2.21.2018

Trend Pergerakan Harga Mata Uang Asing Trading Forex (Hal 15)

3 Model Grafik/Chart di MetaTrader (MT4/MT5) yang dapat digunakan untuk mengamati pergerakan Harga di pasar Mata Uang asing ini, yaitu: Bar Chart, Candle Stick dan Line Chart, namun yang paling umum di pergunakan adalah model: Candle Stick chart.

Model Candlestick chart ini berupa Balok/Lilin yang tampak pada Window di MetaTrader. Tampilan berupa balok atau lilin ini berbeda beda, dengan "Penamaan" yang beragam pula, sseperti: Morobozu, Doji Star, Hammer, Hanging man dll, begitu pula dengan "Susunan" berbeda beda pula, yang mengindikasikan Situasi dan Kondisi Pasar pada saat itu. Pengamatan dengan Metode ini di sebut: Analisa Teknikal serta menggunakan beragam Indikator yang tersedia pada MetaTrader tersebut.

Tampilan dasar CandleStick adalah berbentuk balok/lilin berwarna Hitam, yang menunjukan pergerakan harga sedang Naik (Bullish), sedangkan balok/lilin yang berwarna Putih menunjukan harga sedang bergerak Turun (Bearish). Tinggi dan Rendahnya pergerakan Harga tersebut akan terlihat pada seberapa panjang bentuk dari balok/lilin tersebut.

Mengenal Trend Pergerakan Harga di Metatrader Forex dengan Candlestick Chart 

Pergerakan Bullish/Bearish Candle Stick MetaTrader
Pergerakan Harga di MetaTrader menggunakan Candle Stick chart
Pada titik (a) gambar di atas, terlihat harga merangkak Naik menuju ke titik (b), kondisi ini disebut dengan "Bullish (Bull - Banteng dengan karakter Tandukan ke Atas)", pergerakan kemudian terhenti pada titik (b), yang berarti titik (b) tersebut adalah puncak "trend" pada saat itu, maka "market" akan kembali bergerak Turun hingga mencapai titik (c), kondisi ini disebut dengan "Bearish (Bear - Beruang dengan karakter Mencakar ke Bawah)".
  1. Model Chart: Bar chart / CandleStick / Line chart
  2. Zoom In/Out - Memperbesar atau Memperkecil tampilan Window Chart/Grafik
  3. Time Frame - Pilihan skala Waktu yang di Inginkan.
Buy - ketika harga bergerak Naik (bullish) maka trader akan mendapatkan Keuntungan (Profit), namun jika harga bergerak sebaliknya (turun/bearish) maka trader akan mendapatkan Kerugian (Loss). Harga bergerak Naik terlihat pada Window berupa balok/lilin dengan body Hitam (lihat pada gambar di atas!).

Sell - ketika harga bergerak Turun (bearish), maka trader akan mendapatkan Keuntungan (Profit), namun jika harga bergerak sebaliknya (naik/bullish), maka trader akan mendapatkan Kerugian (Loss). Harga bergerak Turun terlihat pada Window berupa balok/lilin dengan body Putih. (lihat pada gambar di atas!).
Trader adalah Pelaku Pasar, sehingga Keuntungan (Profit) ataupun Kerugian (Loss) di dapatkan seketika itu juga (Real Time), oleh karena itu , Kecermatan Analisis, Pengalaman Psikologi Trading, Manajemen Resiko akan berperan sangat penting bagi seorang Trader, terutama Trading Manual (trader yang melakukan eksekusi sendiri/mandiri).
Trading Forex merupakan Investasi yang mempunyai Resiko cukup Tinggi, Keuntungan dan Kerugian akan di dapat secara "Real Time". Seorang Trader dapat melakukan latihan pada "Akun Demo" terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk masuk ke "Akun Real", anda juga dapat menguji skill trading anda, dengan mengikuti "Kontes - Kontes" di akun Demo (hadiah yang di dapatkan adalah "Real" yang dapat di jadikan sebagai Modal Trading anda), yang di sediakan oleh beberapa "Broker" Forex ternama, seperti: InstaForex, FBS, DLL
Hampir di setiap Broker Forex, menyediakan "Panduan" untuk  Mengenal/Belajar Forex ini, meski untuk "Pemula" sekalipun, yang dapat di akses di halaman website Broker forex yang bersangkutan.

Penggunaan Platform Metatrader untuk Transaksi / Trading Forex (Hal 14)

Untuk memantau pergerakan "Pasar Mata Uang Asing", maka dipergunakan sebuah Grafik. MataTrader (MT) merupakan platform Trading Terminal yang paling Populer dipergunakan oleh para Trader untuk memantau pergerakan Mata Uang Asing tersebut secara Online. Menggunakan MetaTrader ini, memungkinkan Trader masuk ke Pasar Mata Uang Dunia, melalui salah satu Broker (Penghubung antara Trader ke Pasar Mata Uang Dunia).

Beberapa Broker mungkin menyediakan Instrument Trading selain FOREX, seperti: GOLD (emas), SILVER (perak) dan Komoditi lainnya, seperti: OIL (minyak mentah) dll.

