2.15.2018

Thread di Inti (Core) Prosesor

Thread merupakan istilah yang menunjukan urutan jumlah perintah (instruksi) dasar yang dapat berjalan dan diproses pada sebuah Core di dalam CPU (Central Processing Unit),

Pada sebuah multi-core prosesor, beberapa thread dapat mengeksekusi secara paralel, Pada setiap Core (inti) dapat mengeksekusi Thread terpisah secara bersamaan. Thread software terpisah juga dapat dijalankan secara bersamaan dengan Thread hardware terpisah.


Pengertian Threat di dalam Inti (Core) Processor
Intel Core Processor (www.ark.intel.com)
Dalam Single Thread, pada sebuah System Operasi, 1 threading adalah pengolahan satu perintah pada satu waktu, sedangkan pada Multi Thread adalah pengolahan beberapa perintah dalam satu waktu, sehingga di kenal dengan istilah Multitasking. Keuntungan dari Multi Threading dan Hyper Threading technology ini adalah dari segi: Responsibilitas dan Kecepatan eksekusi data dapat menjadi lebih cepat dan memiliki performa lebih baik jika di bandingkan dengan teknologi prosesor yang hanya menggunakan satu / single thread saja.

Intel Turbo Boost Technology pada Prosesor Intel

Intel® Turbo Boost Technology adalah Peningkatan Frekuensi secara dinamis pada prosesor ketika diperlukan dan sebaliknya meningkatkan Efisiensi energi ketika system bekerja pada kondisi Normal.
Intel® Turbo Boost Technology ini bekerja dapat secara otomatis, sesuai dengan batas kecepatan maksimum pada prosesor tersebut. Peningkatan Frekwensi pada Prosesor akan membutuhkan Daya lebih Tinggi jika dibandingkan penggunaan system komputer pada kondisi Normal, hal tersebut juga secara otomatis akan meningkatkan disipasi panas komponen prosesor ini.
 Intel Turbo Boost Technology pada Prosesor Intel
Penjelasan Teknologi Turbo Boost pada Intel Prosesor
Intel Core i7-i7-4790K (8Mb Cache) Base: 4.0GHz - Turbo: 4.4GHz
Gambar di atas menunjukan sebuah contoh, Intel terbaru untuk Penggunaan Bisnis, Gaming dan Editing, yaitu: Intel Core i7-4790K (8Mb Cache) dengan kecepatan normal/base: 4.0GHz dan dapat di percepat menggunakan Intel Turbo Boost technology hingga mencapai 4.4GHz.

Halaman: Intel core Technology

Intel Core Technology pada Prosesor Intel

Core merupakan istilah Hardware yang menggambarkan jumlah Unit pengolahan Sentral (inti) yang independen dalam komponen komputasi tunggal (die atau chip). Core (inti) pada prosesor dapat terdiri dari 2 (dual) / 4 (quad) / 6 (six/hexa) dan 8 (octa) core, setiap Core (inti) pada prosesor ini merupakan unit yang membaca dan meng-eksekusi perintah dari program yang di jalankan pada perangkat komputansi.
Core di integrasikan pada sebuah Sirkuit terpadu yang di kenal dengan Multiprosesor chip atau dibenamkan beberapa core dalam satu paket chip tunggal, seperti pada:CPU (Central Processing Unit) dan GPU (Graphic Processor Unit).

Intel Core Technology pada Prosesor Intel

Pengertian Core pada Prosesor
Prosesor
Pada penggunaannya, Core dapat menjalankan beberapa Instruksi dari program yang dapat dijalankan pada waktu bersamaan, berbeda dengan prosesor yang hanya mempunyai single core, sehingga prosesing (menambah, memindah, cabang/multitasking) data pada prosesor yang mempunyai Multi (beberapa) Core dapat berjalan lebih cepat dan stabil.
Halaman: Intel Turbo Boost! Technology, Threat di Inti (core) Processor

Charger Laptop Universal

Charger Laptop Universal merupakan Charger yang bisa di pergunakan untuk semua Jenis dan Model Laptop, di mana ketika Charger Original (bawaan) dari Laptop tersebut sudah rusak tidak tersedia di pasaran. Charger Laptop Universal ini dapat di gunakan sementara untuk menggantikan Charger Original dan Tidak di anjurkan untuk Penggunaan Laptop dalam jangka waktu terlalu Lama.

