2.15.2018

Deflection Yoke

Deflection Yoke atau kalangan teknisi sering menyebutnya dengan "Yoke/Defleksi" adalah Lilitan pada Inti Ferit yang berfungsi sebagai Pembelok Elektron ke Atas/Bawah (Vertikal) dan ke Kanan/Kiri (Horizontal) pada Layar (Tabung) Gambar Televisi. Deflection Yoke berada pada leher Tabung TV. Kerusakan pada Deflection Yoke ini akan menyebabkan gangguan pada "Gambar/Siaran" baik secara Vertikal maupun Horizontal.

Deflection Yoke (DY)

Deflection Yoke. Atas: Diameter Besar, Bawah: Diameter Kecil
DeepMechines - Panduan Elektronika (Dasar) | Deflection Yoke (DY). Deflection Yoke mempunyai 2 macam/jenis Umum, yaitu:
  1. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Kecil. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 7 / 1 
  2. Untuk penggunaan pada Tabung diameter Besar. Bagi kalangan teknisi menyebutnya dengan Tabung dengan Soket: 9 / 1 | Soket: 11 / 1 dan Model Tabung TV Sony/(sebagian) Tabung TV LG yang mempunyai soket: 9 / 2. pada beberapa model terbaru, jenis tabung Ultra Slim menggunakan Defleksi yang khusus untuk jenis tabung Ultra Slim tersebut..

Posisi Kabel Horizontal dan Vertikal pada Deflection Yoke

Gambar Deflection Yoke pada TV dan Kabel Defleksi
Deflection Yoke pada TV Sharp
  1. Gulungan Defleksi Horizontal pada Umumnya berada pada Belakang, yang di beri Kode Warna Merah/Biru pada Kabel. Gulungan Defleksi Horizontal ini berfungsi: Menarik elektron ke Kanan dan ke Kiri pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Horizontal kemudian di kuatkan beberapa ratus kali pada Flyback Transformer (FBT), kemudian di salurkan pada Gulungan Defleksi Horizontal tersebut.
  2. Gulungan Defleksi Vertikal pada Umumnya berada pada Depan, yang di beri Kode Warna Hijau/Kuning (atau warna lainnya) pada Kabel. Gulungan Defleksi Vertikal ini berfungsi: Menarik elektron ke Atas dan ke Bawah pada Layar (Tabung Gambar) TV. Tegangan/Pulse Vertikal kemudian di kuatkan oleh Vertikal Amp (Penguat Vertikal) yang selanjutnya di salurkan pada Gulungan Defleksi Vertikal tsb.

    Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)

    Adaptor ini pada dasarnya adalah sebuah Power Supply dengan Daya Kerja rendah. Pada umumnya perangkat Power Supply yang di sebut dengan Adaptor ini adalah menggunakan Transformator (Trafo) 500mA, 1 Ampere hingga 5 Ampere dengan Tegangan berkisar 3Volt hingga 12Volt atau bahkan mungkin lebih, sering digunakan untuk Uji coba perangkat elektronik, seperti: Radio/Tape recorder, rangkaian Lampu Led dan lain sebagainya.

    Adaptor Sederhana dan Dioda Bridge Rectifier

    Pada halaman terdahulu: Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana, Adaptor tersebut di rangkai sangat mendasar menggunakan hanya 1 buah Dioda sebagai sebagai Perata Arus (penyearah) AC + sebuah Elco sebagai Filter (penyaring) tegangan yang keluar pada Gulungan (kumparan) Sekunder Trafo tersebut, meskipun dengan rangkaian sederhana tersebut, kita sudah dapat mempergunakannya sebagai Catu Daya untuk percobaan/perbaikan alat elektronik rumah tangga lainnya, dan mengatur Tegangan (pada Adaptor) yang di inginkan, agar dapat sesuai dengan spesifikasi/ukuran tegangan yang di tetapkan oleh Pabrik pembuat perangkat elektronik rumah tangga tersebut, semisal: Radio, Mainan anak anak dan lain sebagainya.
    Cara Merakit Adaptor Sederhana
    Adaptor dengan 1 buah Dioda + 1 buah Elektrolit Kondensator
    Agar dapat mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih sempurna, maka dapat di buat sebuah rangkaian dioda dengan sistem yang di sebut dengan "Bridge Rectifier", yang terdiri dari 4 buah Dioda yang disusun sedemikian rupa, sehingga akan mendapatkan Arus dan Tegangan yang lebih bersih lagi, adapun bagaimana susunan dari Dioda Bridge Rect ini dapat di lihat pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda.
    Untuk Penggunaan Audio MixerTone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.
    Rangkaian Adaptor yang menggunakan system Dioda Bridge Rect ini, banyak di temukan di pasaran dengan kuat Arus berkisar 500mA (0,5 Ampere) / 1000mA (1 Ampere), pada jenis yang lebih Modern lagi sekarang banyak di jual di pasaran menggunakan System (Power Regulator) AC matic/elektronik, semisal untuk Charger Handphone, dan Adaptor untuk Perangkat Digital lainnya, sebagai contoh adalah: Adaptor untuk Kamera CCTV dan Digital Video Recorder serta masih banyak lagi yang lainnya.

