2.15.2018

Soldering Tool - Memilih Alat Solder Listrik yang Baik untuk Praktikum Elektronika

Solder Listrik merupakan perangkat utama (dari sekian banyak perangkat perbaikan elektronika/listrik) untuk praktikum / pengerjaan perbaikan Elektronika. Seringkali bagi Pemula bertanya tanya: Bagaimana memilih Solder yang Baik agar dalam proses pengerjaannya Timah dapat terpatri dengan Sempurna dan Tidak merusak Jalur pada PCB-nya?

Hal terpenting untuk hal tersebut di atas adalah: Gunakan "Mata Solder" yang berkualitas Baik. Dengan menggunakan Mata Solder yang berkualitas Baik, selain Timah dapat terpatri dengan sempurna, proses penyolderan komponen pada Board juga dapat berlangsung cepat sehingga sehingga mengurangi resiko mengelupasnya jalur yang tercetak pada papan PCB (mesin elektronika) akibat panas yang berlebih dari Solder listrik terssebut.

Soldering Tool - Memilih Alat Solder Listrik yang Baik untuk Praktikum Elektronika

Cukup banyak Model dan Bentuk "Mata Solder" yang beredar di pasaran (atau anda dapat memesannya secara online..?), anda dapat memilih salah satunya, sebagai contoh adalah: merek "GOOT" meskipun menggunakan Solder yang Murah, kemudian anda lepaskan mata solder bawaan tsb dan kemudian menggantinya dengan mata solder baru sebagaimana tersebut di atas.
Bagaimana Cara Memilih Solder Listrik yang Baik
Solder Listrik merek: Dekko
Sekarang ini di pasaran kita dapat jumpai merek merek "Solder Listrik" Berkualitas Baik dengan harga terjangkau, tanpa anda harus mengganti "Mata Solder", karena sudah menggunakan Mata Solder berkualitas Baik (menggunakan bahan khusus).

Pergunakan Solder Listrik dengan Daya yang disesuaikan dengan kebutuhan, Mata Solder menggunakan bahan Khusus dan tidak di perkenankan untuk terkena jenis Plastik, jangan membersihkannya dengan jenis Logam keras yang akhirnya dapat merusak lapisan khusus pada Mata Solder tersebut.

Untuk pengerjaan yang berhubungan dengan plastik, anda dapat menggunakan Solder Listrik lain yang anda khususkan penggunaannya untuk jenis Plastik.

Lambang, Kode dan Jenis Resistor

Pada halaman terdahulu Komponen Elektronik - Resistor telah dijelaskan cara mengetahui nilai resistor dari warna gelang pada body komponen tersebut, kita juga telah mengetahui ada 4 gelang di body resistor tersebut, namun saat sekarang ini banyak sekali resistor yang beredar dipasaran, menggunakan lebih dari 4 Gelang (5 dan 6 Gelang kode warna), hal ini cukup membingungkan bagi yang terbiasa, menggunakan (hitungan) 4 Gelang kode warna dengan tipe Axial-lead resistor ini.

Nilai Kode Warna pada Resistor

Berikut pada tabel dibawah ini, beberapa informasi mengenai resistor, dan lihat lagi tabel dengan 4 Kode gelang warna dan perbedaan cara mengitung nilai resistor tersebut.

Warna Gelang 1 Gelang 2Gelang 3Gelang 4
Hitam 0 00
Coklat 1 10
Merah 2 200
Orange 3 3000
Kuning 4 40.000
Hijau 5 500.000
Biru 6 6000.000
Ungu 7 70.000.000
Abu - Abu 8 800.000.000
Putih 9 9000.000.000
Emas - --5%
Perak - --10%

Kode Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K) dan Cara Menentukan Nilainya

lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 
Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
Resistor 100K Ω dengan menggunakan 4 Gelang kode warna
Lihat dan bandingkan dengan Resistor 5 dan 6 gelang warna ini, beserta posisi hitungan dan nilai resistor tersebut.


Cara Menghitung Nilai Resistor pada 4, 5 dan 6 Kode Gelang
Referensi gambar pada: http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/04/kode-warna-resistor-karbon.html
    • Resistor 4 gelang kode warna - Seperti pada gambar diatas sangat jelas, bahwa:  gelang Ketiga menentukan banyaknya digit nol dibelakang 2 gelang tersebut.
    • Resistor 5 gelang kode warna - Resistor dengan 5 gelang ini, menunjukkan bahwa gelang Ke empat, yang menentukan digit terakhir dibelakang 3 gelang pada resistor tersebut, sedangkan gelang ke 5 menunjukan nilai Toleransi kerja pada resistor tersebut.
    • Resistor 6 gelang kode warna - Resistor dengan 6 gelang ini, menunjukkan bahwa gelang Ke empat, yang menentukan digit terakhir dibelakang 3 gelang pada resistor tersebut, gelang ke 5 menunjukkan nilai Toleransi dan Gelang ke 6 menunjukkan nilai Temperature Coefficient atau beban kerja resistor terhadap panas.