Charger Laptop Universal mempunyai Nilai Tegangan Output dari 12V / 15V / 16V / 18V / 19V ( 4.5 Amp) dan 20V / 24V dengan Kuat Arus (4.0 Amp).

Charger Laptop Universal ini juga mempunyai 8 Model / Ukuran Colokan (path) Power, yang sesuai dengan banyak Laptop yang umum beredar di pasaran.

Charger Laptop Universal

Adaptor Universal untuk Charger Laptop sesuai dengan segala Model, Jenis dan Type Laptop
Charger Laptop Universal dengan 8 Model Colokan yang bisa di Lepas / Pasang
Jenis Charger Laptop Universal ini dapat bekerja pada kisaran Tegangan 95V hingga 256V, dan dilengkapi dengan "OverLoad Protection + Short Circuit Protection", tergantung Model / Seri-nya.

Mekanisme / Fungsi Tabung (CRT) Layar Televisi

Pada dasarnya Tabung Layar televisi memerlukan Tegangan Tinggi untuk sistem kerjanya, untuk keperluan inilah maka diperlukan sebuah pembangkit Tegangan Tinggi berupa Flyback Transformer atau lazim di sebut trafo Flyback ini. Perlu diketahui bahwa; Tabung Layar televisi ada yang menggunakan 7:1 pin | 9:1 pin dan 11:1 pin, namun yang paling lazim di pergunakan adalah: 7:1 pin untuk Tabung berukuran diagonal 14" hingga 20" sedangkan 9:1 umum digunakan untuk 21" hingga 29". Selain itu pada beberapa jenis tabung televisi tertentu ada juga yang menggunakan 9:2 pin.

Angka 1 menunjukan pin: Focus, pada model tertentu seperti Sony, LG, SamSung ada juga yang menggunakan 2 (double) Focus.

Tabung Layar Televisi dapat menimbulkan Cahaya pada lapisan Fosfor yang terdapat di bagian dalam Tabung Hampa televisi tersebut setelah mendapatkan Tegangan Tinggi berkisar 10.000 ~ 30.000V (10KV-30KV) yang di hasilkan oleh Trafo Flyback.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa sebuah Tabung Hampa dapat bekerja menggunakan Tegangan Tinggi sebagaimana telah di sebutkan di atas, baik untuk perangkat Pemancar (TX) ataupun Penerima (RX) pada Radio/Televisi.

Tabung Hampa banyak digunakan pada Teknologi terdahulu sebelum di temukannya Transistor, seiring perkembangannya.. Tabung Hampa udara saat ini sudah jarang di pergunakan setelah di temukannya teknologi Transistor yang tidak memerlukan tegangan / daya yang besar, sehingga rangkaian / sirkuit elektronika dapat di buat lebih simpel dan lebih praktis.