    Berikut Adaptor sederhana dengan Menggunakan 4 buah Dioda Bridge Rectifier tersebut:

    Cara Merakit Adaptor Sederhana Menggunakan 4 buah Dioda
    Adaptor Rakitan sederhana menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rectifier)
    Keterangan Gambar
    • Ground: Merupakan kutub Negatif, seperti halnya kutub Negatif pada Baterai
    • DC+ : Merupakan kutub Positif, sama seperti halnya kutub Positif pada Baterai
    • 1 : adalah Penentu tegangan, yang di arahkan atau disambungkan pada titik hijau atau dengan kode angka (2) pada gambar di atas, untuk memilih Tegangan sesuai dengan yang di butuhkan. Hubungkan angka (1) ke titik angka (2), sesuai Tegangan yang di inginkan (angka 2 seperti terlihat diatas adalah: Tegangan 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V) atau bisa mengunakan saklar biasa atau bisa juga "Rotary Switch (Saklar Putar)" untuk memudahkan memilih tegangan nantinya.
    Gambar Skema Diagram Cara Merakit Adaptor Sederhana
    Skema/Diagram - Rangkaian Adaptor Sedehana menggunakan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier), gambar di bawah: Rangkaian Adaptor Sederhana dengan 2 Buah Dioda, menggunakan Trafo 1 Amp (CT)
    Catatan Tambahan:
    • Untuk Dioda Bridge Rectifier bisa mempergunakan Dioda Silikon biasa 4 buah atau bisa juga menggunakan Dioda jenis Keprok.
    • Ukuran Dioda di sesuaikan dengan Trafo yang digunakan, Trafo 0,5A/1A/2A bisa mempergunakan Dioda 1N4001 - 1N4007, sedangkan untuk Trafo 3A/5A bisa mempergunakan Dioda 1N5401.
    • Elco bisa mempergunakan kapasitas/ukuran 1000mF/16V atau 2200mF/16V

    Rangkaian Stabilizer

    Adaptor yang telah diterangkan pada halaman diatas, dapat di sempurnakan lagi menggunakan "Rangkaian Stabilizer" untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih halus dan Stabil, lihat diagram berikut di bawah ini:



    Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
    Rangkaian Sederhana Power Stabilizer Adaptor/Power Supply
    • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - pada rangkaian Stabilizer ini.
    • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
    Catatan: Anda dapat menggunakan lebih dari 1 Tr 2N3055 + R 0.5 ohm/5W, jika dirasa perlu untuk kebutuhan Power yang lebih besar, jangan lupa untuk menambahkan plat pendingin (heatsink) yang sesuai dengan jenis Transistor tersebut..!
    Untuk Model Adaptor menggunakan Power Stabilizer dengan Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V, anda dapat lihat contoh rangkaian pada halaman: Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

        Elektronika Dasar - Mengenal Komponen Resistor

        Resistor sering disebut juga dengan Tahanan atau Weerstand (bhs Belanda), adalah sebuah komponen elektronika Pasif, yang berarti Komponen ini dapat bekerja tanpa memerlukan tegangan sebagai sumber dayanya.

        Fungsi Resistor

        1. Menahan (memperkecil) Laju/Kuat Arus (Ampere/Watt)
        2. Pembatas Tegangan (Volt)
        Resistor merupakan komponen Pasif elektronika karena Tidak memerlukan sumber arus untuk Daya Kerjanya
        Seperti kita ketahui, hampir disemua alat elektronika (Radio, Televisi, Handphone, Komputer dll) mempergunakan RESISTOR ini, yaitu; Komponen Elektronika Pasif (Tidak Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya) ini, untuk mendukung berfungsinya Komponen Elektronika Aktif (Memerlukan Arus/Tegangan untuk system kerjanya, seperti: Transistor dan IC) tersebut.

        Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus dan Tegangan


        Seperti keterangan diatas Resistor berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan, seperti telah kita ketahui bersama, setiap Komponen Elektronika Aktif, mempunyai batas batas nilai toleransi antara Arus dan Tegangan, yang telah ditentukan berdasarkan Fungsi / Kegunaannya, oleh karena itulah dibutuhkan sebuah komponen yang bernama Resistor ini.

        Nilai Resistor di sebut dengan satuan OHM

        Resistor ini mempunyai Nilai resistansi yang berbeda beda, dengan satuan yang disebut OHM dengan lambang atau symbol Ω (diambil dari akhiran nama penemu Resistor tersebut, yaitu; George Simon Ohm, seorang ahli matematika, berkebangsaan Jerman.

        Resistor ini pada umumya mempunyai Kode Gelang Warna pada body komponen tersebut, Nilai Resistansi dan Toleransi pada sebuah resistor adalah ditentukan dengan Kode Gelang Warna tesebut.
        Resistor ini pada umumnya Mempunyai 4 Kode Gelang Warna dimana kode gelang terakhir diberi kode warna EMAS sebagai nilai Toleransi.

        Pada dasarnya Tegangan Listrik dan Komponen Elektronika menggunakan satuan sebagai berikut:

        1. 1000 = 1K (Kilo)
        2. 1000K = 1M (Mega)
        3. 1000M = 1G (Giga)

        Jadi setiap 1000 Ohm sama dengan 1 Kilo Ohm (1K Ω), namun jika 1200 Ohm sama dengan 1,2 Kilo Ohm (1,2K) atau lebih sering ditulis dengan 1K2.

        Begitu pula 1000K sama dengan 1 Mega Ohm (1M Ω), namun jika 1200 Kilo Ohm sama dengan 1,2 Mega Ohm (1,2M) atau lebih sering ditulis dengan 1M2.

