2.15.2018

Mengganti 2GB eMMC Drive HP T5740 Thin Client dengan Hard Disk

Masih ingat dengan artikel kami terdahulu, pada: Fitur dan Spesifikasi Desktop Portable HP T5740 Thin Client ?, pada halaman tersebut kami telah menginformasikan, bagaimana hingga saat ini kami masih tetap menggunakan perangkat tersebut, meskipun dengan kondisi hard drive yang terbatas, ya.. pada halaman tersebut, kami mengatakan bahwa: "HP t5740 ini sebenarnya memang didesain untuk penggunaan di internet, oleh karena itu pada HP t5740 ini hanya mempunyai 2GB Flash Drive (eMMC) (tidak menggunakan Hardisk seperti Komputer pada umumnya), sehingga..
Menambahkan Hardisk Internal pada HP t5740 Thin Client
HP t5740 Thin Client
(saya akui) booting komputer ini jauh lebih cepat dibanding Komputer (Desktop / Laptop) pada umumnya, meski dengan prosesor setara dengan netbook yang ada dipasaran (saat ini)", namun ternyata setelah mempergunakannya, hampir siang dan malam, hingga kondisi Flash Drive (2GB eMMC Drive) tersebut sekarang sudah dalam kondisi tidak dapat dipergunakan kembali atau sudah rusak.

Menambahkan Hardisk Drive Internal pada HP T5740 Thin Client, sebagai Pengganti eMMC (Flash) Drive

2GB Flash Drive pada HP T5740 Thin Client mini Desktop
2GB eMMC (Flash) Drive
Pada sebelum sebelumnya, kami berpendapat bahwa eMMC flash drive ini, mempunyai ketahanan luar biasa, dan kami meyakini itu, namun mungkin karena penggunaan yang cukup luar biasa (hampir siang malam penggunaannya), maka perangkat komputer mini yang kami perkirakan di buat sekitar Th 2007 - 2009 ini, akhirnya mengalami kerusakan juga pada perangkat Flash Drive nya, sehingga memaksa kami untuk menggantinya dengan Hard Drive konvensional yaitu: Hardisk (rotational), dan sekarang kami menggunakan Hardisk 2.5" bekas Laptop yang sudah tidak terpakai, kapasitas yang kami gunakan disini adalah 80GB dengan System Operasi Windows 7, namun masih tetap nyaman di pergunakan dengan 2 x 1GB RAM yang terpasang pada kedua slot memory nya.

Penggantian 2GB eMMC (Flash) Drive dengan 80GB SATA 5400rpm Hard Disk Drive (HDD)

Di karenakan kerusakan pada eMMC flash drive ini, maka tentu saja kami agak kesulitan untuk mendapatkan part penggantinya, di tambah pula HP t5740 Thin Client ini adalah perangkat penting pada ruang kerja kami, meskipun sebenarnya masih ada PC lainnya, namun karena terlanjur semua pekerjaan kami mempergunakan PC mini ini dengan pertimbangan Irit pada penggunaan Daya Listriknya (jika dibandingkan Desktop PC), juga ketahanan mesin yang cukup Tangguh ( jika di bandingkan Netbook atau sejenisnya) apalagi pada penggunaan jangka panjang (terus menerus), maka mau tidak mau kami mencoba untuk memaksa PC ini agar dapat bisa berfungsi kembali, akhirnya kami melepas eMMC Flash drive yang rusak tersebut, dan memasang sebuah Hard Disk 2.5" bekas Laptop yang sudah tidak terpakai lagi,.

