2.15.2018

Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

Elektronik memang sangat dekat dengan kita kehidupan sehari-hari, terhitung dari peralatan dapur yang mengunakan tenaga Listrik, Televisi, hingga perangkat Komunikasi, oleh karena itu di butuhkan beberapa Pengetahuan tentang kelistrikan dan elektronika, ketika terjadi kerusakan pada perangkat listik ataupun elektronika tersebut.

Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik/TV.

Perangkat Perbaikan Elektronika / TV

Gambar Perangkat Hobby Elektronika dan Perbaikan Televisi
Peralatan Servis Elektronik dan/atau Reparasi TV
Elektronika dapat di jadikan sebagai Hobby yang mengasyikan maupun yang menekuninya sebagai Profesi. Perangkat/Peralatan untuk perbaikan (reparasi) elektronik sebenarnya tidaklah terlalu banyak ataupula tidaklah terlalu mahal, sehingga dengan Modal yang minim (kecil), sudah bisa bekerja dan dapat untuk menghasilkan Uang. Peralatan untuk perbaikan elektronik ini sangat sederhana, sebagaimana telah di jelaskan pada halaman terdahulu:Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronika/TV, jika di bandingkan Peralatan untuk perbaikan (reparasi) lainnya: semisal Perbaikan Handphone yang membutuhkan Modal cukup besar serta resiko yang cukup besar juga, lihat juga halaman tentang: Gambaran Singkat Bisnis/Usaha konter Pulsa dan Jasa perbaikan Handphone ini. Ya.. meskipun begitu, setiap pekerjaan/usaha mempunyai resiko masing masing, namun pembelajaran dan pengalaman merupakan hal yang yang dapat memperkecil setiap resiko yang di hadapi dan yang akan di jalani.

Loudspeaker (LS)

Loudspeaker (LS) adalah Perangkat Elektronik yang berfungsi Merubah Sinyal Listrik menjadi Getaran Suara yang dapat di dengar oleh Telinga. Sinyal Listrik tersebut berasal dari sebuah Penguat Suara (Power Amp) yang telah di beri sinyal tertentu, baik berupa rekaman suara (Audio) ataupun suara langsung melalui Microphone.

Loudspeaker (LS)

Gambar Speaker Mid-Range 10-Inch
Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range
Loudspeaker (LS) sesuai namanya adalah Pengeras Suara. Loudspeaker terbagi menjadi beberapa jenis/model sesuai dengan Frekwensi ataupun Nada yang di hasilkan, sebagai contoh:
  1. Twitter - Loudspeaker jenis Twitter ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Tinggi (Treble).
  2. Midrange - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Sedang (Middle).
  3. Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada Rendah (Bass).
  4. Sub-Woofer - Jenis ini dirancang untuk merespon Sinyal Audio yang mempunyai Nada sangat Rendah (Super Bass | X-Bass).
Gambar Loudspeaker 10" Mid-range dari Depan
Loudspeaker 10" | 30W | 8 Ohm | Mid-range (Tampak Depan)
Loud Speaker (LS) ini mempunyai Bentuk | Model / Jenis | Diameter | Ukuran/Kekuatan | Tahanan | yang berbeda-beda tergantung Fungsi dan Kegunaannya.

    Flyback Transformer (FBT)

    Flyback Transformer adalah Pembangkit Tegangan Tinggi untuk keperluan Anoda, Katoda dan Grid pada Tabung (hampa) Televisi. Flyback Transformer ini di salurkan pula pada Deflection Yoke untuk membelokan Elektron pada Tabung Gambar TV baik secara Horizontal maupun Vertikal.Pada Flyback Transformer tersebut di bangkitkan juga tegangan Sedang/Rendah untuk blok Vertikal Output, Heater (Filamen), ABL (Automatic Brighness Limited) dll.

    Flyback Transformer (FBT)

    Gambar Trafo Flyback untuk TV
    Trafo Flyback - Flyback Transformer (FBT)
      Flyback Transformer (FBT). Flayback ini berfungsi sebagai Pembangkit Tegangan antara lain:
      1. Tegangan Tinggi dari Flyback untuk Tegangan Anoda pada Tabung TV berkisar 10.000 Volt (10KV) hingga 30.000 Volt (30KV).
      2. Tegangan Sedang dari Flyback untuk Tegangan Katoda pada Tabung TV berkisar 90 Volt hingga 200V, namun pada Tegangan yang umum di pergunakan untuk Tabung Televisi adalah 185V, sedangkan Tegangan 90V sering ditemukan pada jenis Tabung Monitor untuk komputer. Tegangan ini di pergunakan untuk Tegangan Video dan/atau Katoda pada Tabung Televisi.
      3. Tegangan Rendah berkisar 24V hingga 28V (Single) untuk Tegangan Vertikal Amp. Pada beberapa jenis tertentu menggunakan 12V x 2 = terdiri dari -12V dan +12V | 14V x 2 = terdiri dari -14V dan + 14V untuk Tegangan Vertikal Output(Vertikal Amp) tsb.
      4. Tegangan "Heater" berkisar 6V hingga 9V AC (Alternative Current).
      5. Fasa ABL (Automatic Brightness Limiter) atau Pengatur level terang/cahaya otomatis.

