2.15.2018

Model dan Jenis Umum Transformator/Trafo - (Bag. 2)

Menyambung Informasi halaman terdahulu: ? Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo), memang sangat beragam sekali baik Ukuran, Bentuk maupun untuk Penggunaan dari Transformator atau lebih sering disebut Trafo tersebut.

Jenis / Bentuk Trafo Inti Besi dan Trafo Inti Ferit

2 Model umum dari Trafo, yaitu: Trafo menggunakan Inti dari (serbuk) Batu Ferit (dan sejenisnya) dan Trafo menggunakan Inti Besi.

Bentuk Trafo Inti Besi
Trafo - Inti Besi 
Halaman Terkait: ? Cara Membuat Adaptor Sederhana (menggunakan Trafo 1 Ampere)

TORROIDAL TRAFO (Trafo Toroid / Trafo Donat)

Trafo menggunakan Inti Ferrite (serbuk batu ferit) digunakan pada banyak Perangkat Digital tidak terkecuali Televisi. Trafo jenis Modern ini Umum digunakan pada "Power Supply, Regulator, Adaptor ataupun Charger" dengan system rangkaian untuk Tegangan Otomatis (AC MATIC | AC 90 ~ 250V ).
Bentuk / Model Trafo Ferrite dan Besi untuk Regulator, Power Supply dan Adaptor
3 Model Trafo Listrik
Trafo Torroid adalah bentuk lain dari Trafo dengan Inti Ferit ini, umum digunakan untuk perangkat elektronik yang membutuhkan Daya Sedang (berkisar 0.5Amp - 40 Amp) seperti Power Amplifier, Power Inverter, untuk Komputer dll, sedangan Trafo Inti Ferit dengan bentuk sebagaimana Trafo pada umumnya, namun spesial dipergunakan untuk Perangkat Digital yang bekerja dengan System Tegangan otomatis (Switching AC Matic 90 ~ 250V), salah satu contohnya adalah: Power Supply Unit (PSU) untuk Perangkat Komputer Desktop (PC).

Trafo Inti Besi merupakan Trafo Konvensional dan umum dipergunakan untuk kebutuhan Perangkat Elektronik rumah tangga (Daya Rendah) dan Industri (Daya Tinggi - Listrik PLN). Trafo inti Besi memiliki tingkat panas tergantung beban perangkat yang digunakan, sedangkan Trafo inti Ferit tingkat disipasi panas di bebankan pada komponen akhir (final) dari rangkaian AC Automatic-nya , seperti pada rangkaian: Power Supply / Power Switching Regulator, Adapator maupun Charger yang menggunakan sistem rangkaian "Power switching AC Matic".

Ketiga Jenis Trafo Listrik ini (lihat gambar di atas), berfungsi sebagai Trafo Power Supply, Trafo dengan Inti Ferit (No. 1) merupakan Trafo "Power Switching Regulator" untuk TV dan Perangkat Digital lainnya, menggunakan komponen sistem: Power Switching Regulator / Auto Voltage (AC Automatic).

Torroidal Trafo berbentuk Bundar dengan Inti Ferrit berlubang di Tengah menyerupai Donat, oleh karena itu di kalangan Teknisi sering juga menyebutnya: Trafo Donat. Trafo Torroid (No. 2) ini berfungsi sama dengan Trafo Inti Besi (No. 3), yakni: menggunakan Tegangan  (Input) AC 220 ~ 240V | Output: 27V - CT (0V) - 27V. Setiap Trafo memiliki Tegangan dan Kuat Arus (Ampere) yang berbeda beda sesuai dengan Kebutuhannya.

Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

Pada halaman sebelumnya: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), adalah sebuah gambaran sederhana perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom, yang merupakan prinsip mendasar, hingga berkembangnya perangkat modern yang lebih maju lagi, seperti: Telepon, Faks yang pada awal awalnya adalah masih menggunakan "Jalur kawat" sebagai media penghantarnya. Seiring perkembangan teknologi yang lebih maju, di era digital sekarang ini, perangkat komunikasi sudah menggunakan media udara, sehingga dapat menjangkau area yang sangat jauh dan lebih effisien jika dibandingkan media kawat

Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

Gambar dibawah ini merupakan sebuah perangkat "Power Amplifier" yang dapat dibuat sebagai media komunikasi antar 2 orang bahkan banyak orang dengan sistem Panggil dan Terima, sistem seperti ini, digunakan pada INTERCOM, yang pernah booming puluhan tahun silam, meski dengan jarak yang cukup terbatas (mungkin hanya berkisar beberapa kilometer atau bahkan belasan kilometer, tergantung Daya dari perangkat tersebut).