Meskipun terburu buru, karena harus ada yang di kerjakan, maka tidak ada jalan lain, kecuali terpaksa harus memotong Slot PCI express yang memang terdapat pada HP t5740 Thin Client ini, dan mencabut sebuah Kondensator Elektrolit 560mF/4V dan Memasangkannya kembali ke bagian bawah mesin (mainboard) pada HP t5740 Thin Client ini, sehingga Hardisk dapat terpasang pada slot yang tersedia pada mainboard HP t5740 Thin Client tersebut, dan hasilnya terlihat seperti pada gambar berikut.
Pemasangan Hardisk 80GB SATA 5400rpm ke HP T5740 Thin Client
HP T5740 Thin Client dengan Hardisk 80GB SATA 5400rpm
Setelah melakukan pemasangan Hardisk drive tersebut, maka kami melakukan Instalasi System Operasi menggunakan Windows 7, ternyata mempunyai performa yang cukup cepat juga hingga saat ini masih tetap nyaman di pergunakan, meski harus merelakan dengan kondisi cover yang terbuka, kedepannya mungkin bisa di rapikan lagi, mengingat pemasangan hardisk yang demikian agak riskan jika terjadi benturan, terjatuh dan hal hal yang tidak di inginkan lainnya, bagaimanapun, yang penting sekarang HP t5740 Thin Client ini, sudah siap dipergunakan kembali ;)
HP T5740 Thin Client + Hardisk dan Windows 7
Basic Information
Gambar di atas menunjukan sebuah Informasi Dasar (properties) HP T5740 Thin Client + Hardisk yang sudah terinstal dengan Microsoft Windows 7.
Perbedaan antara SD/SDHC/SDXC Memory Card Reader

Perbedaan antara SD/SDHC/SDXC Memory Card Reader

Card Reader adalah Perangkat untuk membaca Memori pada sebuah sistem Komputer. Card Reader merupakan perangkat Plug'n Play, yaitu: alat/perangkat cabut pasang, yang langsung berjalan ketika alat ini di hubungkan pada perangkat komputer, tanpa harus mengkonfigurasinya ataupun menggunakan software tambahan lainnya, contohnya adalah: Card reader yang telah di sebutkan di atas.

Perbedaan antara SD/SDHC/SDXC Memori Card Reader

SD/SDHC/SDXC adalah sebuah istilah yang menunjukan kapasitas maksimal sebuah memori yang bisa terbaca (support) pada sebuah sistem komputer. Slot memori  pada sebuah sistem komputer (PC, Laptop, Mobile Phones), mungkin akan berbeda beda, tergantung kemampuan di dukung oleh Hardware yang terdapat pada sistem komputer tersebut. Berikut tiga jenis Kartu Memori dan Kapasitas slot Memori yang di gunakan:

Kapasitas Memori jenis SD

  • Kapasitas Memori dari 128MB hingga 2Gb
  • Format standar: FAT 16
  • Kartu Memori jenis SD ini, dapat terbaca pada perangkat Card Reader yang support untuk Memori SD/SDHC/SDXC

Kapasitas Memori jenis SDHC (SD-High Capacity)

  • Spesifikasi/Versi: SDA 2.0
  • Kapasitas Memori lebih besar, yaitu: dari 4GB hingga 32GB
  • Format standar: FAT 32
  • Kartu Memory SDHC ini, menggunakan Format dan Cara berbeda dengan Memori standar seperti jenis Memori SD diatas, di karenakan perbedaan tersebut, maka Memori SDHC ini, tidak dapat terbaca pada perangkat standar (Card reader) yang digunakan untuk Memori SD.
Sebagian Media Card Reader (teemasuk pada perangkat Laptop) yang di buat setelah tahun 2008, sudah kompatibel dengan SDHC ini, dalam arti Card Reader tersebut dapat membaca sebuah memori 4GB hingga 32GB ini.

Kapasitas Memori jenis SDXC (SD-Extended Capacity)

  • Spesifikasi/Versi: SDA 3.0
  • Format standar: exFAT
  • Kapasitas Memori lebih besar lagi, yaitu: dari 64GB hingga mencapai 2TB
Sama seperti halnya diatas, Kartu Memory SDXC ini, menggunakan Format dan Cara berbeda dengan Memori standar seperti jenis Memori SD diatas, di karenakan perbedaan tersebut, maka Memori SDXC ini, tidak dapat terbaca pada perangkat standar (Card reader) yang digunakan untuk Memori SD (128MB hingga 2GB), begitu pula Media Card reader untuk SDHC (4GB hingga 32GB), tidak support untuk Memori jenis SDXC ini.

Namun pada Media Card reader pada Laptop yang di produksi sesudah tahun 2010, rata rata sudah support untuk memori jenis SDXC ini.

Sumber referensi: http://kb.sandisk.com

Sejarah Masa Awal Internet

Internet adalah Perangkat Telekomunikasi berbasis Jaringan yang menghubungkan Komputer yang satu dengan yang lainnya, Internet itu sendiri adalah singkatan kata Interconnection-Networking atau Koneksi antar Jaringan.