Mekanisme Kerja Tabung Layar Televisi

Sebagaimana Tabung Hampa, Tabung Layar televisi memiliki Pin/Kaki, yang terdiri dari:
Mekansme & Fungsi Layar Televisi (CRT)
Tabung Hampa Layar Televis (CRT)
  • GRID (G) - Grid merupakan Kontrol Intensitas Cahaya pada Layar Televisi, ini berfungsi sama sebagai BASE (B) pada jenis Transistor biasa atau GATE (G) pada komponen MosFET. Grid ini terhubung langsung ke Trafo Flyback (FBT) di bagian: SCREEN.
  • ANODE (A) - Anode merupakan Input Tegangan (tinggi) pada Layar Televisi, ini berfungsi sama sebagai: EMITTOR (E) pada jenis Transistor atau SOURCE (S) pada komponen jenis MosFET. ANODE berada bagian atas body Tabung Layar Televisi, ANODE ini terhubung langsung ke bagian HV Rect Trafo Flyback (FBT) melalui kabel dan Tudung ANODE.
  • KATODE (K) - Katoda ini merupakan Pin/Kaki SINYAL VIDEO yang di hasilkan oleh rangkaian Mesin Televisi, pada jenis Tabung Hitam Putih hanya terdapat 1 Katoda saja, sedangkan pada jenis Tabung Berwarna terdapat 3 Pin KATODA, yaitu: RED KATODE (RK), GREEN KATODE (GK) dan BLUE KATODE (BK). ketiga katode ini adalah yang mewakili warna utama Gambar Siaran televisi. KATODE ini berfungsi sama dengan COLLECTOR (C) pada jenis Transistor atau DRAIN (D) pada komponen jenis MosFET.
  • HEATER (H1 & H2) - Heater / Filamen ini terlihat MENYALA seperti Wolfram pada Lampu Pijar. Heater / Filamen ini merupakan Pemanas dan selalu ada pada jenis perangkat Tabung Hampa termasuk Tabung Layar Televisi (CRT). Tegangan HEATER pada Tabung Layar televisi (CRT) berkisar AC 6 ~ 9V saja (H1) dan pin H2 terhubung langsung menuju Ground (Gnd).
  • FOCUS - Pin ini sebagai Pengatur Fokus Gambar Siaran pada Tabung Layar televisi. Pin Focus ini terhubung langsung ke Trafo Flyback (FBT) di bagian: FOCUS
Pada kenyataannya, Tabung Layar hanya dapat memunculkan 1 Titik cahaya saja pada Layar Fosfor, sehingga di butuhkan Kumparan Elektromagnet yang dapat membelokan elekton elektron tersebut, agar dapat terlihat seluas area Fosfor yang terdapat di dalam tabung layar televisi tersebut menggunakan komponen Deflection Yoke (DY) yang terdiri dari: Gulungan Horizontal (Rangkaian - Horizontal Out) dan Gulungan Vertikal  (Rangkaian Vertical Amp/ Out).

Soldering Tool - Memilih Alat Solder Listrik yang Baik untuk Praktikum Elektronika

Solder Listrik merupakan perangkat utama (dari sekian banyak perangkat perbaikan elektronika/listrik) untuk praktikum / pengerjaan perbaikan Elektronika. Seringkali bagi Pemula bertanya tanya: Bagaimana memilih Solder yang Baik agar dalam proses pengerjaannya Timah dapat terpatri dengan Sempurna dan Tidak merusak Jalur pada PCB-nya?

Hal terpenting untuk hal tersebut di atas adalah: Gunakan "Mata Solder" yang berkualitas Baik. Dengan menggunakan Mata Solder yang berkualitas Baik, selain Timah dapat terpatri dengan sempurna, proses penyolderan komponen pada Board juga dapat berlangsung cepat sehingga sehingga mengurangi resiko mengelupasnya jalur yang tercetak pada papan PCB (mesin elektronika) akibat panas yang berlebih dari Solder listrik terssebut.

Soldering Tool - Memilih Alat Solder Listrik yang Baik untuk Praktikum Elektronika

Cukup banyak Model dan Bentuk "Mata Solder" yang beredar di pasaran (atau anda dapat memesannya secara online..?), anda dapat memilih salah satunya, sebagai contoh adalah: merek "GOOT" meskipun menggunakan Solder yang Murah, kemudian anda lepaskan mata solder bawaan tsb dan kemudian menggantinya dengan mata solder baru sebagaimana tersebut di atas.
Bagaimana Cara Memilih Solder Listrik yang Baik
Solder Listrik merek: Dekko
Sekarang ini di pasaran kita dapat jumpai merek merek "Solder Listrik" Berkualitas Baik dengan harga terjangkau, tanpa anda harus mengganti "Mata Solder", karena sudah menggunakan Mata Solder berkualitas Baik (menggunakan bahan khusus).

Pergunakan Solder Listrik dengan Daya yang disesuaikan dengan kebutuhan, Mata Solder menggunakan bahan Khusus dan tidak di perkenankan untuk terkena jenis Plastik, jangan membersihkannya dengan jenis Logam keras yang akhirnya dapat merusak lapisan khusus pada Mata Solder tersebut.