Sebagaimana kita ketahui, bahwa "Getaran/Gelombang Suara" dapat merambat pada beberapa Media: Kayu, Plastik (Nylon), Air, Logam dan Udara, terutama Logam, yang diketahui mempunyai tingkat rambat yang sangat baik (daya hantarnya), oleh karena itulah.. kabel kabel dari perangkat elektronik dan listrik lebih banyak menggunakan logam, baik berupa: Besi, Aluminium, Tembaga, Perak bahkan Emas.

Media Penghantar pada Perangkat Intercom ini umumnya berupa: Kawat yang dibentangkan (baik untuk jarak dekat maupun jarak cukup jauh), sedangkan Ground dari perangkat Intercom ini, harus terhubung ke Tanah (Bumi), semakin dalam maka akan semakin baik.
Bagan Perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom
Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM
Keterangan Gambar:
  • Prinsip Kirim (TX/Transceive) dan Terima (RX/Receive) Suara adalah pada Sentral Input dan Output "Power Amplifier" tersebut, yang dapat bekerja 2 Arah, menggunakan saklar manual PDT (Push Double Throw) on Switch.
  • Input dan Output "Power Amplifier" terhubung ke 2 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah putus putus berwarna "Biru"), sehingga ketika dalam keadaan Standby, Output terhubung ke Speaker (Monitor) dan Input terhubung ke Jalur (Kawat), sebagaimana terlihat pada bagan (Intercom) diatas, sedangkan..
  • Pada Posisi sebaliknya, Output "Power Amplifier terhubung ke 1 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah "Merah") menuju jalur Kawat (Transmit/TX), sedangkan Input "Power Amplifier" terhubung ke 1 pin Tengah (PDT ini mempunyai 2 pin tengah untuk 4 throw/arah keluaran), untuk menghubungkan "Mic dan Penguat Mic"(lihat tanda panah "Merah") pada Pembicara (Pengirim Suara/TX).
  • Ground adalah merupakan Jalur Gelombang Tanah (sebagaimana kita ketahui Ground/ Arde titik Nol tegangan pada perangkat listrik).
Meskipun terlihat sederhana, "Prinsip Dasar dari Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM" ini merupakan cikal bakal di kembangkannya Perangkat Komunikasi dengan Teknologi yang lebih Maju dan Modern, seperti: Telepon, Fax, Broadcasting, Internet pada saat sekarang ini.

Halaman terkait: 
  1. Sejarah dan Perkembangan Internet pada Masa masa Awal".
  2. Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1)

Perangkat Komunikasi pada umumnya berdasarkan 2 system, yaitu: Kirim (Transmit) dan Terima (Recieve), mungkin kita masih mengingat, beberapa mainan (pada masa kecil dahulu) Halo halo (demikian kami menyebutnya), yakni: Alat komunikasi mainan yang terdiri dari 2 buah kaleng susu yang diberi lubang ditengah tengahnya untuk memasukan Kawat sebagai media penghantar (getaran suara), ya.. Getaran Suara dari Pembicara dapat di dengar oleh Penerima menggunakan media Kaleng Susu melalui getaran suara yang merambat pada media penghantar Kawat yang dikencangkan tersebut, meski terdengar sangat pelan, hal ini dapat menjadi acuan dari perkembangan Teknologi Telekomunikasi modern,
Kenapa harus "Kawat"..?,  karena sebagaimana kita ketahui bersama, Kawat termasuk Logam yang merupakan Media Penghantar yang sangat Baik, jika dibandingkan dengan Media Penghantar lainnya, terlebih pada perangkat Elektronik maupun Listrik
Sebagaimana masa awal dirintisnya sebuah perangkat yang di sebut dengan Telepon, Fax yang pada awal mulanya masih menggunakan media penghantar kawat, namun seiring kemajuan Teknologi sekarang ini, Perangkat Komunikasi telah jauh berkembang semenjak di temukannya Telephone, Telegraph, Komunikasi Radio/Televisi dan Perangkat Komputer (PC) menggunakan Media Data Internet, lihat halaman: Perkembangan Masa Awal Internet.
Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
Image Source by: https://www.brilio.net/news/pernah-telpon-telponan-dengan-cara-ini-ini-penjelasannya-telepon-kaleng-susu-150609l.html
Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.
Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya di halaman: Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai.
Di karenakan getaran suara yang dapat diterima pada Telinga (manusia) terdengar sangat pelan, maka pada selanjutnya, seiring perkembangan perangkat komunikasi ini, mengalami kemajuan dengan sistem Penguat suara elektronik, yang dikenal dengan "Power Amplifier" untuk memperkuat Amplitudo getaran Suara tersebut dengan Impulse Listrik baik pada Pengirim (Transmitter) maupun Penerima (Receiver), media Pengirim sekarang di rubah menggunakan "Microphone - Mic" dan Media Penerima dirubah menggunakan "LoudSpeaker - LS" sedangkan Media Penghantarnya masih menggunakan "Kawat", Jika kita masih ingat.. jaman Intercom dulu, maka Metode Teknologi komunikasi inilah yang digunakan pada masa masa penggunaan "Intercom" tersebut, berikut gambaran cara kerja dari Perangkat Komunikasi Intercom, sebagaimana gambar dibawah ini:

Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Pengirim (Transmitter)  dan (2) Penerima (Receiver) Suara pada Perangkat Intercom

Pemahaman Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 1)
Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara pada Perangkat Intercom. Pada Microphone: Getaran Suara dirubah menjadi Getaran Sinyal Listrik dan dikuatkan puluhan hingga rastusan kali oleh "Power Amplifier" pada perangkat tersebut dan disalurkan melalui Media Kawat sebagai Jalur Pembawa Getaran Sinyal Listrik, semakin jauh jarak antara keduanya, kekuatan sinyal getaran suara akan semakin lemah, maka pada perangkat Penerima akan dikuatkan kembali oleh Power Amplifier yang sudah dilengkapi dengan Pengatur Suara terdapat pada perangkat Penerima (Receiver).

Gambar 2.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Penerima (Receiver) dan (2) Pengirim (Transmitter) Suara pada Perangkat Intercom

Berikut adalah kebalikan dari Sistem yang terlihat pada gambar di atas, yakni: (1) sebagai Penerima (Receiver) dan orang ke (2) sebagai Pengirim (Transmitter) Suara,
Pemahaman Komunikasi 2 Arah antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 2)
Gambar diatas menunjukan Prinsip Komunikasi 2 Arah, yakni: Input perangkat Amplifier dari orang ke (2) dirubah untuk Input Microphone (untuk mengirim suara - Transmitter), sedangkan Outputnya dirubah (untuk memperkuat amplitudo/gelombang suara pada Amplifier) selanjutnya disalurkan pada jalur/kawat untuk di kirimkan ke Penerima (Receiver), yaitu: orang ke (1).

Perhatikan tanda panah BIRU (garis putus-putus) pada gambar diatas adalah prinsip kebalikan dari tanda panah MERAH, tanda panah BIRU putus putus adalah prinsip sebagaimana dijelaskan pada gambar 1, sehingga terbentuk Komunikasi 2 Arah, yaitu: Kirim (Transceiver) dan Terima (Receiver) ataupun Terima (Receiver) dan Kirim (Transceiver) Suara.

Rotary Switch (selector)

Rotary Switch ini merupakan Saklar Putar mode Selektor (mempunyai beberapa throw/ jalur keluaran) dengan 1 atau 2 sentral/ pusat saklar. Rotary Switch ini merupakan salah satu Jenis Saklar dari sekian banyak jenis Saklar yang dipergunakan pada rangkaian Listrik maupun Elektronik pada umumnya.
Gambar dan Keterangan Rotary Switch/ Saklar Putar
Rotary Switch (Tampak Atas)
Rotary Switch ini banyak dipergunakan untuk pada perangkat elektronika, khusunya Adaptor, yang berfungsi sebagai Pemilih (selektor) Tegangan yang di inginkan.
Gambar dan Keterangan tentang Rotary Switch/ Saklar Putar
Rotary Switch (Tampak Bawah)
Rotary Switch sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah sebuah Saklar Putar yang umum dipergunakan untuk Selektor Tegangan pada Power Adaptor yang banyak beredar di pasaran.
Ada banyak sekali Jenis, Model dan Bentuk Saklar yang baik untuk Listrik maupun rangkaian Elektronik, sebagian di antaranya dapat dilihat pada halaman: Saklar - Fungsi dan Kegunaannya.