      Setiap Trafo Flyback mempunyai 3 Kabel Utama, yaitu:

      1. Kabel Kop untuk Anoda - Ciri-ciri nya adalah: Mempunyai ukuran paling Besar dan paling Panjang, jika di bandingkan dengan kedua kabel lainnya pada Flyback, serta mempunyai Tutup dan Pengait sebagai pengunci pada Tabung.
      2. Kabel Screen - Berfungsi untuk mengatur atau Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
      3. Kabel Grid - Berfungsi untuk mengatur adalah Pengikut Kontrol Fokus dan Terang/Gelap pada Layar (Tabung Gambar).
      Gambar Trafo Flyback (Flyback Transformer / FBT)
      Trafo Flyback (Flyback Transformer / FBT)
       Kop (Tudung) Kabel Anoda akan menyemburkan Tegangan Tinggi berkisar 10.000V (10KV) hingga 30.000V (30KV) ketika Trafo Flyback tersebut aktif bekerja. Semburan api dari Flyback tersebut akan menarik elektron pada Tabung (hampa) Televisi, sehingga Tabung dapat menyala, setelah sebelumnya elektron di belokan pula oleh Yoke Defleksi (Deflection Yoke) baik secara Vertikal maupun secara Horizontal. Cahaya dapat terlihat Terang pada Layar (Tabung Gambar) Televisi ketika "Heater" pada Tabung Televisi itu sudah Menyala.

        Deflection Yoke

        Deflection Yoke atau kalangan teknisi sering menyebutnya dengan "Yoke/Defleksi" adalah Lilitan pada Inti Ferit yang berfungsi sebagai Pembelok Elektron ke Atas/Bawah (Vertikal) dan ke Kanan/Kiri (Horizontal) pada Layar (Tabung) Gambar Televisi. Deflection Yoke berada pada leher Tabung TV. Kerusakan pada Deflection Yoke ini akan menyebabkan gangguan pada "Gambar/Siaran" baik secara Vertikal maupun Horizontal.

        Deflection Yoke (DY)

        Deflection Yoke. Atas: Diameter Besar, Bawah: Diameter Kecil
        DeepMechines - Panduan Elektronika (Dasar) | Deflection Yoke (DY). Deflection Yoke mempunyai 2 macam/jenis Umum, yaitu:
        1. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Kecil. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 7 / 1 
        2. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Besar. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 9 / 1 | Soket: 11 / 1 dan Model Tabung TV Sony/(sebagian) Tabung TV LG yang mempunyai soket: 9 / 2. pada beberapa model terbaru, jenis tabung Ultra Slim menggunakan Defleksi yang khusus untuk jenis tabung Ultra Slim tersebut..

        Posisi Kabel Horizontal dan Vertikal pada Deflection Yoke

        Gambar Deflection Yoke pada TV dan Kabel Defleksi
        Deflection Yoke pada TV Sharp
        1. Gulungan Defleksi Horizontal pada Umumnya berada pada Belakang, yang di beri Kode Warna Merah/Biru pada Kabel. Gulungan Defleksi Horizontal ini berfungsi: Menarik elektron ke Kanan dan ke Kiri pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Horizontal kemudian di kuatkan beberapa ratus kali pada Flyback Transformer (FBT), kemudian di salurkan pada Gulungan Defleksi Horizontal tersebut.
        2. Gulungan Defleksi Vertikal pada Umumnya berada pada Depan, yang di beri Kode Warna Hijau/Kuning (atau warna lainnya) pada Kabel. Gulungan Defleksi Vertikal ini berfungsi: Menarik elektron ke Atas dan ke Bawah pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Vertikal kemudian di kuatkan oleh Vertikal Amp (Penguat Vertikal) yang selanjutnya di salurkan pada Gulungan Defleksi Vertikal tsb.

          Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)

          Adaptor ini pada dasarnya adalah sebuah Power Supply dengan Daya Kerja rendah. Pada umumnya perangkat Power Supply yang di sebut dengan Adaptor ini adalah menggunakan Transformator (Trafo) 500mA, 1 Ampere hingga 5 Ampere dengan Tegangan berkisar 3Volt hingga 12Volt atau bahkan mungkin lebih, sering digunakan untuk Uji coba perangkat elektronik, seperti: Radio/Tape recorder, rangkaian Lampu Led dan lain sebagainya.

          Adaptor Sederhana dan Dioda Bridge Rectifier

          Pada halaman terdahulu: Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana, Adaptor tersebut di rangkai sangat mendasar menggunakan hanya 1 buah Dioda sebagai sebagai Perata Arus (penyearah) AC + sebuah Elco sebagai Filter (penyaring) tegangan yang keluar pada Gulungan (kumparan) Sekunder Trafo tersebut, meskipun dengan rangkaian sederhana tersebut, kita sudah dapat mempergunakannya sebagai Catu Daya untuk percobaan/perbaikan alat elektronik rumah tangga lainnya, dan mengatur Tegangan (pada Adaptor) yang di inginkan, agar dapat sesuai dengan spesifikasi/ukuran tegangan yang di tetapkan oleh Pabrik pembuat perangkat elektronik rumah tangga tersebut, semisal: Radio, Mainan anak anak dan lain sebagainya.
          Cara Merakit Adaptor Sederhana
          Adaptor dengan 1 buah Dioda + 1 buah Elektrolit Kondensator
          Agar dapat mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih sempurna, maka dapat di buat sebuah rangkaian dioda dengan sistem yang di sebut dengan "Bridge Rectifier", yang terdiri dari 4 buah Dioda yang disusun sedemikian rupa, sehingga akan mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih bersih lagi, adapun bagaimana susunan dari Dioda Bridge Rect ini dapat di lihat pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda.
          Untuk Penggunaan Audio MixerTone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.
          Rangkaian Adaptor yang menggunakan system Dioda Bridge Rect ini, banyak di temukan di pasaran dengan kuat Arus berkisar 500mA (0,5 Ampere) / 1000mA (1 Ampere), pada jenis yang lebih Modern lagi sekarang banyak di jual di pasaran menggunakan System (Power Regulator) AC matic/elektronik, semisal untuk Charger Handphone, dan Adaptor untuk Perangkat Digital lainnya, sebagai contoh adalah: Adaptor untuk Kamera CCTV dan Digital Video Recorder serta masih banyak lagi yang lainnya.

          Berikut Adaptor sederhana dengan Menggunakan 4 buah Dioda Bridge Rectifier tersebut:

          Cara Merakit Adaptor Sederhana Menggunakan 4 buah Dioda
          Adaptor Rakitan sederhana menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rectifier)
          Keterangan Gambar
          • Ground: Merupakan kutub Negatif, seperti halnya kutub Negatif pada Baterai
          • DC+ : Merupakan kutub Positif, sama seperti halnya kutub Positif pada Baterai
          • 1 : adalah Penentu tegangan, yang di arahkan atau disambungkan pada titik hijau atau dengan kode angka (2) pada gambar di atas, untuk memilih Tegangan sesuai dengan yang di butuhkan. Hubungkan angka (1) ke titik angka (2), sesuai Tegangan yang di inginkan (angka 2 seperti terlihat diatas adalah: Tegangan 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V) atau bisa mengunakan saklar biasa atau bisa juga "Rotary Switch (Saklar Putar)" untuk memudahkan memilih tegangan nantinya.
          Gambar Skema Diagram Cara Merakit Adaptor Sederhana
          Skema/Diagram - Rangkaian Adaptor Sedehana menggunakan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier), gambar di bawah: Rangkaian Adaptor Sederhana dengan 2 Buah Dioda, menggunakan Trafo 1 Amp (CT)
          Catatan Tambahan:
          • Untuk Dioda Bridge Rectifier bisa mempergunakan Dioda Silikon biasa 4 buah atau bisa juga menggunakan Dioda jenis Keprok.
          • Ukuran Dioda di sesuaikan dengan Trafo yang digunakan, Trafo 0,5A/1A/2A bisa mempergunakan Dioda 1N4001 - 1N4007, sedangkan untuk Trafo 3A/5A bisa mempergunakan Dioda 1N5401.
          • Elco bisa mempergunakan kapasitas/ukuran 1000mF/16V atau 2200mF/16V

          Rangkaian Stabilizer

          Adaptor yang telah diterangkan pada halaman diatas, dapat di sempurnakan lagi menggunakan "Rangkaian Stabilizer" untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih halus dan Stabil, lihat diagram berikut di bawah ini:



          Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
          Rangkaian Sederhana Power Stabilizer Adaptor/Power Supply
          • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - pada rangkaian Stabilizer ini.
          • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
          Catatan: Anda dapat menggunakan lebih dari 1 Tr 2N3055 + R 0.5 ohm/5W, jika dirasa perlu untuk kebutuhan Power yang lebih besar, jangan lupa untuk menambahkan plat pendingin (heatsink) yang sesuai dengan jenis Transistor tersebut..!
          Untuk Model Adaptor menggunakan Power Stabilizer dengan Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V, anda dapat lihat contoh rangkaian pada halaman: Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

              Elektronika Dasar - Mengenal Komponen Resistor

              Resistor sering disebut juga dengan Tahanan atau Weerstand (bhs Belanda), adalah sebuah komponen elektronika Pasif, yang berarti Komponen ini dapat bekerja tanpa memerlukan tegangan sebagai sumber dayanya.

              Fungsi Resistor

              1. Menahan (memperkecil) Laju/Kuat Arus (Ampere/Watt)
              2. Pembatas Tegangan (Volt)
              Resistor merupakan komponen Pasif elektronika karena Tidak memerlukan sumber arus untuk Daya Kerjanya
              Seperti kita ketahui, hampir disemua alat elektronika (Radio, Televisi, Handphone, Komputer dll) mempergunakan RESISTOR ini, yaitu; Komponen Elektronika Pasif (Tidak Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya) ini, untuk mendukung berfungsinya Komponen Elektronika Aktif (Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya, seperti: Transistor dan IC) tersebut.

              Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus dan Tegangan


              Seperti keterangan diatas Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan, seperti telah kita ketahui bersama, setiap Komponen Elektronika Aktif, mempunyai batas batas nilai toleransi antara Arus dan Tegangan, yang telah ditentukan berdasarkan Fungsi / Kegunaannya, oleh karena itulah dibutuhkan sebuah komponen yang bernama Resistor ini.

              Nilai Resistor di sebut dengan satuan OHM

              Resistor ini mempunyai Nilai resistansi yang berbeda beda, dengan satuan yang disebut OHM dengan lambang atau symbol Ω (diambil dari akhiran nama penemu Resistor tersebut, yaitu; George Simon Ohm, seorang ahli matematika, berkebangsaan Jerman.

              Resistor ini pada umumya mempunyai Kode Gelang Warna pada body komponen tersebut, Nilai Resistansi dan Toleransi pada sebuah resistor adalah ditentukan dengan Kode Gelang Warna tesebut.
              Resistor ini pada umumnya Mempunyai 4 Kode Gelang Warna dimana kode gelang terakhir diberi kode warna EMAS sebagai nilai Toleransi.

              Pada dasarnya Tegangan Listrik dan Komponen Elektronika menggunakan satuan sebagai berikut:

              1. 1000 = 1K (Kilo)
              2. 1000K = 1M (Mega)
              3. 1000M = 1G (Giga)

              Jadi setiap 1000 Ohm sama dengan 1 Kilo Ohm (1K Ω), namun jika 1200 Ohm sama dengan 1,2 Kilo Ohm (1,2K) atau lebih sering ditulis dengan 1K2.

              Begitu pula 1000K sama dengan 1 Mega Ohm (1M Ω), namun jika 1200 Kilo Ohm sama dengan 1,2 Mega Ohm (1,2M) atau lebih sering ditulis dengan 1M2.

              Cara Mengetahui dan Menghitung Nilai Resistor


              Seperti telah dijelaskan pada keterangan diatas, Kode Gelang Warna terakhir Resistor adalah diberi kode warna EMAS, berarti ada 3 kode gelang warna diatasnya, lihat contoh gambar dibawah;\

              Cara Menghitung Nilai Resistor 1 Ohm
              Kode Resistor 1 Ohm
              Gambar diatas menunjukan bahwa ada dua warna Emas sebagai nilai toleransi pada resistor tersebut. Nilai toleransi pada gelang ke 3 dan ke 4 tersebut, berarti tidak dihitung sebagai kode resistansi / nilai tahanan (diabaikan), sedangkan gelang ke 1 dan ke 2 adalah (merupakan) nilai resistor tersebut. Berikut dibawah ini perhitungan nilai resistansi pada resistor tersebut.

              * Gelang Pertama - Coklat bernilai 1 : Digit pertama nilai resistor tersebut.

              * Gelang Kedua - Hitam bernilai 0 : Digit kedua nilai resistor tersebut. Karena digit kedua ini bernilai nol (0) berarti tidak ada nilainya atau sama dengan 0, sehingga tidak termasuk nilai / tidak dihitung.

              * Gelang ketiga - Emas bernilai (toleransi) : Gelang ketiga ini merupakan kode penentu banyaknya digit pada satuan nilai tahanan resistor tersebut, sebagai contoh: jika gelang ketiga ini berwarna Merah maka berarti 2 digit (00), jika berwarna Orange berarti 3 digit (000), jika berwarna Kuning berarti 4 digit (0000), jika berwarna Hijau berarti 5 digit dan seterusnya.. lihat tabel dibawah ini:

              Warna Gelang 1 Gelang 2Gelang 3Gelang 4
              Hitam 0 00
              Coklat 1 10
              Merah 2 200
              Orange 3 3000
              Kuning 4 40.000
              Hijau 5 500.000
              Biru 6 6000.000
              Ungu 7 70.000.000
              Abu - Abu 8 800.000.000
              Putih 9 9000.000.000
              Emas - --5%
              Perak - --10%

              Seperti contoh, (kita ulangi) pada gambar diatas adalah resistor dengan nilai resistansi 1 Ohm, dengan perhitungan seperti dibawah ini:

                * Gelang Pertama : Coklat bernilai 1
                  * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)
                    * Gelang Ketiga : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi)
                      * Gelang Keempat : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi), jadi hanya ada angka 1 yang mewakili nilai tersebut atau sama dengan 1Ω (Ohm)

                      Berikutnya Resistor dengan Nilai 10 Ohm:


                      *Gelang Pertama : Coklat bernilai 1

                      * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)

                      * Gelang Ketiga : Hitam bernilai 0 - ini adalah kode digit 0

                      * Gelang Keempat : Emas (Toleransi), jadi yang bernilai adalah hanya gelang pertama dan gelang ketiga, atau secara mudahnya kita buat -> 1 0 0 atau sama dengan 10 Ohm, namun jika gelang ketiga mempunyai nilai diatas 0, maka gelang kedua akan dihitung meskipun bernilai 0, karena gelang kedua ini merupakan nilai penghubung. lihat perbedaan antara resistor 10Ω (Ohm) dan 100 Ohm pada gambar dibawah ini..

                      Kode Gelang Warna pada Resistor 10 Ohm dan 100 Ohm

                        Cara Menghitung Nilai Resistor 10 Ohm / 100 Ohm
                        Resistor 10 dan 100 Ohm
                        Lihat ketika Gelang ketiga berwarna Merah yang berarti mempunyai nilai 2 (lihat tabel diatas, tertulis: 00) yang berarti: Coklat  = 1, Hitam = 0, Merah = 00 sama dengan 1 0 00 yang berarti 1000 Ω (1K Ohm), lihat juga Gelang kedua (nilai penghubung) berwarna Merah, yang berarti: Coklat = 1, Merah = 2, Merah = 00 maka sama dengan pula 1 2 00 yang berarti 1200 Ω (1,2K Ohm) sering pula ditulis dengan 1K2, demikian seterusnya, lihat seperti gambar dibawah ini:

                        Kode Gelang Warna pada Resistor 1000 Ohm (1K) dan 1200 Ohm (1.2K)

                        Cara Menhitung Nilai Resistor 1000 Ohm dan 1200 Ohm
                        Resistor 1K dan 1K2
                        Sebagai gambaran lagi, lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 

                        Cara Menghitung Kode Gelang Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K)

                        Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
                        Resistor 100K
                        Demikianlah secara singkat mengenai komponen elektronik yang bernama resistor ini, semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang baru belajar dan mengenal komponen elektronik tersebut. Sebenarnya masih banyak detil informasi serta beberapa jenis dari Komponen Resistor ini , dan kami pun menyarankan anda mencari referensi lainnya untuk melengkapi informasi yang mungkin tidak tersedia pada halaman ini.

                        Lihat pula halaman terkait: "Komponen Elektronik Pasif - Resistor", Keterangan tentang Macam dan Jenis jenis Resistor yang Umum beredar di pasaran.

                        Prinsip Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                        Pada Era Teknologi sekarang Pengunaan Komunikasi sudah sangat Berkembang Maju, jauh sebelum ditemukannya perangkat teknologi seperti: Komputer sekarang ini, lihat Informasi pada halaman sebelumnya: Sejarah Singkat Perkembangan Komputer pada Masa Awal, yakni penggunaan Komunikasi Audio Visual dan Data.

                        Komunikasi 2 Arah memungkinkan Pengirim (Suara, Gambar dan Data) dapat juga menerima pesan balik berupa (Suara, Gambar dan Data) menggunakan Perangkat Komputer sebagaimana tersebut di atas.

                        Pada masa Awal perangkat Komunikasi adalah menggunakan Media Kawat untuk mengirim Pesan Suara, lihat gambaran/prinsip sederhana alat komunikasi ini pada halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), berikut pada gambar:
                        Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
                        Image Source by: www.brilio.net
                        Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.

                        Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                        Jika menggunakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana sebagaimana di atas, maka diperlukan Media Penghantar yang Baik, salah satunya adalah menggunakan Kawat yang ujung ke ujung kawat tersebut harus di rentangkan, untuk mendapatkan rambatan (daya hantar) gelombang suara yang lebih baik.

                        Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya berikut di bawah ini:
                        Perangkat Sederhana Komunikasi 2 Arah penghasil Gelombang Elektromagnetik
                        Prinsip Dasar - Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai
                        Pada Gambar di atas menunjukan, Prinsip Sederhana Alat Komunikasi 2 Arah menggunakan Media 1 Kawat yang yang di bentangkan dan sekaligus merupakan Teori Sederhana bahwa Gelombang Suara yang merambat pada Kawat yang di bentangkan, dapat di kirim dan di terima melalui alat Loudspeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik (gelombang listik lemah)", meski dengan jarak yang cukup jauh, dan inilah yang menjadi prinsip dasar pada perangkat komunikasi Intercom, sebagaimana informasi di halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2).

                        Keterangan Gambar
                        • Jalur Kawat - Ini menggunakan media kawat yang di bentangkan, bisa dipergunakan 2 atau lebih dari Pengguna (kirim dan terima suara).
                        • LS (LoudSpeaker): Berfungsi Ganda (mendengar dan mengirim suara)
                        • Ground/Tanah: Pin - (pada semua Loudspeaker terpasang) harus terhubung ke Tanah sebagai Ground.
                        Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah dapat di pergunakan tanpa Sumber Daya Baterai, karena hanya menggunakan Gelombang Elektromagnet Murni (tanpa penguatan elektrik), yang di hasilkan oleh rambatan Suara pada Loudspeaker tersebut.

                        Membaca Nilai Ohm pada Multitester Manual (analog)

                        Mutitester Manual (ANALOG) merupakan Perangkat penting untuk Perbaikan mesin Elektronika, Multimetere atau Multitester ini sering disebut juga AVOmeter, yaitu: AVO berarti: A adalah Ampere (untuk mengukur besaran Arus listrik), V adalah Voltage (untuk mengukur Voltase atau tegangan) sedangkan O berati Ohm (untuk mengukur beban hambatan pada arus listrik). Menggunakan Multitester/Avometer ini dapat membantu Analisa Kerusakan pada komponen yang terdapat pada Perangkat Elektronik tersebut., Selain untuk penggunaan di atas, AVOmeter/Multitester manual ini dapat digunakan untuk mengukur/mengetahui kerusakan pada komponen, seperti: Transitor, Dioda dll.
                        Gambar Multitester Analog & Digital dan Cara Membaca Nilai Resistor
                        Multitester Analog & Digital

                        Cara Membaca Nilai Ohm pada Multitester Manual (ANALOG)

                        • X1 (150mA) - Kali 1 (X1) ini paling sering digunakan, posisi X1 ini digunakan pada pengukuran komponen Resistor dengan Maksimal 2K Ohm. Pembaca Skala (paling atas), yaitu: 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K. 
                        • X10 (15mA) - Pembaca Skala sama dengan di atas, namun dengan perkalian 10 kali (X10), sebagai contoh: jika Jarum Multimeter menunjukan skala 10 (ohm), maka 10 ohm tersebut dikalikan lagi dengan 10 (X10) berarti nilai Resistor tersebut adalah 10 Ohm X 10 = 100 (Ohm), jika Skala menunjukan skala 100 (Ohm) X 10 = 1000, artinya: Nilai Resistor yang di ukur menggunakan Multitester analog ini adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K, demikian seterusnya.
                        • X100 (1.5mA) - Teknik pengukuran sama dengan di atas, namun jika jarum Multitester menunjukan Skala dengan Nilai 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, namun harus dikalikan dengan angka 100, sebagai contoh: Jarum Multitester menunjukan skala dengan Nilai 10, maka rumusnya adalah: 10 x 100 = 1000, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K Ohm, dan seterusnya.
                        • 1K (150μA) - Membaca Skala sama seperti pada X1, yaitu:  0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1K, jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 100K dan seterusnya.
                        • 10K - Membaca Skala pada X10, menggunakan skala dasar:  0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K.  Jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 1 x 10 = 10K, Jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 100 x 10 = 1000, maka Nilai Resistor tersebut adalah 1000K Ohm atau sama dengan 1M Ohm dan seterusnya.
                        Untuk membaca Satuan Nilai Resistor dapat di lihat pada halaman terdahulu: Lambang dan Kode Resistor.

                        Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana

                        Adaptor adalah Catu Daya dan/atau termasuk Power Supply (Universal) Sederhana/Dasar, teknik perakitannya pun tidak terlalu rumit, karena hanya membutuhkan komponen dasar yang sangat umum beredar di pasaran. Penggunaan Adaptor inipun hanya di gunakan sebagai bahan praktik umum, ketika melakukan percobaan dan perbaikan perangkat elektronika, seperti: radio, rangkaian lampu led, alat mainan elektronik untuk anak anak dan lain sebagainya.

                        Belajar Membuat/Merakit Sendiri Adaptor Sederhana

                        Perunjuk Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
                        Trafo Adaptor dengan Kuat Arus 1 Ampere
                        Sebuah Adaptor mempunyai tegangan, arus dan daya keluaran rendah, berkisar dari 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V, dengan daya pada yang mempunyai kuat arus lebih besar (5 hingga 7 Ampere), ada juga yang menggunakan di atas dari 12V, yaitu: 13.8V sering digunakan pada perangkat pemancar radio.

                        Adapun kali ini, kita dapat "Belajar Merakit/Membuat sendiri sebuah Adaptor Sederhana", menggunakan komponen elektronik sederhana juga, seperti berikut di bawah ini:

                        Komponen Adaptor Sederhana

                        * Trafo 1 Ampere - Keterangan mengenai komponen, pada halaman: "Pengertian Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply".
                        * Dioda 1 Ampere (1N 4001 / 1N 4002 atau yang sejenis) - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Dioda ini ada pada halaman: "Elektronika Dasar - Komponen Dioda".
                        * Elco 1000mF atau 2200mF/16V - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Elco ini ada pada halaman: "Perbandingan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor".
                        * Kabel + Steker atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi (kabel Chord).
                        * Kabel + Penjepit buaya atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi berupa kabel Jack untuk DC atau sesuai dengan keperluan.

                        Proses Pengerjaan/Perakitan "Adaptor Sederhana"

                            1. Sambungkan Kabel Chord (menggunakan Solder) ke kumparan Primer Trafo, yaitu pada pin: 0V dan 220V (sesuai tegangan listrik yang ada), seperti terlihat pada gambar di bawah:
                            Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
                            Input AC 0 ~ 220 Volt (Kumparan Primer Trafo)
                              2. Selanjutnya.. pasang juga kedua komponen Dioda dan Elco pada Kumparan Sekunder trafo, yaitu: Pin 0 Volt terhubung langsung dengan polaritas Negatif Elco, sekaligus sebagai Ground (kutub Negatif / -) adaptor.dan Polaritas Positif elco sebagai (kutub Positif / +) pada adaptor, lihat gambar dan keterangan di bawah:
                                Cara Belajar Merakit Adaptor untuk Pemula
                                Output DC 3V - 12V (Kumparan Sekunder Trafo)
                                    * Ground adalah Kutub Negatif Adaptor (serupa dengan kutub (-) pada baterai)
                                      * Positif adalah Kutub Positf Adaptor (serupa dengan kutub (+) pada baterai)
                                        * Penentu Tegangan adalah yang menentukan tegangan yang di butuhkan, yang tertera pada body trafo tersebut, sebagai contoh: Jika membutuhkan Tegangan 3V, maka kaki Dioda tersebut harus di hubungkan ke pin 3V dan begitu seterusnya.

                                        Lihat Pin terminal 3V, 4.5V, 6V, 9V dan 12V yang tertera pada body Tansformator (Trafo) 1 Ampere tersebut.
                                          Cara Merakit dan Membuat Sendiri Tafo Adaptor Sederhana
                                          Trafo Adaptor Sederhana (Dasar)
                                            Hubungkan titik Merah (kaki Dioda) ke salah satu titik Biru, sesuai dengan tegangan yang di inginkan, dalam praktik nya., kita juga dapat menggunakan sebuah saklar putar (Rotary Swich) agar dapat memilih salah satu tegangan yang di perlukan, hanya dengan memutar saklar tersebut. lihat tentang "Dioda" ini pada halaman terdahulu: "Elektronika Dasar (Komponen) Dioda".
                                            Gambar Cara Mudah Merakit Adaptor untuk Pemula
                                            Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 1 Tegangan Output
                                            Gambar Skema Adaptor Sederhana untuk 2 Sumber Tegangan Berbeda
                                            Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 2 Tegangan Output (bisa digunakan untuk 2 kebutuhan tegangan yang berbeda)
                                            Untuk rangkaian yang lebih baik lagi, dapat mempergunakan sistem "Bridge Rectifier" yang terdiri dari 4 buah Dioda (0.5Amp - 2Amp) 1N 4001 / 1N 4002 / 1N 4007, sebagaimana gambaran berikut dibawah ini:
                                            Rangkaian Adaptor 2 buah Dioda (CT)
                                            Adaptor Sederhana dengan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan 2 buah Dioda (CT)
                                            Catatan:
                                            • Rangkaian di atas adalah Rangkaian Adaptor sangat sederhana dan merupakan Dasar dari sebuah Power Supply yang menggunakan Trafo Penyesuai (Adaptor) tegangan rendah.

                                            Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptor

                                            "Power Stabilizer" ini untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih Halus dan Stabil "Power Stabilizer" ini digunakan hanya untuk Adaptor yang hanya menggunakan tegangan "tertentu", seperti: 12V saja, 9V atau 5V saja, lihat pada gambar diagram berikut di bawah ini:


                                            Gambar IC DC dan TR 2N3055
                                            IC DC dan Transistor 2N3055
                                            Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
                                            Skematik Diagram "Power Stabilizer" untuk Adaptor / Power Supply
                                            • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - (Ground) pada rangkaian Stabilizer ini. "DC Input umun digunakan Lebih Tinggi dari Tegangan Outputnya", sebagai Contoh: DC Input: 15V maka tegangan yang keluar (Ouput) tetap konstan 12V (stabil),sehingga jika terjadi turun naik tegangan listrik tidak akan terlalu berpengaruh.
                                            • IC DC 1 pada rangkaian di atas menggunakan "LM 7812" yang berarti tegangan yang di hasilkan pada DC Outputnya adalah: 12V, ganti LM 7812 tersebut dengan LM 7809 jika menginginkan tegangan yang dihasilkan adalah: 9V, atau LM 7805 jika menginginkan tegangan yang di hasilkan adalah: 5V, jadi "dua digit terakhir" pada pada IC DC 1 tersebut adalah "kode" tegangan yang dihasilkan.
                                            • TR 2N3055 ini adalah Transistor yang berfungsi sebagai Penguat dan Perata Arus dan Tegangan pada rangkaian "Adaptor Stabilizer" di atas, sehingga menghasilkan Arus dan Tegangan yang lebih halus, tambahkan pelat Pendingin yang khusus untuk transistor tersebut, agar transistor tidak terlalu panas serta tidak cepat rusak.
                                            • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
                                            Untuk Penggunaan Audio Mixer, Tone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.

                                            Contoh Rangkaian "Power Stabilizer untuk Adaptor Sederhana menggunakan IC DC: LM 7805 dan TR Power: D313 + Pembatas Arus R: 2.2Ω / 2W"

                                            Merakit Sendiri Power Stabilizer Sederhana utnuk Adaptor
                                            Rangkaian Adaptor Power Stabilizer sederhana

                                            Keterangan Gambar:
                                            • Ganti IC DC LM 7805 (5V) sesuai dengan Tegangan yang di inginkan!
                                            • Ganti Tr Power D313 dengan 2N3055 + Heatsink (Plat Pendingin) sesuai dengan Posisi kaki: B (Basis), C (Kolektor) dan E (Emittor), sebagaimana kedudukannya pada gambar di atas.
                                            • Ganti R: 2.2Ω / 2W dengan 0.5Ω - 4.7Ω / 5W, jika menggunakan Tr Power 2N3055 untuk penggunaan beban yang lebih besar.
                                            Catatan Tambahan:
                                            1. Semakin Banyak Penggunaan / Beban, maka akan Membutuhkan Arus (Ampere) yang yang lebih Besar pula. Contoh pada penggunaan 1 / 2 / 3 / 4 atau 5 Perangkat sekaligus (semisal Efek Gitar dll), maka perlu diperhitungkan untuk memperbesar Arus/Ampere yang di gunakan, semisal: 2A atau 3A (A = Ampere), namun jika hanya mempergunakan 1 Perangkat saja, maka: menggunakan Trafo 1 Ampere adalah sudah cukup memadai.
                                            2. Untuk Penggunaan pada Peralatan/Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio, maka diperlukan Tingkat Perataan yang lebih Sempurna untuk menekan bunyi Dengung, akibat perataan tidak sempurna pada Adaptor tersebut, oleh karena itulah, maka diperlukan "Rangkaian Stabilizer".
                                            3. Rangkaian Stabilizer mungkin ada juga yang beredar di Pasaran, atau bisa juga merakitnya sebagaimana rangkaian "Power Stabilizer" sederhana (sudah cukup memadai) di atas, atau bisa juga menggunakan "Power Supply/AC Matic" (jika tersedia di pasaran) yang mempunyai tegangan Output (Tegangan dan Arus) sesuai dengan yang diperlukan (dalam hal ini jenis "Power Supply/AC matic adalah lebih baik, karena memiliki "rangkaian dan perata arus" yang lebih halus dan sempurna.