan Jepang ataupun Korea yang terdahulu.

                  Blok IC Program (Micom)

                    • IC Program (Micom) - Blok ini mempunyai komponen utama yaitu: IC Program beserta Memory, dimana seluruh kode pengaturan pada mesin TV  tersimpan, antara lain: System Warna/Suara, Kanal/Saluran TV, dan masih banyak lagi pengaturan lainnya tersimpan disini.

                    Blok IC Chroma (Gambar, Suara, Warna dan Pembangkit Pulse (Osilator) Vertikal, Sync, Horizontal dll)

                      • IC Chroma - Blok ini mempunyai komponen utama yaitu: IC Chroma, pada blok inilah semua bentuk gelombang listik diproses untuk menghasilkan Suara (Blok Suara) dan Gambar (Blok Video dan Sinkronisasi Vertikal/Horizontal) dengan Warna (Blog Warna) yang dapat dilihat melalui sebuah Tabung Gambar atau sering disebut dengan CRT.

                      Blok Horizontal Output

                        • Pembangkit Frekwensi Horizontal yang bermuara pada IC Chroma, kemudian di kuatkan oleh Driver Horizontal, selanjutnya di kuatkan ratusan kali pada Transistor Output yang terhubung pada Trafo Flyback, sehingga membangkitkan tegangan mencapai 10.000 Volt (bahkan lebih) pada Anoda nya, yang berfungsi untuk menyalakan Tabung Hampa pada Layar Televisi.

                          Blok Vertikal Output

                          • Pembangkit Frekwensi Vertikal yang bermuara pada IC Chroma ini, kemudian di kuatkan oleh Penguat Vertikal Output yang pada sekarang ini sangat umum menggunakan komponen elektronik yang di sebut IC Vertikal. IC Vertikal ini membutuhkan tegangan Rendah, sekitar: 24 Volt hingga 28 Volt, Kerusakan pada blok ini menyebabkan Layar Tampil dengan Garis Melintang (kanan kiri) pada bagian Tengah Layar

                          Blok Audio/Sound

                          • Pembangkit Frekwensi Suara yang bermuara pada IC Chroma, kemudian di kuatkan oleh Penguat Suara yang pada sekarang ini sangat umum menggunakan komponen elektronik yang di sebut IC Suara, IC Suara/Sound ini membutuhkan tegangan Rendah, sekitar: 12 Volt hingga 18 Volt, Kerusakan pada blok ini menyebabkan Tidak terdengarnya Suara pada Loudspeaker TV.

                          Beberapa Tegangan Penting yang terdapat pada Pesawat Televisi (TV)

                            1. Tegangan +185V - Tegangan +185 ini berfungsi sebagai catu daya 3-Katoda (RGB) pada Tabung Gambar (CRT)
                            • Tidak adanya tegangan ini, menyebabkan tidak ada gambar pada layar (sering tampak pada layar "Bergaris seperti buku tulis, namun agak miring" sering kalangan teknisi menyebutnya "Blanking").
                            • Tegangan ini pada kebanyakan TV pabrikan Jepang / Korea biasanya terdapat pada kaki Flyback, sedangkan pada kebanyakan TV China tegangan ini, diambil dari tegangan Output regulator, yang memang tersedia khusus tegangan +185V tersebut.
                            2. Tegangan 90V ~ 125V - Tegangan 90V ~ 125V ini selalu berada pada Tegangan Output utama dari setiap Power Regulator TV tersebut, berfungsi sebagai catu daya Tegangan Horizontal, Tegangan Standar setiap pesawat televisi umumnya sekitar +115V, namun pada beberapa merek tertentu, terkadang ada yang lebih bahkan adapula yang kurang, sebagai contoh: beberapa jenis TV Panasonic menggunakan tegangan 90V sedangkan jenis Samsung sebagian bahkan ada yang menggunakan tegangan (sekitar 125V hingga 135V). Kerusakan tidak adanya Tegangan Utama ini akan menyebabkan TV Mati Total / Standby. Mungkin bisa kita bagi 2 besar Penyebab Kerusakan yang sering ditemui pada umumnya, yaitu;
                            • Internal Regulator - Disebabkan Power Regulator itu sendiri, sehingga tidak ada tegangan sama sekali.
                            • Eksternal Regulator (Tegangan Output) - Kerusakan ini sering terjadi pada Dioda Penyearah +115V, Elco Filter 100mF - 220mF / 160V - 200V, bisa juga disebabkan Short / Korslet pada Flayback dan Transistor Horizontal , yang menyebabkan tegangan 90V ~ 125V ini Drop atau bahkan tidak ada sama sekali.
                            3. Tegangan 24V - Tegangan 24V ini merupakan Tegangan catu daya untuk IC Vertikal pada umumnya. Tegangan ini biasa terdapat pada Flyback, pada beberapa jenis TV, adapula yang mempunya tegangan dua fasa, yaitu 14V x 2 sehingga dihasillkan -14V dan +14V (seperti kebanyakan pada TV Polytron). Pada kebanyakan TV merek China, tegangan 24V ini, biasanya terdapat pada tegangan output power regulator, selain sebagai catu daya IC Vertikal juga digunakan sebagai catu daya (transistor) Driver Horizontal. Kerusakan tidak adanya tegangan 24V ini, menyebabkan;
                            • Tidak ada tegangan 24V untuk Vertikal - TV bergaris melintang (samping kiri dan kanan) tepat berada ditengah layar, pada jenis Televisi yang mempergunakan System Proteksi, maka TV akan Mati dalam keadaan Standby (protek).
                            • Tidak ada tegangan 24V untuk Driver Horizontal (Khusus TV buatan China) - Sinyal dari Osilator horizontal tidak dapat diteruskan ke Penguat Transistor Horizontal, karena terputusnya sinyal / pulse horizontal yang dikarenakan, tidak adanya tegangan pada Driver Horizontal ini, TV akan Mati pada posisi Standby.
                            4. Tegangan 16V - Tegangan Audio ini banyak digunakan hampir disemua perangkat Televisi, tegangan ini digunakan untuk catu daya (power supply) Penguat Audio (Audio Amplifier), pada kenyataannya tegangan Audio ini, berkisar dari 16V ~ 18V tergantung tipe rangkaian Penguat Audio yang digunakan (perlu diketahui juga "Setiap jenis rangkaian Penguat Audio televisi berbeda, sehingga tegangan untuk catu daya Penguat Audio inipun mungkin saja berbeda-beda"), sehingga kita dapat mendengarkan suara pada pesawat televisi tersebut melalui alat pengeras suara yang sering pula disebut  dengan nama Loud Speaker.
                              5. Tegangan 12V -> Tegangan 12V pada selanjutnya akan dipecah menjadi 8V / 9V untuk tegangan IC Chroma dan 5V untuk tegangan IC Program dan Memory berserta komponen pendukung lainnya. Tegangan ini merupakan termasuk tegangan penting (utama) pada setiap perangkat televisi, yang merupakan prasyarat agar system pada pesawat televisi tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
                                Demikian sekilas informasi tentang "Peralatan dan Pengetahuan Dasar Perbaikan TV" yang memang diperuntukkan bagi pemula pada khususnya, semoga artikel ini dapat kami sambung lagi pada kesempatan berikutnya, dan dapat bermanfaat juga.