Rotary Switch ini mempunya 2 sentral saklar untuk 2 x 6 pilihan jalur (channel) keluaran, dengan kata lain 1 Sentral saklar untuk 6 pilihan jalur/ channel keluaran, sebagaimana penggunaannya pada: "Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

Saklar - Fungsi dan Kegunaannya

Saklar sebenarnya adalah Perangkat Listrik yang berfungsi untuk Menyambungkan dan/atau Memutuskan aliran Listrik.

Jenis dan Macam Saklar Listrik/Elektronik

Saklar mempunyai bentuk yang sangat beragam, namun mempunyai hanya satu fungsi., yaitu; Menyambungkan dan Memutuskan satu atau banyak Aliran baik satu persatu maupun sekaligus.

Saklar Listrik

Saklar Listrik ada beberapa 2 Jenis, yaitu:
  1. Saklar Biasa - Saklar ini sangat umum di pergunakan pada Perangkat Listik rumah tangga. Jenis ini dipergunakan untuk On/Off Lampu dan Perangkat listrik lainnya pada beban berkisar 5W hingga Ratusan Watt.
  2. Saklar Khusus - Saklar ini banyak di pergunakan untuk penggunakan Listrik bertenaga besar, pada beban berkisar 500W hingga Ribuan Watt atau lebih.
Gambaran Mudah Jaringan Kabel Saklar Listrik Rumah Tangga
Bentuk Jaringan Sederhana "Saklar Listrik" Rumah Tangga

    Saklar Televisi

    Saklar Televisi ada 2 Jenis (Umum), yaitu:
    1. Saklar On/Off Listrik - Saklar On/Off TV terdapat pada bagian Mesin baik secara di pasang terpisah ataupun terpasang langsung pada PCB. Saklar ini mempunyai kekuatan beban berkisar Ratusan Watt.
    2. Switch - Switch merupakan jenis atau model saklar kecil dan didesain tidak untuk kebutuhan listrik bertenaga besar. Switch ini banyak dipergunakan pada jenis Perangkat Digital termasuk Televisi.
    Bentuk Gambar dan Symbol Saklar TV
    Saklar TV

      Rotary Switch

      Rotary Switch adalah sebuah Saklar Putar secara Manual. Rotary Switch ini mempunyai 1 atau 2 buah Titik kontak Sentral ke beberapa beberapa Titik kontak lainnya. 
      Model dan Jenis Saklar - Rotary Switch (Saklar Putar)
      Rotary Swich
      Penggunaan Rotary Switch ini banyak di pergunakan pada jenis Adaptor Dinamis dan/atau Power Supply Dinamis yang mempunyai Tegangan yang bisa disesuaikan. Rotary Switch ini banyak juga terdapat pada Kipas Angin yang menggunakan saklar manual.
      Perangkat Saklar dan Timer Manual untuk Kipas Angin
      Bentuk Saklar dan Timer Manual

      Saklar jenis Timer

      Timer adalah sebuah Saklar dengan Fungsi: Mematikan/Memutuskan Arus listrik dengan Tenggang Waktu yang telah di tentukan sebelumnya. Timer mempunyai 2-jenis umum, yaitu;
      1. Timer Manual
      2. Timer Elektronik/Digital
      Tenggang waktu yang terdapat pada Timer Manual tersebut umumnya 1 Menit hingga 2-Jam, sedangkan Timer jenis Elektronik atau Digital umumnya mempunyai tenggang waktu lebih lamam berkisar dari 1 Menit hingga 12 Jam-an atau bahkan lebih.

          Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo)

          Transformator atau di singkat Trafo ini, adalah perangkat yang berfungsi sebagai penyesuai tegangan listrik. Sebuah Trafo di buat menggunakan Kawat email (kawat yang dilapisi dengan lapisan tertentu) kemudian di lilit pada sebuah Inti Batang besi lunak (Current), dan mempunyai 2 sisi kumparan, yang disebut dengan Kumparan Primer (Input) dan Kumparan Sekunder (Output).

