2.21.2018

Gross Domestic Product (GDP) / Produk Domestik Bruto (PDB)

Gross Domestic Product (GDP) / Produk Domestik Bruto (PDB)

Pada dasarnya, Gross Domestic Product (GDP) merupakan Nilai terbesar dari keadaan Ekonomi suatu Negara, unuk semua jenis Barang dan Jasa yang di hasilkan oleh Negara yang bersangkutan pada Periode tertentu, atau dengan kata lain:
Gross Domestic Product (GDP) merupakan Kumpulan nilai Moneter dari seluruh Barang dan Jasa yang diproduksi oleh keseluruhan Ekonomi selama Satu Triwulan (tidak termasuk aktivitas internasional).
Angka utama untuk diperhatikan adalah tingkat Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP). Pada umumnya, Penyimpangan dari level Normal dapat terbukti sangat berpengaruh berpengaruh.

Pertumbuhan di atas Level/Kisaran ini sering di anggap tidak berkelanjutan dan merupakan awal dari Inflasi yang Tinggi, sebaliknya..  pertumbuhan di bawah Level/Kisaran ini (dan khususnya pertumbuhan negatif) berarti bahwa Perekonomian berjalan dengan Lambat, yang dapat mengakibatkan peningkatan Pengangguran dan Pengeluaran rendah.

Perlu dicatat..! bahwa setiap laporan Produk Domestik Bruto (GDP) awal akan di revisi sebanyak dua kali sebelum angka final ditetapkan pada: Laporan kenaikan diikuti dengan laporan awal tentang satu bulan kemudian dan laporan akhir satu bulan setelahnya. Revisi signifikan pada angka utama dapat mengakibatkan gelombang tambahan pada pasar.

Laporan Gross Domestic Product (GDP) ini merpakan Indikator Fundamental terpenting dan sangat mempengaruhi terutama di Pasar Valuta Asing.
Pesanan Barang Tahan Lama

Pesanan Barang Tahan Lama

Laporan Pesanan Barang Tahan Lama mengukur berapa banyak orang-orang di AS melakukan Pembelian jangka Panjang (produk yang diharapkan bertahan lebih dari tiga tahun).

Laporan dibuat pada 8:30 EST sekitar Tanggal 26 di setiap bulan-nya dan diperkirakan akan memberikan Pengetahuan mendalam tentang Industri Manufaktur tsb, untuk masa yang akan datang.

Investor akan memperhatikan gambaran keseluruhan, dan Pasar bergerak dengan Trend Umum di seluruh Industri (Instaforex - Informasi Penting / Indikator)
CPI (Consumer Price Index)

CPI (Consumer Price Index)

Consumer Price Index (CPI) adalah Nilai Indeks yang mengukur Harga rata-rata dari Barang dan Jasa yang di konsumsi oleh rumah tangga. CPI sering digunakan untuk mengukur tingkat Inflasi suatu Negara dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian Gaji, Upah, Uang Pensiun, dan Kontrak lainnya.. (wikipedia)

CPI  (Consumer Price Index) adalah ukuran inflasi yang paling banyak digunakan. CPI mengukur perubahan Level Harga dari sekumpulan Pasar dari barang Konsumen dan Layanan yang dibeli oleh rumah tangga. Berkas ini terdiri sekitar 200 jenis Barang dan Ribuan produk, mulai dari Makanan dan Energi hingga Barang Konsumen yang Mahal. Harga diukur dengan mengambil sampel dari harga di Toko-toko yang berbeda.

Sebagai tambahan dari angka CPI keseluruhan, sangat penting juga untuk memperhatikan laporan CPI inti tidak termasuk barang yang mudah berubah seperti Makanan dan Energi dan memberikan Ukuran yang lebih dekat untuk Inflasi sektor riil. Sebagian laporan dari angka CPI akan menyertakan angka keseluruhan dan angka inti (InstaForex - Informasi Penting / Indikator).