        Cara Mengetahui dan Menghitung Nilai Resistor


        Seperti telah dijelaskan pada keterangan diatas, Kode Gelang Warna terakhir Resistor adalah diberi kode warna EMAS, berarti ada 3 kode gelang warna diatasnya, lihat contoh gambar dibawah;\

        Cara Menghitung Nilai Resistor 1 Ohm
        Kode Resistor 1 Ohm
        Gambar diatas menunjukan bahwa ada dua warna Emas sebagai nilai toleransi pada resistor tersebut. Nilai toleransi pada gelang ke 3 dan ke 4 tersebut, berarti tidak dihitung sebagai kode resistansi / nilai tahanan (diabaikan), sedangkan gelang ke 1 dan ke 2 adalah (merupakan) nilai resistor tersebut. Berikut dibawah ini perhitungan nilai resistansi pada resistor tersebut.

        * Gelang Pertama - Coklat bernilai 1 : Digit pertama nilai resistor tersebut.

        * Gelang Kedua - Hitam bernilai 0 : Digit kedua nilai resistor tersebut. Karena digit kedua ini bernilai nol (0) berarti tidak ada nilainya atau sama dengan 0, sehingga tidak termasuk nilai / tidak dihitung.

        * Gelang ketiga - Emas bernilai (toleransi) : Gelang ketiga ini merupakan kode penentu banyaknya digit pada satuan nilai tahanan resistor tersebut, sebagai contoh: jika gelang ketiga ini berwarna Merah maka berarti 2 digit (00), jika berwarna Orange berarti 3 digit (000), jika berwarna Kuning berarti 4 digit (0000), jika berwarna Hijau berarti 5 digit dan seterusnya.. lihat tabel dibawah ini:

        Warna Gelang 1 Gelang 2Gelang 3Gelang 4
        Hitam 0 00
        Coklat 1 10
        Merah 2 200
        Orange 3 3000
        Kuning 4 40.000
        Hijau 5 500.000
        Biru 6 6000.000
        Ungu 7 70.000.000
        Abu - Abu 8 800.000.000
        Putih 9 9000.000.000
        Emas - --5%
        Perak - --10%

        Seperti contoh, (kita ulangi) pada gambar diatas adalah resistor dengan nilai resistansi 1 Ohm, dengan perhitungan seperti dibawah ini:

          * Gelang Pertama : Coklat bernilai 1
            * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)
              * Gelang Ketiga : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi)
                * Gelang Keempat : Emas (Toleransi) - (tidak ada tambahan nilai = toleransi), jadi hanya ada angka 1 yang mewakili nilai tersebut atau sama dengan 1Ω (Ohm)

                Berikutnya Resistor dengan Nilai 10 Ohm:


                *Gelang Pertama : Coklat bernilai 1

                * Gelang Kedua : Hitam bernilai 0 - (tidak ada tambahan nilai = 0)

                * Gelang Ketiga : Hitam bernilai 0 - ini adalah kode digit 0

                * Gelang Keempat : Emas (Toleransi), jadi yang bernilai adalah hanya gelang pertama dan gelang ketiga, atau secara mudahnya kita buat -> 1 0 0 atau sama dengan 10 Ohm, namun jika gelang ketiga mempunyai nilai diatas 0, maka gelang kedua akan dihitung meskipun bernilai 0, karena gelang kedua ini merupakan nilai penghubung. lihat perbedaan antara resistor 10Ω (Ohm) dan 100 Ohm pada gambar dibawah ini..

                Kode Gelang Warna pada Resistor 10 Ohm dan 100 Ohm

                  Cara Menghitung Nilai Resistor 10 Ohm / 100 Ohm
                  Resistor 10 dan 100 Ohm
                  Lihat ketika Gelang ketiga berwarna Merah yang berarti mempunyai nilai 2 (lihat tabel diatas, tertulis: 00) yang berarti: Coklat  = 1, Hitam = 0, Merah = 00 sama dengan 1 0 00 yang berarti 1000 Ω (1K Ohm), lihat juga Gelang kedua (nilai penghubung) berwarna Merah, yang berarti: Coklat = 1, Merah = 2, Merah = 00 maka sama dengan pula 1 2 00 yang berarti 1200 Ω (1,2K Ohm) sering pula ditulis dengan 1K2, demikian seterusnya, lihat seperti gambar dibawah ini:

                  Kode Gelang Warna pada Resistor 1000 Ohm (1K) dan 1200 Ohm (1.2K)

                  Cara Menhitung Nilai Resistor 1000 Ohm dan 1200 Ohm
                  Resistor 1K dan 1K2
                  Sebagai gambaran lagi, lihat gambar resistor dengan nilai resistansi 100.000 Ohm atau 100K Ω, pada gambar di bawah ini 

                  Cara Menghitung Kode Gelang Warna pada Resistor 100.000 Ohm (100K)

                  Cara Menghitung Resistor 100.000 Ohm / 100K
                  Resistor 100K
                  Demikianlah secara singkat mengenai komponen elektronik yang bernama resistor ini, semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang baru belajar dan mengenal komponen elektronik tersebut. Sebenarnya masih banyak detil informasi serta beberapa jenis dari Komponen Resistor ini , dan kami pun menyarankan anda mencari referensi lainnya untuk melengkapi informasi yang mungkin tidak tersedia pada halaman ini.