Sejarah Masa Awal Internet

Pada awalnya Internet ini di pergunakan untuk kepentingan Militer untuk "Departemen Pertahanan Amerika Serikat" pada tahun 1969, di mana pada saat itu, melalui proyek sebuah lembaga ARPA, maka di kembangkanlah sebuah Jaringan terpadu yang disebut ARPANET yang dapat menghubungkan 4 situs antar Institut dan Universitas penting yang ada di Amerika, yaitu: Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara dan University of Utah. Jaringan yang dipergunakan pada saat itu, berjalan pada sebuah Sistem Operasi UNIX.
Perkembangan Sejarah Awal Internet
illustration - Image Source: www.FreeDigitalPhotos.net
Seiring bertambah pesatnya perkembangan proyek ARPANET tersebut, setelah di perkenalkan secara umum pada bulan Oktober 1972, sehingga seluruh Universitas yang ada di Amerika Serikat menyatakan ingin bergabung sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Berdasarkan hal itulah, maka ARPANET di pecah menjadi 2 bagian, yaitu:
  • MILNET - Jaringan Terpadu untuk Militer
  • ARPANET - Jaringan Terpadu baru dan lebih kecil untuk Non-Militer, seperti untuk Universitas.
Gabungan antar kedua Jaringan Terpadu di sebut dengan DARPA-Internet yang merupakan cikal bakal Sejarah dan Perkembangan Internet hingga saat sekarang ini.

Teknologi sebelum adanya Internet

Sebelum Internet di temukan, beberapa perangkat komunikasi digital telah dikembangkan, termasuk Telegraf. Telegraf adalah sebuah perangkat telekomunikasi dengan konsep: Pengiriman Data menggunakan Media Eletromagnetik (Gelombang Frekwensi), baik melalui gelombang Radio maupun Kabel. Sayangnya.. penggunaan perangkat Telegraf ini sangat terbatas, karena hanya bisa dipergunakan untuk maksimal dua perangkat saja, hal ini tentu sangat menyulitkan. Telegraf ini muncul pada sekitar abad ke-19.

Pada masa itu, beberapa Ilmuan, seperti: Cloude Shannon, Harry Nyquist, Ralph Hartley melakukan bermacam pengembangan dari perangkat ini, dan menjadikan Jangkauan Telegraf ini lebih luas serta peningkatan pada Kecepatannya. Seperti informasi yang kami dapatkan pada situs Wikipedia tersebut:

 Kesulitan ternyata masih saja terjadi, karena perangkat harus selalu terhubung secara fisik, melalui kabel.. maka hal ini tentu saja, masih menyulitkan, apalagi jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, semisal: bencana perang dll, maka hal ini tentu juga tidak aman, karena dapat putus sewaktu waktu.

Tahun 1990 merupakan Era Internet Umum

Sebagai mana awalnya penggunaan Internet adalah sebagai media komunikasi dan data menggunakan elektronik mail (e-mail). Hingga pada tahun 1971, Roy Tomlison, berhasil menciptakan dan menyempurnakan e-Mail buatannya untuk ARPANET, pada tahun itu pula ikon @ atau (at) yang merupakan simbol yang kita kenal sekarang, yang menunjukan arti "pada". Pada tahun selanjutnya, yakni: 1973, jaringan ARPANET ini mulai dikembangkan di luar Amerika, terutama di Inggris.

Pada tahun 1990 adalah era dimana Teknologi Internet umum di gunakan. Sebagai gambaran, pada tahun 1982, Jarko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia, menemukan dan mendirikan IRC (Internet Relay Chat), sehingga pada perkembangan selanjutnya, dalam setahun terhitung sekitar 100.000 perangkat komputer terhubung dan membentuk sebuah jaringan.

Hingga pada tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika "Tim Berners Lee" menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www atau World Wide Web.

Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui 1.000.000 perangkat komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya "virtual-shopping" atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator.


Referensi:

Hard Disk Drive (Hardisk)

Hard Disk Drive sering di sebut dengan istilah Hardisk, adalah Perangkat Penyimpan Data (Storage), berupa piringan logam yang berputar antara rotor dan stator sebagai read/write (baca / tulis) nya, dan terlindung sempurna pada plat logam sebagai pembungkusnya. Hardisk merupakan perangkat keras (Hardware) penting, dimana sebuah System Operasi dan Applikasi program tersimpan pada perangkat ini.. Ukuran kapasitas hardisk disebut dengan satuan Gigabyte (Gb)/Terrabyte (TB) dan seterusnya.