Bentuk & Pola Aneh Candlestick chart di MetaTrader Forex

Dalam pergerakan harga Mata Uang Forex, banyak sekali Pola dan Bentuk susunan Candlestick (di MetaTrader platform) yang mengindikasikan Trend pergerakan harga yang terjadi. Dikarenakan banyak sekali Pola maupun Bentuk susunan Candlestick yang terjadi hal ini sangat membingungkan (terutama Trader Pemula) untuk dapat memprediksi kemana arah pergerakan harga yang akan terjadi berikutnya, salah satu Bentuk susunan Candlestick chart yang menurut kami cukup aneh ini adalah sebagaimana "capture" berikut yang sempat kami abadikan ini adalah:

Bentuk & Pola Unik Candlestick chart di MetaTrader Forex (File Gambar)

Gambar Pola / Bentuk susunan Aneh Candlestick chart di MT4 Trading Forex
Pola & Bentuk susunan Candlestick chart di MetaTrader
Jika di perhatikan susunan sekitar 6 Candlestick Putih beberapa di antaranya memiliki ekor, susunan candlestick ini seperti ini termasuk sangat jarang muncul (tidak lazim) padahal saat itu jelas terlihat.. pergerakan harga tidaklah Sideways, melainkan bergerak menuju Trend tertentu yang sangat sulit di prediksi pergerakan harga selanjutnya menuju ke arah mana?, Kondisi apakah yang terjadi pada saat itu? lihat "capture" berikutnya:
Gambar Pola / Bentuk susunan Aneh Candlestick chart di MT4 Trading Forex
Pola & Bentuk susunan Candlestick chart di MetaTrader
Dan yang terjadi adalah:
A - Harga bergerak terus ke bawah (Turun) seteah harga sempat terkoreksi Naik sebentar, pada selanjutnya harga jatuh (terus turun) ke titik B
B - Titik B merupakan harga terendah periode/saat itu..
C - Pada Periode berikutnya: Harga bergerak cepat ke Atas (Long Bullish) hinga mencapai Titik C, sebelum akhirnya harga terkoreksi kembali untuk menuju Trend harga selanjutnya (melanjutkan Up Trend / Naik atau kembali berbalik arah Turun / Down Trend?) bergantung Situasi dan Kondisi Pasar pada saat itu..

Belajar Forex di Kontes Forex Akun Demo

Sebagaimana Trading Real, Kontes Forex yang di adakan beberapa Broker adalah untuk melatih Skill Trading para Trader yang hampir mirip dengan Situasi dan Kondisi ataupun Psikologi Trading yang sebenarnya.

Kontes Forex menggunakan "Akun Demo" namun Hadiah berupa "Uang Real" dapat di jadikan sebagai Modal untuk Trading Forex ini, meski pada Umumnya para Broker memiliki peraturan bahwa: Uang Hadiah dari Kontes Forex ini tidak dapat ditarik, namun "Profit" yang di dapatkan dari Trading menggunakan "Uang Hadiah Kontes Forex" ini dapat di tarik (withdraw) tanpa terkecuali.

Apa yang dapat kita ambil Pelajaran dari Kontes Forex?

Trading Forex menggunakan "Akun Real" akan melibatkan "Emosi", hal ini agak berbeda jika menggunakan "Akun Demo", oleh karena itulah "Kontes Forex" ini akan menjadi sangat mirip dengan Situasi dan Kondisi sebenarnya Perasaan ataupun Emosi Trader di Pasar Forex tersebut, atau dengan kata lain.
Belajar Forex untuk Mendapatkan Modal Uang untuk Trading Forex
Metatrader Platform
Trading menggunakan Akun Demo akan memiliki Emosi yang berbeda ketika menggunakan Akun Real.
Akun Demo bermanfaat untuk melakukan Ujicoba berbagai Teknik Trading baik menggunakan Indikator untuk "Analisis Teknikal", menguji berbagai EA (Expert Advisor) dan beragam Teknik lainnya, sebelum Trader masuk ke Situasi, Kondisi dan Psikologi yang sebenarnya di Market Forex global ini.
Sebagaimana telah disebutkan di atas, Trading Forex menggunakan "Akun Real" akan melibatkan "Emosi", hal ini agak berbeda jika menggunakan "Akun Demo", oleh karena itulah "Kontes Forex" ini akan menjadi sangat mirip dengan Situasi dan Kondisi sebenarnya Perasaan ataupun Emosi Trader di Pasar Forex dan lagi karena diikuti oleh banyak Trader lainnya diseluruh dunia, Kontes Forex dapatlah menjadi sebuah tolok ukur kemampuan seorang trader.