Metatrader Platform Trading Forex

Mengenal Fitur Penting pada Trading Terminal MetaTrader
Fitur Utama pada MetaTrader / Trading Terminal
Gambar di atas merupakan sebuah Gambaran "Fitur Utama" pada Trading Terminal / MetaTrader, dengan penjelasan sebagai berikut:
  1. Market Watch - Fitur / Kolom beriskan "Instrument Trading" yang disediakan oleh "Broker" tersebut, Instrument Trading yang paling Utama adalah "Pairs (pasangan) Mata Uang Asing (Valuta Asing/Valas), seperti: EUR/USD, GPB/USD, USD/JPY dan lain lain. Pergerakan Mata Uang Asing yang setiap saat selalu Fluktuatif (berubah-ubah) dapat dilihat / di pantau pada sebuah "Bar Chart" (No. 4 pada gambar di atas adalah menunjukan Bar Chart dengan model: Candle Stick chart.
  2. Navigator - Fitur / Kolom berisikan "Form Login" Akun dan Instrument pembantu, seperti: Indikator, Expert Advisor dll.
  3. Terminal - Fitur / Kolom berisikan Informasi Pasar dan Kondisi Akun Trading serta beberapa Laporan lain terkait lainnya.
  4. Chart - Pergerakan Kondisi Pasar, Chart pada MetaTrader mempunyai 3 Model Chart, yakni: 1. Bar Chart, 2. Candle Stick (model chart sebagaimana terlihat pada gambar di atas), 3. Line Chart.
  5. Indikator - Indikator merupakan Tool yang tersedia pada platform MetaTrader yang dapat di pergunakan untuk membantu "Analisis Teknikal" pergerakan Instrument Trading terutama Mata Uang Asing (Forex) ini.
  6. Indikator - 2 Indikator yang digunakan pada gambar di atas adalah: 1. Indikator atas: Stochastic dan RSI sedangkan yang ke 2. menggunakan Indikator "William's Percent Range", penggunaan Indikator tersebut dapat di pilih oleh Trader berdasarkan Pengalaman dan Pengetahuan Trader itu sendiri.

Gambaran Sederhana dari "Trading Forex" ini adalah:

  • Membuka Posisi Beli (Buy) dan melakukan Jual (Sell) ketika harga lebih "Tinggi" dari Posisi Beli (Buy), sehingga Trader dapat menghasilkan Profit (keuntungan/laba), namun sebaliknya jika posisi  Jual (Sell) ketika harga lebih "Rendah" dari Posisi Beli (Buy), maka Trader akan mendapatkan Loss (Rugi), besar kecilnya kerugian tergantung dari jumlah "Pips dan Lots" yang digunakan..
Forex merupakan Perdagangan, di mana yang jadi objek perdagangan tersebut adalah "Pasangan Mata Uang Asing" tertentu, yakni: Pasangan Mata Uang dari Negara negara yang sudah Maju Perekonomiannya, seperti: Amerika Serikat (USD), Eropa (Euro), Jepang (Yen), New Zealand (NZD), Swiss (CHF) dan Canada (CAD), yang merupakan Negara negara Maju dengan Perekonomian terkuat di Dunia.

Karena Forex merupakan Perdagangangan Mata Uang Asing Dunia, maka beberapa Faktor yang terjadi di Negara negara tersebut dapat mempengaruhi kekuatan Mata Uang Negara tersebut terhadap Mata Uang Negara yang menjadi Pasangannya. Beberapa Faktor di antaranya adalah: PolitikEkonomi, Tingkat Suku Bunga Bank dll. Oleh karena itu di perlukan Analisa untuk mengamati "Pergerakan Pasangan Mata Uang Asing" ini,


Pergerakan (Naik/Turun) Harga/Nilai Pasangan Mata Uang asing tersebut akan menjadikan "selisih harga" (nilai tukar), yang berarti harga bisa jadi Lebih Tinggi atau bahkan juga menjadi Lebih Rendah. Pergerakan Harga ini dapat menghasilkan Keuntungan ataupun Kerugian bagi Pelaku Pasar (Trader). Pergerakan Harga pada Window di MetaTrader (MT4 / MT5) di pantau menggunakan 3 Jenis grafik (chart), yaitu:

3 Model Grafik di MetaTrader - BAR CHART, CANDLE STICK,  LINE CHART

Jenis Bar Chart, Candle Stick, Line Chart di MetaTrader (MT4/MT5)
3 Jenis / Model Chart di MetaTrader (MT4 / MT5) - Trading Terminal
  1. Bar Chart - Model "Bar Chart" ini menampilkan grafik Pergerakan Harga, dan terlihat seperti Bar yang berurutan (tersambung/tersusun).
  2. Candle Stick - Model "Candlestick" merupakan Chart / Grafik  ini menampilkan grafik Pergerakan Harga, dan terlihat seperti Balok atau Lilin yang tersusun naik/turun berurutan. Model Candle Stick ini yang paling populer di pergunakan, karena lebih mudah di pahami. Untuk merubah tampilan Warna dll, klik Kanan pada Window, kemudian pilih: Properties (F8), lakukan perngaturan sesuai dengan yang di kehendaki.
  3. Line Chart - Model "Line Chart" ini menampilkan grafik Pergerakan Harga berbentuk Garis Naik Turun.
Pergerakan Harga yang Turun/Naik (Fluktuatif) dan Tinggi/Rendah nya Grafik yang terlihat pada Window di MetaTrader ini menunjukan "Kondisi Pasar" mata uang saat itu. Pada model "Candle Stick" chart, terlihat balok / lilin yang mempunyai Ukuran panjang yang berbeda beda.

Pergerakan Harga yang Bergejolak umum terjadi ketika rilis "Berita berita Penting" di rilis oleh negara yang bersangkutan, terkait Kebijakan Ekomomi dan Moneter, seperti: Non Farm Payroll (di Amerika), Suku Bunga Bank DLL, hal ini akan ditanggapi secara beragam oleh Pelaku Pasar (trader) Forex ini, dan pada Metatrader akan terlihat pergerakan harga yang begitu cepat pada situasi dan kondisi yang seperti itu.

