2.21.2018

4 Bentuk / Pola DOJI Candlestick Chart di Metatrader (Hal 19)

4 Pola Candlestick yang diberi nama dengan: "Long-Legged Doji, Four Price Doji, Dragon Fly Doji dan Gravestone Doji" ini merupakan pola candlestick yang bersifat Netral, sangat sering muncul ketika kondisi pasar sedang "Side Way".

4 Pola Candlestick Doji ini bersifat Netral seperti halnya: Pola Candlestick - Spinning Tops, yang memberikan Indikasi "Tekanan Harga - Bullish / Bearish" yang sudah mulai berkurang, sehiingga memerlukan beberapa konfirmasi untuk arah Pergerakan Harga selanjutnya.

4 Bentuk/Pola DOJI Candlestick Chart di Metatrader

Bentuk/Pola/Karakter Candlestick Doji
4 Pola Candlestick Doji
  1. Long-Legged Doji - Terlihat memiliki bayangan (ekor/kaki) yang sama panjang.
  2. Four Price Doji - Terlihat seperti sebuah Garis datar tanpa bayangan sama sekali, hampir tidak ada pergerakan harga sama sekali, yang menandakan bahwa: harga Pembukaan (Open), Harga Penutupan (Close), Low dan High yang sama besar pada periode waktu tersebut.
  3. Dragonfly Doji - Model Doji ini menandakan bahwa: harga Pembukaan (Open), Harga Penutupan (Close), Low dan High yang sama besar pada periode waktu tersebut, meski begitu harga sempat Turun sebelum kembali ke posisi harga "pembukaan/awal). Dragonfly ini terlihat seperti seekor "Capung" sesuai dengan penamaannya.
  4. Gravestone Doji - Memiliki karakter yang hampir sama dengan "Dragonfly Doji", namun harga sempat Naik sebelum kembali ke posisi harga "pembukaan/awal). Gravestone Doji ini terlihat seperti "Batu Nisan" sesuai dengan penamaannya.
Beberapa Model/Pola Candlestick Doji
Beberapa Bentuk/Pola Doji Candlestick
4 Pola Candlestick ini (Long-Legged Doji, Four Price Doji, Dragonfly Doji dan Gravestone Doji) merupakan "Pola Candlestick" yang bersifat Netral, dan membutuhkan beberapa konfirmasi Candlestick lainnya untuk menentukan arah pergerakan harga yang selanjutnya.

Pola / Bentuk Candlestick chart - Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, Shooting Star di Metatrader Forex (Hal 18)

Jika terjadinya Pola Spinning Tops Candlestick bersifat kondisi Pasar yang sedang Netral, maka Hammer dan Hanging Man ini merupakan Pola Candlestick yang sering menjadi Indikasi pergerakan harga yang kuat baik "Bullish maupun Bearish",

4 Pola Candlestick ini memiliki bentuk sama, di namakan dengan: Hammer Man, Hanging Man, Inverted Hammer dan Shooting Star. Jika 4 Pola Candlestick ini muncul di akhir sebuah Trend sama seperti halnya "Spinning Tops", yang juga dapat memberikan Indikasi akan terjadinya pembalikan harga dari Bullish menadi Bearish dan begitu juga sebaliknya dari Bearish menjadi Bullish.

Pola/Bentuk Candlestick chart - Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, Shooting Star di Metatrader Forex

Karakter dan Pola Candlestick Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer dan Shoting Star
Pola Candlestick Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer dan Shoting Star
  1. Hammer Man - Terlihat memiliki body kecil dengan bayangan berada di bawahnya, sehingga menyerupai bentuk seperti Hammer atau Palu, yang menandakan harga sempat Turun sedikit kebawah, namun kembali lagi Area body tersebut. Pola Candlestick Hammer Man ini memiliki Body berwarna Putih.
  2. Hanging Man - Berkarakter sama dengan dengan "Hammer Man", yang berbeda Pola Candlestick Hanging Man ini adalah memiliki Body berwarna Hitam.
  3. Inverted Hammer - Berbentuk seperti sebuah Hammer (Palu)  terbalik, dengan Body kecil berwarna Putih.
  4. Shooting Star - Berbentu seperti sebuah Hammer (Palu) terbalik, dengan Body kecil berwarna Hitam
4 Pola Candlestick ini (Hammer Man, Hanging Man, Inverted Hammer dan Shooting Star) merupakan fase konsolidasi untuk pergerakan harga selanjutnya, ada kalanya kemunculan pola candlestick tersebut di atas merupakan: Sinyal Bullish dan Bearish, namun juga di perlukan beberapa Analisis dan Indikator tertentu untuk memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya.

Bentuk / Pola Long Bullish/Bearish Candlestick (Morobozu) di Metatrader Forex (Hal 17)

Pada "Window Chart" di MetaTrader (MT4/MT5) terlihat banyak sekali "Bentuk dan Pola Candlestick" terlihat, Bentuk tersebut berupa Panjang/Pendek yang berbeda beda serta membentuk Pola pola tertentu dengan Penamaan yang beragam, seperti: Morobozu, Doji, Hammer/Hanging Man dan lain sebagainya. Para ahli Analisis memberikan nama untuk Bentuk dan Pola Candlestick tersebut sebagai Indikasi kuat "Pergerakan ataupun Kondisi Pasar" yang terjadi pada saat itu.