          Jenis dan Model Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply

          Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
          Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan Primer)

          Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
          Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan)

            Perangkat Elektronik/Listrik yaitu: Trafo atau lebih lengkapnya disebut dengan "Transformator" ini adalah berfungsi utama sebagai Penyesuai, baik Tegangan maupun Impedansi. Ada banyak sekali jenis Trafo yang dipergunakan pada rangkaian elektronik ataupun listrik sesuai dengan kebutuhannya. Trafo yang Umum terdapat/digunakan pada rangkaian Elektronik ataupun Listrik itu antara lain, yaitu:

            1. Trafo Adaptor - Trafo Adaptor adalah Trafo penyesuai untuk Tegangan Rendah berkisar dari: 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V hingga 13.8V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 5Ampere. Untuk penggunaan Umum, seperti: Percobaan rangkaian Elektronika, Radio dll. Trafo Adaptor ada juga menggunakan Tegangan 12V hingga 24V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 3Ampere, untuk penggunaan semisal: Perangkat Booster TV, Mixer Audio dll.
              2. Trafo Regulator/Power Supply - Trafo yang digunakan sebagai Power Supply pada Perangkat Elektronik Digital. Trafo jenis ini banyak di gunakan pada rangkaian AC-Matic pada Perangkat TV/DVD/VCD-Player/Digital Receiver dll.
              Perbedaan Jenis dan Model Trafo Power Supply Elektronika/TV
              Trafo dan Toroidal Trafo untuk Power Supply
              3. Trafo Step-Up/Down - Trafo Step-Up ini adalah Trafo Penaik Tegangan dari Tegangan 100V | 110 | 120 menjadi 200V | 220V | 240V sesuai dengan Kebutuhan, sedangkan Trafo Step-Down adalah: Mempunyai fungsi sebaliknya, yaitu: sebagai Penurun Tegangan. sebagai contoh: Tegangan AC 220V sebagai Input pada Kumparan Primer, maka Tegangan yang keluar (Output) pada Kumparan Sekunder akan menurunkan Tegangan menjadi 100V | 110V | 120V dan seterusnya, tegangan maksimal yang keluar inipun, tergantung dari spesifikasi dari Trafo Step-Up/Down tersebut.

              Dengan Fungsi kebalikannya, Trafo Step Down berfungsi menurunkan tegangan, semisal: 220V menjadi 100V / 110V / 120V saja.
              Jenis Trafo Penaik dan Penurun Tegangan (Step Up/Down Transformer)
              Trafo Step Up/Down
              4. Trafo penyesuai Impedansi - Sering di temukan pada rangkaian "Power Amplifier model lama", yaitu terdiri dari: Transformator Input (TI) dan Transformator Output (TO), umum ditemukan pada perangkat Pengeras Suara jenis Corong.
              Jenis Model Trafo Output dan Input untuk Impedence
              IT (Trafo Input) dan OT (Output Trafo) 
              5. Trafo IF (Intermediate Frequency) - Trafo IF ini berbeda dengan kebanyakan Trafo Daya / Power , jenis Trafo IF ini banyak terdapat pada Rangkaian Penala Audio maupun Video baik pada Pemancar (TX - Transmitter) maupun Penerima (RX - Receiver) Gelombang / Frekwensi Radio.

              Bentuk Trafo IF ini umumnya terbungkus body Seng dengan Trimer berupa Ferit di bagian atasnya.
                Sebenarnya masih banyak sekali Jenis dan Macam dari Trafo tsb yang terdapat pada rangkaian elektronika, baik sebagai Adaptor, Power Supply, Power Switching, Power Regulator pada Intinya adalah Tetap menggunakan jenis Trafo ini meskipun dengan Jenis, Bahan serta Bentuk ukuran yang berbeda beda pula.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 2)