2.20.2018

Analisis / Landasan Fundamental Trading Forex (Hal 13)

Analisa Fundamental pada "Trading Forex" adalah dengan cara: Mengamati apa apa saja Faktor yang dapat mempengaruhi Perekonomian pada suatu Negara. Ada cukup banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga di Pasar Mata Uang Asing (Forex) ini. Kondisi Politik dan Perekonomian suatu Negara, merupakan salah satu yang menjadi Indikator Pergerakan Harga Pairs (pasangan) Mata Uang Asing yang di perdagangkan pada "Pasar Forex" tersebut, atau dengan kata lain, merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi Turun Naik nya Mata Uang Negara yang bersangkutan.

Analisa Fundamental Trading Forex

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara tersebut, bisa disebabkan oleh: Kebijakan Pemerintah di negara tersebut, Politik serta beberapa Indikator Penting (utama) lainnya, yaitu:
  • GNP (Gross National Product) - Pendapatan Nasional Bruto (PNB) artinya: Jumlah keseluruhan baik berupa "Barang" ataupun "Jasa" yang dihasilkan oleh Penduduk negara tersebut, baik di dalam maupun di luar negaranya.
  • GDP (Gross Domestic Product) - Pendapatan Domistik Bruto (PNB) artinya: Jumlah keseluruhan baik berupa "Barang" ataupun "Jasa" yang dihasilkan oleh Perusahaan kepunyaan negara tersebut atau Perusahaan Asing yang ada di negara tersebut.
  • Inflation - Inflasi adalah Peningkatan tingkat harga secara umum dalam suatu perekonomian negara, yang di akibatkan oleh:  1. Kelebihan Permintaan 2. Meningkatnya biaya faktor input.
  • BOP (Balance of Payment) - Neraca Pembayaran Internasional adalah "Catatan semua Transaksi Internasional" meliputi: Perdagangan, Keuangan dan Moneter antar Penduduk suatu negara dengan Penduduk negara lainnya dalam suatu Periode
  • Interest Rate - Tingkat Suku Bunga nominal suatu negara yang Naik lebih tinggi dari negara lainnya akan menyebabkan para Pemodal/Spekulan tertarik untuk menginvestasikan modal/dana kepunyaanmya pada Mata Uang negara tersebut.
Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)
Platform Metatrader
Selain beberapa Indikator-indikator tersebut di atas, masih banyak lagi Indikator-indikator yang berpengaruh terhadap pergerakan Mata Uang pada suatu Negara yang bersangkutan, sehingga Indikator-indikator tersebut di atas dapat dijadikan suatu Landasan atau Analisa Fundamental pada Valuta Asing / Trading Forex ini.

Landasan / Analisis Teknikal Trading Forex (Hal 12)

Jika pada Landasan / Analisa Fundamental menitik beratkan pada pengamatan secara "Makro" tentang Faktor faktor: Ekonomi, Industri, Politik dll, yang pada selanjutnya dapat mempengaruhi pergerakan harga pada Pasar Uang/Valuta Asing ini, sedangkan "Analisa Teknikal" adalah banyak menitik beratkan pada "Pengalaman maupun dengan Perhitungan secara "Matematis".

Pada MetaTrader (Trading Terminal) pada kolom "NAVIGATOR" terdapat Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk Menganalisa pergerakan harga di pasar Mata Uang Asing (Forex) ini. Penggunaan Indikator dapat membantu seorang Trader untuk menentukan "Order (BUY/SELL)" pada Pasangan (pairs) Mata Uang Asing yang di inginkan. 


Analisa menggunakan Indikator indikator yang tersedia pada platform MetaTrader (MT4 / MT5) ini, disebut dengan Landasan/Analisis Teknikal pada Trading Forex. Beberapa model Indikator yang sering digunakan, di antaranya adalah: Bolinger Band yang berbentuk seperti sebuah Gelombang, menujukan besar kecilnya minat pasar terhadap pasangan Mata Uang tersebut, Stochastic yang berbentuk naik turun yang mengindikasikan Titik jenuh JUAL/BELI atau KOREKSI harga yang terjadi.

Landasan / Analisis Teknikal Trading Forex

Mengenal Indikator MetaTrader untuk Analisa Teknikal Trading Forex
Indikator Bolinger Bands & Stochastic MetaTrader (MT4/MT5) Platform

Beberapa Landasan / Analisis Teknikal pada Trading Forex

Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)


Beberapa Analisa Teknikal yang dapat digunakan, sebagai contoh:

  1. Harga yang bergerak dalam suatu arah (trend) tertentu dan akan berlanjut beberapa saat sebelum market berbalik arah.
  2. Pergerakan pasar dapat di prediksi karena pergerakan harga mengikuti arah tertentu (trend)
  3. Market yang bergerak dari dasar (titik terendah) cenderung akan berbalik arah, akan lebih mudah di amati pada grafik.
 Jenis Grafik yang digunakan pada pada "Analisa Teknikal" adalah:
  1. Bar Chart - Grafik yang berbentuk Bar tegak lurus pada Platform Trading yang menggambarkan harga Tertingg (High Price) dan harga Terendah (Low Price)
  2. Candlesticks Chart - Model ini berbentuk seperti balok atau lilin dengan body berwarna Hitam dan Putih dengan panjang, pendek serta pola yang sangat beragam
  3. Line Chart - Model ini membentuk garis turun naik mengikuti pergerakan harga yang terjadi.
 Model Kuantitatif yang umum di pergunakan pada Analisa Teknikal adalah:
  1. Bollinger Bands - Model Indikator berbentuk seperti sebuah Gelombang yang terdiri dari 3 Level garis Gelombang, Lower, Middle dan Upper Band, menujukan besar kecilnya minat Pasar terhadap pasangan Mata Uang tersebut
  2. ZigZag - Model Indikator yang berbentuk trek Naik Turun dengan ujung yang berbentuk Lancip, Puncak atau Ujung yang bebentuk lancip ini menujukan akhir Trend yang terjadi pada saat itu.
  3. Stochastic - Model Indikator dengan skala 0 hingga 100 dengan area -20 adalah area "OverSold" dan +80 adalah area "OverBought".
  4. RSI (Relative Strength Index) -  Model Indikator yang bekerja hampir sama dengan Indikator Stochastic dengan skala 0 hingga 100, dimana -30 adalah area "OverSold" dan +70 adalah area "OverBought".
  5. MA (Moving Average) - Model Indikator MA ini mengindikasikan pergerakan / arah trend yang terjadi.
Metode "Analisa Teknikal" ini adalah cenderung untuk menggunakan: Indikator Grafik, Pengalaman serta Perhitungan Sistematis. Analisa Teknikal menggunakan Indikator ini dapat membantu seorang Trader untuk mengamati Arah dan Pergerakan Harga Mata Uang Asing pada Pasar Forex ini.