Berikut beberapa "Penamaan, Bentuk dan Pola Candlestick Chart yang terdapat di MetaTrader" tersebut:

Bentuk LONG BULLISH BEARISH Candlestick Chart (MOROBOZU)

Morobozu merupakan pergerakan harga yang sangat kuat sehingga membentuk "Candlestick Panjang", hal ini menunjukan kondisi pasar sedang dalam "Trend Line".

Disini ada 2 Jenis/Model dari Morobozu tersebut, yaitu:
  1. White Morobozu - Harga bergerak Naik sangat Kuat (Bullish) sehingga membentuk Candlestick Panjang bergerak ke Atas (Up Trend).
  2. Black Morobozu - Harga bergerak Turun sangat Kuat (Bearish), sehingga membentuk Candlestick Panjang bergerak ke Bawah (Down Trend).
Pengertian Pola Candlestick Morobozu (Trading Forex)
Long Bullish/Bearish Morobozu
Morobozu terlihat sebagai sebuah "Candlestick Panjang" tanpa ekor, pada beberapa situasi terkadang Candlestick Morobozo tersebut ada juga yang memiliki ekor, namun pada umumnya, sebuah Candlestick Morobozu adalah berupa Candlestick Panjang tanpa ekor/nyaris tanpa ekor.

Pada Window Chart di MetaTrader jenis tersebut, terlihat seperti gambar di bawah ini:

Bentuk/Pola Long Candlestick Bullish/Bearish (Morobozu) di Metatrader Forex

Tampilan Model Candlestick Morobozu Candlestick Metatrader
Bullish/Bearish Candlestick Morobozu di MetaTrader
Long Candlestick (Bullish/Bearish) Morobozu terlihat sebagai sebuah Candlestick yang Panjang pada periode waktu tersebut, pada kondisi tertentu.. terkadang terjadi pembalikan arah yang begitu cepat, sehingga kedua Candlestick Morobozu terlihat berdampingan.

Morobozu merupakan pergerakan harga yang sangat kuat sehingga membentuk "Candlestick Panjang", hal ini menunjukan kondisi pasar sedang dalam "Trend Line" pada pada periode waktu tersebut. Bentuk Morobozu ini, terlihat berupa candlestick dengan body panjang, terutama pada skala waktu: H1, pada jangka yang lama terlihat juga pada H4, yang berarti pergerakan harga menuju Trend tertentu (Trend Line), baik Up Trend maupun Down Trend.
Morobozu merupakan pergerakan harga yang sangat kuat sehingga membentuk "Candlestick Panjang", hal ini menunjukan kondisi pasar sedang dalam "Trend Line" pada pada periode waktu tersebut. Bentuk Morobozu ini, terlihat berupa candlestick dengan body panjang, terutama pada skala waktu: H1, pada jangka yang lama terlihat juga pada H4, yang berarti pergerakan harga menuju Trend tertentu (Trend Line), baik Up Trend maupun Down Trend.

Long Candle Morobozu adakalanya terbentuk lebih dari satu pada "Time Frame" tertentu, pada H1, pada tekanan harga yang sangat kuat "Long BULLISH/BEARISH Candlestick" ini terlihat memiliki body panjang, terkadang juga di ikuti pembalikan arah yang cepat, yang menandakan pasar sedang dalam kondisi bergejolak, terutama ketika di rilisnya berita berita penting di negara negara yang mata uangnya di perdagangkan tersebut.
Pola dan Candlestick "Bullish/Bearish" Morobozu
Long Bullish/Bearish Candlestick (Morobozu)
Long Candlestick adalah bentuk Bullish/Bearish Morobozu yang mempunyai ekor, sebagaimana informasi di atas Long Candlestik dan Morobozu ini merupakan "Tekanan Harga yang cukup/sangat Kuat" antar "Kedua Pasangan (pairs) Mata Uang Asing" tersebut...dengan kata lain merupakan Trend Line yang terjadi pada Periode waktu tersebut.
Keterangan dan Gambar Bentuk Long Candlestick Morobozu
Long Candlestick (Morobozu)
Pada gambar di atas terlihat bentuk Long Candlestick "Bullish" Morobozu (yang dilingkari merah - panah ke atas) dan di ikuti oleh beberapa candlestick yang lebih pendek sebelum akhirnya berbalik arah menjadi Long Candlestick "Bearish" Morobozu (yang dilingkari warna merah - panah ke bawah). Pada situasi tersebut pergerakan harga begitu cepat (bahkan terkadang seperti melompat lompat).

Mengenal Bentuk/Pola Candlestick Chart di Metatrader Forex (Hal 16)

Pada Window di MetaTrader yang menggunakan model "Candlestick Chart" akan terlihat banyak sekali bentuk/pola dari Candlestick tersebut. Pergerakan harga menggunakan Candlestick chart ini lebih mudah di amati, jika di bandingkan 2 jenis grafik yang lain, yaitu: Bar chart dan Line chart. para ahli analisis memberikan banyak nama untuk pola/bentuk dari Candlestick tersebut, berdasarkan Riset dan Pengalaman, mereka berpendapat bahwa, "Pergerakan Harga memiliki siklus yang terkadang selalu berulang dengan Pola tertentu".

Bentuk / Pola Candlestick Chart di Metatrader Forex

Mengenalan Pola Candlestick Chart di MetaTrader (Trading Terminal)
Pola Candlestick di Window MetaTrader (MT4/MT5)
Diperkirakan penggunaan Candlestick chart sekitar abad ke 17 di Jepang. Munehisa Homma adalah seorang Pedagang Beras yang di anggap sebagai pelopor metode ini, untuk mengamati pergerakan harga beras yang terjadi di pasaran. Pergerakan Naik dan Turun Harga yang sedang terjadi, terlihat pada Window Chart, harga yang sedang trend Naik (bullish) terlihat pada bentuk Candlestick dengan body Hitam, sedangkan harga yang sedang bergerak Turun (bearish) terlihat pada bentuk Candlestick dengan body Putih (lihat gambar di atas).