    Lambang/Symbol Fixed Resistor (Resistor Tetap/R) dan Variable Resistor (Resistor tidak Tetap/VR)

    Lambang Resistor dan Variable Resistor pada rangkaian Elektronik
    Symbol dan Jenis Resistor pada sebuah Skema / Rangkaian Elektronik

    Kode Resistor Micron dan SMD

    Gambar Resistor Micron
    Bentuk Fisik Resistor jenis Micron
    Resistor jenis Micron ini mempunyai nilai yang tertera langsung pada body komponen tersebut, sedangkan Resistor SMD menggunakan kode digit (3 dan 4 Digit) pada body, yang menunjukkan nilai resistansi dari komponen resistor tersebut. Sebagai contoh: pada body resistor smd tertera 102 maka digit ketiga adalah 2 atau sama dengan 00, berarti 1000Ω = 1K, jika tertera angka pada body resistor tersebut 103 maka digit ketiga adalah 3 atau sama dengan 000, berarti 10.000Ω = 10K, dan seterusnya dengan metoda perhitungan yang tidak jauh berbeda dengan tabel pada axial-lead resistor diatas.


    Gambar Resistor SMD dan Cara Penghitungan Kode
    Contoh Resistor SMD
    Pada resistor jenis SMD micro (sangat kecil), nilai resistor ini tidak tertera pada body komponen, sehingga untuk mengetahui nilai nya, diperlukan sebuah skematik / diagram yang menunjukan posisi resistor tersebut pada rangkaian, tanpa Skema dan Diagram yang dibuat vendor (pembuat produk) tentu akan sangat sulit sekali melakukan penggantian komponen, apabila ternyata komponen itu benar benar rusak. Jenis resistor micro ini banyak ditemukan pada perangkat telekomunikasi, seperti Handphone, Tablet, Laptop, Notebook dll. Meskipun begitu, untuk mengetahu nilai pada resistor smd ataupun resistor micro ini, dapat juga menggunakan MuliTester Digital seperti pada umumnya.

    Belajar Elektronika?, Jangan Takut..!!

    Seiring dengan Perkembangan Teknologi yang berkembang sangat pesat pada saat ini, maka akan sangat diperlukan Teknisi teknisi yang handal dalam perbaikan Perangkat Teknologi yang terdiri dari: Mesin, Hardware dan Software termasuk bidang Elektronika, adapun pada blog ini kami akan berbagi beberapa pengalaman kami Terkait bidang "Jasa Perbaikan Elektronik rumah tangga" saja, sesuai pengetahuan dan pengalaman serta semampu kami untuk menjelaskannya, dengan harapan Informasi disini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang ingin belajar "Teknik perbaikan Elektronika" ini.

    Belajar Elektronika? Jangan Takut..!!

    Gambar Ruang Reparasi Elektronik DeepMechines
    Ruang Kerja (Tempat Reparasi Elektronik) DeepMechines
    Bagi kebanyakan orang, bidang elektronika mungkin merupakan bidang yang cukup sulit untuk di pelajari, akan tetapi.. apabila anda sudah sedikit mempunyai Pengetahuan Dasar tentang Kelistrikan serta mengenal beberapa komponen Elektronika tersebut, maka percayalah.. Keahlian anda ini akan dibutuhkan dimana saja, baik di perkotaan maupun di pedesaan, dimana mereka masih membutuhkan seorang yang mempunyai skill (kemampuan) untuk perbaikan perangkat rumah tangga mereka.

    Sebagaimana kita ketahui, bahwa: Perangkat Elektronik adalah perangkat rumah tangga yang rentan rusak, baik karena kesalahan penggunaan, kurangnya perawatan ataupun karena faktor lainnya, jadi ini adalah sebuah Peluang Usaha bagi anda yang kebetulan tertarik untuk menekuni Usaha Perbaikan perangkat elektronik tersebut, disamping itu akan membuat Nama anda dikenal jika Reputasi dan Kejujuran anda dapat di pertahankan.