Analisa Teknikal menggunakan beragam Indikator yang tersedia pada MetaTrader tersebut hanyalah sebagai tool pembantu, yang mungkin tidak 100% sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi, namun indikator indikator tersebut akan sangat berguna ketika pasar sedang Normal.

Penggunaan Trailing Stop (TS) di Metatrader Trading Forex (Hal 11)

Trailing Stop (TS) ini adalah dengan cara menaikan Stop Loss nya (SL) otomatis secara bertahap, ketika posisi/pergerakan "Mata Uang" mencapai suatu titik tertentu dan mulai berbalik arah.. sehingga dapat "Melindungi" Profit (keuntungan)  yang sudah di dapat.

Penggunaan "Trailing Stop (TS)"  dapat di lakukan pada "Kondisi Trading sedang Terbuka", dengan cara: Klik kanan pada "Order" yang sedang berjalan, kemudian pilih: Trailing Stop sesuai dengan yang di inginkan.

Fungsi Trailing Stop sebagaimana telah di katakan di atas, yakni: Untuk melindungi Profit yang di dapat ketika "Market Berbalik arah", sebagai contoh: pada posisi Order: BUY (beli) dengan "Trailing Stop" adalah "15 Poin (15 Pips ) - Minimum Trailing Stop adalah 15 Poin), kemudian Market bergerak Naik di atas dari 15 Point (15 pips) dan terus bergerak naik hingga 100 Point (100 Pips),  maka Trader akan mendapatkan "Profit" sebesar 100 poin/pips x jumlah Lot yang digunakan, namun beberapa saat kemudian "Market berbalik Arah (TURUN)" sebesar 15 Poin/Pips maka secara "Order" secara otomatis akan tertutup, sehingga Profit yang di dapatkan adalah 85 Poin x Lot yang di pergunakan.

Penggunaan Trailing Stop (TS) di Metatrader Trading Forex

Panduan Cara Pengaturan Trailing Stop (TS) di MetaTrader
MetaTrader (Trading Terminal)
Contoh Penggunaan Trailing Stop (TS)

 Set "Trailing Stop (TS)" pada Point tertentu, dengan cara: Klik kanan pada Order, kemudian pilih: "Trailing Stop" selanjutnya pilih lagi tingkat Points yang di inginkan, sebagai contoh: 15 Points, maka apabila nilai Profit sudah melebihi 15 Points (yaitu: 16 Points), maka fungsi "Trailing Stop (TS)" ini akan aktif, namun jika belum mencapai/menyentuh +16 maka "Tailing Stop (TS)" kondisi belum aktif.
 Sebagai Contoh: Set "Tailing Stop (TS)" pada angka 20 points, kemudian si Trader melakukan "Open Buy" pada harga 1.3000, kenudian market bergerak Naik pada posisi 1.3012, maka Trailing Stop (TS) akan Aktif, dengan cara: Menghentikan "Stop Loss (SL)" secara otomatis pada harga 1.3001. Jarak pada 20 Points adalah maksimal pembatasan dari Potensi Loss dari si Trader, yaitu: 1.3021 - 20 Pips = 1 Pips, sehingga dapat melindungi Profit yang sudah di dapatkan dari posisi sebaliknya atau Loss di atas dari nilai 20 pips tersebut.
Jika market bergerak Naik dari 1.3000 ke 1.3030, maka posisi "Stop Loss (SL) secara otomatis akan naik juga menjadi 1.3010 (mengikuti 20 point dari "Trailing Stop (TS) "tersebut, dan begitu seterusnya.

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) pada Trading Forex (Hak 10)

Stop Loss (SL) adalah digunakan untuk Membatasi Potensi Kerugian yang di dapat sewaktu Trading, sedangkan "TP (Take Profit)" adalah Batasan maksimal Keuntungan yang di dapat pada sewaktu Trading.

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) pada Trading Forex

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) sewaktu Trading Forex adalah dengan melakukan "setingan pada Kolom: SL/TP" pada platform trading baik menggunakan "Marketiva, Meta Trader 4 / 5, itc4 (Instaforex trading platform) " dll.
Cara Pengaturan Take Profi (TP) dan Stop Loss (SL) Trading Terminal Forex
Penggunaan Take Profit (TP)/Stop Loss (SL) MetaTrader (Trading Terminal) fOREX
Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) harus mengunakan "Nilai yang Sama", artinya: ketika "open buy" menggunakan nilai 50 Pips, maka ketika Mata Uang yang di tradingkan Naik (TP - Take Profit) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis, begitu pula sebaliknya, ketika Mata Uang yang di tradingkan Turun (SL - Stop Loss) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis.
Gambar di atas merupakan contoh Penggunaan "Take Profit (TP)" Garis Merah putus putus adalah "Garis TP (Take Profit)" yang sudah di buat,  Candle Stick terakhir (yang berwarna Merah) adalah menunjukan "koreksi harga" dan bergerah ke bawah, Opsi yang di pilih adalah: SELL (jual), sehingga ketika harga terus bergerak ke bawah, maka akan Trader akan mendapat Profit (keuntungan), jika harga terus turun hingga menyentuh/melewati garis merah putus putus tersebut, maka Posisi akan menutup secara Otomatis. pada kolom di bawah merupakan sebuah "Posisi Terbuka" atau Eksekusi sedang berjalan, pada bagian yang dilingkari warna merah terlihat "Profit" masih minus $ 0.46 dan juga di sebabkan "Spread" yang cukup tinggi antar kedua Mata Uang (GPBB/JPY) tersebut.