Analisis Teknikal menggunakan Pola dan Bentuk Candlestick Trading Forex
MetaTrader Platform
Pada Window Chart juga terlihat Panjang/Pendek berbeda, Bentuk/Pola pola yang beragam dari Candlestick ini. Para ahli analisis menggunakan bentuk dan pola candlestick ini untuk memperkirakan pergerakan harga dan sebagai indikasi pergerakan harga yang akan terjadi kedepannya. 
Pada gambar di atas juga terlihat pergerakan turun/naik harga dari titik terendah ketitik tertinggi dan sebaliknya (pada periode tersebut).

Mengenal Bentuk/Pola Candlestick chart di Metatrader Trading Forex

Panjang dan Pendek serta Pola yang terbentuk pada Candlestick menunjukan Kondisi, Psikologi juga Trend Pasar yang berlangsung pada periode waktu tertentu, pada MetaTrader terdapat "Time Frame" yang dapat dipilih untuk mengamati pola candlestick tersebut, yaitu: M1, M5, M15, H1, H4, D1, W1, dan MN, yakni pergerakan harga setiap Menit, 5Menit, 15Menit, 1-Jam, 4-Jam, 1 Hari hingga perbulan (MN - Moonth).

Pola Candlestick yang terlihat muncul, yang mengindikasikan "Situasi dan Kondisi" Pasar Mata Uang asing pada saat itu, seperti: Long Candlestick (Morobozu), Spinning Tops, Hammer - Hanging Man - Inverted Hammer - Shooting Star, Long-Legged Doji - Four Doji - Dragon Fly Doji - Gravestone Doji dan masih banyak lagi "Bentuk Candlestick" yang terlihat pada windows MetaTrader tersebut, bentuk bentuk Candlestick tersebut kemudian membentuk "Pola Pola" tertentu menuju sebuah "TREND LINE" yang tertentu pula, yakni: Up Trend (Trend kenaikan Harga terus berlanjut dalam jangka waktu yang cukup Panjang), begitu pula sebaliknya pada Pola "Down Trend", yakni: Trend Harga yang terus Menurun dalam jangka waktu yang cukup Lama (Mingguan / Bulanan
hingga Tahunan).
Panduan Belajar Forex untuk Pemula

Dari Pengenalan "Bentuk dan Pola Candlestick" yang cukup beragam itu, dapat menjadi sebuah Indikasi pergerakan Harga, Indikator yang terdapat pada MetaTrader dapat membantu Analisa secara Teknis (teknikal), untuk membaca arah Pergerakan Harga selanjutnya, namun hal yang perlu di ingatkan, bahwa: Analisa Teknis dapat membantu ketika Pergerakan Harga Normal, Pergerakan Harga dapat menjadi "Tidak Terkendali" ketika "Rilis Berita Fundamental" yang sangat kuat mempengaruhi pergerakan harga mata uang asing ini, seperti: Kenaikan Suku Bunga (terutama Bank sentral Amerika, Eropa dan Jepang). Kebijakan Ekonomi & Politik Negara negara Maju (negara negara yang mata uangnya diperdagangkan tersebut), juga dapat menjadi pemicu "Lonjakan Harga" pada Pasar Mata Uang Asing ini.


Bentuk Candlestick dengan mudah di amati dalam jangka yang relatif lebih pendek, jika di bandingkan "Pola Candlestick" yang memerlukan cukup banyak "Bentuk  Candlestick" sebagai Analisis Pergerakan Harga di masa datang. Pola Candlestick akan membentuk "TREND LINE" tertentu, yaitu: Down Trend (Turun) atau bisa juga Up Trend, yakni: Trend pergerakan Harga yang terus Naik, meski terkadang di ikuti dengan Koreksi harga dan Side Way.


Pola Candlestick yang terjadi dapat dilihat menggunakan "Indikator ZigZag" menuju TREND LINE tertentu yang dapat digunakan sebagai Analisis pergerakan Mata Uang asing yang besar kemungkinan akan terjadi pada beberapa waktu kedepannya di Pasar Forex global ini.

Trend Pergerakan Harga Mata Uang Asing Trading Forex (Hal 15)

3 Model Grafik/Chart di MetaTrader (MT4/MT5) yang dapat digunakan untuk mengamati pergerakan Harga di pasar Mata Uang asing ini, yaitu: Bar Chart, Candle Stick dan Line Chart, namun yang paling umum di pergunakan adalah model: Candle Stick chart.

Model Candlestick chart ini berupa Balok/Lilin yang tampak pada Window di MetaTrader. Tampilan berupa balok atau lilin ini berbeda beda, dengan "Penamaan" yang beragam pula, sseperti: Morobozu, Doji Star, Hammer, Hanging man dll, begitu pula dengan "Susunan" berbeda beda pula, yang mengindikasikan Situasi dan Kondisi Pasar pada saat itu. Pengamatan dengan Metode ini di sebut: Analisa Teknikal serta menggunakan beragam Indikator yang tersedia pada MetaTrader tersebut.

Tampilan dasar CandleStick adalah berbentuk balok/lilin berwarna Hitam, yang menunjukan pergerakan harga sedang Naik (Bullish), sedangkan balok/lilin yang berwarna Putih menunjukan harga sedang bergerak Turun (Bearish). Tinggi dan Rendahnya pergerakan Harga tersebut akan terlihat pada seberapa panjang bentuk dari balok/lilin tersebut.