Hardisk Interface: SATA, IDE dan PATA

Hardisk yang umum digunakan adalah berukuran 2.5" untuk Laptop, Notebook (portable), sedangkan 3.5" adalah hardisk yang umum di gunakan Desktop komputer (rumahan).
Perbandingan Hardisk Drive ukuran 3.5" dan ukuran 2.5" (Inch)
Perbandingan Hardisk drive ukuran 3.5" dan hardisk ukuran 2.5"
Hardisk pada umumnya kita ketahui mempunyai 3 jenis slot kabel penghubung, yaitu: SATA, IDE dan PATA Interface.

SATA - Serial Attachment atau di singkat SATA Interface. Umum menggunakan ukuran 3.5" untuk Desktop komputer dan 2.5" untuk Laptop/Notebook.
Gambar Hardisk 3.5" dengan SATA Kabel Interface
Hardisk 3.5" - SATA Interface

IDE - Integrated Drive Electronic atau di singkat IDE Interface. Umum menggunakan ukuran 3.5" untuk Desktop komputer.
Bentuk Hardisk 3.5" dengan IDE Kabel Interface
Hardisk 3.5" - IDE Interface

PATA - Parallel Attachment atau disingkat PATA Interface. Umum menggunakan ukuran 2.5" untuk Laptop/Notebook (model lama).
Bentuk Hardisk 2.5" dengan PATA Kabel Interface
Hardisk 2.5" - PATA Interface

Penggunaan USB "Converter" SATA/IDE pada Hardisk menggunakan PATA Interface

Penggunaan USB Converter pada Hardisk PATA
Penggunaan PATA interface pada USB "Converter' SATA/ IDE
Contoh gambar di atas adalah: Penggunaan USB "Converter" SATA/IDE pada Hardisk menggunakan PATA Interface, pada pemasangannya tidak membutuhkan sumber daya (tegangan) tambahan, melainkan tegangan/sumber daya untuk Hardisk PATA ini, di ambil langsung dari USB pada komputer yang bersangkutan.

Cara Membongkar Cassing Netbook - Acer Aspire One 522

Untuk Membongkar Cassing pada sebuah Laptop/Notebook, adalah diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya, bagi kita sebagai Pengguna awam perangkat tersebut, tidak di anjurkan untuk membongkar sendiri, artikel ini hanyalah sebagai gambaran, cara melakukan bongkar pasang pada perangkat Laptop atau Notebook tersebut. Pada halaman ini, kami menggunakan sebuah Netbook merek: Acer dengan Seri: Aspire One, sebagai bahan percobaan Bongkar Pasang Cassing terkait perangkat tersebut di atas.

Langkah pertama adalah Melepaskan Baterai dan Keyboard pada Perangkat Netbook, lihat keterangan pada halaman sebelumnya: Cara Melepas Keyboard - Netbook Acer Aspire One, selanjutnya lepaskan baut, yang tedapat pada dudukan/tempat keyboard tersebut, seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Cara Membongkar Cassing  Netbook  - Acer Aspire One 522

Cara Membongkar Baut di bawah Keyboard pada Cassing  Netbook  - Acer Aspire One
Baut pada dudukan Keyboard (di bawah keyboard)
Setelah semua baut sudah di lepaskan, kemudian.. lepaskan pula baut yang ada pada bagian bawah Netbook tersebut, khusus pada Netbook Model dan Seri: Acer Aspire One 522 ini, jika anda ingin mengganti Hardisk dan Memory (RAM), lakukan pengerjaan seperti keterangan di atas (untuk melepas pengunci cover berupa baut atas dan mur penutup (cover) bagian bawah cassing), kemudian anda perlu sedikit mencongkel dengan Tuas atau Obeng Pipih (kecil) penutup (cover) bagian bawah Netbook tersebut, seperti terlihat pada gambar di bawah:
Cara Melepas Cover bawah dan Bongkar Cassing pada Netbook Acer Aspire One 522
Melepas Cover belakang (bawah) Netbook "Acer Aspire One C522".
Congkel secara perlahan pada bagian sisi berlawanan (sisi sebaliknya) dengan tanda panah di atas (tanda panah di atas menunjukan posisi pengait / pengunci cover tersebut) menggunakan Tuas Plastik atau Obeng Pipih kecil, untuk melepas Cover (penutup) bagian bawah Netbook tsb. Berikut beberapa Ilustrasi berupa gambar terkait: Cara Membongkar Cassing  Netbook  - Acer Aspire One (522) ini..
Cara Bongkar Pasang Casing dan Perangkat Hardware Acer Aspire One 522
Komponen Hardware Netbook - Acer Aspire One 522
    1. Fan w/ Heatsink (penyalur hawa panas) Prosesor
    2. SODIMM RAM
    3. Modul Wi-Fi (Wirelles)
    4. Hard Drive (HDD - Hardisk Drive)
            Cara Bongkar Pasang Casing pada Netbook Acer Aspire One 522
            Motherboard terpasang pada Netbook - Acer Aspire One 522
            Bersihkan Motherboard tersebut (jika ada terdapat: kotoran/debu/cairan), anda dapat melepas motherboard tersebut, apabila perangkat netbook tsb, memerlukan penanganan selanjutnya (jika terjadi kerusakan), hal ini hanya untuk yang sudah cukup berpengalaman atau teknisi.
            Mainboard Acer Aspire One 522