    Panduan untuk Pemula - Belajar Elektronika 

    Untuk belajar elektronika, jika anda seorang pemula, tidak perlu takut, karena saya sendiripun hanya bermodalkan Hobby dan mempunyai Tekad untuk bisa. 
    Panduan Elektronika Dasar dan Alat Bantu Perbaikan
    Elektronika Dasar
    Belajar Teknik elektronika akan sangat membutuhkan Kesabaran dan Ketekunan serta Ketenangan. Terkait Panduan Belajar elektronika untuk Pemula ini, maka telah buat Kategori: Panduan Elektronika (Dasar), pada beberapa halaman tersebut, kami telah mencoba untuk memberikan Panduan sederhana untuk Mengenal Perangkat yang sering digunakan untuk Perbaikan Elektronik Rumah Tangga/Televisi, sebelumnya tentu juga kita harus mengenal beberapa Komponen Elektronika yang paling sering terdapat pada Perangkat Elektronik, Televisi maupun Perangkat elektronik lainnya, yaitu:
    1. Resistor - Mengenai komponen resistor ini dapat anda lihat pada halaman: Komponen Elektronika pasif - Resistor, Elektronika Dasar - Mengenal komponen Resistor, Lambang dan Kode Resistor.
    2. Kapasitor/Kondensator - Keterangan terkait Kapasitor dan Kondensator dapat anda lihat pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor, "Fungsi Kapasitor", Persamaan Elco (Electrolite Condensator) dengan Kapasitor".
    3. Dioda - Komponen ini mempunyai berbagai macam fungsi juga, lihat keterangan terkait komponen Dioda ini pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda.
    4. Transistor - Ini adalah komponen revolusioner sebagai pengganti Tabung hampa sebelum ditemukannya komponen Transistor ini, lihat informasi dasar terkait komponen ini, pada halaman: Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor.
    5. IC (Integrated Circuit) - Komponen ini sering menjadi sentral dari segala komponen, Informasi dasar terkait komponen ini dapat dilihat pada halaman: Elektronika Dasar - Mengenal komponen IC (Integrated Circuit).
    Beberapa halaman diatas adalah sebagai gambaran sederhana sebagai "Pengenalan Awal dari beberapa Komponen yang paling umum terdapat pada Perangkat Elektronika", anda dapat mengikuti KategoriPanduan Elektronika (Dasar), yang mungkin akan terus kami Update, setiap ada waktu dan kemungkinan.

    Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

    Elektronik memang sangat dekat dengan kita kehidupan sehari-hari, terhitung dari peralatan dapur yang mengunakan tenaga Listrik, Televisi, hingga perangkat Komunikasi, oleh karena itu di butuhkan beberapa Pengetahuan tentang kelistrikan dan elektronika, ketika terjadi kerusakan pada perangkat listik ataupun elektronika tersebut.

    Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik/TV.

    Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

    Gambar Perangkat Hobby Elektronika dan Perbaikan Televisi
    Peralatan Servis Elektronik dan/atau Reparasi TV
    Elektronika dapat di jadikan sebagai Hobby yang mengasyikan maupun yang menekuninya sebagai Profesi. Perangkat/Peralatan untuk perbaikan (reparasi) elektronik sebenarnya tidaklah terlalu banyak ataupula tidaklah terlalu mahal, sehingga dengan Modal yang minim (kecil), sudah bisa bekerja dan dapat untuk menghasilkan Uang. Peralatan untuk perbaikan elektronik ini sangat sederhana, sebagaimana telah di jelaskan pada halaman terdahulu:Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronika/TV, jika di bandingkan Peralatan untuk perbaikan (reparasi) lainnya: semisal Perbaikan Handphone yang membutuhkan Modal cukup besar serta resiko yang cukup besar juga, lihat juga halaman tentang: Gambaran Singkat Bisnis/Usaha konter Pulsa dan Jasa perbaikan Handphone ini. Ya.. meskipun begitu, setiap pekerjaan/usaha mempunyai resiko masing masing, namun pembelajaran dan pengalaman merupakan hal yang yang dapat memperkecil setiap resiko yang di hadapi dan yang akan di jalani.

    Loudspeaker (LS)

    Loudspeaker (LS) adalah Perangkat Elektronik yang berfungsi Merubah Sinyal Listrik menjadi Getaran Suara yang dapat di dengar oleh Telinga. Sinyal Listrik tersebut berasal dari sebuah Penguat Suara (Power Amp) yang telah di beri sinyal tertentu, baik berupa rekaman suara (Audio) ataupun suara langsung melalui Microphone.