Mengenal Trend Pergerakan Harga di Metatrader Forex dengan Candlestick Chart 

Pergerakan Bullish/Bearish Candle Stick MetaTrader
Pergerakan Harga di MetaTrader menggunakan Candle Stick chart
Pada titik (a) gambar di atas, terlihat harga merangkak Naik menuju ke titik (b), kondisi ini disebut dengan "Bullish (Bull - Banteng dengan karakter Tandukan ke Atas)", pergerakan kemudian terhenti pada titik (b), yang berarti titik (b) tersebut adalah puncak "trend" pada saat itu, maka "market" akan kembali bergerak Turun hingga mencapai titik (c), kondisi ini disebut dengan "Bearish (Bear - Beruang dengan karakter Mencakar ke Bawah)".
  1. Model Chart: Bar chart / CandleStick / Line chart
  2. Zoom In/Out - Memperbesar atau Memperkecil tampilan Window Chart/Grafik
  3. Time Frame - Pilihan skala Waktu yang di Inginkan.
Buy - ketika harga bergerak Naik (bullish) maka trader akan mendapatkan Keuntungan (Profit), namun jika harga bergerak sebaliknya (turun/bearish) maka trader akan mendapatkan Kerugian (Loss). Harga bergerak Naik terlihat pada Window berupa balok/lilin dengan body Hitam (lihat pada gambar di atas!).

Sell - ketika harga bergerak Turun (bearish), maka trader akan mendapatkan Keuntungan (Profit), namun jika harga bergerak sebaliknya (naik/bullish), maka trader akan mendapatkan Kerugian (Loss). Harga bergerak Turun terlihat pada Window berupa balok/lilin dengan body Putih. (lihat pada gambar di atas!).
Trader adalah Pelaku Pasar, sehingga Keuntungan (Profit) ataupun Kerugian (Loss) di dapatkan seketika itu juga (Real Time), oleh karena itu , Kecermatan Analisis, Pengalaman Psikologi Trading, Manajemen Resiko akan berperan sangat penting bagi seorang Trader, terutama Trading Manual (trader yang melakukan eksekusi sendiri/mandiri).
Trading Forex merupakan Investasi yang mempunyai Resiko cukup Tinggi, Keuntungan dan Kerugian akan di dapat secara "Real Time". Seorang Trader dapat melakukan latihan pada "Akun Demo" terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk masuk ke "Akun Real", anda juga dapat menguji skill trading anda, dengan mengikuti "Kontes - Kontes" di akun Demo (hadiah yang di dapatkan adalah "Real" yang dapat di jadikan sebagai Modal Trading anda), yang di sediakan oleh beberapa "Broker" Forex ternama, seperti: InstaForex, FBS, DLL
Hampir di setiap Broker Forex, menyediakan "Panduan" untuk  Mengenal/Belajar Forex ini, meski untuk "Pemula" sekalipun, yang dapat di akses di halaman website Broker forex yang bersangkutan.

Penggunaan Platform Metatrader untuk Transaksi / Trading Forex (Hal 14)

Untuk memantau pergerakan "Pasar Mata Uang Asing", maka dipergunakan sebuah Grafik. MataTrader (MT) merupakan platform Trading Terminal yang paling Populer dipergunakan oleh para Trader untuk memantau pergerakan Mata Uang Asing tersebut secara Online. Menggunakan MetaTrader ini, memungkinkan Trader masuk ke Pasar Mata Uang Dunia, melalui salah satu Broker (Penghubung antara Trader ke Pasar Mata Uang Dunia).

Beberapa Broker mungkin menyediakan Instrument Trading selain FOREX, seperti: GOLD (emas), SILVER (perak) dan Komoditi lainnya, seperti: OIL (minyak mentah) dll.

Metatrader Platform Trading Forex

Mengenal Fitur Penting pada Trading Terminal MetaTrader
Fitur Utama pada MetaTrader / Trading Terminal
Gambar di atas merupakan sebuah Gambaran "Fitur Utama" pada Trading Terminal / MetaTrader, dengan penjelasan sebagai berikut:
  1. Market Watch - Fitur / Kolom beriskan "Instrument Trading" yang disediakan oleh "Broker" tersebut, Instrument Trading yang paling Utama adalah "Pairs (pasangan) Mata Uang Asing (Valuta Asing/Valas), seperti: EUR/USD, GPB/USD, USD/JPY dan lain lain. Pergerakan Mata Uang Asing yang setiap saat selalu Fluktuatif (berubah-ubah) dapat dilihat / di pantau pada sebuah "Bar Chart" (No. 4 pada gambar di atas adalah menunjukan Bar Chart dengan model: Candle Stick chart.
  2. Navigator - Fitur / Kolom berisikan "Form Login" Akun dan Instrument pembantu, seperti: Indikator, Expert Advisor dll.
  3. Terminal - Fitur / Kolom berisikan Informasi Pasar dan Kondisi Akun Trading serta beberapa Laporan lain terkait lainnya.
  4. Chart - Pergerakan Kondisi Pasar, Chart pada MetaTrader mempunyai 3 Model Chart, yakni: 1. Bar Chart, 2. Candle Stick (model chart sebagaimana terlihat pada gambar di atas), 3. Line Chart.
  5. Indikator - Indikator merupakan Tool yang tersedia pada platform MetaTrader yang dapat di pergunakan untuk membantu "Analisis Teknikal" pergerakan Instrument Trading terutama Mata Uang Asing (Forex) ini.
  6. Indikator - 2 Indikator yang digunakan pada gambar di atas adalah: 1. Indikator atas: Stochastic dan RSI sedangkan yang ke 2. menggunakan Indikator "William's Percent Range", penggunaan Indikator tersebut dapat di pilih oleh Trader berdasarkan Pengalaman dan Pengetahuan Trader itu sendiri.