Untuk pengerjaan yang berhubungan dengan plastik, anda dapat menggunakan Solder Listrik lain yang anda khususkan penggunaannya untuk jenis Plastik.

Lambang, Kode dan Jenis Resistor

Pada halaman terdahulu Komponen Elektronik - Resistor telah dijelaskan cara mengetahui nilai resistor dari warna gelang pada body komponen tersebut, kita juga telah mengetahui ada 4 gelang di body resistor tersebut, namun saat sekarang ini banyak sekali resistor yang beredar dipasaran, menggunakan lebih dari 4 Gelang (5 dan 6 Gelang kode warna), hal ini cukup membingungkan bagi yang terbiasa, menggunakan (hitungan) 4 Gelang kode warna dengan tipe Axial-lead resistor ini.

Nilai Kode Warna pada Resistor

Berikut pada tabel dibawah ini, beberapa informasi mengenai resistor, dan lihat lagi tabel dengan 4 Kode gelang warna dan perbedaan cara mengitung nilai resistor tersebut.

Warna Gelang 1 Gelang 2Gelang 3Gelang 4
Hitam 0 00
Coklat 1 10
Merah 2 200
Orange 3 3000
Kuning 4 40.000
Hijau 5 500.000
Biru 6 6000.000
Ungu 7 70.000.000
Abu - Abu 8 800.000.000
Putih 9 9000.000.000
Emas - --5%
Perak - --10%

Kode Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K) dan Cara Menentukan Nilainya

lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 
Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
Resistor 100K Ω dengan menggunakan 4 Gelang kode warna
Lihat dan bandingkan dengan Resistor 5 dan 6 gelang warna ini, beserta posisi hitungan dan nilai resistor tersebut.


Cara Menghitung Nilai Resistor pada 4, 5 dan 6 Kode Gelang
Referensi gambar pada: http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/04/kode-warna-resistor-karbon.html
    • Resistor 4 gelang kode warna - Seperti pada gambar diatas sangat jelas, bahwa:  gelang Ketiga menentukan banyaknya digit nol dibelakang 2 gelang tersebut.
    • Resistor 5 gelang kode warna - Resistor dengan 5 gelang ini, menunjukkan bahwa gelang Ke empat, yang menentukan digit terakhir dibelakang 3 gelang pada resistor tersebut, sedangkan gelang ke 5 menunjukan nilai Toleransi kerja pada resistor tersebut.
    • Resistor 6 gelang kode warna - Resistor dengan 6 gelang ini, menunjukkan bahwa gelang Ke empat, yang menentukan digit terakhir dibelakang 3 gelang pada resistor tersebut, gelang ke 5 menunjukkan nilai Toleransi dan Gelang ke 6 menunjukkan nilai Temperature Coefficient atau beban kerja resistor terhadap panas.

    Lambang/Symbol Fixed Resistor (Resistor Tetap/R) dan Variable Resistor (Resistor tidak Tetap/VR)

    Lambang Resistor dan Variable Resistor pada rangkaian Elektronik
    Symbol dan Jenis Resistor pada sebuah Skema / Rangkaian Elektronik

    Kode Resistor Micron dan SMD

    Gambar Resistor Micron
    Bentuk Fisik Resistor jenis Micron
    Resistor jenis Micron ini mempunyai nilai yang tertera langsung pada body komponen tersebut, sedangkan Resistor SMD menggunakan kode digit (3 dan 4 Digit) pada body, yang menunjukkan nilai resistansi dari komponen resistor tersebut. Sebagai contoh: pada body resistor smd tertera 102 maka digit ketiga adalah 2 atau sama dengan 00, berarti 1000Ω = 1K, jika tertera angka pada body resistor tersebut 103 maka digit ketiga adalah 3 atau sama dengan 000, berarti 10.000Ω = 10K, dan seterusnya dengan metoda perhitungan yang tidak jauh berbeda dengan tabel pada axial-lead resistor diatas.