                  Lihat pula halaman terkait: "Komponen Elektronik Pasif - Resistor", Keterangan tentang Macam dan Jenis jenis Resistor yang Umum beredar di pasaran.

                  Prinsip Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                  Pada Era Teknologi sekarang Pengunaan Komunikasi sudah sangat Berkembang Maju, jauh sebelum ditemukannya perangkat teknologi seperti: Komputer sekarang ini, lihat Informasi pada halaman sebelumnya: Sejarah Singkat Perkembangan Komputer pada Masa Awal, yakni penggunaan Komunikasi Audio Visual dan Data.

                  Komunikasi 2 Arah memungkinkan Pengirim (Suara, Gambar dan Data) dapat juga menerima pesan balik berupa (Suara, Gambar dan Data) menggunakan Perangkat Komputer sebagaimana tersebut di atas.

                  Pada masa Awal perangkat Komunikasi adalah menggunakan Media Kawat untuk mengirim Pesan Suara, lihat gambaran/prinsip sederhana alat komunikasi ini pada halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), berikut pada gambar:
                  Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
                  Image Source by: www.brilio.net
                  Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.

                  Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                  Jika menggunakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana sebagaimana di atas, maka diperlukan Media Penghantar yang Baik, salah satunya adalah menggunakan Kawat yang ujung ke ujung kawat tersebut harus di rentangkan, untuk mendapatkan rambatan (daya hantar) gelombang suara yang lebih baik.

                  Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya berikut di bawah ini:
                  Perangkat Sederhana Komunikasi 2 Arah penghasil Gelombang Elektromagnetik
                  Prinsip Dasar - Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai
                  Pada Gambar di atas menunjukan, Prinsip Sederhana Alat Komunikasi 2 Arah menggunakan Media 1 Kawat yang yang di bentangkan dan sekaligus merupakan Teori Sederhana bahwa Gelombang Suara yang merambat pada Kawat yang di bentangkan, dapat di kirim dan di terima melalui alat Loudspeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik (gelombang listik lemah)", meski dengan jarak yang cukup jauh, dan inilah yang menjadi prinsip dasar pada perangkat komunikasi Intercom, sebagaimana informasi di halaman: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2).

                  Keterangan Gambar
                  • Jalur Kawat - Ini menggunakan media kawat yang di bentangkan, bisa dipergunakan 2 atau lebih dari Pengguna (kirim dan terima suara).
                  • LS (LoudSpeaker): Berfungsi Ganda (mendengar dan mengirim suara)
                  • Ground/Tanah: Pin - (pada semua Loudspeaker terpasang) harus terhubung ke Tanah sebagai Ground.
                  Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah dapat di pergunakan tanpa Sumber Daya Baterai, karena hanya menggunakan Gelombang Elektromagnet Murni (tanpa penguatan elektrik), yang di hasilkan oleh rambatan Suara pada Loudspeaker tersebut.

                  Membaca Nilai Ohm pada Multitester Manual (analog)

                  Mutitester Manual (ANALOG) merupakan Perangkat penting untuk Perbaikan mesin Elektronika, Multimetere atau Multitester ini sering disebut juga AVOmeter, yaitu: AVO berarti: A adalah Ampere (untuk mengukur besaran Arus listrik), V adalah Voltage (untuk mengukur Voltase atau tegangan) sedangkan O berati Ohm (untuk mengukur beban hambatan pada arus listrik). Menggunakan Multitester/Avometer ini dapat membantu Analisa Kerusakan pada komponen yang terdapat pada Perangkat Elektronik tersebut., Selain untuk penggunaan di atas, AVOmeter/Multitester manual ini dapat digunakan untuk mengukur/mengetahui kerusakan pada komponen, seperti: Transitor, Dioda dll.
                  Gambar Multitester Analog & Digital dan Cara Membaca Nilai Resistor
                  Multitester Analog & Digital

                  Cara Membaca Nilai Ohm pada Multitester Manual (ANALOG)

                  • X1 (150mA) - Kali 1 (X1) ini paling sering digunakan, posisi X1 ini digunakan pada pengukuran komponen Resistor dengan Maksimal 2K Ohm. Pembaca Skala (paling atas), yaitu: 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K. 
                  • X10 (15mA) - Pembaca Skala sama dengan di atas, namun dengan perkalian 10 kali (X10), sebagai contoh: jika Jarum Multimeter menunjukan skala 10 (ohm), maka 10 ohm tersebut dikalikan lagi dengan 10 (X10) berarti nilai Resistor tersebut adalah 10 Ohm X 10 = 100 (Ohm), jika Skala menunjukan skala 100 (Ohm) X 10 = 1000, artinya: Nilai Resistor yang di ukur menggunakan Multitester analog ini adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K, demikian seterusnya.
                  • X100 (1.5mA) - Teknik pengukuran sama dengan di atas, namun jika jarum Multitester menunjukan Skala dengan Nilai 0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, namun harus dikalikan dengan angka 100, sebagai contoh: Jarum Multitester menunjukan skala dengan Nilai 10, maka rumusnya adalah: 10 x 100 = 1000, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau sama dengan 1K Ohm, dan seterusnya.
                  • 1K (150μA) - Membaca Skala sama seperti pada X1, yaitu:  0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K, jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 1K, jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah 100K dan seterusnya.
                  • 10K - Membaca Skala pada X10, menggunakan skala dasar:  0, 1, 5, 10, 20, 30, 50, 100, 200, 500, 1K, 2K.  Jika skala menunjukan Nilai 1, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 1 x 10 = 10K, Jika skala menunjukan Nilai 100, berarti Nilai Resistor tersebut adalah: 100 x 10 = 1000, maka Nilai Resistor tersebut adalah 1000K Ohm atau sama dengan 1M Ohm dan seterusnya.
                  Untuk membaca Satuan Nilai Resistor dapat di lihat pada halaman terdahulu: Lambang dan Kode Resistor.