Kontes Forex ini juga akan memacu seorang Trader untuk Belajar dari Kesalahan kesalahan yang telah lalu dan Berupaya untuk menjadi lebih Baik, bahkan kalau bisa memenangkan Hadiah Uang Real pada Kontes Forex tersebut.

Di Kontes Forex dengan banyak Peserta Terdaftar seluruh Dunia, seorang Trader dapat mengukur Skill Trading, Penguasaan Emosi sebagaimana Trading di Akun Real, meskipun tidak sama persis.. namun dengan ikut serta Kontes Forex ini dapat membantu Trader untuk menemukan Gaya Trading yang sesuai dengan KARAKTER mereka.

Belajar Trading Forex tanpa Resiko di Akun Demo

Sebelum memasuki situasi sesungguhnya pada Pasar Forex ini, seorang (calon) Trader perlu mengenal Kondisi Market (pasar) yang terjadi. Pergerakan harga (kurs) Mata Uang Asing terkadang begitu cepat berubah (Fluktuatif), tergantung dari kondisi yang berkembang pada Negara negara yang Mata Uangnya diperdagangkan pada Pasar Forex / Valas (Valuta Asing) tersebut, sebagaimana informasi di halaman: Analisa (Landasan) Fundamental & Analisa Teknikal pada Trading Forex ini. Para Trader memerlukan 2 Landasan ini, sebagai Indikator dari Pergerakan Harga di Pasar Forex tersebut.

Panduan Belajar Trading Forex tanpa Resiko di Akun Demo

Pergerakan Mata Uang Asing Forex di MetaTrader
Pergerakan Harga Mata Uang Asing di MetaTrader Platform
Pergerakan Harga (naik/turun) akan menimbulkan Selisih Harga pada setiap Order, dari selisih harga inilah Trader akan mendapatkan PROFIT (keuntungan) atau bahkan juga sebaliknya, yakni: LOSS (kerugian). Order yang disebutkan disini adalah merupakan Eksekusi Jual ataupun Beli. Pemahaman mudahnya adalah:
Ketika seorang Trader melakukan eksekusi BUY (beli), tentu berharap Harga akan terus begerak NAIK, sehingga Trader akan mendapatkan PROFIT (keuntungan), namun jika Harga bergerak TURUN, hal ini akan menyebabkan Trader mengalami LOSS (kerugian), begitu juga..
Ketika seorang Trader melakukan eksekusi SELL (jual), tentu berharap Harga akan terus bergerak TURUN, sehingga Trader akan mendapatkan PROFIT (keuntungan), namun jika Harga bergerak NAIK, hal ini akan menyebabkan Trader mengalami LOSS (kerugian).
Kedua hal tersebut di atas merupakan kondisi pasar yang terjadi pada Pasar Forex. Ketika Trader melakukan ORDER dengan kata lain Transaksi Jual ataupun Beli, maka akan dikenakan "SPREAD" (pada setiap broker mungkin akan memberlakukan Spread yang berbeda beda sesuai dengan Kebijakan mereka masing masing), artinya: DANA (modal) anda terpotong secara otomatis, mengikuti: JENIS AKUN dan LOT yang digunakan,

Apakah Forex itu Judi?