            Cara Melepas Keyboard - Netbook Acer Aspire One

            Netbook Acer Aspire One cukup sering bermasalah pada Keyboard, tidak dapat kami ketahui secara pasti apa menjadi penyebab kerusakan umum pada Keyboard tersebut, namun kami beranggapan bahwa Kerusakan, pada keyboard tersebut, mungkin saja disebabkan oleh hawa panas pada perangkat netbook tersebut, merambat ke komponen Keyboard  tsb, akibat terganggunya saluran (ventilasi) dan penyalur hawa panas tersebut, sehingga hawa panas pada perangkat Netbook (Heatsink pada Prosesor) dapat merambat naik pada komponen lain, terutama Keyboard yang berada di bagian atas, sepanjang perangkat Netbook tersebut. Lihat halaman sebelumnya: Merawat Perangkat Laptop (PC Komputer), beberapa keterangan tentang Perawatan Perangkat Laptop/Notebook / Netbook tersebut.

            Cara Melepas Keyboard pada Netbook Acer Aspire One 522

            Cara Melepas Keyboard pada Network Acer One
            Acer Aspire One

            Kerusakan komponen Keyboard ini umumnya, menimbulkan gejala, antara lain:

            • Sebagian Tombol pada Keyboard tidak Berfungsi (putus jalur)
            • Terkadang berbunyi Tuts panjang (teet.. teet.. teet)
            Jika terjadi kerusakan yang demikian, anda mungkin dapat membersihkan Keyboard tersebut, namun jika memang terbukti benar benar sudah rusak, maka anda dapat mengganti sendiri keyboard yang rusak tersebut.

            Berikut langkah langkah untuk melepas Keyboard pada Perangkat Netbook Acer Aspire One

            • Gunakan Tuas/Pick yang terbuat dari Plastik atau Obeng Pipih (kecil) untuk mencongkel Keyboard pada 3 Posisi, seperti terlihat pada gambar di atas (hati hati dalam pengerjaan ini, agar tidak merusak cassing tsb), jangan lupa sebelumnya, anda harus Melepas Baterai pada Netbook untuk mencegah hal yang tidak di inginkan yang mungkin akan merusak perangkat luar ataupun perangkat dalam Netbook tersebut.
            Cara Melepas Keyboard pada Netbook Acer Aspire One
            Melepas Keyboard - Acer Aspire One
            Sekarang Keyboard sudah bisa di angkat, kemudian lepaskan juga Kabel Fleksibel yang masih terpasang pada Mainboard, seperti terlihat pada gambar di bawah:
            Cara Melepas Kabel Fleksibel Keyboard pada Netbook Acer Aspire One
            Lepaskan kabel Fleksibel Keyboard pada Acer Aspire One
            Buka Pin (lihat arah panah biru) yang penjepit Kabel Fleksibel Keyboard tersebut, sehingga kabel terlepas dari slot, jika terlepas.. anda dapat membersihkan Keyboard atau menggantinya dengan yang baru.