Harga harus melewati "Garis Merah putus putus" tersebut, di karenakan ada "Spread' yang terjadi sewaktu "Order/Open Posisi" tersebut.

Contoh Penggunaan SL/TP untuk Trading Forex

Pada platform trading, pilih Mata Uang yang akan di Tradingkan, kemudian lakukan "Open Buy" atau Open Sell" (New Order) seperti biasa, sebagai contoh:
  1. GPB/USD = Bid (Sell) 1.5070 / ASK (Buy) 1.5073 (selisih/spread 3 pips), kemudian ketika perkiraan "GPB akan Menguat (Naik) terhadap USD", maka pilihlah "Open Buy" atau posisi beli.
  2.  Isikan pada kolom "Stop Loss" dan "Take Profit" dengan Nilai yang Sama, misalnya: Stop Loss = 50 pips dan Take Profit = 50 pips, jadi Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020/ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123. 
  3. Ketika Market bergerak Naik hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5123 sebagaimana poin di atas -> ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123, maka trader akan mendapatkan keuntungan (Profit) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis", begitu pula sebaliknya
  4. Ketika Market bergerak Turun hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5020 sebagaimana poin di atas -> Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020, maka trader akan merugi (Loss) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis".

Lihat gambaran Pengaturan SL/TP sebagaimana berikut di bawah ini:

 Posisi: OPEN "BUY"

Contoh Mudah Penggunaan dan Seting SL / TP pada Platform Trading Forex
Mengatur Posisi Open Buy
  • Contoh di atas adalah untuk posisi "Open Buy" dimana mengharapkan Market akan bergerak Naik
  • Pasangan (Pair) Mata Uang yang di Tradingkan pada contoh di atas adalah: AUD/NZD pada posisi: AUD 1.0534/NZD 1.0546, maka AUD 1.0534 - 50 pips = 1.0484 (Stop Loss)/kemudian NZD 1.0546 + 50 pips = 1.0596 (Take Profit)
  • Jika market bergerak "NAIK" sebesar 50 pips dari 1.0546 menjadi , 1.0596 trader akan mendapatkan "PROFIT/UNTUNG" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.
  • Jika Market bergerak Turun, 50 pips dari 1.0534 menjadi , 1.0484 trader akan "LOSS/MERUGI" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.

Posisi: OPEN "SELL"

Posisi: Open "Sell' berlawanan dengan Posisi: Open "Buy". Posisi Open Sell mengharapkan Market akan bergerak Turun agar mendapatkan Profit (Untung).

Mengatur Posisi Open Sell
  • Contoh di atas adalah untuk posisi "Open Sell" dimana mengharapkan Market akan bergerak Turun agar mendapatkan "Profit".
  • Pasangan (Pair) Mata Uang yang di Tradingkan pada contoh di atas adalah: AUD/NZD pada posisi: AUD 1.0534/NZD 1.0546, maka AUD 1.0534 + 50 pips = 1.0584 (Stop Loss)/kemudian NZD 1.0546 + 50 pips = 1.0496 (Take Profit)
  • Jika market bergerak "TURUN" sebesar 50 pips dari 1.0546 menjadi , 1.0496 trader akan mendapatkan "PROFIT/UNTUNG" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.

Penggunaan "Click and Drag" untuk Pengaturan instan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) 

    Penggunaan "Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) juga dapat di lakukan langsung pada Window Trading Terminal tersebut, dengan cara "Click and Drag", sehingga Eksekusi harga dapat di lakukan secara cepat 
    Penggunaan "Click and Drag" ini adalah dengan "Eksekusi Langsung/Pending Order" pada harga yang berjalan, selanjutnya pada "Posisi yang sudah Terbuka", Klik tepat pada "Garis" order untuk membuat "Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL)" sesuai dengan yang di inginkan.
    Order/Open Posisi berupa "Garis Hijau putus putus", sedangkan Take Profit (TP) akan terlihat berupa "Garis Merah putus putus" pada Window Trading Terminal (MetaTrader) tersebut.
    Panduan Cara menggunakan SL/TP "Klik dan Drag" pada MetaTrader
    Contoh Penggunaan TP (Take Profit) / SL (Stop Loss) "Klik dan Drag" di MetaTrader (Animasi Gif)
    Klik BUY, kemudian Drag (tekan dan tahan selajutnya tarik keatas di mana posis Buy ke target Profit yang di inginkan, Besar Kecilnya Profil yang di dapat tersebut di atas akan ditentukan oleh: Besar/Kecilnya "Lot (Volume)" yang di pergunakan, juga seberapa besar pergerakan "Pips (poin)" yang terjadi (dapat terpantau pada grafik window di MetaTrader tsb).

    Penggunaan, Pengaturan dan Perhitungan Jumlah Lot Forex (Hal 9)

    Penggunaan SL / TP Trading Forex pada dasarnya mengunakan "Nilai yang Sama", artinya: ketika "Open Buy" menggunakan nilai 50 Point/Pips, maka ketika Mata Uang yang di tradingkan Naik (TP - Take Profit) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis, begitu pula sebaliknya, ketika Mata Uang yang di tradingkan Turun (SL - Stop Loss) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis. Untuk melakukan perubahan SL/TP ini, anda dapat menggunakan metode "Click and Drag".