Dasarnya Bisnis "Trading Forex" ini adalah Jual Beli (pasangan / pairs) Mata Uang Asing tertentu sebagai Objek (barang/produk) yang di Perdagangkan, baik secara Offline (Pertukaran Mata Uang melalui Bank, Money Changer dll) maupun Online (menggunakan Aplikasi/Software MetaTrader) di sebuah Penyedia Layanan (PIALANG/BROKER) tertentu. Trading Forex / Valas pada saat ini dapat dilakukan secara Online. Trading pada pasar “Forex Global/Internasional” adalah 100%  bebas Pajak dan Legal baik menurut Hukum Pemerintah maupun dalam Hukum Agama.
Panduan Dasar - Belajar Trading Forex
Image Source: PIXABAY
Forex bukan Judi, karena dapat di analisa menggunakan "Analisa Teknikal" dan "Analisa Fundamental", meskipun begitu.. diperlukan pengalaman yang cukup sebelum memasuki Bisnis Forex ini. Hanya ada 2 Pergerakan di Pasar Forex ini, yaitu: Naik atau Turun Harga Mata Uang yang di Perjual-Belikan, oleh karena itu dapat memunculkan "Karakterspekulatif/gambling pada diri seorang Trader.

Karakter (spekulatif / gambling) sering dilakukan oleh seorang Trader Pemula, sebagai contoh:

Saya memiliki Saldo sebesar $100 di akun trading, ketika transaksi menggunakan 1.00 Lot (akun standar) saldo terpotong sebesar $3 karena Spread, Saldo sisa $97 (bergerak Naik/Turun atau Fluktuatif ), saya berani mengambil Resiko akan Kehilangan (Rugi/Loss) sebesar ? $100 (maksimal saldo pada akun), namun akan mendapatkan Keuntungan (Laba/Profit) sebesar ? $100 atau bahkan $500, jika pergerakan Harga sesuai dengan Perkiraan/Prediksi saya, menggunakan "Take Profit" yang saya tentukan sendiri ($100 ~ $500) sebagaimana tersebut di atas, dalam batas waktu yang tidak ditentukan, artinya: Trading akan berhenti secara Otomatis, ketika mencapai Target (keuntungan) yang sudah saya tetapkan sebelumnya ($100 - $500), menggunakan teknik "Take Profit" yang terdapat pada software MetaTrader.
Bagi seorang Trader yang berpengalaman sekalipun, terkadang melakukan hal serupa, namun tentu tentu saja melalui "Analisa" yang mendalam, serta menggunakan "Stop Loss" yang sudah diperhitungkan dengan Matang.

Setiap Trader mungkin memiliki Karakter Trading berbeda beda dengan Metode Trading yang tidak sama pula, sesuai dengan Pengetahuan dan Pengalaman mereka, yakni: ada yang menggunakan metode "Binary OptionScalping" dll, oleh karena itu sangat di sarankan bagi "Trader Pemula" untuk membuka "AKUN DEMO" terlebih dahulu, sebelum membuka "AKUN REAL" menggunakan Platform/Aplikasi "MetaTrader 4 / 5", dengan kondisi Pasar yang sama terjadi saat itu (Real Time).

Pengenalan / Tahap Awal Belajar Trading Forex

Untuk dapat melakukan aksi Jual/Beli Mata Uang asing di Market Forex global, maka diperlukan sebuah Broker yang menjembatani Trader agar dapat terhubung ke Market Forex melalui Server yang terdapat pada Broker tersebut, dengan kata lain.. Broker menyediakan Layanan dan Fasilitas yang di perlukan Trader untuk Transaksi Jual / Beli Mata Uang Asing (Forex) ini.

Broker Forex dapat mengambil keuntungan dengan Spread atau Selisih Harga ketika Trader melakukan Transaksi (Jual / Beli) yang terjadi., setiap Broker mungkin akan menerapkan Spread yang berbeda beda. Trader dapat memilih dari sekian banyak Broker, namun saran kami.. pilihlah sebuah Broker yang Terpercaya dan memiliki Regulasi, berikut beberapa referensi beberapa Broker Forex Terbaik yang hingga saat ini, kami masih menjadi Klien aktif, yaitu:

    Tahap Awal untuk Memulai Trading Forex

    Panduan Awal Memulai Trading Forex
    Metatrader Platform - Trading Forex
    Untuk memulai Trading Forex ini, berikut yang anda persiapkan adalah:
    • Mengenal Apa dan Bagaimana yang dimaksud dengan Trading Forex ini, beberapa informasinya sebagaimana Informasi di atas.
    • Dapat Memahami Potensi dan Resikonya
    • Membuka Akun Trading
    • Berlatih Menggunakan Akun Demo / Akun Kontes Forex terlebih dahulu,untuk Penguasaan beberapa Indikator yang terdapat di Metatrader, hingga anda dapat menemukan gaya trading yang paling cocok bagi anda sendiri.
    Satu hal terpenting "Pengalaman merupakan Guru yang Terbaik" tidak terkecuali di Trading Forex ini, Trader dituntut untuk terus Belajar, karena Forex bersifat Spekulatif ataupun pergerakan harga sangat sulit di prediksi, meski bagi seorang Trader Berpengalaman sekalipun.

    Trading Forex Menggunakan Indikator Oscillator Stochastic (Hal 25)

    Pada halaman sebelumnya, penggunaan Indikator di Metatrader dapat memberikan indikasi ataupun referensi area Ideal untuk melakukan Entry (BUY/SELL) di Market Forex global. Indikator indikator untuk menganalisa Trend Pergerakan Harga seperti: Boolinger Band, ZigZag dll maupun Oscillator seperti: CCI (Community Channel Index), Stochastic, RSI (Relative Strength Index), MA (Moving Average) dan masih banyak lagi.

    Trading Forex Menggunakan Indikator Oscillator Stochastic

    Penggunaan Indikator "Stochastic Oscillator" ini tidak berbeda jauh dengan "CCI Oscilaltor", dimana menunggu Pergerakan Harga memasuki Area "Over Bought / Over Sold" untuk menentukan Entry (BUY/SELL). Sedikit mengulangi penjelasan terdahulu, bahwa:
    Panduan Trading Forex Menggunakan Indikator Stochastic
    Indikator Oscillator Stochasti
    Pada Area "Over Bought" - Kondisi ini merupakan Area Ideal untuk melakukan Aksi Jual (SELL) untuk mendapatkan PROFIT, karena secara psikologis, Harga sudah terlalu Tinggi maka minat Pembeli akan semakin Berkurang, ini terlihat pada Gerakan Harga yang tertahan cukup lama bahkan cenderung Turun (berkurang peminatnya) pada grafik Metatrader.
     Pada Area "Over Sold" - Kondisi ini merupakan Area Ideal untuk melakukan Aksi Beli (BUY) untuk mendapatkan PROFIT, karena secara psikologis, Harga sudah terlalu Rendah maka minat Pembeli akan semakin Bertambah, Gerakan Harga yang tertahan cukup lama bahkan cenderung Naik (bertambah peminatnya) terlihat pada pada grafik Metatrader.menggunakan Indikator Oscillator Stochastic ini.
     Reversal atau Pembalikan Arah Harga di mana hal ini mungkin saja terjadi ketika tetika memasuki Fase Breakout. Fase Breakout inilah yang perlu di perhatikan bagi seorang trader agar tidak terjebak untuk melawan Trend Pergerakan Harga yang sebenarnya.

    Fase Breakout juga merupakan Fase di mana telah berakhirnya Trend yang berlangsung cukup Lama (mingguan / bulanan atau bahkan tahunan). dimana Fase pembalikan Arah harga ini dalam jangka cukup panjang ini mungkin harga akan Turun atau Naik (tergantung trend yang terjadi) hingga selisih harga akan sangat jauh berkisar hingga ratusan bahkan mungkin ribuan point (pips) yang mungkin juga akan menghabiskan seluruh Balance atau Saldo yang terdapat pada Akun Trading tersebut, oleh karena itu diperlukan kejelian, kehati-hatian dalam Memanjemen Resiko dan Mengendalikan Emosi anda. Anda dapat menggunnakan "Stop Loss" untuk Meminimalisir Kerugian, dengan perhitutngan yang matang, hendaknya..