    Loudspeaker (LS)

    Gambar Speaker Mid-Range 10-Inch
    Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range
    Loudspeaker (LS) sesuai namanya adalah Pengeras Suara. Loudspeaker terbagi menjadi beberapa jenis/model sesuai dengan Frekwensi ataupun Nada yang di hasilkan, sebagai contoh:
    1. Twitter - Loudspeaker jenis Twitter ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Tinggi (Treble).
    2. Midrange - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Sedang (Middle).
    3. Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Rendah (Bass).
    4. Sub-Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada sangat Rendah (Super Bass | X-Bass).
    Gambar Loudspeaker 10" Mid-range dari Depan
    Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range (Tampak Depan)
    Loud Speaker (LS) ini mempunyai Bentuk | Model / Jenis | Diameter | Ukuran/Kekuatan | Tahanan | yang berbeda-beda tergantung Fungsi dan Kegunaannya.

      Flyback Transformer (FBT)

      Flyback Transformer adalah Pembangkit Tegangan Tinggi untuk keperluan Anoda, Katoda dan Grid pada Tabung (hampa) Televisi. Flyback Transformer ini di salurkan pula pada Deflection Yoke untuk membelokan Elektron pada Tabung Gambar TV baik secara Horizontal maupun Vertikal.Pada Flyback Transformer tersebut di bangkitkan juga tegangan Sedang/Rendah untuk blok Vertikal Output, Heater (Filamen), ABL (Automatic Brighness Limited) dll.

      Flyback Transformer (FBT)

      Gambar Trafo Flyback untuk TV
      Trafo Flyback - Flyback Transformer (FBT)
        Flyback Transformer (FBT). Flayback ini berfungsi sebagai Pembangkit Tegangan antara lain:
        1. Tegangan Tinggi dari Flyback untuk Tegangan Anoda pada Tabung TV berkisar 10.000 Volt (10KV) hingga 30.000 Volt (30KV).
        2. Tegangan Sedang dari Flyback untuk Tegangan Katoda pada Tabung TV berkisar 90 Volt hingga 200V, namun pada Tegangan yang umum di pergunakan untuk Tabung Televisi adalah 185V, sedangkan Tegangan 90V sering ditemukan pada jenis Tabung Monitor untuk komputer. Tegangan ini di pergunakan untuk Tegangan Video dan/atau Katoda pada Tabung Televisi.
        3. Tegangan Rendah berkisar 24V hingga 28V (Single) untuk Tegangan Vertikal Amp. Pada beberapa jenis tertentu menggunakan 12V x 2 = terdiri dari -12V dan +12V | 14V x 2 = terdiri dari -14V dan + 14V untuk Tegangan Vertikal Output(Vertikal Amp) tsb.
        4. Tegangan "Heater" berkisar 6V hingga 9V AC (Alternative Current).
        5. Fasa ABL (Automatic Brightness Limiter) atau Pengatur level terang/cahaya otomatis.

        Setiap Trafo Flyback mempunyai 3 Kabel Utama, yaitu:

        1. Kabel Kop untuk Anoda - Ciri-ciri nya adalah: Mempunyai ukuran paling Besar dan paling Panjang, jika di bandingkan dengan kedua kabel lainnya pada Flyback, serta mempunyai Tutup dan Pengait sebagai pengunci pada Tabung.
        2. Kabel Screen - Berfungsi untuk mengatur atau Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
        3. Kabel Grid - Berfungsi untuk mengatur adalah Pengikut Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
        Gambar Trafo Flyback (Flyback Transformer / FBT)
        Trafo Flyback (Flyback Transformer / FBT)
         Kop (Tudung) Kabel Anoda akan menyemburkan Tegangan Tinggi berkisar 10.000V (10KV) hingga 30.000V (30KV) ketika Trafo Flyback tersebut aktif bekerja. Semburan api dari Flyback tersebut akan menarik elektron pada Tabung (hampa) Televisi, sehingga Tabung dapat menyala, setelah sebelumnya elektron di belokan pula oleh Yoke Defleksi (Deflection Yoke) baik secara Vertikal maupun secara Horizontal. Cahaya dapat terlihat Terang pada Layar (Tabung Gambar) Televisi ketika "Heater" pada Tabung Televisi itu sudah Menyala.

          Deflection Yoke

          Deflection Yoke atau kalangan teknisi sering menyebutnya dengan "Yoke/Defleksi" adalah Lilitan pada Inti Ferit yang berfungsi sebagai Pembelok Elektron ke Atas/Bawah (Vertikal) dan ke Kanan/Kiri (Horizontal) pada Layar (Tabung) Gambar Televisi. Deflection Yoke berada pada leher Tabung TV. Kerusakan pada Deflection Yoke ini akan menyebabkan gangguan pada "Gambar/Siaran" baik secara Vertikal maupun Horizontal.