                  Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana

                  Adaptor adalah Catu Daya dan/atau termasuk Power Supply (Universal) Sederhana/Dasar, teknik perakitannya pun tidak terlalu rumit, karena hanya membutuhkan komponen dasar yang sangat umum beredar di pasaran. Penggunaan Adaptor inipun hanya di gunakan sebagai bahan praktik umum, ketika melakukan percobaan dan perbaikan perangkat elektronika, seperti: radio, rangkaian lampu led, alat mainan elektronik untuk anak anak dan lain sebagainya.

                  Belajar Membuat/Merakit Sendiri Adaptor Sederhana

                  Perunjuk Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
                  Trafo Adaptor dengan Kuat Arus 1 Ampere
                  Sebuah Adaptor mempunyai tegangan, arus dan daya keluaran rendah, berkisar dari 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V, dengan daya pada yang mempunyai kuat arus lebih besar (5 hingga 7 Ampere), ada juga yang menggunakan di atas dari 12V, yaitu: 13.8V sering digunakan pada perangkat pemancar radio.

                  Adapun kali ini, kita dapat "Belajar Merakit/Membuat sendiri sebuah Adaptor Sederhana", menggunakan komponen elektronik sederhana juga, seperti berikut di bawah ini:

                  Komponen Adaptor Sederhana

                  * Trafo 1 Ampere - Keterangan mengenai komponen, pada halaman: "Pengertian Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply".
                  * Dioda 1 Ampere (1N 4001 / 1N 4002 atau yang sejenis) - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Dioda ini ada pada halaman: "Elektronika Dasar - Komponen Dioda".
                  * Elco 1000mF atau 2200mF/16V - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Elco ini ada pada halaman: "Perbandingan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor".
                  * Kabel + Steker atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi (kabel Chord).
                  * Kabel + Penjepit buaya atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi berupa kabel Jack untuk DC atau sesuai dengan keperluan.

                  Proses Pengerjaan/Perakitan "Adaptor Sederhana"

                      1. Sambungkan Kabel Chord (menggunakan Solder) ke kumparan Primer Trafo, yaitu pada pin: 0V dan 220V (sesuai tegangan listrik yang ada), seperti terlihat pada gambar di bawah:
                      Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
                      Input AC 0 ~ 220 Volt (Kumparan Primer Trafo)
                        2. Selanjutnya.. pasang juga kedua komponen Dioda dan Elco pada Kumparan Sekunder trafo, yaitu: Pin 0 Volt terhubung langsung dengan polaritas Negatif Elco, sekaligus sebagai Ground (kutub Negatif / -) adaptor.dan Polaritas Positif elco sebagai (kutub Positif / +) pada adaptor, lihat gambar dan keterangan di bawah:
                          Cara Belajar Merakit Adaptor untuk Pemula
                          Output DC 3V - 12V (Kumparan Sekunder Trafo)
                              * Ground adalah Kutub Negatif Adaptor (serupa dengan kutub (-) pada baterai)
                                * Positif adalah Kutub Positf Adaptor (serupa dengan kutub (+) pada baterai)
                                  * Penentu Tegangan adalah yang menentukan tegangan yang di butuhkan, yang tertera pada body trafo tersebut, sebagai contoh: Jika membutuhkan Tegangan 3V, maka kaki Dioda tersebut harus di hubungkan ke pin 3V dan begitu seterusnya.

                                  Lihat Pin terminal 3V, 4.5V, 6V, 9V dan 12V yang tertera pada body Tansformator (Trafo) 1 Ampere tersebut.
                                    Cara Merakit dan Membuat Sendiri Tafo Adaptor Sederhana
                                    Trafo Adaptor Sederhana (Dasar)
                                      Hubungkan titik Merah (kaki Dioda) ke salah satu titik Biru, sesuai dengan tegangan yang di inginkan, dalam praktik nya., kita juga dapat menggunakan sebuah saklar putar (Rotary Swich) agar dapat memilih salah satu tegangan yang di perlukan, hanya dengan memutar saklar tersebut. lihat tentang "Dioda" ini pada halaman terdahulu: "Elektronika Dasar (Komponen) Dioda".
                                      Gambar Cara Mudah Merakit Adaptor untuk Pemula
                                      Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 1 Tegangan Output
                                      Gambar Skema Adaptor Sederhana untuk 2 Sumber Tegangan Berbeda
                                      Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 2 Tegangan Output (bisa digunakan untuk 2 kebutuhan tegangan yang berbeda)
                                      Untuk rangkaian yang lebih baik lagi, dapat mempergunakan sistem "Bridge Rectifier" yang terdiri dari 4 buah Dioda (0.5Amp - 2Amp) 1N 4001 / 1N 4002 / 1N 4007, sebagaimana gambaran berikut dibawah ini:
                                      Rangkaian Adaptor 2 buah Dioda (CT)
                                      Adaptor Sederhana dengan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan 2 buah Dioda (CT)
                                      Catatan:
                                      • Rangkaian di atas adalah Rangkaian Adaptor sangat sederhana dan merupakan Dasar dari sebuah Power Supply yang menggunakan Trafo Penyesuai (Adaptor) tegangan rendah.