    Gambar Resistor SMD dan Cara Penghitungan Kode
    Contoh Resistor SMD
    Pada resistor jenis SMD micro (sangat kecil), nilai resistor ini tidak tertera pada body komponen, sehingga untuk mengetahui nilai nya, diperlukan sebuah skematik / diagram yang menunjukan posisi resistor tersebut pada rangkaian, tanpa Skema dan Diagram yang dibuat vendor (pembuat produk) tentu akan sangat sulit sekali melakukan penggantian komponen, apabila ternyata komponen itu benar benar rusak. Jenis resistor micro ini banyak ditemukan pada perangkat telekomunikasi, seperti Handphone, Tablet, Laptop, Notebook dll. Meskipun begitu, untuk mengetahu nilai pada resistor smd ataupun resistor micro ini, dapat juga menggunakan MuliTester Digital seperti pada umumnya.

    Belajar Elektronika?, Jangan Takut..!!

    Seiring dengan Perkembangan Teknologi yang berkembang sangat pesat pada saat ini, maka akan sangat diperlukan Teknisi teknisi yang handal dalam perbaikan Perangkat Teknologi yang terdiri dari: Mesin, Hardware dan Software termasuk bidang Elektronika, adapun pada blog ini kami akan berbagi beberapa pengalaman kami Terkait bidang "Jasa Perbaikan Elektronik rumah tangga" saja, sesuai pengetahuan dan pengalaman serta semampu kami untuk menjelaskannya, dengan harapan Informasi disini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang ingin belajar "Teknik perbaikan Elektronika" ini.

    Belajar Elektronika? Jangan Takut..!!

    Gambar Ruang Reparasi Elektronik DeepMechines
    Ruang Kerja (Tempat Reparasi Elektronik) DeepMechines
    Bagi kebanyakan orang, bidang elektronika mungkin merupakan bidang yang cukup sulit untuk di pelajari, akan tetapi.. apabila anda sudah sedikit mempunyai Pengetahuan Dasar tentang Kelistrikan serta mengenal beberapa komponen Elektronika tersebut, maka percayalah.. Keahlian anda ini akan dibutuhkan dimana saja, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dimana mereka masih membutuhkan seorang yang mempunyai skill (kemampuan) untuk perbaikan perangkat rumah tangga mereka.

    Sebagaimana kita ketahui, bahwa: Perangkat Elektronik adalah perangkat rumah tangga yang rentan rusak, baik karena kesalahan penggunaan, kurangnya perawatan ataupun karena faktor lainnya, jadi ini adalah sebuah Peluang Usaha bagi anda yang kebetulan tertarik untuk menekuni Usaha Perbaikan perangkat elektronik tersebut, disamping itu akan membuat Nama anda dikenal jika Reputasi dan Kejujuran anda dapat di pertahankan.

    Panduan untuk Pemula - Belajar Elektronika 

    Untuk belajar elektronika, jika anda seorang pemula, tidak perlu takut, karena saya sendiripun hanya bermodalkan Hobby dan mempunyai Tekad untuk bisa. 
    Panduan Elektronika Dasar dan Alat Bantu Perbaikan
    Elektronika Dasar
    Belajar Teknik elektronika akan sangat membutuhkan Kesabaran dan Ketekunan serta Ketenangan. Terkait Panduan Belajar elektronika untuk Pemula ini, maka telah buat Kategori: Panduan Elektronika (Dasar), pada beberapa halaman tersebut, kami telah mencoba untuk memberikan Panduan sederhana untuk Mengenal Perangkat yang sering digunakan untuk Perbaikan Elektronik Rumah Tangga/Televisi, sebelumnya tentu juga kita harus mengenal beberapa Komponen Elektronika yang paling sering terdapat pada Perangkat Elektronik, Televisi maupun Perangkat elektronik lainnya, yaitu:
    1. Resistor - Mengenai komponen resistor ini dapat anda lihat pada halaman: Komponen Elektronika pasif - Resistor, Elektronika Dasar - Mengenal komponen Resistor, Lambang dan Kode Resistor.
    2. Kapasitor/Kondensator - Keterangan terkait Kapasitor dan Kondensator dapat anda lihat pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor, "Fungsi Kapasitor", Persamaan Elco (Electrolite Condensator) dengan Kapasitor".
    3. Dioda - Komponen ini mempunyai berbagai macam fungsi juga, lihat keterangan terkait komponen Dioda ini pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda.
    4. Transistor - Ini adalah komponen revolusioner sebagai pengganti Tabung hampa sebelum ditemukannya komponen Transistor ini, lihat informasi dasar terkait komponen ini, pada halaman: Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor.
    5. IC (Integrated Circuit) - Komponen ini sering menjadi sentral dari segala komponen, Informasi dasar terkait komponen ini dapat dilihat pada halaman: Elektronika Dasar - Mengenal komponen IC (Integrated Circuit).
    Beberapa halaman diatas adalah sebagai gambaran sederhana sebagai "Pengenalan Awal dari beberapa Komponen yang paling umum terdapat pada Perangkat Elektronika", anda dapat mengikuti KategoriPanduan Elektronika (Dasar), yang mungkin akan terus kami Update, setiap ada waktu dan kemungkinan.

    Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

    Elektronik memang sangat dekat dengan kita kehidupan sehari-hari, terhitung dari peralatan dapur yang mengunakan tenaga Listrik, Televisi, hingga perangkat Komunikasi, oleh karena itu di butuhkan beberapa Pengetahuan tentang kelistrikan dan elektronika, ketika terjadi kerusakan pada perangkat listik ataupun elektronika tersebut.

    Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik/TV.

    Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

    Gambar Perangkat Hobby Elektronika dan Perbaikan Televisi
    Peralatan Servis Elektronik dan/atau Reparasi TV
    Elektronika dapat di jadikan sebagai Hobby yang mengasyikan maupun yang menekuninya sebagai Profesi. Perangkat/Peralatan untuk perbaikan (reparasi) elektronik sebenarnya tidaklah terlalu banyak ataupula tidaklah terlalu mahal, sehingga dengan Modal yang minim (kecil), sudah bisa bekerja dan dapat untuk menghasilkan Uang. Peralatan untuk perbaikan elektronik ini sangat sederhana, sebagaimana telah di jelaskan pada halaman terdahulu:Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronika/TV, jika di bandingkan Peralatan untuk perbaikan (reparasi) lainnya: semisal Perbaikan Handphone yang membutuhkan Modal cukup besar serta resiko yang cukup besar juga, lihat juga halaman tentang: Gambaran Singkat Bisnis/Usaha konter Pulsa dan Jasa perbaikan Handphone ini. Ya.. meskipun begitu, setiap pekerjaan/usaha mempunyai resiko masing masing, namun pembelajaran dan pengalaman merupakan hal yang yang dapat memperkecil setiap resiko yang di hadapi dan yang akan di jalani.

    Loudspeaker (LS)

    Loudspeaker (LS) adalah Perangkat Elektronik yang berfungsi Merubah Sinyal Listrik menjadi Getaran Suara yang dapat di dengar oleh Telinga. Sinyal Listrik tersebut berasal dari sebuah Penguat Suara (Power Amp) yang telah di beri sinyal tertentu, baik berupa rekaman suara (Audio) ataupun suara langsung melalui Microphone.

    Loudspeaker (LS)

    Gambar Speaker Mid-Range 10-Inch
    Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range
    Loudspeaker (LS) sesuai namanya adalah Pengeras Suara. Loudspeaker terbagi menjadi beberapa jenis/model sesuai dengan Frekwensi ataupun Nada yang di hasilkan, sebagai contoh:
    1. Twitter - Loudspeaker jenis Twitter ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Tinggi (Treble).
    2. Midrange - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Sedang (Middle).
    3. Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Rendah (Bass).
    4. Sub-Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada sangat Rendah (Super Bass | X-Bass).
    Gambar Loudspeaker 10" Mid-range dari Depan
    Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range (Tampak Depan)
    Loud Speaker (LS) ini mempunyai Bentuk | Model / Jenis | Diameter | Ukuran/Kekuatan | Tahanan | yang berbeda-beda tergantung Fungsi dan Kegunaannya.