          Deflection Yoke (DY)

          Deflection Yoke. Atas: Diameter Besar, Bawah: Diameter Kecil
          DeepMechines - Panduan Elektronika (Dasar) | Deflection Yoke (DY). Deflection Yoke mempunyai 2 macam/jenis Umum, yaitu:
          1. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Kecil. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 7 / 1 
          2. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Besar. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 9 / 1 | Soket: 11 / 1 dan Model Tabung TV Sony/(sebagian) Tabung TV LG yang mempunyai soket: 9 / 2. pada beberapa model terbaru, jenis tabung Ultra Slim menggunakan Defleksi yang khusus untuk jenis tabung Ultra Slim tersebut..

          Posisi Kabel Horizontal dan Vertikal pada Deflection Yoke

          Gambar Deflection Yoke pada TV dan Kabel Defleksi
          Deflection Yoke pada TV Sharp
          1. Gulungan Defleksi Horizontal pada Umumnya berada pada Belakang, yang di beri Kode Warna Merah/Biru pada Kabel. Gulungan Defleksi Horizontal ini berfungsi: Menarik elektron ke Kanan dan ke Kiri pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Horizontal kemudian di kuatkan beberapa ratus kali pada Flyback Transformer (FBT), kemudian di salurkan pada Gulungan Defleksi Horizontal tersebut.
          2. Gulungan Defleksi Vertikal pada Umumnya berada pada Depan, yang di beri Kode Warna Hijau/Kuning (atau warna lainnya) pada Kabel. Gulungan Defleksi Vertikal ini berfungsi: Menarik elektron ke Atas dan ke Bawah pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Vertikal kemudian di kuatkan oleh Vertikal Amp (Penguat Vertikal) yang selanjutnya di salurkan pada Gulungan Defleksi Vertikal tsb.

            Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)

            Adaptor ini pada dasarnya adalah sebuah Power Supply dengan Daya Kerja rendah. Pada umumnya perangkat Power Supply yang di sebut dengan Adaptor ini adalah menggunakan Transformator (Trafo) 500mA, 1 Ampere hingga 5 Ampere dengan Tegangan berkisar 3Volt hingga 12Volt atau bahkan mungkin lebih, sering digunakan untuk Uji coba perangkat elektronik, seperti: Radio/Tape recorder, rangkaian Lampu Led dan lain sebagainya.

            Adaptor Sederhana dan Dioda Bridge Rectifier

            Pada halaman terdahulu: Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana, Adaptor tersebut di rangkai sangat mendasar menggunakan hanya 1 buah Dioda sebagai sebagai Perata Arus (penyearah) AC + sebuah Elco sebagai Filter (penyaring) tegangan yang keluar pada Gulungan (kumparan) Sekunder Trafo tersebut, meskipun dengan rangkaian sederhana tersebut, kita sudah dapat mempergunakannya sebagai Catu Daya untuk percobaan/perbaikan alat elektronik rumah tangga lainnya, dan mengatur Tegangan (pada Adaptor) yang di inginkan, agar dapat sesuai dengan spesifikasi/ukuran tegangan yang di tetapkan oleh Pabrik pembuat perangkat elektronik rumah tangga tersebut, semisal: Radio, Mainan anak anak dan lain sebagainya.
            Cara Merakit Adaptor Sederhana
            Adaptor dengan 1 buah Dioda + 1 buah Elektrolit Kondensator
            Agar dapat mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih sempurna, maka dapat di buat sebuah rangkaian dioda dengan sistem yang di sebut dengan "Bridge Rectifier", yang terdiri dari 4 buah Dioda yang disusun sedemikian rupa, sehingga akan mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih bersih lagi, adapun bagaimana susunan dari Dioda Bridge Rect ini dapat di lihat pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda.
            Untuk Penggunaan Audio MixerTone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.
            Rangkaian Adaptor yang menggunakan system Dioda Bridge Rect ini, banyak di temukan di pasaran dengan kuat Arus berkisar 500mA (0,5 Ampere) / 1000mA (1 Ampere), pada jenis yang lebih Modern lagi sekarang banyak di jual di pasaran menggunakan System (Power Regulator) AC matic/elektronik, semisal untuk Charger Handphone, dan Adaptor untuk Perangkat Digital lainnya, sebagai contoh adalah: Adaptor untuk Kamera CCTV dan Digital Video Recorder serta masih banyak lagi yang lainnya.