                                      Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptor

                                      "Power Stabilizer" ini untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih Halus dan Stabil "Power Stabilizer" ini digunakan hanya untuk Adaptor yang hanya menggunakan tegangan "tertentu", seperti: 12V saja, 9V atau 5V saja, lihat pada gambar diagram berikut di bawah ini:


                                      Gambar IC DC dan TR 2N3055
                                      IC DC dan Transistor 2N3055
                                      Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
                                      Skematik Diagram "Power Stabilizer" untuk Adaptor / Power Supply
                                      • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - (Ground) pada rangkaian Stabilizer ini. "DC Input umun digunakan Lebih Tinggi dari Tegangan Outputnya", sebagai Contoh: DC Input: 15V maka tegangan yang keluar (Ouput) tetap konstan 12V (stabil),sehingga jika terjadi turun naik tegangan listrik tidak akan terlalu berpengaruh.
                                      • IC DC 1 pada rangkaian di atas menggunakan "LM 7812" yang berarti tegangan yang di hasilkan pada DC Outputnya adalah: 12V, ganti LM 7812 tersebut dengan LM 7809 jika menginginkan tegangan yang dihasilkan adalah: 9V, atau LM 7805 jika menginginkan tegangan yang di hasilkan adalah: 5V, jadi "dua digit terakhir" pada pada IC DC 1 tersebut adalah "kode" tegangan yang dihasilkan.
                                      • TR 2N3055 ini adalah Transistor yang berfungsi sebagai Penguat dan Perata Arus dan Tegangan pada rangkaian "Adaptor Stabilizer" di atas, sehingga menghasilkan Arus dan Tegangan yang lebih halus, tambahkan pelat Pendingin yang khusus untuk transistor tersebut, agar transistor tidak terlalu panas serta tidak cepat rusak.
                                      • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
                                      Untuk Penggunaan Audio Mixer, Tone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.

                                      Contoh Rangkaian "Power Stabilizer untuk Adaptor Sederhana menggunakan IC DC: LM 7805 dan TR Power: D313 + Pembatas Arus R: 2.2Ω / 2W"

                                      Merakit Sendiri Power Stabilizer Sederhana utnuk Adaptor
                                      Rangkaian Adaptor Power Stabilizer sederhana

                                      Keterangan Gambar:
                                      • Ganti IC DC LM 7805 (5V) sesuai dengan Tegangan yang di inginkan!
                                      • Ganti Tr Power D313 dengan 2N3055 + Heatsink (Plat Pendingin) sesuai dengan Posisi kaki: B (Basis), C (Kolektor) dan E (Emittor), sebagaimana kedudukannya pada gambar di atas.
                                      • Ganti R: 2.2Ω / 2W dengan 0.5Ω - 4.7Ω / 5W, jika menggunakan Tr Power 2N3055 untuk penggunaan beban yang lebih besar.
                                      Catatan Tambahan:
                                      1. Semakin Banyak Penggunaan / Beban, maka akan Membutuhkan Arus (Ampere) yang yang lebih Besar pula. Contoh pada penggunaan 1 / 2 / 3 / 4 atau 5 Perangkat sekaligus (semisal Efek Gitar dll), maka perlu diperhitungkan untuk memperbesar Arus/Ampere yang di gunakan, semisal: 2A atau 3A (A = Ampere), namun jika hanya mempergunakan 1 Perangkat saja, maka: menggunakan Trafo 1 Ampere adalah sudah cukup memadai.
                                      2. Untuk Penggunaan pada Peralatan/Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio, maka diperlukan Tingkat Perataan yang lebih Sempurna untuk menekan bunyi Dengung, akibat perataan tidak sempurna pada Adaptor tersebut, oleh karena itulah, maka diperlukan "Rangkaian Stabilizer".
                                      3. Rangkaian Stabilizer mungkin ada juga yang beredar di Pasaran, atau bisa juga merakitnya sebagaimana rangkaian "Power Stabilizer" sederhana (sudah cukup memadai) di atas, atau bisa juga menggunakan "Power Supply/AC Matic" (jika tersedia di pasaran) yang mempunyai tegangan Output (Tegangan dan Arus) sesuai dengan yang diperlukan (dalam hal ini jenis "Power Supply/AC matic adalah lebih baik, karena memiliki "rangkaian dan perata arus" yang lebih halus dan sempurna.

                                        Elektronika Dasar Mengenal Komponen IC (Integrated Circuit)

                                        Integrated Circuit atau yang lebih sering disebut dengan IC ini adalah terdiri dari beberapa / banyak Transistor dan Dioda yang dibuat secara terpadu (menjadi satu), sehingga desain sebuah perangkat elektronik dapat menjadi lebih simple dan praktis. Sebuah IC (Sirkuit Terintegrasi) mungkin saja terdiri dari puluhan, ratusan bahkan ribuan transistor, tergantung desain dan kebutuhan serta penggunaan komponen IC tersebut pada sebuah Perangkat Elektronik. Sebagai gambaran pada desain IC yang lebih kompleks yaitu: Prosessor/ (CPU - Central Processing Unit) masa kini terdiri dari lebih dari 1 Juta transistor.