    Penggunaan "Click and Drag" ini dapat dilakukan untuk "Eksekusi Langsung maupun Pending Order" pada harga yang berjalan, selanjutnya pada "Posisi yang sudah Terbuka", Klik tepat pada "Garis" order untuk membuat "Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL)" sesuai dengan yaang di inginkan, sehingga proses ekseskusi dapat dilakukan lebih cepat.

    Cara Pengaturan SL/TP dan Menghitung jumlah Volume/Lot

    Besaran pada Volume/Lot yang di tradingkan adalah berdasarkan Modal dan Margin serta Leverage, lihat halaman sebelumnya pada: "Penggunaan Margin dan Leverage" pada halaman tersebut juga terdapat keterangan bahwa:

    Modal
      Quantity Contract Size 
      Pergerakan Pips / Point 
    $ 5
    $100
    $ 0.01
    $100
    $2.000
    $0.2
    $500 (Mini Akun)
    $ 10.000
    $ 1
    $5000 (Regular Akun)
    $100.000
    $ 10
    Dan Seterusnya


    Contoh Penggunaan Volume / Lot

    Mneghitung Besaran Profit dan Loss (SL / TP) dan Volume atau Lot
    Gambar diatas menunjukan eksekusi "Open Buy" dan mengharapkan Market akan bergerak Naik untuk mendapatkan "Keuntungan' dengan Nilai yang telah ditentukan sendiri yaitu: sebesar 50 pips, maka prosesnya adalah:
    1. GPB/USD = Bid (Sell) 1.5070 / ASK (Buy) 1.5073 (selisih/spread 3 pips), kemudian ketika perkiraan "GPB akan Menguat (Naik) terhadap USD", maka pilihlah "Open Buy" atau posisi Beli.
    2. Isikan pada kolom "Stop Loss" dan "Take Profit" dengan Nilai yang Sama, misalnya: Stop Loss = 50 pips dan Take Profit = 50 pips, jadi Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020/ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123.
    3. Ketika Market bergerak Naik hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5123 sebagaimana poin di atas -> ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123, maka trader akan mendapatkan keuntungan (Profit) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis", begitu pula sebaliknya.
    4. Ketika Market bergerak Turun hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5020 sebagaimana poin di atas -> Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020, maka trader akan merugi (Loss) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis".

    Perhitungan menggunakan Volume / Lot

    Berdasarkan keterangan di atas, bahwa apabila Market bergerak Naik sebesar 50 Pips maka Trader akan mendapatkan Profit (Keuntungan) sebesar 50 Pips tersebut. Nilai dari 50 Pips tersebut akan berbeda beda hasilnya, tergantung “Volume/Lot” terpasang pada platform trading, seperti Contoh:
    1. Jika menggunakan “Volume/Lot” 0.05, maka perhitungannya adalah: 0.05 x 50 (Pips) = 2,5 artinya Trader mendapatkan Profit sebesar  $ 2,5
    2. Jika menggunakan “Volume/Lot” 0.10, maka perhitungannya adalah: 0.10 x 50 (Pips) = 5 artinya Trader mendapatkan Profit sebesar  $ 5
    3. Jika menggunakan “Volume/Lot” 0.20, maka perhitungannya adalah: 0.20 x 50 (Pips) = 2,5 artinya Trader mendapatkan Profit sebesar  $10  dan begitu seterusnya.
    Jadi apabila mempergunakan “Volume/Lot”  0.10 dengan seting SL/TP pada 50 Pips, berarti: 0.10 x 50 (Pips) = $5, dalam arti: Trader sudah siap kehilangan $5 jika terjadi Loss dan mendapatkan Profit $5 jika Market bergerak Naik sesuai dengan yang di kehendaki, jika sudah menyentuh harga di atas, maka system akan berhenti (close) secara otomatis.
    • Semakin Besar Modal yang tersedia maka akan dapat mempergunakan Volume/Lot yang semakin besar pula.
    • Semakin Besar Volume/Lot ini juga akan memperbesar Potensi Keuntungan sekaligus memperbesar pula Tingkat Resiko yang didapatkan.
    • Penggunaan Volume/Lot besar ini di peruntukan bagi Trader yang sudah Berpengalaman serta Mempunyai Landasan atau Analisa Kuat pada Trading Forex ini, sehingga penggunaan Volume/Lot besar ini tidak di anjurkan bagi Trader Pemula.
    Analisa dan Landasan Teknika / Fundamental hanyalah Prasarana, Pengalaman dan Tingkat Emosi serta Manajemen Resiko akan mempunyai pengaruh besar terhadap Keberhasilan seorang Trader.

    Jenis Akun Trading, Nilai Lot Trading Forex (Hal 8)

    Forex merupakan perdagangan Mata Uang satu Negara terhadap Mata Uang Negara lainnya, yang melibatkan Pasar Mata Uang Utama di Dunia terus menerus selama 24-Jam penuh, terkecuali Hari Libur (Sabtu dan Minggu).

    Pergerakan Mata Uang Asing atau Valuta Asing ini selalu berubah ubah setiap setiap saat (dari detik ke detik), karena pengaruh dari Hukum Supply (Penawaran) dan Demand (Permintaan) yang terjadi di Pasar Mata Uang tersebut oleh para Pelaku Pasar dengan berbagai macam Kepentingan, lihat halaman sebelumnya: Situasi, Kondisi  Pasar dan Psikologi Trading Forex.