            Berikut Adaptor sederhana dengan Menggunakan 4 buah Dioda Bridge Rectifier tersebut:

            Cara Merakit Adaptor Sederhana Menggunakan 4 buah Dioda
            Adaptor Rakitan sederhana menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rectifier)
            Keterangan Gambar
            • Ground: Merupakan kutub Negatif, seperti halnya kutub Negatif pada Baterai
            • DC+ : Merupakan kutub Positif, sama seperti halnya kutub Positif pada Baterai
            • 1 : adalah Penentu tegangan, yang di arahkan atau disambungkan pada titik hijau atau dengan kode angka (2) pada gambar di atas, untuk memilih Tegangan sesuai dengan yang di butuhkan. Hubungkan angka (1) ke titik angka (2), sesuai Tegangan yang di inginkan (angka 2 seperti terlihat diatas adalah: Tegangan 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V) atau bisa mengunakan saklar biasa atau bisa juga "Rotary Switch (Saklar Putar)" untuk memudahkan memilih tegangan nantinya.
            Gambar Skema Diagram Cara Merakit Adaptor Sederhana
            Skema/Diagram - Rangkaian Adaptor Sedehana menggunakan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier), gambar di bawah: Rangkaian Adaptor Sederhana dengan 2 Buah Dioda, menggunakan Trafo 1 Amp (CT)
            Catatan Tambahan:
            • Untuk Dioda Bridge Rectifier bisa mempergunakan Dioda Silikon biasa 4 buah atau bisa juga menggunakan Dioda jenis Keprok.
            • Ukuran Dioda di sesuaikan dengan Trafo yang digunakan, Trafo 0,5A/1A/2A bisa mempergunakan Dioda 1N4001 - 1N4007, sedangkan untuk Trafo 3A/5A bisa mempergunakan Dioda 1N5401.
            • Elco bisa mempergunakan kapasitas/ukuran 1000mF/16V atau 2200mF/16V

            Rangkaian Stabilizer

            Adaptor yang telah diterangkan pada halaman diatas, dapat di sempurnakan lagi menggunakan "Rangkaian Stabilizer" untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih halus dan Stabil, lihat diagram berikut di bawah ini:



            Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
            Rangkaian Sederhana Power Stabilizer Adaptor/Power Supply
            • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - pada rangkaian Stabilizer ini.
            • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
            Catatan: Anda dapat menggunakan lebih dari 1 Tr 2N3055 + R 0.5 ohm/5W, jika dirasa perlu untuk kebutuhan Power yang lebih besar, jangan lupa untuk menambahkan plat pendingin (heatsink) yang sesuai dengan jenis Transistor tersebut..!
            Untuk Model Adaptor menggunakan Power Stabilizer dengan Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V, anda dapat lihat contoh rangkaian pada halaman: Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

                Elektronika Dasar - Mengenal Komponen Resistor

                Resistor sering disebut juga dengan Tahanan atau Weerstand (bhs Belanda), adalah sebuah komponen elektronika Pasif, yang berarti Komponen ini dapat bekerja tanpa memerlukan tegangan sebagai sumber dayanya.

                Fungsi Resistor

                1. Menahan (memperkecil) Laju/Kuat Arus (Ampere/Watt)
                2. Pembatas Tegangan (Volt)
                Resistor merupakan komponen Pasif elektronika karena Tidak memerlukan sumber arus untuk Daya Kerjanya
                Seperti kita ketahui, hampir disemua alat elektronika (Radio, Televisi, Handphone, Komputer dll) mempergunakan RESISTOR ini, yaitu; Komponen Elektronika Pasif (Tidak Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya) ini, untuk mendukung berfungsinya Komponen Elektronika Aktif (Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya, seperti: Transistor dan IC) tersebut.

                Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus dan Tegangan


                Seperti keterangan diatas Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan, seperti telah kita ketahui bersama, setiap Komponen Elektronika Aktif, mempunyai batas batas nilai toleransi antara Arus dan Tegangan, yang telah ditentukan berdasarkan Fungsi / Kegunaannya, oleh karena itulah dibutuhkan sebuah komponen yang bernama Resistor ini.

                Nilai Resistor di sebut dengan satuan OHM

                Resistor ini mempunyai Nilai resistansi yang berbeda beda, dengan satuan yang disebut OHM dengan lambang atau symbol Ω (diambil dari akhiran nama penemu Resistor tersebut, yaitu; George Simon Ohm, seorang ahli matematika, berkebangsaan Jerman.