    Trading Forex menggunakan Indikator Oscillator Stochastic ini dapat dipadukan dengan beberapa Indikator lainnya untuk saling melengkapi, disarankan terutama bagi seorang Trader untuk Belajar menggunakan Indikator Osillator STOCHASTIC ini dengan Frame Time yang berbeda, terutama menggunakan Frame TimeM15 | H1 | H4 dan D1.

      Trading Forex Menggunakan Indikator ZigZag (Hal 23)

      Indikator ZigZag merupakan salah satu Indikator yang tersedia di Metatrader dan juga merupakan salah satu Indikator yang populer digunakan, baik Trader Pemula ataupun Trader yang sudah Berpengalaman. Sebagaimana Trading Forex Menggunakan Indikator Boolinger Band, Indikator ZigZag ini dapat menjadi sebuah referensi untuk Entry (BUY / SELL) sewaktu Trading di Market Forex ini.

      Trading Forex Menggunakan Indikator ZigZag

      Indikator ZigZag berupa munculnya Garis Melintang dari Atas ke bawah ataupun sebaliknya, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya Pembalikan arah (reversal) Pergerakan Harga yang terjadi pada Periode itu.

      Sebagaimana telah dikatakan diatas, Pneggunaan "Indikator ZigZag" ini hampir sama dengan Indikator Boolinger Band, yakni sebagai area acuan untuk Entry (BUY / SELL) pada periode tersebut, dan harus kita ketahui "PERIODE" terdiri dari Frame Times: M1 / M5 / M15 / M30 / H1 / H4 / W1 / M1.
      Ketika Harga berada di Puncak Indikator Zigzag, hal ini menunjukan Harga Tertinggi di Periode tersebut, maka kemungkinan harga akan kembali terkoreksi menuju kebawah, maka untuk mendapatkan PROFIT, Trader akan melakukan Entry SELL di area Puncak Harga tersebut, namun harus berhati hati karena.. bisa saja setelah harga sedikit terkoreksi kebawah, harga kembali berbalik keatas bahkan melampaui Area Tertinggi Harga sebelumnya.
      Ketika Harga berada di Dasar Indikator Zigzag, hal ini menunjukan Harga Terendah di Periode tersebut, maka kemungkinan harga akan kembali terkoreksi menuju keatas, maka untuk mendapatkan PROFIT, Trader akan melakukan Entry BUY di area Dasar Harga tersebut, namun harus berhati hati karena.. bisa saja setelah harga sedikit terkoreksi keatas, harga kembali berbalik keatas bahkan melampaui Area Terendah Harga sebelumnya.
      Cara Menggunakan Indikator ZigZag Metatrader Forex
      Indikator ZigZag + Boolinger Band - Metatrader Forex
      Jika kita perhatikan capture di atas, itu adalah penggabungan 2 Indikator sekaligus, yaitu: Boolinger Band dan ZigZag, pada gambar di atas, secara keseluruhan adalah: Down Trend yang berarti Terjadinya Penurunan Harga secara Bertahap (lihat garis panah panjang menurun pada gambar di atas)
      Pada gambar di atas juga terlihat dimana area ideal Entry (BUY / SELL) untuk mendapatkan PROFIT. Perlu kita ketahui bahwa: Pergerakan Harga ini menggunakan Time Frame M15, yang menunjukan Trend Pergerakan Harga yang terlihat pada Frame Time 15 Menit, yang berarti juga 1 Candlestick chart yang terlihat pada window Metatrader adalah Pergerakan Harga dalam 15 Menit.