    Jenis Akun Trading, Nilai Lot Trading Forex

    Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)
    Platform Metatrader untuk Trading pada Market Forex global
    Jenis Akun Forex, Nilai dan Lot

    Penggunaan Akun pada Trading Forex ini dapat menggunakan 3-Jenis akun berdasarkan Kategori atau Modal yang dimiliki, yaitu:
    1. Micro Lot (Akun Micro) - dimulai dari 0.01 Lot - Modal yang di butuhkan umumnya berkisar $5 - $100
    2. Mini Lot (Akun Mini - dimulai dari 0.1 (0.10)  Lot - Modal yang di sarankan adalah $50 - $250 
    3. Regular (Akun Standar) - dimulai dari 1 Lot (pergerakan harga per 1 lot = 1 USD - Modal yang di butuhkan berkisar $200 - $1000
    Pada beberapa Broker Forex sekarang ini tersedia juga Akun Cent, sehingga Trader dapat menggunakan Modal yang sangat Kecil untuk dapat memulai Trading Forex online pada Pasar Forex global tersebut, dimulai dengan saldo pada akun minimal: $1 hingga $100

    Satuan Nilai Lot

    Lot adalah Satuan Jumlah Kontrak sewaktu eksekusi Trading Forex. Lot di sebut juga dengan "Contract Size" atau Volume.
    • 0.01 Lot = $1000 quantity Contract Size
    • 0.1 Lot = $10.000 qantity Contract Size
    • 1 Lot = $100.000 quantity Contract Size

    Contoh Penggunaan Lot

    Modal
    Quantity Contract Size
    Pergerakan Pips / Point
    $ 5
    $100
    0.01
    $100
    $2.000
    $0.2
    $500 (Mini Akun)
    $ 10.000
    $ 1
    $5000 (Regular Akun)
    $100.000
    $ 10
    Dan Seterusnya



    Perhitungan
    • Dengan Modal $ 5 sebenarnya bisa di pergunakan untuk Trading hingga $ 500 dengan Fasilitas Leverage dan Margin, namun yang di sarankan adalah maksimal 20 kali dari Modal yaitu $ 100 seperti pada Tabel di atas. Ketika terjadi pergerakan yang menguntungkan trader (Profit) sebesar 50 Pips (point), maka perhitungannya adalah: 50 (Pips) x 0.01 (Lot) = $ 0.5 artinya trader mendapatkan profit sebesar $ 0.5,dan seterusnya.
    • Berdasarkan hal diatas, semakin besar Lot akan memperbesar potensi Loss dan Profit yang di dapat
    • Semakin besar Modal yang di punyai maka akan semakin besar pula Quantity Contract Size-nya
    • Semakin besar Modal yang di punyai, maka memungkinkan penggunaan Lot yang besar pula, sehingga semakin memperbesar potensi kecepatan Profit dan Loss nya, lihat pada tabel di atas.
    Penggunaan Lot ini akan mempengaruhi Potensi Keuntungan yang di dapat dengan Resiko yang semakin besar pula.

    Penggunaan Margin / Leverage Trading Forex (Hal 7)

    Pada Model Trading Forex Modern mempunyai kelebihan, di antaranya adalah: Fasilitas Leverage dan Margin atau di sebut juga Daya Ungkit, dimana hal ini memungkinkan seorang trader dapat melakukan Order 100.000 USD/EUR pada Pasar Forex (Market) Internasional, menggunakan modal kecil di karenakan adanya fasilitas Leverage dan Margin yang telah di sediakan oleh Perusahaan (Broker) bersangkutan yang menghubungkan Trader ke Pasar Mata Uang Dunia tersebut.

    Penggunaan Margin / Leverage Trading Forex 

    Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)
    Software Metatrader untuk Trading Forex
















    Fasilitas Margin dan Leverage

    Leverage tidak akan mempengaruhi nilai Profit/Loss dari Trader, Leverage hanya berpengaruh pada besarnya Margin saja. Semakin besar Margin (Jaminan) maka akan semakin besar pula fasilitas Leverage (Modal/Daya Ungkit) bagi si Trader. Leverage tidak akan terlalu berpengaruh besar hanya sebagai: Prasarana untuk trading, melainkan Teknik trading, Rasio modal, Pengaturan StopLoss (SL) dan Manajemen Resiko saja yang berpengaruh atau menentukan Profit atau Loss pada Trading Forex ini.

    Perhitungan Margin dan Leverage

    • 1 : 1 berarti Uang Jaminan (Margin) = maka nilai kontraknya adalah 100%
    • 1 : 50 berarti Uang Jaminan (Margin) adalah 2% dari nilai kontrak
    • 1 : 100 berarti Uang Jaminan (Margin) adalah 1% dari nilai kontrak
    • 1 : 200 berarti Uang Jaminan (Margin) adalah 0.5% dari nilai kontrak
    1 Lot Regular = $100.000
    • Jika trader mempergunakan Leverage 1 : 200, dan kemudian Trader ingin melakukan Order untuk $100.000 (1 lot regular) dengan Pairs USD/JPY, maka trader tidak perlu menggunakan modal $100.000, melainkan cukup dengan hanya menggunakan  0.5% dari nilai kontrak atau sekitar $500 saja, jika trader mendapatkan profit, maka hasil yang di dapat sama besar dengan jika bertrading menggunakan $100.000 tersebut pada market tanpa menggunakan Leverage. 
    • Jika Trader mengalami Loss maka kerugian hanya dari total kontrak size saja, yaitu: 0.5% atau $500, bukan $100.000, trader juga dapat melakukan pengaturan Stop Loss (SL) untuk membatasi tingkat kerugian.
    Contoh 2 (Tabel)

    Modal
    Quantity Contract Size
    Pergerakan Pips/Point
    $ 5
    $100
    $ 0.01
    $100
    $2.000
    $0.2
    $500 (Mini Akun)
    $ 10.000
    $ 1
    $5000 (Regular Akun)
    $100.000
    $ 10
    Dan Seterusnya


    Trading Forex Modern sekarang ini lebih Menguntungkan dan mempunyai Resiko lebih Kecil dari pada Trading Forex Tradisional, hal ini di karenakan pada Trading Forex Modern saat ini sudah ada Fasilitas Margin dan Leverage, seperti yang telah di sebutkan di sebelumnya.
    • Status Order tidak bisa dilakukan apabila "Sisa Free Margin" sudah tidak mencukupi.
    Fasilitas LeverageMargin atau Daya Ungkit tidak dapat/bisa di lakukan pada Trading Forex secara Tradisional, melainkan 1 : 1 saja, jadi.. apabila seorang Trader ingin melakukan Order/memulai trading untuk 100.000 USD/EUR, maka Trader akan memerlukan Modal yang sama, dengan adanya fasilitas Leverage dan Margin dari perusahan Broker,  maka hal ini memungkinkan seorang trader dapat melakukan Order 100.000 USD/EUR pada Pasar Forex (Market) Internasional, menggunakan modal kecil atau dengan kata lain: Meminjam Modal sementara untuk Trading dengan jumlah Tertentu (Leverage) dengan memberikan sejumlah Uang Jaminan yang di sebut dengan (Margin) ini.
    Catatan:
    Lot adalah Satuan Jumlah Kontrak sewaktu eksekusi Trading Forex. Lot di sebut juga dengan "Contract Size" atau Volume.

    Contoh 1 (Penjelasan)

    Jaminan atau Margin ini akan di kembalikan secara penuh ketika posisi order sudah di Tutup (close/liquid).

    Mata Uang Direct, Indirect dan Cross Rate Currency (Hal 6)

    Foreign Exchange atau lebih dikenal dengan Forex ini adalah: Jual Beli Mata Uang Asing dari Pasangan Mata Uang Negara Negara Maju di Dunia, seperti: Amerika (US Dollar - USD), Uni Eropa (Euro - EUR), Inggris (Great Britain Pound - GBP), Jepang (Yen Jepang - JPY), Kanada (Dollar Kanada - CAD dan Swiss (Franc Swiss - CHF), Selandia Baru (Dollar New Zealand - NZD) dan Australia (Dollar Australia - AUD)

    Kenapa hanya Mata Uang Negara Maju saja yang di Perdagangkan pada Pasar Mata Uang Internasional tersebut? adalah tidak lain Negara Negara tersebut memiliki Ekonomi, Stabilitas Politik yang paling Kuat dan paling Berpengaruh di Dunia. Sebelumnya.. perlu kita ketahui, pada dasarnya Trading Forex adalah Eksekusi Jual maupun Beli pada Pasangan Mata Uang tertentu/ditentukan. Selisih Harga Jual / Beli ini yang disebut dengan Keuntungan (Profit) atau juga Kerugian (Loss). Penjelasan lebih lanjut: Penjelasan/Perhitungan Profit, Loss, Balance, Equity, Margin dan Margin Call.


    Mata Uang Utama pada Pasar Forex adalah: GBP/USD, EURO/USD, USD/JPY, USD/CHF dan USD/CAD, NZD/USD, AUD/USD, dalam hal ini Pasangan Mata Uang Utama tersebut adalah Pairs Mata Uang MAYOR.

    Mata Uang Direct, Indirect dan Cross Rate Currency


    Mengenal Situasi dan Kondisi Pasar Forex
    Jual Beli Mata Uang Asing - Trading Forex

    Trading Forex dan Pasangan Mata Uang Direct, Indirect dan Cross Rate Currency

    Selain Mata Uang Mayor yang merupakan Mata Uang paling Umum di perdagangkan tersebut, di kenal juga dengan Istilah Mata Uang Direct, Indirect dan Cross Rate Currency.

    Mata Uang Direct - Mata Uang Negara tersebut langsung sebagai Pembanding harga US Dollar, atau dengan kata lain Mata Uang Negara tersebut di depan Mata Uang US DOLLAR, seperti: GBP/USD, EUR/USD, NZD/USD dan AUD/USD.


    Mata Uang Indirect - Merupakan kebalikan dari hal tersebut di atas, yakni: Mata Uang US Dollar sebagai Pembanding (currency) Harga terhadap Mata Uang Negara lainnya, atau dengan kata lain Mata Uang US DOLLAR tersebut di depan Mata Uang Negara lainnya, seperti: USD/JPY, USD/CAD, USD/CHF.


    Mata Uang Cross Rate -  Mata Uang ini adalah di mana Pairs Mata Uang tidak mempergunakan US DOLLAR currency Utamanya, seperti: GPB/JPY, EURO/JPY, EUR/GPB, GPB/CHF, AUD/NZD, AUD/CHF, AUD/CAD, CAD/JPY dan lain lain.


    Trading Forex merupakan Pertukaran (Jual Beli) antar Pairs Mata Uang Asing di Pasar Forex Internasional (Global). Forex merupakan salah satu Bisnis dan Investasi yang mempunyai Resiko cukup Tinggi dan mungkin tidak cocok bagi semua orang, terlebih bagi yang belum berpengalaman, namun bukan berarti sangat sulit dipelajari, oleh karena itu.. hampir disetiap Broker menyediakan "Akun Demo" dengan Uang Virtual, dengan Akun Demo ini, seorang Pemula  dapat Belajar Trading Forex dengan kondisi Real Time dan Bebas Resiko. Akun Demo sangat diperlukan bagi seorang Pemula sebelum terjun pada Situsi dan Kondisi Pasar Forex sesungguhnya menggunakan "Akun Real".