Gambaran Sederhana dari "Trading Forex" ini adalah:

  • Membuka Posisi Beli (Buy) dan melakukan Jual (Sell) ketika harga lebih "Tinggi" dari Posisi Beli (Buy), sehingga Trader dapat menghasilkan Profit (keuntungan/laba), namun sebaliknya jika posisi  Jual (Sell) ketika harga lebih "Rendah" dari Posisi Beli (Buy), maka Trader akan mendapatkan Loss (Rugi), besar kecilnya kerugian tergantung dari jumlah "Pips dan Lots" yang digunakan..
Forex merupakan Perdagangan, di mana yang jadi objek perdagangan tersebut adalah "Pasangan Mata Uang Asing" tertentu, yakni: Pasangan Mata Uang dari Negara negara yang sudah Maju Perekonomiannya, seperti: Amerika Serikat (USD), Eropa (Euro), Jepang (Yen), New Zealand (NZD), Swiss (CHF) dan Canada (CAD), yang merupakan Negara negara Maju dengan Perekonomian terkuat di Dunia.

Karena Forex merupakan Perdagangangan Mata Uang Asing Dunia, maka beberapa Faktor yang terjadi di Negara negara tersebut dapat mempengaruhi kekuatan Mata Uang Negara tersebut terhadap Mata Uang Negara yang menjadi Pasangannya. Beberapa Faktor di antaranya adalah: PolitikEkonomi, Tingkat Suku Bunga Bank dll. Oleh karena itu di perlukan Analisa untuk mengamati "Pergerakan Pasangan Mata Uang Asing" ini,


Pergerakan (Naik/Turun) Harga/Nilai Pasangan Mata Uang asing tersebut akan menjadikan "selisih harga" (nilai tukar), yang berarti harga bisa jadi Lebih Tinggi atau bahkan juga menjadi Lebih Rendah. Pergerakan Harga ini dapat menghasilkan Keuntungan ataupun Kerugian bagi Pelaku Pasar (Trader). Pergerakan Harga pada Window di MetaTrader (MT4 / MT5) di pantau menggunakan 3 Jenis grafik (chart), yaitu:

3 Model Grafik di MetaTrader - BAR CHART, CANDLE STICK,  LINE CHART

Jenis Bar Chart, Candle Stick, Line Chart di MetaTrader (MT4/MT5)
3 Jenis / Model Chart di MetaTrader (MT4 / MT5) - Trading Terminal
  1. Bar Chart - Model "Bar Chart" ini menampilkan grafik Pergerakan Harga, dan terlihat seperti Bar yang berurutan (tersambung/tersusun).
  2. Candle Stick - Model "Candlestick" merupakan Chart / Grafik  ini menampilkan grafik Pergerakan Harga, dan terlihat seperti Balok atau Lilin yang tersusun naik/turun berurutan. Model Candle Stick ini yang paling populer di pergunakan, karena lebih mudah di pahami. Untuk merubah tampilan Warna dll, klik Kanan pada Window, kemudian pilih: Properties (F8), lakukan perngaturan sesuai dengan yang di kehendaki.
  3. Line Chart - Model "Line Chart" ini menampilkan grafik Pergerakan Harga berbentuk Garis Naik Turun.
Pergerakan Harga yang Turun/Naik (Fluktuatif) dan Tinggi/Rendah nya Grafik yang terlihat pada Window di MetaTrader ini menunjukan "Kondisi Pasar" mata uang saat itu. Pada model "Candle Stick" chart, terlihat balok / lilin yang mempunyai Ukuran panjang yang berbeda beda.

Pergerakan Harga yang Bergejolak umum terjadi ketika rilis "Berita berita Penting" di rilis oleh negara yang bersangkutan, terkait Kebijakan Ekomomi dan Moneter, seperti: Non Farm Payroll (di Amerika), Suku Bunga Bank DLL, hal ini akan ditanggapi secara beragam oleh Pelaku Pasar (trader) Forex ini, dan pada Metatrader akan terlihat pergerakan harga yang begitu cepat pada situasi dan kondisi yang seperti itu.

2.20.2018

Analisis / Landasan Fundamental Trading Forex (Hal 13)

Analisa Fundamental pada "Trading Forex" adalah dengan cara: Mengamati apa apa saja Faktor yang dapat mempengaruhi Perekonomian pada suatu Negara. Ada cukup banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan harga di Pasar Mata Uang Asing (Forex) ini. Kondisi Politik dan Perekonomian suatu Negara, merupakan salah satu yang menjadi Indikator Pergerakan Harga Pairs (pasangan) Mata Uang Asing yang di perdagangkan pada "Pasar Forex" tersebut, atau dengan kata lain, merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi Turun Naik nya Mata Uang Negara yang bersangkutan.