                                        IC (Integrated Circuit) merupakan komponen Aktif Utama dan merupakan Sentral dari Perangkat Elektronik, baik Perangkat Elektronik Digital, Semi Digital maupun Manual. Kerusakan pada komponen IC ini, akan menyebabkan kelumpuhan pada system, yang berakibat tidak berfungsinya seluruh system pada perangkat tersebut.

                                        Prosesor merupakan contoh kompleks sebuah Integrated Circuit (IC) yang terdiri dari Jutaan Transistor

                                        Bentuk Fisik Prosesor
                                        Prosesor
                                        DeepMechines - Elektronika Dasar. IC merupakan sebuah komponen aktif elektronika, artinya komponen ini dapat bekerja apabila mendapat supply tenaga (tegangan) serta membutuhkan dukungan komponen pasif pada penggunaannya. Kerusakan ysng menyebabkan tidak adanya tegangan dan kerusakan pada komponen pendukungnya (komponen pasif), menyebabkan komponen ini tidak dapat berfungsi dengan sebenarnya.

                                        Integrated Circuit atau yang lebih dikenal dengan sebutan IC tersebut terdiri dari ratusan, bahkan ribuan Transistor + Dioda dan Resistor, tergantung dari penggunaan dan fungsi rangkaian elektronik tersebut, pada rangkaian yang lebih kompleks lagi yaitu: komputer, pada Prosesornya bahkan terdiri dari jutaan transistor tersusun didalamnya.

                                        IC yang lebih kecil dan sering ditemui pada Perangkat Digital umumnya disebut dengan Chip, Chipset (pada Motherboard) atau Microchip.
                                        Beragam Bentuk dan Jenis Integrated Circuit (IC)
                                        Bentuk fisik komponen IC, Chip dan Microchip, Chipset dan Prosesor
                                        Keterangan Gambar
                                        1. Integrated Circuit (IC)
                                        2. Chip (IC SMD)/Microchip
                                        3. Chipset
                                        4. Prosesor
                                                Seperti gambar di atas pada motherboard komputer, dikenal pula dengan komponen yang disebut Chipset, yang berfungsi antara lain sebagai komponen penghubung antara blok satu dengan blok lainnya, juga sebagai pengangkut data (Bus data) dan Interface/User Interface yang memghubungkan perangkat dengan pengguna.

                                                IC pada Penguat Suara (Power Amplifier)

                                                Gambar Perbandingan antar Transistor dan IC
                                                Transistor dan IC (Integrated Circuit)
                                                IC jenis ini digunakan sebagai Penguat Amplitudo untuk Suara/Audio (Power Amplifier), baik untuk kekuatan kecil ataupun menengah, sedangkan untuk kekuatan besar biasanya masih menggunakan Transistor. Besaran Kekuatan yang dihasilkan pada Penguat Suara di sebut dengan Watt. Gambar disamping ini menunjukan sebuah "Transistor" Tunggal dan "IC" yang terdiri dari beberapa Transistor+ Dioda di dalamnya.

                                                Kesimpulan:
                                                • Dengan ditemukannya Integrated Circuit (IC), maka penggunaan rangkaian semakin praktis dan simpel serta ekonomis.

                                                Model dan Jenis Umum Transformator/Trafo - (Bag. 2)

                                                Menyambung Informasi halaman terdahulu: ? Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo), memang sangat beragam sekali baik Ukuran, Bentuk maupun untuk Penggunaan dari Transformator atau lebih sering disebut Trafo tersebut.

                                                Jenis / Bentuk Trafo Inti Besi dan Trafo Inti Ferit

                                                2 Model umum dari Trafo, yaitu: Trafo menggunakan Inti dari (serbuk) Batu Ferit (dan sejenisnya) dan Trafo menggunakan Inti Besi.

                                                Bentuk Trafo Inti Besi
                                                Trafo - Inti Besi 
                                                Halaman Terkait: ? Cara Membuat Adaptor Sederhana (menggunakan Trafo 1 Ampere)

                                                TORROIDAL TRAFO (Trafo Toroid / Trafo Donat)

                                                Trafo menggunakan Inti Ferrite (serbuk batu ferit) digunakan pada banyak Perangkat Digital tidak terkecuali Televisi. Trafo jenis Modern ini Umum digunakan pada "Power Supply, Regulator, Adaptor ataupun Charger" dengan system rangkaian untuk Tegangan Otomatis (AC MATIC | AC 90 ~ 250V ).
                                                Bentuk / Model Trafo Ferrite dan Besi untuk Regulator, Power Supply dan Adaptor
                                                3 Model Trafo Listrik
                                                Trafo Torroid adalah bentuk lain dari Trafo dengan Inti Ferit ini, umum digunakan untuk perangkat elektronik yang membutuhkan Daya Sedang (berkisar 0.5Amp - 40 Amp) seperti Power Amplifier, Power Inverter, untuk Komputer dll, sedangan Trafo Inti Ferit dengan bentuk sebagaimana Trafo pada umumnya, namun spesial dipergunakan untuk Perangkat Digital yang bekerja dengan System Tegangan otomatis (Switching AC Matic 90 ~ 250V), salah satu contohnya adalah: Power Supply Unit (PSU) untuk Perangkat Komputer Desktop (PC).