                Resistor ini pada umumya mempunyai Kode Gelang Warna pada body komponen tersebut, Nilai Resistansi dan Toleransi pada sebuah resistor adalah ditentukan dengan Kode Gelang Warna tesebut.
                Resistor ini pada umumnya Mempunyai 4 Kode Gelang Warna dimana kode gelang terakhir diberi kode warna EMAS sebagai nilai Toleransi.

                Pada dasarnya Tegangan Listrik dan Komponen Elektronika menggunakan satuan sebagai berikut:

                1. 1000 = 1K (Kilo)
                2. 1000K = 1M (Mega)
                3. 1000M = 1G (Giga)

                Jadi setiap 1000 Ohm sama dengan 1 Kilo Ohm (1K Ω), namun jika 1200 Ohm sama dengan 1,2 Kilo Ohm (1,2K) atau lebih sering ditulis dengan 1K2.

                Begitu pula 1000K sama dengan 1 Mega Ohm (1M Ω), namun jika 1200 Kilo Ohm sama dengan 1,2 Mega Ohm (1,2M) atau lebih sering ditulis dengan 1M2.

                Cara Mengetahui dan Menghitung Nilai Resistor


                Seperti telah dijelaskan pada keterangan diatas, Kode Gelang Warna terakhir Resistor adalah diberi kode warna EMAS, berarti ada 3 kode gelang warna diatasnya, lihat contoh gambar dibawah;\

                Cara Menghitung Nilai Resistor 1 Ohm
                Kode Resistor 1 Ohm
                Gambar diatas menunjukan bahwa ada dua warna Emas sebagai nilai toleransi pada resistor tersebut. Nilai toleransi pada gelang ke 3 dan ke 4 tersebut, berarti tidak dihitung sebagai kode resistansi / nilai tahanan (diabaikan), sedangkan gelang ke 1 dan ke 2 adalah (merupakan) nilai resistor tersebut. Berikut dibawah ini perhitungan nilai resistansi pada resistor tersebut.

                * Gelang Pertama - Coklat bernilai 1 : Digit pertama nilai resistor tersebut.

                * Gelang Kedua - Hitam bernilai 0 : Digit kedua nilai resistor tersebut. Karena digit kedua ini bernilai nol (0) berarti tidak ada nilainya atau sama dengan 0, sehingga tidak termasuk nilai / tidak dihitung.

                * Gelang ketiga - Emas bernilai (toleransi) : Gelang ketiga ini merupakan kode penentu banyaknya digit pada satuan nilai tahanan resistor tersebut, sebagai contoh: jika gelang ketiga ini berwarna Merah maka berarti 2 digit (00), jika berwarna Orange berarti 3 digit (000), jika berwarna Kuning berarti 4 digit (0000), jika berwarna Hijau berarti 5 digit dan seterusnya.. lihat tabel dibawah ini:

                Warna Gelang 1 Gelang 2Gelang 3Gelang 4
                Hitam 0 00
                Coklat 1 10
                Merah 2 200
                Orange 3 3000
                Kuning 4 40.000
                Hijau 5 500.000
                Biru 6 6000.000
                Ungu 7 70.000.000
                Abu - Abu 8 800.000.000
                Putih 9 9000.000.000
                Emas - --5%
                Perak - --10%

                Seperti contoh, (kita ulangi) pada gambar diatas adalah resistor dengan nilai resistansi 1 Ohm, dengan perhitungan seperti dibawah ini:

                  * Gelang Pertama : Coklat bernilai 1
                    * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)
                      * Gelang Ketiga : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi)
                        * Gelang Keempat : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi), jadi hanya ada angka 1 yang mewakili nilai tersebut atau sama dengan 1Ω (Ohm)

                        Berikutnya Resistor dengan Nilai 10 Ohm:


                        *Gelang Pertama : Coklat bernilai 1

                        * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)

                        * Gelang Ketiga : Hitam bernilai 0 - ini adalah kode digit 0

                        * Gelang Keempat : Emas (Toleransi), jadi yang bernilai adalah hanya gelang pertama dan gelang ketiga, atau secara mudahnya kita buat -> 1 0 0 atau sama dengan 10 Ohm, namun jika gelang ketiga mempunyai nilai diatas 0, maka gelang kedua akan dihitung meskipun bernilai 0, karena gelang kedua ini merupakan nilai penghubung. lihat perbedaan antara resistor 10Ω (Ohm) dan 100 Ohm pada gambar dibawah ini..