                Pada halaman sebelumnya: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1), Lilitan Primer dihubungkan langsung ke Jaringan Lisrik AC 220V, sedangkan Lilitan Sekunder adalah Tegangan Output yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perangkat elektronik yang akan digunakan, lihat gambar di bawah:
                Merakit Adaptor Sederhana,Petunjuk, Gambar, Komponen Lengkap
                Trafo Engkel - 350mA (0.35 Ampere)
                Tampak terlihat pada gambar, 7 Pin yang terdapat pada Trafo 350mA (0.35A) ini, yaitu: 0V | 3V | 4.5V | 6V7.5V | 9V | 12V. Tegangan tersebut masih berupa Tegangan Bolak Balik / AC (Alternating Current) maka untuk menjadikannya searah, diperlukan Penyearah Arus berupa Dioda dan Filter Tegangan berupa Electrolyte Condensator (elco), lihat gambar di bawah ini:
                Belajar Merakit Adaptor Sederhana, Keterangan berserta Gambar Lengkap
                Skema Penyearah Arus dan Filter Tegangan pada Rangkaian Adaptor Sederhana
                Perhatikan Titik Biru pada gambar di atas, Switch Tegangan di maksudkan adalah meletakan pada Posisi Tengangan yang di inginkan, sebagai contoh: Pin 3V.. jika perangkat tersebut hanya membutuhkan DC 3 Volt saja, begitu juga dengan pin tegangan yang lainnya.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                Halaman ini hanyalah Informasi tambahan saja, terkait: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana, Adaptor seperti ini, bisa digunakan untuk 'Praktikum' ataupun sebagai bahan percobaan untuk rangkaian elektronik berdaya rendah, seperti; Rangkaian Lampu LED (Light Emitting Dioda), Radio Transistor, Mp3 Player dan beragam rangkaian lain yang mempergunakan Watt / Tegangan rendah (kecil).

                Mengingat Trafo 350mA (0.35A) ini cukup Kecil, mungkin ini adalah Trafo dengan Ampere  (kuat arus) paling rendah yang dijual di pasaran, karenanya hanya dipergunakan pada Perangkat Elektronik / Listrik yang berdaya (Watt) rendah / kecil saja. Semakin Besar Daya (Watt) yang digunakan maka semakin Cepat Panas pula Trafo tersebut.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan Trafo 350mA
                Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Primer (Input AC: 0 ~ 220V)
                Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Primer) untuk Tegangan Input AC 0 ~ 220V.
                Belajar Merakit Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA
                Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Sekunder (Output AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V)
                Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Sekunder) untuk Tegangan Output: AC 0 ~ 12V.
                Tegangan Output (Sekunder) yang terdapat pada Pin Trafo tersebut adalah AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V, Tegangan ini masih berupa Tegangan Arus Bolak Balik / AC (Alternating Current), yang harus diratakan dulu menjadi DC (Direct Current) untuk Penggunaan sebagai ADAPTOR pada Umumnya.

                  Prinsip Dasar - Gambaran Dasar tentang Cara kerja Pancaran Sinyal Gelombang dan/atau Frekwensi Audio /Video

                  Gambar dan Suara yang tertangkap pada "Pesawat Televisi" adalah hasil tangkapan dari sebuah Kamera , yang kemudian di proses dan di pancarkan oleh Pemancar Televisi (Transmitter) berupa gelombang/frekwensi, yaitu:
                  • Gelombang FM (Frewensi Modulation) - Memancarkan "Objek Gambar" yang terdiri dari 3 warna Primer terpisah, yaitu: Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue) atau sering di sebut dengan RGB ini. Objek Gambar tersebut berupa Sinyal -> "Chromynance, Luminance, Sinkronisasi" dan di pancarkan menggunakan Gelombang -> Frekwensi FM
                  • Gelombang AM (Ampitudo Modulation) - Memancarkan "Audio" yang tertangkap bersama kamera ataupun audio yang sudah melalui proses editing (untuk siaran tidak langsung).
                    Kedua Gelombang Video dan Audio tersebut diatas, di pancarkan melalui gelombang "ElektroMAGNETIK" hingga dapat tertangkap pada sebuah pesawat Televisi. Televisi kemudian merubah sinyal sinyal elektromagnetik tersebut, kembali menjadi Objek Gambar yang dapat di lihat.
                    Objek Gambar Raster IF / RF pada Televisi

                    Gelombang/Frekwensi Televisi Standar

                    Gelombang/Frekwensi Televisi di bagi berdasarkan bidang Frekwensi tertentu atau disebut dengan Band, yaitu:
                    • VHF-L (Very High Frekwensi-Low) - Bekerja pada bidang frekwensi rendah, Channel 2 hingga 6 dengan kisaran Frekwensi (54 MHz - 88 MHz).
                    • VHF ( Very High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi Tinggi, Channel 7 hingga 13 dengan kisaran Frekwensi (174 MHz - 216 MHz).
                    • UHF (Ultra High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi sangat tinggi, Channel 14 hingga 83 dengan kisaran Frekwensi (470 MHz - 890 MHz).
                    Ketiga Band tersebut bekerja pada Bidang Frekwensi masing masing, Pemancar dan Penerima menggunakan Antena yang berbeda-beda pula.