                                                Trafo Inti Besi merupakan Trafo Konvensional dan umum dipergunakan untuk kebutuhan Perangkat Elektronik rumah tangga (Daya Rendah) dan Industri (Daya Tinggi - Listrik PLN). Trafo inti Besi memiliki tingkat panas tergantung beban perangkat yang digunakan, sedangkan Trafo inti Ferit tingkat disipasi panas di bebankan pada komponen akhir (final) dari rangkaian AC Automatic-nya , seperti pada rangkaian: Power Supply / Power Switching Regulator, Adapator maupun Charger yang menggunakan sistem rangkaian "Power switching AC Matic".

                                                Ketiga Jenis Trafo Listrik ini (lihat gambar di atas), berfungsi sebagai Trafo Power Supply, Trafo dengan Inti Ferit (No. 1) merupakan Trafo "Power Switching Regulator" untuk TV dan Perangkat Digital lainnya, menggunakan komponen sistem: Power Switching Regulator / Auto Voltage (AC Automatic).

                                                Torroidal Trafo berbentuk Bundar dengan Inti Ferrit berlubang di Tengah menyerupai Donat, oleh karena itu di kalangan Teknisi sering juga menyebutnya: Trafo Donat. Trafo Torroid (No. 2) ini berfungsi sama dengan Trafo Inti Besi (No. 3), yakni: menggunakan Tegangan  (Input) AC 220 ~ 240V | Output: 27V - CT (0V) - 27V. Setiap Trafo memiliki Tegangan dan Kuat Arus (Ampere) yang berbeda beda sesuai dengan Kebutuhannya.

                                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

                                                Pada halaman sebelumnya: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), adalah sebuah gambaran sederhana perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom, yang merupakan prinsip mendasar, hingga berkembangnya perangkat modern yang lebih maju lagi, seperti: Telepon, Faks yang pada awal awalnya adalah masih menggunakan "Jalur kawat" sebagai media penghantarnya. Seiring perkembangan teknologi yang lebih maju, di era digital sekarang ini, perangkat komunikasi sudah menggunakan media udara, sehingga dapat menjangkau area yang sangat jauh dan lebih effisien jika dibandingkan media kawat

                                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

                                                Gambar dibawah ini merupakan sebuah perangkat "Power Amplifier" yang dapat dibuat sebagai media komunikasi antar 2 orang bahkan banyak orang dengan sistem Panggil dan Terima, sistem seperti ini, digunakan pada INTERCOM, yang pernah booming puluhan tahun silam, meski dengan jarak yang cukup terbatas (mungkin hanya berkisar beberapa kilometer atau bahkan belasan kilometer, tergantung Daya dari perangkat tersebut).

                                                Sebagaimana kita ketahui, bahwa "Getaran/Gelombang Suara" dapat merambat pada beberapa Media: Kayu, Plastik (Nylon), Air, Logam dan Udara, terutama Logam, yang diketahui mempunyai tingkat rambat yang sangat baik (daya hantarnya), oleh karena itulah.. kabel kabel dari perangkat elektronik dan listrik lebih banyak menggunakan logam, baik berupa: Besi, Aluminium, Tembaga, Perak bahkan Emas.

                                                Media Penghantar pada Perangkat Intercom ini umumnya berupa: Kawat yang dibentangkan (baik untuk jarak dekat maupun jarak cukup jauh), sedangkan Ground dari perangkat Intercom ini, harus terhubung ke Tanah (Bumi), semakin dalam maka akan semakin baik.
                                                Bagan Perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom
                                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM
                                                Keterangan Gambar:
                                                • Prinsip Kirim (TX/Transceive) dan Terima (RX/Receive) Suara adalah pada Sentral Input dan Output "Power Amplifier" tersebut, yang dapat bekerja 2 Arah, menggunakan saklar manual PDT (Push Double Throw) on Switch.
                                                • Input dan Output "Power Amplifier" terhubung ke 2 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah putus putus berwarna "Biru"), sehingga ketika dalam keadaan Standby, Output terhubung ke Speaker (Monitor) dan Input terhubung ke Jalur (Kawat), sebagaimana terlihat pada bagan (Intercom) diatas, sedangkan..
                                                • Pada Posisi sebaliknya, Output "Power Amplifier terhubung ke 1 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah "Merah") menuju jalur Kawat (Transmit/TX), sedangkan Input "Power Amplifier" terhubung ke 1 pin Tengah (PDT ini mempunyai 2 pin tengah untuk 4 throw/arah keluaran), untuk menghubungkan "Mic dan Penguat Mic"(lihat tanda panah "Merah") pada Pembicara (Pengirim Suara/TX).
                                                • Ground adalah merupakan Jalur Gelombang Tanah (sebagaimana kita ketahui Ground/ Arde titik Nol tegangan pada perangkat listrik).
                                                Meskipun terlihat sederhana, "Prinsip Dasar dari Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM" ini merupakan cikal bakal di kembangkannya Perangkat Komunikasi dengan Teknologi yang lebih Maju dan Modern, seperti: Telepon, Fax, Broadcasting, Internet pada saat sekarang ini.

                                                Halaman terkait: 
                                                1. Sejarah dan Perkembangan Internet pada Masa masa Awal".
                                                2. Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai