2.15.2018

Belajar Cara Membuat/Merakit Adaptor Sederhana

Adaptor adalah Catu Daya dan/atau termasuk Power Supply (Universal) Sederhana/Dasar, teknik perakitannya pun tidak terlalu rumit, karena hanya membutuhkan komponen dasar yang sangat umum beredar di pasaran. Penggunaan Adaptor inipun hanya di gunakan sebagai bahan praktik umum, ketika melakukan percobaan dan perbaikan perangkat elektronika, seperti: radio, rangkaian lampu led, alat mainan elektronik untuk anak anak dan lain sebagainya.

Belajar Membuat/Merakit Sendiri Adaptor Sederhana

Perunjuk Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
Trafo Adaptor dengan Kuat Arus 1 Ampere
Sebuah Adaptor mempunyai tegangan, arus dan daya keluaran rendah, berkisar dari 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V, dengan daya pada yang mempunyai kuat arus lebih besar (5 hingga 7 Ampere), ada juga yang menggunakan di atas dari 12V, yaitu: 13.8V sering digunakan pada perangkat pemancar radio.

Adapun kali ini, kita dapat "Belajar Merakit/Membuat sendiri sebuah Adaptor Sederhana", menggunakan komponen elektronik sederhana juga, seperti berikut di bawah ini:

Komponen Adaptor Sederhana

* Trafo 1 Ampere - Keterangan mengenai komponen, pada halaman: "Pengertian Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply".
* Dioda 1 Ampere (1N 4001 / 1N 4002 atau yang sejenis) - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Dioda ini ada pada halaman: "Elektronika Dasar - Komponen Dioda".
* Elco 1000mF atau 2200mF/16V - Keterangan dan Fungsi mengenai komponen Elco ini ada pada halaman: "Perbandingan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor".
* Kabel + Steker atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi (kabel Chord).
* Kabel + Penjepit buaya atau bisa juga menggunakan kabel yang sudah jadi berupa kabel Jack untuk DC atau sesuai dengan keperluan.

Proses Pengerjaan/Perakitan "Adaptor Sederhana"

      1. Sambungkan Kabel Chord (menggunakan Solder) ke kumparan Primer Trafo, yaitu pada pin: 0V dan 220V (sesuai tegangan listrik yang ada), seperti terlihat pada gambar di bawah:
      Cara Merakit / Membuat Adaptor Sederhana
      Input AC 0 ~ 220 Volt (Kumparan Primer Trafo)
        2. Selanjutnya.. pasang juga kedua komponen Dioda dan Elco pada Kumparan Sekunder trafo, yaitu: Pin 0 Volt terhubung langsung dengan polaritas Negatif Elco, sekaligus sebagai Ground (kutub Negatif / -) adaptor.dan Polaritas Positif elco sebagai (kutub Positif / +) pada adaptor, lihat gambar dan keterangan di bawah:
          Cara Belajar Merakit Adaptor untuk Pemula
          Output DC 3V - 12V (Kumparan Sekunder Trafo)
              * Ground adalah Kutub Negatif Adaptor (serupa dengan kutub (-) pada baterai)
                * Positif adalah Kutub Positf Adaptor (serupa dengan kutub (+) pada baterai)
                  * Penentu Tegangan adalah yang menentukan tegangan yang di butuhkan, yang tertera pada body trafo tersebut, sebagai contoh: Jika membutuhkan Tegangan 3V, maka kaki Dioda tersebut harus di hubungkan ke pin 3V dan begitu seterusnya.

                  Lihat Pin terminal 3V, 4.5V, 6V, 9V dan 12V yang tertera pada body Tansformator (Trafo) 1 Ampere tersebut.
                    Cara Merakit dan Membuat Sendiri Tafo Adaptor Sederhana
                    Trafo Adaptor Sederhana (Dasar)
                      Hubungkan titik Merah (kaki Dioda) ke salah satu titik Biru, sesuai dengan tegangan yang di inginkan, dalam praktik nya., kita juga dapat menggunakan sebuah saklar putar (Rotary Swich) agar dapat memilih salah satu tegangan yang di perlukan, hanya dengan memutar saklar tersebut. lihat tentang "Dioda" ini pada halaman terdahulu: "Elektronika Dasar (Komponen) Dioda".
                      Gambar Cara Mudah Merakit Adaptor untuk Pemula
                      Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 1 Tegangan Output
                      Gambar Skema Adaptor Sederhana untuk 2 Sumber Tegangan Berbeda
                      Skema/Diagram Adaptor Sederhana dengan 2 Tegangan Output (bisa digunakan untuk 2 kebutuhan tegangan yang berbeda)
                      Untuk rangkaian yang lebih baik lagi, dapat mempergunakan sistem "Bridge Rectifier" yang terdiri dari 4 buah Dioda (0.5Amp - 2Amp) 1N 4001 / 1N 4002 / 1N 4007, sebagaimana gambaran berikut dibawah ini:
                      Rangkaian Adaptor 2 buah Dioda (CT)
                      Adaptor Sederhana dengan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan 2 buah Dioda (CT)
                      Catatan:
                      • Rangkaian di atas adalah Rangkaian Adaptor sangat sederhana dan merupakan Dasar dari sebuah Power Supply yang menggunakan Trafo Penyesuai (Adaptor) tegangan rendah.

                      Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptor

                      "Power Stabilizer" ini untuk menghasilkan Arus dan Perataan Tegangan menjadi lebih Halus dan Stabil "Power Stabilizer" ini digunakan hanya untuk Adaptor yang hanya menggunakan tegangan "tertentu", seperti: 12V saja, 9V atau 5V saja, lihat pada gambar diagram berikut di bawah ini:


                      Gambar IC DC dan TR 2N3055
                      IC DC dan Transistor 2N3055
                      Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan Stabilizer
                      Skematik Diagram "Power Stabilizer" untuk Adaptor / Power Supply
                      • DC Input - Tegangan DC yang keluar pada Adaptor sederhana tersebut di atas, di masukan lagi kerangkaian Stabilizer ini, Hubungkan Tegangan + adaptor ke + rangkaian Stabilizer ini, begitu juga Jalur - Adaptor ke Jalur - (Ground) pada rangkaian Stabilizer ini. "DC Input umun digunakan Lebih Tinggi dari Tegangan Outputnya", sebagai Contoh: DC Input: 15V maka tegangan yang keluar (Ouput) tetap konstan 12V (stabil),sehingga jika terjadi turun naik tegangan listrik tidak akan terlalu berpengaruh.
                      • IC DC 1 pada rangkaian di atas menggunakan "LM 7812" yang berarti tegangan yang di hasilkan pada DC Outputnya adalah: 12V, ganti LM 7812 tersebut dengan LM 7809 jika menginginkan tegangan yang dihasilkan adalah: 9V, atau LM 7805 jika menginginkan tegangan yang di hasilkan adalah: 5V, jadi "dua digit terakhir" pada pada IC DC 1 tersebut adalah "kode" tegangan yang dihasilkan.
                      • TR 2N3055 ini adalah Transistor yang berfungsi sebagai Penguat dan Perata Arus dan Tegangan pada rangkaian "Adaptor Stabilizer" di atas, sehingga menghasilkan Arus dan Tegangan yang lebih halus, tambahkan pelat Pendingin yang khusus untuk transistor tersebut, agar transistor tidak terlalu panas serta tidak cepat rusak.
                      • DC Output Stabilizer - DC Output yang keluar pada Stabilizer ini sudah benar benar rata dan stabil.
                      Untuk Penggunaan Audio Mixer, Tone Control dll, umumnya menggunakan "Power Stabilzer" IC DC 7809/7909, 7812/7912 dan 7815/7915, lihat selengkapnya pada halaman: Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915.

                      Contoh Rangkaian "Power Stabilizer untuk Adaptor Sederhana menggunakan IC DC: LM 7805 dan TR Power: D313 + Pembatas Arus R: 2.2Ω / 2W"

                      Merakit Sendiri Power Stabilizer Sederhana utnuk Adaptor
                      Rangkaian Adaptor Power Stabilizer sederhana

                      Keterangan Gambar:
                      • Ganti IC DC LM 7805 (5V) sesuai dengan Tegangan yang di inginkan!
                      • Ganti Tr Power D313 dengan 2N3055 + Heatsink (Plat Pendingin) sesuai dengan Posisi kaki: B (Basis), C (Kolektor) dan E (Emittor), sebagaimana kedudukannya pada gambar di atas.
                      • Ganti R: 2.2Ω / 2W dengan 0.5Ω - 4.7Ω / 5W, jika menggunakan Tr Power 2N3055 untuk penggunaan beban yang lebih besar.
                      Catatan Tambahan:
                      1. Semakin Banyak Penggunaan / Beban, maka akan Membutuhkan Arus (Ampere) yang yang lebih Besar pula. Contoh pada penggunaan 1 / 2 / 3 / 4 atau 5 Perangkat sekaligus (semisal Efek Gitar dll), maka perlu diperhitungkan untuk memperbesar Arus/Ampere yang di gunakan, semisal: 2A atau 3A (A = Ampere), namun jika hanya mempergunakan 1 Perangkat saja, maka: menggunakan Trafo 1 Ampere adalah sudah cukup memadai.
                      2. Untuk Penggunaan pada Peralatan/Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio, maka diperlukan Tingkat Perataan yang lebih Sempurna untuk menekan bunyi Dengung, akibat perataan tidak sempurna pada Adaptor tersebut, oleh karena itulah, maka diperlukan "Rangkaian Stabilizer".
                      3. Rangkaian Stabilizer mungkin ada juga yang beredar di Pasaran, atau bisa juga merakitnya sebagaimana rangkaian "Power Stabilizer" sederhana (sudah cukup memadai) di atas, atau bisa juga menggunakan "Power Supply/AC Matic" (jika tersedia di pasaran) yang mempunyai tegangan Output (Tegangan dan Arus) sesuai dengan yang diperlukan (dalam hal ini jenis "Power Supply/AC matic adalah lebih baik, karena memiliki "rangkaian dan perata arus" yang lebih halus dan sempurna.

                        Elektronika Dasar Mengenal Komponen IC (Integrated Circuit)

                        Integrated Circuit atau yang lebih sering disebut dengan IC ini adalah terdiri dari beberapa / banyak Transistor dan Dioda yang dibuat secara terpadu (menjadi satu), sehingga desain sebuah perangkat elektronik dapat menjadi lebih simple dan praktis. Sebuah IC (Sirkuit Terintegrasi) mungkin saja terdiri dari puluhan, ratusan bahkan ribuan transistor, tergantung desain dan kebutuhan serta penggunaan komponen IC tersebut pada sebuah Perangkat Elektronik. Sebagai gambaran pada desain IC yang lebih kompleks yaitu: Prosessor/ (CPU - Central Processing Unit) masa kini terdiri dari lebih dari 1 Juta transistor.

                        IC (Integrated Circuit) merupakan komponen Aktif Utama dan merupakan Sentral dari Perangkat Elektronik, baik Perangkat Elektronik Digital, Semi Digital maupun Manual. Kerusakan pada komponen IC ini, akan menyebabkan kelumpuhan pada system, yang berakibat tidak berfungsinya seluruh system pada perangkat tersebut.

                        Prosesor merupakan contoh kompleks sebuah Integrated Circuit (IC) yang terdiri dari Jutaan Transistor

                        Bentuk Fisik Prosesor
                        Prosesor
                        DeepMechines - Elektronika Dasar. IC merupakan sebuah komponen aktif elektronika, artinya komponen ini dapat bekerja apabila mendapat supply tenaga (tegangan) serta membutuhkan dukungan komponen pasif pada penggunaannya. Kerusakan ysng menyebabkan tidak adanya tegangan dan kerusakan pada komponen pendukungnya (komponen pasif), menyebabkan komponen ini tidak dapat berfungsi dengan sebenarnya.

                        Integrated Circuit atau yang lebih dikenal dengan sebutan IC tersebut terdiri dari ratusan, bahkan ribuan Transistor + Dioda dan Resistor, tergantung dari penggunaan dan fungsi rangkaian elektronik tersebut, pada rangkaian yang lebih kompleks lagi yaitu: komputer, pada Prosesornya bahkan terdiri dari jutaan transistor tersusun didalamnya.

                        IC yang lebih kecil dan sering ditemui pada Perangkat Digital umumnya disebut dengan Chip, Chipset (pada Motherboard) atau Microchip.
                        Beragam Bentuk dan Jenis Integrated Circuit (IC)
                        Bentuk fisik komponen IC, Chip dan Microchip, Chipset dan Prosesor
                        Keterangan Gambar
                        1. Integrated Circuit (IC)
                        2. Chip (IC SMD)/Microchip
                        3. Chipset
                        4. Prosesor
                                Seperti gambar di atas pada motherboard komputer, dikenal pula dengan komponen yang disebut Chipset, yang berfungsi antara lain sebagai komponen penghubung antara blok satu dengan blok lainnya, juga sebagai pengangkut data (Bus data) dan Interface/User Interface yang memghubungkan perangkat dengan pengguna.

                                IC pada Penguat Suara (Power Amplifier)

                                Gambar Perbandingan antar Transistor dan IC
                                Transistor dan IC (Integrated Circuit)
                                IC jenis ini digunakan sebagai Penguat Amplitudo untuk Suara/Audio (Power Amplifier), baik untuk kekuatan kecil ataupun menengah, sedangkan untuk kekuatan besar biasanya masih menggunakan Transistor. Besaran Kekuatan yang dihasilkan pada Penguat Suara di sebut dengan Watt. Gambar disamping ini menunjukan sebuah "Transistor" Tunggal dan "IC" yang terdiri dari beberapa Transistor+ Dioda di dalamnya.

                                Kesimpulan:
                                • Dengan ditemukannya Integrated Circuit (IC), maka penggunaan rangkaian semakin praktis dan simpel serta ekonomis.

                                Model dan Jenis Umum Transformator/Trafo - (Bag. 2)

                                Menyambung Informasi halaman terdahulu: ? Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo), memang sangat beragam sekali baik Ukuran, Bentuk maupun untuk Penggunaan dari Transformator atau lebih sering disebut Trafo tersebut.

                                Jenis / Bentuk Trafo Inti Besi dan Trafo Inti Ferit

                                2 Model umum dari Trafo, yaitu: Trafo menggunakan Inti dari (serbuk) Batu Ferit (dan sejenisnya) dan Trafo menggunakan Inti Besi.

                                Bentuk Trafo Inti Besi
                                Trafo - Inti Besi 
                                Halaman Terkait: ? Cara Membuat Adaptor Sederhana (menggunakan Trafo 1 Ampere)

                                TORROIDAL TRAFO (Trafo Toroid / Trafo Donat)

                                Trafo menggunakan Inti Ferrite (serbuk batu ferit) digunakan pada banyak Perangkat Digital tidak terkecuali Televisi. Trafo jenis Modern ini Umum digunakan pada "Power Supply, Regulator, Adaptor ataupun Charger" dengan system rangkaian untuk Tegangan Otomatis (AC MATIC | AC 90 ~ 250V ).
                                Bentuk / Model Trafo Ferrite dan Besi untuk Regulator, Power Supply dan Adaptor
                                3 Model Trafo Listrik
                                Trafo Torroid adalah bentuk lain dari Trafo dengan Inti Ferit ini, umum digunakan untuk perangkat elektronik yang membutuhkan Daya Sedang (berkisar 0.5Amp - 40 Amp) seperti Power Amplifier, Power Inverter, untuk Komputer dll, sedangan Trafo Inti Ferit dengan bentuk sebagaimana Trafo pada umumnya, namun spesial dipergunakan untuk Perangkat Digital yang bekerja dengan System Tegangan otomatis (Switching AC Matic 90 ~ 250V), salah satu contohnya adalah: Power Supply Unit (PSU) untuk Perangkat Komputer Desktop (PC).

                                Trafo Inti Besi merupakan Trafo Konvensional dan umum dipergunakan untuk kebutuhan Perangkat Elektronik rumah tangga (Daya Rendah) dan Industri (Daya Tinggi - Listrik PLN). Trafo inti Besi memiliki tingkat panas tergantung beban perangkat yang digunakan, sedangkan Trafo inti Ferit tingkat disipasi panas di bebankan pada komponen akhir (final) dari rangkaian AC Automatic-nya , seperti pada rangkaian: Power Supply / Power Switching Regulator, Adapator maupun Charger yang menggunakan sistem rangkaian "Power switching AC Matic".

                                Ketiga Jenis Trafo Listrik ini (lihat gambar di atas), berfungsi sebagai Trafo Power Supply, Trafo dengan Inti Ferit (No. 1) merupakan Trafo "Power Switching Regulator" untuk TV dan Perangkat Digital lainnya, menggunakan komponen sistem: Power Switching Regulator / Auto Voltage (AC Automatic).

                                Torroidal Trafo berbentuk Bundar dengan Inti Ferrit berlubang di Tengah menyerupai Donat, oleh karena itu di kalangan Teknisi sering juga menyebutnya: Trafo Donat. Trafo Torroid (No. 2) ini berfungsi sama dengan Trafo Inti Besi (No. 3), yakni: menggunakan Tegangan  (Input) AC 220 ~ 240V | Output: 27V - CT (0V) - 27V. Setiap Trafo memiliki Tegangan dan Kuat Arus (Ampere) yang berbeda beda sesuai dengan Kebutuhannya.

                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

                                Pada halaman sebelumnya: Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1), adalah sebuah gambaran sederhana perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom, yang merupakan prinsip mendasar, hingga berkembangnya perangkat modern yang lebih maju lagi, seperti: Telepon, Faks yang pada awal awalnya adalah masih menggunakan "Jalur kawat" sebagai media penghantarnya. Seiring perkembangan teknologi yang lebih maju, di era digital sekarang ini, perangkat komunikasi sudah menggunakan media udara, sehingga dapat menjangkau area yang sangat jauh dan lebih effisien jika dibandingkan media kawat

                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 2)

                                Gambar dibawah ini merupakan sebuah perangkat "Power Amplifier" yang dapat dibuat sebagai media komunikasi antar 2 orang bahkan banyak orang dengan sistem Panggil dan Terima, sistem seperti ini, digunakan pada INTERCOM, yang pernah booming puluhan tahun silam, meski dengan jarak yang cukup terbatas (mungkin hanya berkisar beberapa kilometer atau bahkan belasan kilometer, tergantung Daya dari perangkat tersebut).

                                Sebagaimana kita ketahui, bahwa "Getaran/Gelombang Suara" dapat merambat pada beberapa Media: Kayu, Plastik (Nylon), Air, Logam dan Udara, terutama Logam, yang diketahui mempunyai tingkat rambat yang sangat baik (daya hantarnya), oleh karena itulah.. kabel kabel dari perangkat elektronik dan listrik lebih banyak menggunakan logam, baik berupa: Besi, Aluminium, Tembaga, Perak bahkan Emas.

                                Media Penghantar pada Perangkat Intercom ini umumnya berupa: Kawat yang dibentangkan (baik untuk jarak dekat maupun jarak cukup jauh), sedangkan Ground dari perangkat Intercom ini, harus terhubung ke Tanah (Bumi), semakin dalam maka akan semakin baik.
                                Bagan Perangkat Komunikasi 2 Arah pada Intercom
                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM
                                Keterangan Gambar:
                                • Prinsip Kirim (TX/Transceive) dan Terima (RX/Receive) Suara adalah pada Sentral Input dan Output "Power Amplifier" tersebut, yang dapat bekerja 2 Arah, menggunakan saklar manual PDT (Push Double Throw) on Switch.
                                • Input dan Output "Power Amplifier" terhubung ke 2 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah putus putus berwarna "Biru"), sehingga ketika dalam keadaan Standby, Output terhubung ke Speaker (Monitor) dan Input terhubung ke Jalur (Kawat), sebagaimana terlihat pada bagan (Intercom) diatas, sedangkan..
                                • Pada Posisi sebaliknya, Output "Power Amplifier terhubung ke 1 pin Tengah (sentral) PDT (lihat tanda panah "Merah") menuju jalur Kawat (Transmit/TX), sedangkan Input "Power Amplifier" terhubung ke 1 pin Tengah (PDT ini mempunyai 2 pin tengah untuk 4 throw/arah keluaran), untuk menghubungkan "Mic dan Penguat Mic"(lihat tanda panah "Merah") pada Pembicara (Pengirim Suara/TX).
                                • Ground adalah merupakan Jalur Gelombang Tanah (sebagaimana kita ketahui Ground/ Arde titik Nol tegangan pada perangkat listrik).
                                Meskipun terlihat sederhana, "Prinsip Dasar dari Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM" ini merupakan cikal bakal di kembangkannya Perangkat Komunikasi dengan Teknologi yang lebih Maju dan Modern, seperti: Telepon, Fax, Broadcasting, Internet pada saat sekarang ini.

                                Halaman terkait: 
                                1. Sejarah dan Perkembangan Internet pada Masa masa Awal".
                                2. Perangkat Dasar Komunikasi Sederhana 2 Arah tanpa Baterai

                                Prinsip Dasar - Perangkat Komunikasi 2 Arah pada INTERCOM (Bag. 1)

                                Perangkat Komunikasi pada umumnya berdasarkan 2 system, yaitu: Kirim (Transmit) dan Terima (Recieve), mungkin kita masih mengingat, beberapa mainan (pada masa kecil dahulu) Halo halo (demikian kami menyebutnya), yakni: Alat komunikasi mainan yang terdiri dari 2 buah kaleng susu yang diberi lubang ditengah tengahnya untuk memasukan Kawat sebagai media penghantar (getaran suara), ya.. Getaran Suara dari Pembicara dapat di dengar oleh Penerima menggunakan media Kaleng Susu melalui getaran suara yang merambat pada media penghantar Kawat yang dikencangkan tersebut, meski terdengar sangat pelan, hal ini dapat menjadi acuan dari perkembangan Teknologi Telekomunikasi modern,
                                Kenapa harus "Kawat"..?,  karena sebagaimana kita ketahui bersama, Kawat termasuk Logam yang merupakan Media Penghantar yang sangat Baik, jika dibandingkan dengan Media Penghantar lainnya, terlebih pada perangkat Elektronik maupun Listrik
                                Sebagaimana masa awal dirintisnya sebuah perangkat yang di sebut dengan Telepon, Fax yang pada awal mulanya masih menggunakan media penghantar kawat, namun seiring kemajuan Teknologi sekarang ini, Perangkat Komunikasi telah jauh berkembang semenjak di temukannya Telephone, Telegraph, Komunikasi Radio/Televisi dan Perangkat Komputer (PC) menggunakan Media Data Internet, lihat halaman: Perkembangan Masa Awal Internet.
                                Teori Dasarr Perangkat Komunikasi Menggunakan Alat sangat Sederhana
                                Image Source by: https://www.brilio.net/news/pernah-telpon-telponan-dengan-cara-ini-ini-penjelasannya-telepon-kaleng-susu-150609l.html
                                Gambar di atas merupakan Perangkat Komunikasi 2 Arah (Kirim & Terima) sangat sederhana, dan merupakan cikal bakal ditemukan perangkat komunikasi modern seperti: Telepon, Faks dan lain sebagainya.
                                Sama sama tanpa mempergunakan Sumber Daya atau Battery, berikut "Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai" menggunakan 2 buah LoudSpeaker (LS) sebagai penghasil "Gelombang Elektromagnetik" yang menghasilkan rambatan suara lebih baik menggunakan media penghantar Kawat, sebagaimana gambarannya di halaman: Perangkat Dasar Komunikasi 2 Arah tanpa Baterai.
                                Di karenakan getaran suara yang dapat diterima pada Telinga (manusia) terdengar sangat pelan, maka pada selanjutnya, seiring perkembangan perangkat komunikasi ini, mengalami kemajuan dengan sistem Penguat suara elektronik, yang dikenal dengan "Power Amplifier" untuk memperkuat Amplitudo getaran Suara tersebut dengan Impulse Listrik baik pada Pengirim (Transmitter) maupun Penerima (Receiver), media Pengirim sekarang di rubah menggunakan "Microphone - Mic" dan Media Penerima dirubah menggunakan "LoudSpeaker - LS" sedangkan Media Penghantarnya masih menggunakan "Kawat", Jika kita masih ingat.. jaman Intercom dulu, maka Metode Teknologi komunikasi inilah yang digunakan pada masa masa penggunaan "Intercom" tersebut, berikut gambaran cara kerja dari Perangkat Komunikasi Intercom, sebagaimana gambar dibawah ini:

                                Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Pengirim (Transmitter)  dan (2) Penerima (Receiver) Suara pada Perangkat Intercom

                                Pemahaman Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
                                Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 1)
                                Gambar 1.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Suara pada Perangkat Intercom. Pada Microphone: Getaran Suara dirubah menjadi Getaran Sinyal Listrik dan dikuatkan puluhan hingga rastusan kali oleh "Power Amplifier" pada perangkat tersebut dan disalurkan melalui Media Kawat sebagai Jalur Pembawa Getaran Sinyal Listrik, semakin jauh jarak antara keduanya, kekuatan sinyal getaran suara akan semakin lemah, maka pada perangkat Penerima akan dikuatkan kembali oleh Power Amplifier yang sudah dilengkapi dengan Pengatur Suara terdapat pada perangkat Penerima (Receiver).

                                Gambar 2.  - Prinsip Dasar Komunikasi antara (1) Penerima (Receiver) dan (2) Pengirim (Transmitter) Suara pada Perangkat Intercom

                                Berikut adalah kebalikan dari Sistem yang terlihat pada gambar di atas, yakni: (1) sebagai Penerima (Receiver) dan orang ke (2) sebagai Pengirim (Transmitter) Suara,
                                Pemahaman Komunikasi 2 Arah antara Pengirim dan Penerima Suara Intercom
                                Prinsip Dasar Komunikasi Intercom - Pengirim (Transmitter) dan Penerima (Receiver) -  (Gambar. 2)
                                Gambar diatas menunjukan Prinsip Komunikasi 2 Arah, yakni: Input perangkat Amplifier dari orang ke (2) dirubah untuk Input Microphone (untuk mengirim suara - Transmitter), sedangkan Outputnya dirubah (untuk memperkuat amplitudo/gelombang suara pada Amplifier) selanjutnya disalurkan pada jalur/kawat untuk di kirimkan ke Penerima (Receiver), yaitu: orang ke (1).

                                Perhatikan tanda panah BIRU (garis putus-putus) pada gambar diatas adalah prinsip kebalikan dari tanda panah MERAH, tanda panah BIRU putus putus adalah prinsip sebagaimana dijelaskan pada gambar 1, sehingga terbentuk Komunikasi 2 Arah, yaitu: Kirim (Transceiver) dan Terima (Receiver) ataupun Terima (Receiver) dan Kirim (Transceiver) Suara.

                                Rotary Switch (selector)

                                Rotary Switch ini merupakan Saklar Putar mode Selektor (mempunyai beberapa throw/ jalur keluaran) dengan 1 atau 2 sentral/ pusat saklar. Rotary Switch ini merupakan salah satu Jenis Saklar dari sekian banyak jenis Saklar yang dipergunakan pada rangkaian Listrik maupun Elektronik pada umumnya.
                                Gambar dan Keterangan Rotary Switch/ Saklar Putar
                                Rotary Switch (Tampak Atas)
                                Rotary Switch ini banyak dipergunakan untuk pada perangkat elektronika, khusunya Adaptor, yang berfungsi sebagai Pemilih (selektor) Tegangan yang di inginkan.
                                Gambar dan Keterangan tentang Rotary Switch/ Saklar Putar
                                Rotary Switch (Tampak Bawah)
                                Rotary Switch sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah sebuah Saklar Putar yang umum dipergunakan untuk Selektor Tegangan pada Power Adaptor yang banyak beredar di pasaran.
                                Ada banyak sekali Jenis, Model dan Bentuk Saklar yang baik untuk Listrik maupun rangkaian Elektronik, sebagian di antaranya dapat dilihat pada halaman: Saklar - Fungsi dan Kegunaannya.

                                Rotary Switch ini mempunya 2 sentral saklar untuk 2 x 6 pilihan jalur (channel) keluaran, dengan kata lain 1 Sentral saklar untuk 6 pilihan jalur/ channel keluaran, sebagaimana penggunaannya pada: "Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

                                Saklar - Fungsi dan Kegunaannya

                                Saklar sebenarnya adalah Perangkat Listrik yang berfungsi untuk Menyambungkan dan/atau Memutuskan aliran Listrik.

                                Jenis dan Macam Saklar Listrik/Elektronik

                                Saklar mempunyai bentuk yang sangat beragam, namun mempunyai hanya satu fungsi., yaitu; Menyambungkan dan Memutuskan satu atau banyak Aliran baik satu persatu maupun sekaligus.

                                Saklar Listrik

                                Saklar Listrik ada beberapa 2 Jenis, yaitu:
                                1. Saklar Biasa - Saklar ini sangat umum di pergunakan pada Perangkat Listik rumah tangga. Jenis ini dipergunakan untuk On/Off Lampu dan Perangkat listrik lainnya pada beban berkisar 5W hingga Ratusan Watt.
                                2. Saklar Khusus - Saklar ini banyak di pergunakan untuk penggunakan Listrik bertenaga besar, pada beban berkisar 500W hingga Ribuan Watt atau lebih.
                                Gambaran Mudah Jaringan Kabel Saklar Listrik Rumah Tangga
                                Bentuk Jaringan Sederhana "Saklar Listrik" Rumah Tangga

                                  Saklar Televisi

                                  Saklar Televisi ada 2 Jenis (Umum), yaitu:
                                  1. Saklar On/Off Listrik - Saklar On/Off TV terdapat pada bagian Mesin baik secara di pasang terpisah ataupun terpasang langsung pada PCB. Saklar ini mempunyai kekuatan beban berkisar Ratusan Watt.
                                  2. Switch - Switch merupakan jenis atau model saklar kecil dan didesain tidak untuk kebutuhan listrik bertenaga besar. Switch ini banyak dipergunakan pada jenis Perangkat Digital termasuk Televisi.
                                  Bentuk Gambar dan Symbol Saklar TV
                                  Saklar TV

                                    Rotary Switch

                                    Rotary Switch adalah sebuah Saklar Putar secara Manual. Rotary Switch ini mempunyai 1 atau 2 buah Titik kontak Sentral ke beberapa beberapa Titik kontak lainnya. 
                                    Model dan Jenis Saklar - Rotary Switch (Saklar Putar)
                                    Rotary Swich
                                    Penggunaan Rotary Switch ini banyak di pergunakan pada jenis Adaptor Dinamis dan/atau Power Supply Dinamis yang mempunyai Tegangan yang bisa disesuaikan. Rotary Switch ini banyak juga terdapat pada Kipas Angin yang menggunakan saklar manual.
                                    Perangkat Saklar dan Timer Manual untuk Kipas Angin
                                    Bentuk Saklar dan Timer Manual

                                    Saklar jenis Timer

                                    Timer adalah sebuah Saklar dengan Fungsi: Mematikan/Memutuskan Arus listrik dengan Tenggang Waktu yang telah di tentukan sebelumnya. Timer mempunyai 2-jenis umum, yaitu;
                                    1. Timer Manual
                                    2. Timer Elektronik/Digital
                                    Tenggang waktu yang terdapat pada Timer Manual tersebut umumnya 1 Menit hingga 2-Jam, sedangkan Timer jenis Elektronik atau Digital umumnya mempunyai tenggang waktu lebih lamam berkisar dari 1 Menit hingga 12 Jam-an atau bahkan lebih.

                                        Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo)

                                        Transformator atau di singkat Trafo ini, adalah perangkat yang berfungsi sebagai penyesuai tegangan listrik. Sebuah Trafo di buat menggunakan Kawat email (kawat yang dilapisi dengan lapisan tertentu) kemudian di lilit pada sebuah Inti Batang besi lunak (Current), dan mempunyai 2 sisi kumparan, yang disebut dengan Kumparan Primer (Input) dan Kumparan Sekunder (Output).

                                        Jenis dan Model Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply

                                        Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
                                        Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan Primer)

                                        Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
                                        Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan)

                                          Perangkat Elektronik/Listrik yaitu: Trafo atau lebih lengkapnya disebut dengan "Transformator" ini adalah berfungsi utama sebagai Penyesuai, baik Tegangan maupun Impedansi. Ada banyak sekali jenis Trafo yang dipergunakan pada rangkaian elektronik ataupun listrik sesuai dengan kebutuhannya. Trafo yang Umum terdapat/digunakan pada rangkaian Elektronik ataupun Listrik itu antara lain, yaitu:

                                          1. Trafo Adaptor - Trafo Adaptor adalah Trafo penyesuai untuk Tegangan Rendah berkisar dari: 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V hingga 13.8V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 5Ampere. Untuk penggunaan Umum, seperti: Percobaan rangkaian Elektronika, Radio dll. Trafo Adaptor ada juga menggunakan Tegangan 12V hingga 24V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 3Ampere, untuk penggunaan semisal: Perangkat Booster TV, Mixer Audio dll.
                                            2. Trafo Regulator/Power Supply - Trafo yang digunakan sebagai Power Supply pada Perangkat Elektronik Digital. Trafo jenis ini banyak di gunakan pada rangkaian AC-Matic pada Perangkat TV/DVD/VCD-Player/Digital Receiver dll.
                                            Perbedaan Jenis dan Model Trafo Power Supply Elektronika/TV
                                            Trafo dan Toroidal Trafo untuk Power Supply
                                            3. Trafo Step-Up/Down - Trafo Step-Up ini adalah Trafo Penaik Tegangan dari Tegangan 100V | 110 | 120 menjadi 200V | 220V | 240V sesuai dengan Kebutuhan, sedangkan Trafo Step-Down adalah: Mempunyai fungsi sebaliknya, yaitu: sebagai Penurun Tegangan. sebagai contoh: Tegangan AC 220V sebagai Input pada Kumparan Primer, maka Tegangan yang keluar (Output) pada Kumparan Sekunder akan menurunkan Tegangan menjadi 100V | 110V | 120V dan seterusnya, tegangan maksimal yang keluar inipun, tergantung dari spesifikasi dari Trafo Step-Up/Down tersebut.