                      System Televisi Standar

                      • National Television System Committee (NTSC) - USA
                      • Pharase Alternating Line (PAL) - Inggris
                      • Sequitial Ceuleur a'Memorie (SECAM) - Prancis
                      System yang yang di gunakan di Indonesia adalah "PAL B/G". Hal yang membedakan system tersebut adalah Format Gambar, jarak Frekuensi Pembawa (carrier wave) Gambar dan pembawa Suara.

                      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

                      Pada halaman terdahulu: Belajar Merakit/Membuat Adaptor Sederhana, telah di jelaskan pengunaan 1 x  Dioda (1N 4002 - 4007) dan 1 x Elco (2200mF/16V), ini merupakan Rangkaian Dasar sebuah Adaptor, untuk hasil yang lebih baik, maka diperlukan 4 x Dioda dengan Elco yang sama (lebih Besar atau lebih Kecil tidak terlalu berpengaruh) karena hanya untuk percobaan/praktikum elektronika biasa, seperti: Rangkaian Lampu LED, Radio dll, yang tidak mempergunakan Rangkaian Digital.
                      Skema Diagram Adaptor Sederhana 1 Buah Dioda
                      Rangkaian Dasar Adaptor menggunakan 1 Dioda Rectifier (perata)
                      Keterangan:
                      • Switch Tegangan - Bisa menggunakan Saklar/Selector untuk Pengaturan Tegangan, untuk penggunaan biasa, Letakkan (di beri tanda) Titik Biru pada Pin Tegangan yang di butuhkan, misalnya: 9V untuk mendapatkan Tegangan DC 9V.
                      • DC Output - Kutub Positif (+) pada Adaptor tersebut.
                      • 0 V (Gnd) - 0 (nol) Volt atau Kutub Negatif (-) atupun Ground pada Adaptor tersebut
                      Untuk Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio sebuah rangkaian Adaptor mungkin saja dapat mempengaruhi kualitas Audio yang di hasilkan, akibat Arus atau Tegangan yang masih kurang halus (peak level) dan/atau kurang stabil.

                      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

                      Untuk Adaptor dengan Perataan lebih sempurna, pada umumnya menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem rangkaian di sebut dengan Bridge Rectifier, sebgaiamana Informasi pada halaman: Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier).
                      Power Stabilizer menggunakan LM 7815/7915
                      Skema Diagram - Power Supply Adaptor 
                      Rangkaian Power Supply seperti ini sering di gunakan untuk Perangkat Audio Amplifier (OCL,BTL) maupun untuk Power Stabilizer untuk Audio Mixer, sebagaimana berikut di bawah ini:

                      Audio Parametric preamp dengan Power Stabilizer 7815/7915
                      Audio Parametric dengan Power Stabilizer 7815/7915
                      Terlihat pada gambar yang di lingkari warna Biru adalah rangkaian Power Supply yang menggunakan 3 Output yakni: + / Gnd / -. terlihat pada bagian sisinya (menggunakan Heatsink) adalah 2 buah IC DC 7815 dan 7915, yang selanjutnya di salurkan menuju Input Tegangan Audio Parametric tersebut.

                      Adapun rangkaian Stabilixer menggunakan IC DC 7815/7915 ini adalah sebagai berikut:
                      Skema Diagram Power Stabilizer IC DC 7815/7915
                      Rangkaian Power Stabilizer 7815/7915
                      Rangkaian "Power Stabilizer" ini banyak dipergunakan untuk Audio Mixer, Tone Control dll. Harap di catat..! Rangkaian Power Stabilizer ini hanya dapat di pergunakan untuk Beban Perangkat Elektronik yang memiliki Watt Kecil sebagaimana perangkat di atas, untuk penggunaan Watt Besar maka memerlukan 2 buah Transistor penguat, seperti: 2N3055 dan MJ2955.