Analisa Fundamental Trading Forex

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara tersebut, bisa disebabkan oleh: Kebijakan Pemerintah di negara tersebut, Politik serta beberapa Indikator Penting (utama) lainnya, yaitu:
  • GNP (Gross National Product) - Pendapatan Nasional Bruto (PNB) artinya: Jumlah keseluruhan baik berupa "Barang" ataupun "Jasa" yang dihasilkan oleh Penduduk negara tersebut, baik di dalam maupun di luar negaranya.
  • GDP (Gross Domestic Product) - Pendapatan Domistik Bruto (PNB) artinya: Jumlah keseluruhan baik berupa "Barang" ataupun "Jasa" yang dihasilkan oleh Perusahaan kepunyaan negara tersebut atau Perusahaan Asing yang ada di negara tersebut.
  • Inflation - Inflasi adalah Peningkatan tingkat harga secara umum dalam suatu perekonomian negara, yang di akibatkan oleh:  1. Kelebihan Permintaan 2. Meningkatnya biaya faktor input.
  • BOP (Balance of Payment) - Neraca Pembayaran Internasional adalah "Catatan semua Transaksi Internasional" meliputi: Perdagangan, Keuangan dan Moneter antar Penduduk suatu negara dengan Penduduk negara lainnya dalam suatu Periode
  • Interest Rate - Tingkat Suku Bunga nominal suatu negara yang Naik lebih tinggi dari negara lainnya akan menyebabkan para Pemodal/Spekulan tertarik untuk menginvestasikan modal/dana kepunyaanmya pada Mata Uang negara tersebut.
Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)
Platform Metatrader
Selain beberapa Indikator-indikator tersebut di atas, masih banyak lagi Indikator-indikator yang berpengaruh terhadap pergerakan Mata Uang pada suatu Negara yang bersangkutan, sehingga Indikator-indikator tersebut di atas dapat dijadikan suatu Landasan atau Analisa Fundamental pada Valuta Asing / Trading Forex ini.

Landasan / Analisis Teknikal Trading Forex (Hal 12)

Jika pada Landasan / Analisa Fundamental menitik beratkan pada pengamatan secara "Makro" tentang Faktor faktor: Ekonomi, Industri, Politik dll, yang pada selanjutnya dapat mempengaruhi pergerakan harga pada Pasar Uang/Valuta Asing ini, sedangkan "Analisa Teknikal" adalah banyak menitik beratkan pada "Pengalaman maupun dengan Perhitungan secara "Matematis".

Pada MetaTrader (Trading Terminal) pada kolom "NAVIGATOR" terdapat Indikator-indikator yang dapat digunakan untuk Menganalisa pergerakan harga di pasar Mata Uang Asing (Forex) ini. Penggunaan Indikator dapat membantu seorang Trader untuk menentukan "Order (BUY/SELL)" pada Pasangan (pairs) Mata Uang Asing yang di inginkan. 


Analisa menggunakan Indikator indikator yang tersedia pada platform MetaTrader (MT4 / MT5) ini, disebut dengan Landasan/Analisis Teknikal pada Trading Forex. Beberapa model Indikator yang sering digunakan, di antaranya adalah: Bolinger Band yang berbentuk seperti sebuah Gelombang, menujukan besar kecilnya minat pasar terhadap pasangan Mata Uang tersebut, Stochastic yang berbentuk naik turun yang mengindikasikan Titik jenuh JUAL/BELI atau KOREKSI harga yang terjadi.

Landasan / Analisis Teknikal Trading Forex

Mengenal Indikator MetaTrader untuk Analisa Teknikal Trading Forex
Indikator Bolinger Bands & Stochastic MetaTrader (MT4/MT5) Platform

Beberapa Landasan / Analisis Teknikal pada Trading Forex

Gambar Trading Forex Platform (Software Trading)


Beberapa Analisa Teknikal yang dapat digunakan, sebagai contoh:

  1. Harga yang bergerak dalam suatu arah (trend) tertentu dan akan berlanjut beberapa saat sebelum market berbalik arah.
  2. Pergerakan pasar dapat di prediksi karena pergerakan harga mengikuti arah tertentu (trend)
  3. Market yang bergerak dari dasar (titik terendah) cenderung akan berbalik arah, akan lebih mudah di amati pada grafik.
 Jenis Grafik yang digunakan pada pada "Analisa Teknikal" adalah:
  1. Bar Chart - Grafik yang berbentuk Bar tegak lurus pada Platform Trading yang menggambarkan harga Tertingg (High Price) dan harga Terendah (Low Price)
  2. Candlesticks Chart - Model ini berbentuk seperti balok atau lilin dengan body berwarna Hitam dan Putih dengan panjang, pendek serta pola yang sangat beragam
  3. Line Chart - Model ini membentuk garis turun naik mengikuti pergerakan harga yang terjadi.
 Model Kuantitatif yang umum di pergunakan pada Analisa Teknikal adalah:
  1. Bollinger Bands - Model Indikator berbentuk seperti sebuah Gelombang yang terdiri dari 3 Level garis Gelombang, Lower, Middle dan Upper Band, menujukan besar kecilnya minat Pasar terhadap pasangan Mata Uang tersebut
  2. ZigZag - Model Indikator yang berbentuk trek Naik Turun dengan ujung yang berbentuk Lancip, Puncak atau Ujung yang bebentuk lancip ini menujukan akhir Trend yang terjadi pada saat itu.
  3. Stochastic - Model Indikator dengan skala 0 hingga 100 dengan area -20 adalah area "OverSold" dan +80 adalah area "OverBought".
  4. RSI (Relative Strength Index) -  Model Indikator yang bekerja hampir sama dengan Indikator Stochastic dengan skala 0 hingga 100, dimana -30 adalah area "OverSold" dan +70 adalah area "OverBought".
  5. MA (Moving Average) - Model Indikator MA ini mengindikasikan pergerakan / arah trend yang terjadi.
Metode "Analisa Teknikal" ini adalah cenderung untuk menggunakan: Indikator Grafik, Pengalaman serta Perhitungan Sistematis. Analisa Teknikal menggunakan Indikator ini dapat membantu seorang Trader untuk mengamati Arah dan Pergerakan Harga Mata Uang Asing pada Pasar Forex ini.

Analisa Teknikal menggunakan beragam Indikator yang tersedia pada MetaTrader tersebut hanyalah sebagai tool pembantu, yang mungkin tidak 100% sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi, namun indikator indikator tersebut akan sangat berguna ketika pasar sedang Normal.

Penggunaan Trailing Stop (TS) di Metatrader Trading Forex (Hal 11)

Trailing Stop (TS) ini adalah dengan cara menaikan Stop Loss nya (SL) otomatis secara bertahap, ketika posisi/pergerakan "Mata Uang" mencapai suatu titik tertentu dan mulai berbalik arah.. sehingga dapat "Melindungi" Profit (keuntungan)  yang sudah di dapat.

Penggunaan "Trailing Stop (TS)"  dapat di lakukan pada "Kondisi Trading sedang Terbuka", dengan cara: Klik kanan pada "Order" yang sedang berjalan, kemudian pilih: Trailing Stop sesuai dengan yang di inginkan.

Fungsi Trailing Stop sebagaimana telah di katakan di atas, yakni: Untuk melindungi Profit yang di dapat ketika "Market Berbalik arah", sebagai contoh: pada posisi Order: BUY (beli) dengan "Trailing Stop" adalah "15 Poin (15 Pips ) - Minimum Trailing Stop adalah 15 Poin), kemudian Market bergerak Naik di atas dari 15 Point (15 pips) dan terus bergerak naik hingga 100 Point (100 Pips),  maka Trader akan mendapatkan "Profit" sebesar 100 poin/pips x jumlah Lot yang digunakan, namun beberapa saat kemudian "Market berbalik Arah (TURUN)" sebesar 15 Poin/Pips maka secara "Order" secara otomatis akan tertutup, sehingga Profit yang di dapatkan adalah 85 Poin x Lot yang di pergunakan.

Penggunaan Trailing Stop (TS) di Metatrader Trading Forex

Panduan Cara Pengaturan Trailing Stop (TS) di MetaTrader
MetaTrader (Trading Terminal)
Contoh Penggunaan Trailing Stop (TS)

 Set "Trailing Stop (TS)" pada Point tertentu, dengan cara: Klik kanan pada Order, kemudian pilih: "Trailing Stop" selanjutnya pilih lagi tingkat Points yang di inginkan, sebagai contoh: 15 Points, maka apabila nilai Profit sudah melebihi 15 Points (yaitu: 16 Points), maka fungsi "Trailing Stop (TS)" ini akan aktif, namun jika belum mencapai/menyentuh +16 maka "Tailing Stop (TS)" kondisi belum aktif.
 Sebagai Contoh: Set "Tailing Stop (TS)" pada angka 20 points, kemudian si Trader melakukan "Open Buy" pada harga 1.3000, kenudian market bergerak Naik pada posisi 1.3012, maka Trailing Stop (TS) akan Aktif, dengan cara: Menghentikan "Stop Loss (SL)" secara otomatis pada harga 1.3001. Jarak pada 20 Points adalah maksimal pembatasan dari Potensi Loss dari si Trader, yaitu: 1.3021 - 20 Pips = 1 Pips, sehingga dapat melindungi Profit yang sudah di dapatkan dari posisi sebaliknya atau Loss di atas dari nilai 20 pips tersebut.
Jika market bergerak Naik dari 1.3000 ke 1.3030, maka posisi "Stop Loss (SL) secara otomatis akan naik juga menjadi 1.3010 (mengikuti 20 point dari "Trailing Stop (TS) "tersebut, dan begitu seterusnya.

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) pada Trading Forex (Hak 10)

Stop Loss (SL) adalah digunakan untuk Membatasi Potensi Kerugian yang di dapat sewaktu Trading, sedangkan "TP (Take Profit)" adalah Batasan maksimal Keuntungan yang di dapat pada sewaktu Trading.

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) pada Trading Forex

Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) sewaktu Trading Forex adalah dengan melakukan "setingan pada Kolom: SL/TP" pada platform trading baik menggunakan "Marketiva, Meta Trader 4 / 5, itc4 (Instaforex trading platform) " dll.
Cara Pengaturan Take Profi (TP) dan Stop Loss (SL) Trading Terminal Forex
Penggunaan Take Profit (TP)/Stop Loss (SL) MetaTrader (Trading Terminal) fOREX
Penggunaan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) harus mengunakan "Nilai yang Sama", artinya: ketika "open buy" menggunakan nilai 50 Pips, maka ketika Mata Uang yang di tradingkan Naik (TP - Take Profit) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis, begitu pula sebaliknya, ketika Mata Uang yang di tradingkan Turun (SL - Stop Loss) 50 pips, system akan berhenti (close) secara otomatis.
Gambar di atas merupakan contoh Penggunaan "Take Profit (TP)" Garis Merah putus putus adalah "Garis TP (Take Profit)" yang sudah di buat,  Candle Stick terakhir (yang berwarna Merah) adalah menunjukan "koreksi harga" dan bergerah ke bawah, Opsi yang di pilih adalah: SELL (jual), sehingga ketika harga terus bergerak ke bawah, maka akan Trader akan mendapat Profit (keuntungan), jika harga terus turun hingga menyentuh/melewati garis merah putus putus tersebut, maka Posisi akan menutup secara Otomatis. pada kolom di bawah merupakan sebuah "Posisi Terbuka" atau Eksekusi sedang berjalan, pada bagian yang dilingkari warna merah terlihat "Profit" masih minus $ 0.46 dan juga di sebabkan "Spread" yang cukup tinggi antar kedua Mata Uang (GPBB/JPY) tersebut.

Harga harus melewati "Garis Merah putus putus" tersebut, di karenakan ada "Spread' yang terjadi sewaktu "Order/Open Posisi" tersebut.

Contoh Penggunaan SL/TP untuk Trading Forex

Pada platform trading, pilih Mata Uang yang akan di Tradingkan, kemudian lakukan "Open Buy" atau Open Sell" (New Order) seperti biasa, sebagai contoh:
  1. GPB/USD = Bid (Sell) 1.5070 / ASK (Buy) 1.5073 (selisih/spread 3 pips), kemudian ketika perkiraan "GPB akan Menguat (Naik) terhadap USD", maka pilihlah "Open Buy" atau posisi beli.
  2.  Isikan pada kolom "Stop Loss" dan "Take Profit" dengan Nilai yang Sama, misalnya: Stop Loss = 50 pips dan Take Profit = 50 pips, jadi Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020/ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123. 
  3. Ketika Market bergerak Naik hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5123 sebagaimana poin di atas -> ASK (Buy) 1.5073 + 50 pips = 1.5123, maka trader akan mendapatkan keuntungan (Profit) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis", begitu pula sebaliknya
  4. Ketika Market bergerak Turun hingga 50 pips kemudian menyentuh harga: 1.5020 sebagaimana poin di atas -> Bid (Sell) 1.5070 - 50 pips = 1.5020, maka trader akan merugi (Loss) 50 pips,setelah mencapai posisi ini maka system akan "Berhenti (Close) secara Otomatis".

Lihat gambaran Pengaturan SL/TP sebagaimana berikut di bawah ini:

 Posisi: OPEN "BUY"

Contoh Mudah Penggunaan dan Seting SL / TP pada Platform Trading Forex
Mengatur Posisi Open Buy
  • Contoh di atas adalah untuk posisi "Open Buy" dimana mengharapkan Market akan bergerak Naik
  • Pasangan (Pair) Mata Uang yang di Tradingkan pada contoh di atas adalah: AUD/NZD pada posisi: AUD 1.0534/NZD 1.0546, maka AUD 1.0534 - 50 pips = 1.0484 (Stop Loss)/kemudian NZD 1.0546 + 50 pips = 1.0596 (Take Profit)
  • Jika market bergerak "NAIK" sebesar 50 pips dari 1.0546 menjadi , 1.0596 trader akan mendapatkan "PROFIT/UNTUNG" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.
  • Jika Market bergerak Turun, 50 pips dari 1.0534 menjadi , 1.0484 trader akan "LOSS/MERUGI" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.

Posisi: OPEN "SELL"

Posisi: Open "Sell' berlawanan dengan Posisi: Open "Buy". Posisi Open Sell mengharapkan Market akan bergerak Turun agar mendapatkan Profit (Untung).

Mengatur Posisi Open Sell
  • Contoh di atas adalah untuk posisi "Open Sell" dimana mengharapkan Market akan bergerak Turun agar mendapatkan "Profit".
  • Pasangan (Pair) Mata Uang yang di Tradingkan pada contoh di atas adalah: AUD/NZD pada posisi: AUD 1.0534/NZD 1.0546, maka AUD 1.0534 + 50 pips = 1.0584 (Stop Loss)/kemudian NZD 1.0546 + 50 pips = 1.0496 (Take Profit)
  • Jika market bergerak "TURUN" sebesar 50 pips dari 1.0546 menjadi , 1.0496 trader akan mendapatkan "PROFIT/UNTUNG" sebesar 50 pips sebagaimana tersebut di atas, dan system akan berhenti (close) secara otomatis.

Penggunaan "Click and Drag" untuk Pengaturan instan SL (Stop Loss) dan TP (Take Profit) 

    Penggunaan "Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) juga dapat di lakukan langsung pada Window Trading Terminal tersebut, dengan cara "Click and Drag", sehingga Eksekusi harga dapat di lakukan secara cepat 
    Penggunaan "Click and Drag" ini adalah dengan "Eksekusi Langsung/Pending Order" pada harga yang berjalan, selanjutnya pada "Posisi yang sudah Terbuka", Klik tepat pada "Garis" order untuk membuat "Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL)" sesuai dengan yang di inginkan.
    Order/Open Posisi berupa "Garis Hijau putus putus", sedangkan Take Profit (TP) akan terlihat berupa "Garis Merah putus putus" pada Window Trading Terminal (MetaTrader) tersebut.
    Panduan Cara menggunakan SL/TP "Klik dan Drag" pada MetaTrader
    Contoh Penggunaan TP (Take Profit) / SL (Stop Loss) "Klik dan Drag" di MetaTrader (Animasi Gif)
    Klik BUY, kemudian Drag (tekan dan tahan selajutnya tarik keatas di mana posis Buy ke target Profit yang di inginkan, Besar Kecilnya Profil yang di dapat tersebut di atas akan ditentukan oleh: Besar/Kecilnya "Lot (Volume)" yang di pergunakan, juga seberapa besar pergerakan "Pips (poin)" yang terjadi (dapat terpantau pada grafik window di MetaTrader tsb).