                                            Dengan Fungsi kebalikannya, Trafo Step Down berfungsi menurunkan tegangan, semisal: 220V menjadi 100V / 110V / 120V saja.
                                            Jenis Trafo Penaik dan Penurun Tegangan (Step Up/Down Transformer)
                                            Trafo Step Up/Down
                                            4. Trafo penyesuai Impedansi - Sering di temukan pada rangkaian "Power Amplifier model lama", yaitu terdiri dari: Transformator Input (TI) dan Transformator Output (TO), umum ditemukan pada perangkat Pengeras Suara jenis Corong.
                                            Jenis Model Trafo Output dan Input untuk Impedence
                                            IT (Trafo Input) dan OT (Output Trafo) 
                                            5. Trafo IF (Intermediate Frequency) - Trafo IF ini berbeda dengan kebanyakan Trafo Daya / Power , jenis Trafo IF ini banyak terdapat pada Rangkaian Penala Audio maupun Video baik pada Pemancar (TX - Transmitter) maupun Penerima (RX - Receiver) Gelombang / Frekwensi Radio.

                                            Bentuk Trafo IF ini umumnya terbungkus body Seng dengan Trimer berupa Ferit di bagian atasnya.
                                              Sebenarnya masih banyak sekali Jenis dan Macam dari Trafo tsb yang terdapat pada rangkaian elektronika, baik sebagai Adaptor, Power Supply, Power Switching, Power Regulator pada Intinya adalah Tetap menggunakan jenis Trafo ini meskipun dengan Jenis, Bahan serta Bentuk ukuran yang berbeda beda pula.

                                              Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 2)

                                              Pada halaman sebelumnya: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1), Lilitan Primer dihubungkan langsung ke Jaringan Lisrik AC 220V, sedangkan Lilitan Sekunder adalah Tegangan Output yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perangkat elektronik yang akan digunakan, lihat gambar di bawah:
                                              Merakit Adaptor Sederhana,Petunjuk, Gambar, Komponen Lengkap
                                              Trafo Engkel - 350mA (0.35 Ampere)
                                              Tampak terlihat pada gambar, 7 Pin yang terdapat pada Trafo 350mA (0.35A) ini, yaitu: 0V | 3V | 4.5V | 6V7.5V | 9V | 12V. Tegangan tersebut masih berupa Tegangan Bolak Balik / AC (Alternating Current) maka untuk menjadikannya searah, diperlukan Penyearah Arus berupa Dioda dan Filter Tegangan berupa Electrolyte Condensator (elco), lihat gambar di bawah ini:
                                              Belajar Merakit Adaptor Sederhana, Keterangan berserta Gambar Lengkap
                                              Skema Penyearah Arus dan Filter Tegangan pada Rangkaian Adaptor Sederhana
                                              Perhatikan Titik Biru pada gambar di atas, Switch Tegangan di maksudkan adalah meletakan pada Posisi Tengangan yang di inginkan, sebagai contoh: Pin 3V.. jika perangkat tersebut hanya membutuhkan DC 3 Volt saja, begitu juga dengan pin tegangan yang lainnya.

                                              Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                                              Halaman ini hanyalah Informasi tambahan saja, terkait: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana, Adaptor seperti ini, bisa digunakan untuk 'Praktikum' ataupun sebagai bahan percobaan untuk rangkaian elektronik berdaya rendah, seperti; Rangkaian Lampu LED (Light Emitting Dioda), Radio Transistor, Mp3 Player dan beragam rangkaian lain yang mempergunakan Watt / Tegangan rendah (kecil).

                                              Mengingat Trafo 350mA (0.35A) ini cukup Kecil, mungkin ini adalah Trafo dengan Ampere  (kuat arus) paling rendah yang dijual di pasaran, karenanya hanya dipergunakan pada Perangkat Elektronik / Listrik yang berdaya (Watt) rendah / kecil saja. Semakin Besar Daya (Watt) yang digunakan maka semakin Cepat Panas pula Trafo tersebut.

                                              Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                                              Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan Trafo 350mA
                                              Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Primer (Input AC: 0 ~ 220V)
                                              Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Primer) untuk Tegangan Input AC 0 ~ 220V.
                                              Belajar Merakit Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA
                                              Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Sekunder (Output AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V)
                                              Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Sekunder) untuk Tegangan Output: AC 0 ~ 12V.
                                              Tegangan Output (Sekunder) yang terdapat pada Pin Trafo tersebut adalah AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V, Tegangan ini masih berupa Tegangan Arus Bolak Balik / AC (Alternating Current), yang harus diratakan dulu menjadi DC (Direct Current) untuk Penggunaan sebagai ADAPTOR pada Umumnya.