        Trading Forex Menggunakan Indikator Boolinger Band (Hal 22)

        Pada Metatrader terdapat banyak cukup banyak Indikator yang bisa digunakan menganalisa pergerakan harga untuk masuk ke Pasar Forex tersebut, Indikator indikator ini merupakan bagian dari Landasasan Teknikal yang harus di pahami dan di kuasai oleh seorang Trader, kedepannya seorang Trader juga dituntut untuk mengikuti beberapa hal yang menjadi acuan dari gejolak harga di pasar forex ini, seperti: NFP (Non Farm Payroll di Amerika), Kenaikan Suku Bunga Bank dan rilis berita berita penting lainnya, terkait Ekonomi dan Moneter di Negara negara Maju, karena Mata Uang yang diperdagangkan adalah Mata Uang dari Negara negara Maju tersebut, hal ini disebut dengan Landasan Fundamental.
        Ketika dirilisnya berita berita Penting (fundamental) terkait Ekonomi dan Moneter suatu Negara maka umumnya akan berdampak cukup besar terhadap Pergerakan Harga Mata negara tersebut, pada Metatrader biasanya harga terlihat berubah begitu cepat (naik/turun), pada Candlestick terlihat seperti Candle (lilin) yang Panjang (Long Bullish / Long Bearish Candlestick chart)

        Trading Forex Menggunakan Boolinger Band

        Kembali ke Indikator Boolinger Band yang terdapat pada Metatrader tersebut, Boolinger Band berupa 3 Level garis gelombang, yaitu: Lower Band, Middle Band dan Upper Band, lihat penggunaannya berikut di bawah ini:
        Cara Menggunakan Boolinger Band Indikator untuk Trading Forex
        Boolinger Banf Indikator
        Cara menggunakan Indikator Boolinger Band, yaitu berada di NAVIGATOR, kemudian buka: Trend dan pilih: Boolinger Band, drag kedalam Window Metatrader sebagaimana terlihat pada gambar di atas.
        Pada gambar di atas.. terdapat 3 Garis gelombang dari Indikator Boolinger Band tersebut, garis terbawah merupakan Harga Terendah pada saat itu, pada tanda panah Hijau, harga beranjak Naik bahkan melewati garis Tengah (area yang dilingkari warna merah putus putus) menuju Garis Atas yang merupakan Harga tertinggi pada saat itu.
        Untuk mendapatkan Profit, seharusnya Trader melakukan Aksi Jual (Sell) pada posisi tersebut..
        Pada keberikutnya, benar..! ternyata Harga kembali Turun bahkan melewati garis Tengah (area yang dilingkari warna Merah putus putus - Tanda Panah warna Merah), menuju area yang di tunjukan pada gambar di atas.

        Posisi Entry (BUY / SELL) Indikator Boolinger Band 

        Idealnya untuk menentukan Entry (BUY / SELL) pada Indikator Boolinger Band ini adalah ketika harga berada pada "Lower Band atau Upper Band", yakni harga berada pada Titik Terendah atau Tertinggi pada Periode tersebut, lihat capture di bawah:
        Cara menentukan Level Entry BUY/SELL menggunakan Boolinger Band Indikator
        Menentukan Entry (BUY / SELL)  - Indikator Boolinger Band
        Pada gambar di atas terlihat Level Entry (BUY/SELL) yang Ideal menggunakan Indikator Boolinger Band ini.
        Entry "BUY" untuk mendapatkan Profit - ketika di prediksi level tersebut merupakan Area Terendah Harga saat itu, Entry "SELL" untuk mendapatkan Profit - ketika di prediksi level tersebut merupakan Area Tertinggi Harga saat itu.
        Pada Gambar di atas, terlihat Garis level Tengah berkali kali berhasil tertembus menuju Level Tertinggi dan/atau Level Terendah Harga selanjutnya. 
        Semakin Lebar jarak antara: Lower Band dengan Upper Band pada Indikator Boolinger Band ini, mengidikasikan banyaknya Peminat terhadap Pasangan Mata Uang tersebut.

        Boolinger Band ini di berikan nama sesuai dengan Penemunya, yaitu: John Boolinger pada era tahun 1980-an.

        Boolinger Band dapat di padukan dengan beberapa Model Indikator lainnyam, seperti: ZigZag, Stochastic Oscillator, CCI (Commodity Channel Index), RSI (Relative Strength Index) dan masih banyak lagi.