                        Kode Gelang Warna pada Resistor 10 Ohm dan 100 Ohm

                          Cara Menghitung Nilai Resistor 10 Ohm / 100 Ohm
                          Resistor 10 dan 100 Ohm
                          Lihat ketika Gelang ketiga berwarna Merah yang berarti mempunyai nilai 2 (lihat tabel diatas, tertulis: 00) yang berarti: Coklat  = 1, Hitam = 0, Merah = 00 sama dengan 1 0 00 yang berarti 1000 Ω (1K Ohm), lihat juga Gelang kedua (nilai penghubung) berwarna Merah, yang berarti: Coklat = 1, Merah = 2, Merah = 00 maka sama dengan pula 1 2 00 yang berarti 1200 Ω (1,2K Ohm) sering pula ditulis dengan 1K2, demikian seterusnya, lihat seperti gambar dibawah ini:

                          Kode Gelang Warna pada Resistor 1000 Ohm (1K) dan 1200 Ohm (1.2K)

                          Cara Menhitung Nilai Resistor 1000 Ohm dan 1200 Ohm
                          Resistor 1K dan 1K2
                          Sebagai gambaran lagi, lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 

                          Cara Menghitung Kode Gelang Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K)

                          Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
                          Resistor 100K
                          Demikianlah secara singkat mengenai komponen elektronik yang bernama resistor ini, semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang baru belajar dan mengenal komponen elektronik tersebut. Sebenarnya masih banyak detil informasi serta beberapa jenis dari Komponen Resistor ini , dan kami pun menyarankan anda mencari referensi lainnya untuk melengkapi informasi yang mungkin tidak tersedia pada halaman ini.

                          Lihat pula halaman terkait: "Komponen Elektronik Pasif - Resistor", Keterangan tentang Macam dan Jenis jenis Resistor yang Umum beredar di pasaran.

                          Prinsip Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                          Pada Era Teknologi sekarang Pengunaan Komunikasi sudah sangat Berkembang Maju, jauh sebelum ditemukannya perangkat teknologi seperti: Komputer sekarang ini, lihat Informasi pada halaman sebelumnya: Sejarah Singkat Perkembangan Komputer pada Masa Awal, yakni penggunaan Komunikasi Audio Visual dan Data.

                          Komunikasi 2 Arah memungkinkan Pengirim (Suara, Gambar dan Data) dapat juga menerima pesan balik berupa (Suara, Gambar dan Data) menggunakan Perangkat Komputer sebagaimana tersebut di atas.

                          Pada masa Awal perangkat Komunikasi adalah menggunakan Media Kawat untuk mengirim Pesan Suara, lihat gambaran/prinsip sederhana alat komunikasi ini pada halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), berikut pada gambar:
                          Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
                          Image Source by: www.brilio.net
                          Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.

                          Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                          Jika menggunakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana sebagaimana di atas, maka diperlukan Media Penghantar yang Baik, salah satunya adalah menggunakan Kawat yang ujung ke ujung kawat tersebut harus di rentangkan, untuk mendapatkan rambatan (daya hantar) gelombang suara yang lebih baik.

                          Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya berikut di bawah ini:
                          Perangkat Sederhana Komunikasi 2 Arah penghasil Gelombang Elektromagnetik
                          Prinsip Dasar - Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai
                          Pada Gambar di atas menunjukan, Prinsip Sederhana Alat Komunikasi 2 Arah menggunakan Media 1 Kawat yang yang di bentangkan dan sekaligus merupakan Teori Sederhana bahwa Gelombang Suara yang merambat pada Kawat yang di bentangkan, dapat di kirim dan di terima melalui alat Loudspeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik (gelombang listik lemah)", meski dengan jarak yang cukup jauh, dan inilah yang menjadi prinsip dasar pada perangkat komunikasi Intercom, sebagaimana informasi di halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2).

                          Keterangan Gambar
                          • Jalur Kawat - Ini menggunakan media kawat yang di bentangkan, bisa dipergunakan 2 atau lebih dari Pengguna (kirim dan terima suara).
                          • LS (LoudSpeaker): Berfungsi Ganda (mendengar dan mengirim suara)
                          • Ground/Tanah: Pin - (pada semua Loudspeaker terpasang) harus terhubung ke Tanah sebagai Ground.
                          Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah dapat di pergunakan tanpa Sumber Daya Baterai, karena hanya menggunakan Gelombang Elektromagnet Murni (tanpa penguatan elektrik), yang di hasilkan oleh rambatan Suara pada Loudspeaker tersebut.