            Power Supply Unit (PSU)

            Power Supply Unit (PSU) adalah Sumber Tegangan (Catu Daya) Utama pada sebuah PC, besaran ukuran untuk Power Supply ini, menggunakan satuan yang di sebut dengan Watt, sehingga pada umumnya Power Supply Unit (PSU) yang beredar di Pasaran cukup beragam, dari sekitar 430W, 450W, 500W, 530W, 600W, 700W hingga 1200W. Penggunaan Power Supply Unit ini, tergantung Spesifikasi pada CPU tersebut, semakin tinggi spek sebuah PC maka akan membutuhkan Sumber Daya (Power Supply) yang tinggi pula. Pada PC untuk penggunaan Standar (Home) umumnnya menggunakan Power Supply pada kisaran 430W - 450W (Celeron/Pentium), 500W (Intel Dual Core/AMD Sempron), 530W - 600W (Intel Quad-Core, Intel Core i3, Intel Core i5/AMD Athlon Series, AMD A-Series dll).

            Power Supply Unit (PSU) untuk Desktop Computer (PC)

            Power Supply Unit (PSU) yang masih terpasang pada Chasing (Case) Komputer Desktop
              Perbedaan Power Supply Unit (PSU) pada PC Komputer
              Power Supply Unit (PSU)
              A - Power Supply 500W
                Untuk penggunaan Power Supply yang lebih tinggi 700W hingga 1200W adalah pada sebuah PC dengan Spek Tinggi, yang umumnya digunakan untuk Desain Grafis, Gaming atau Video Editing yang menggunakan teknologi Prosesor (Intel Core i7 / AMD FX-Series) dan Kartu Grafis serta Motherboard versi terbaru. Yang membedakan Besaran Watt pada Power Supply Unit (PSU) ini adalah:
                  Semakin Tinggi nilai Watt yang di gunakan pada Power Supply tersebut, menunjukkan bahwa, akan semakin Besar pula Kuat Arus yang di gunakan, hal demikian dapat di perhatikan pada Nilai Voltase tetap (3.3V, -5V, 5V, +5V (USB),-12V, 12V) tersebut, namun mempunyai Kuat Arus (Ampere) yang berbeda beda, atau dengan kata lain: meskipun Voltase pada Power Supply rata rata sama, namun jika dibandingkan antara Power Supply 450W dengan 700W, meski Tegangan tetap sama namun memiliki Kuat Arus (Ampere) yang berbeda, sesuai dengan spesifikasi/kebutuhan tegangan terutama pada Prosesornya..
                    Pembahasan Suputar Masalah Power Supply Unit Desktop Komputer (PC)
                    Power Supply Unit 530W
                    Sebagai perbandingan, berukut Voltase dan Ampere (Kuat Arus) pada sebuah Power Supply dengan merek" Simbada" Model: AL-B530 (MAX 530W) PFC, seperti di bawah ini:

                    Voltase Kuat Arus (Ampere/Current)
                    AC Input 115V - 230V
                    3.3V 28A
                    -5V 0.8A
                    +5V 50A
                    5V(USB) 2.5A
                    -12V 1A
                    +12V 18A

                    Gejala Kerusakan Power Supply pada sebuah PC

                    PC Desktop (CPU) akan Mati Total di karenakan tidak adanya Tegangan yang masuk pada rangkaian Motherboard.
                    • Jika PC di hidupkan (dengan menekan tombol "Power" di Panel Depan), Kadang "Menyala sebentar, kemudian Mati" lagi, dalam hal ini di akibatkan melemahnya komponen yang terdapat pada PSU tsb, Gejala kerusakan serupa bisa terjadi juga, apabila Prosesor dalam keadaan "Over Heating" atau Panas Berlebih, yang di akibatkan oleh "Kipas Prosesor" yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
                    • PC dapat di hidupkan (dengan menekan tombol "Power" di Panel Depan), semua Kipas dapat berputar dan Motherboard masih berfungsi normal, namun pada layar monitor tidak dapat memunculkan gambar sama sekali (Blank Hitam). Pada kasus kerusakan seperti ini, Heatsink pada Prosesor dan Chipset VGA tidak menunjukan panas sama sekali, yang menandakan bahwa, Tegangan tidak ada (sangat lemah) untuk kedua komponen yang ada pada motherboard tersebut.

                    Keterangan Tambahan

                      • Tidak di anjurkan untuk Memperbaiki sendiri sebuah Power Power Supply (PSU) yang sudah Rusak, terkecuali penggantian komponen adalah menggunakan komponen yang sejenis, serupa dan satu merek yang sama, karena penggantian komponen yang tidak sesuai, mungkin saja PSU dapat berfungsi kembali, namun sudah tidak memenuhi standar pabrik yang telah di tentukan sebelumnya, hal ini sangat riskan (beresiko tinggi), karena jika terjadi kerusakan lagi pada Power Supply tersebut, mungkin saja akan menimbulkan Efek kerusakan selanjutnya (berantai), yang mungkin berimbas kerusakan pada Motherboard nya juga.

                        Beberapa Kemungkinan Penyebab Gambar Tidak Tampil pada Layar Monitor sebuah Desktop Komputer

                        Kerusakan tidak Tampilnya Gambar di Layar Monitor pada sebuah CPU/Desktop Komputer (PC) secara umum sering disebabkan oleh beberapa sebab, antara lain:

                        Beberapa Kemungkinan Penyebab Gambar Tidak Tampil pada Layar Monitor sebuah Desktop Komputer

                        • Prosesor - Kerusakan Prosesor biasanya terjadi akibat tidak sempurnanya plat penyalur hawa panas (heatsink) pada CPU tersebut, sehingga lambat laun akan mempengaruhi daya kerja prosesor tersebut, bahkan mungkin menyebabkan Prosesor dapat menjadi rusak karenanya, meskipun hal ini jarang terjadi, karena pada motherboard tersebut sudah terdapat sensor panas, yang dapat mendeteksi tingkat ambang panas, sehingga apabila terjadi panas yang berlebihan (pada Prosesor) dari yang seharusnya, maka system akan mati secara otomatis (protek). Jadi.. saran kami, perhatikan kebersihan pada Kipas dan Heatsink (Plat) Pendingin pada Prosesor tersebut, sering kali tertutup debu, sehingga saluran Pembuang hawa panas akan terganggu, sehingga menjadikan Prosesor cepat panas dan hal ini berpengaruh pada Performa dan Kinerja dari CPU tersebut, selain itu juga mengurangi resiko kerusakan Fatal yaitu rusaknya Prosesor tersebut, yang di sebabkan panas yang berlebih dalam jangka waktu cukup lama.
                        Cara Perbaikan Kerusakan Gambar Tidak Muncul pada Layar Monitor PC Desktop
                        PC Desktop (Komputer)
                          • Memori (RAM - Random Acces Memory) - Kerusakan Memori ini pada umumnya adalah PC dapat menyala apabila di On kan, dengan cara menekan tombol Power pada panel depan, namun pada Layar tidak dapat memunculkan gambar apapun, jika hal itu terjadi.. coba lepaskan Memori (RAM), bersihkan seluruh kaki (pin) yang terdapat pada Memori (RAM) , kemudian pasang kembali Memory pada slot yang terdapat pada Motherboard tersebut, kemudian.. coba nyalakan komputer (PC) dengan cara menekan tombol Power.
                          • Chipset - Kerusakan Chipset ini adalah termasuk Kerusakan Besar, di karenakan perbaikan/penggantian chipset ini memerlukan peralatan khusus dengan teknisi yang profesional pula, sehingga sangat sulit di lakukan oleh seorang yang bukan teknisi berpengalaman. Kerusakan pada Chipset VGA (Onboard/Integrated) akan menyebkan Layar / Monitor tidak dapat memunculkan gambar apapun, ketika sebuah PC di On-kan, meskipun kondisi komputer tersebut dalam kondisi Hidup (menyala).
                          • VGA (Video Graphic Adapter) - Kerusakan VGA ini tidak serumit kerusakan VGA onboard (integrated) pada sebuah Motherboard, VGA jenis ini umumnya berdiri sendiri (dedicated), tertancap pada Slot PCI-Express, sehingga jika terjadi kerusakan.. dapat dengan mudah untuk mengganti, dengan cara melepas komponen terdahulu yang rusak tersebut, dan kemudian menggantinya dengan Kartu Grafis (VGA) yang baru, dan menancapkan VGA nya kembali pada Slot PCI-Express seperti yang sebelumnya.
                          • Power Supply Unit (PSU) - Kerusakan Layar Tidak Tampil pada PC Desktop, bisa juga di sebabkan oleh Power Supply Unit (PSU). Penyebab kerusakan Power Supply inipun bermacam macam, yaitu: Power Supply sudah cukup lama digunakan, sehingga antara komponen pada Power Supply sudah melemah, selain itu: Tegangan Listrik yang tidak Stabil juga merupakan salah satu faktor/penyebab Power Supply ini menjadi cepat Rusak atau Melemah dan lain lain.

                            Intel dan AMD Prosessor Platform

                            Untuk dapat Membangun (merakit) dan Memperbaiki sendiri sebuah Desktop Komputer (PC), tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu Platform yang digunakan, lihat lagi artikel terdahulu pada halaman: "Motherboard dan Spesifikasinya", telah diterangkan bahwa setiap system komputer dapat bekerja dengan baik, apabila 3 komponen utama tersebut (motherboard, prosesor dan ram) haruslah saling bersesuaian (kompatibel). Platform yang disebut di atas adalah jenis dari sebuah prosesor. Ada 2 Platform prosesor ini umum beredar dipasaran adalah jenis Intel dan AMD prosesor. 

                            Intel dan AMD Prosessor Platform

                            Mengenal antara 2 Flatform Intel dan AMD Prosesor
                            AMD dan Intel Prosesor Platform
                            Berikut contoh: 2 Model Motherboard (tipe lama) yang menggunakan 2 Platform yang berbeda tersebut:

                            Motherboard dengan AMD Prosesor Platform

                            Sebagai contoh kami menggunakan Motherboard Model: ECS dengan seri: 761GX-M754. Jenis motherboard ini menggunakan Mobile AMD Athlon sebagai prosesornya, sekarang kita pergi ke website resminya pada halaman produk: ECS 761GX-M754, dan mencari informasi lebih detil tentang motherboard tersebut dan kita mendapati "Spesifikasi" sebagai berikut dibawah ini:
                            Contoh dan Model Motherboard ECS 761GX-M754 dengan AMD prosesor
                            ECS 761GX-M754 Motherboard (contoh: Motherboard dengan Platform AMD prosesor)
                            Prosesor
                            • Soket 754
                            • Support untuk AMD Athlon 64 dan Sempron Prosesor
                            Chipset
                            • SIS 761GX dan 964
                            Graphic Card
                            • Integrated SiS Ultra256 2D/3D Graphics
                            Memori (RAM)
                            • Single-channel DDR memory architecture
                            • 2 x 184-pin DDR DIMM socket support up to 2 GB
                            • Support DDR 400 / 333 / 266 / 200 DDR SDRAM
                            Expansion Slot
                            • 3 x PCI slots
                            • 1 x PCI Express x16 slot
                            • 1 x CNR slot
                            Storage
                            • 4 x Ultra DMA133/100/66 devices
                            • 2 x Serial ATA devices
                            • RAID0 & RAID1 configuration
                            Audio
                            • ADI AD1888 6-channel audio CODEC
                            • Compliant with AC'97
                            LAN
                            • Realtek RTL8201CL 10/100 Mbps Fast Ethernet PHY
                            Panel Belakang
                            • 1 x PS/2 keyboard & PS/2 mouse konektor
                            • 4 x USB ports
                            • 1 x VGA port
                            • 1 x RJ45 LAN connector
                            • 1 x Parallel port (LPT)
                            • 1 x Serial port (COM1)
                            • 1 x Audio port (Line-in, Line-out, Mic-in)
                            Internal I/O port (onboard)
                            • 1 x 24-pin ATX Power Supply connector
                            • 1 x 4-pin ATX 12V connector
                            • 1 x FDD connector supports one 360K~2.88MB FDD
                            • 2 x IDE connectors
                            • 2 x Serial headers
                            • 2 x Serial ATA connectors
                            • 2 x USB 2.0 headers support additional 4 USB 2.0 Ports
                            • 1 x SPDIF out header
                            • 1 x Front panel switch/LED header
                            • 1 x Front panel audio header
                            • 1 x CD in header
                            • CPUFAN/SYSFAN connectors
                            • 1 x Buzzer
                            System BIOS
                            • AMI BIOS with 4Mb Flash ROM
                            Form Factor
                            • Micro-ATX Size, 244mm*204mm

                            Pada tabel diatas, huruf yang di Bold dengan warna biru adalah point penting terkait motherboard tersebut dengan komponen utama lainnya, yaitu: Prosesor dan RAM. Pada Expansion slot PCI Express x16 adalah slot VGA (jika memerlukan upgrade VGA), dan pada Power Supplynya sesuai untuk model Micro-ATX Power Supply Unit (PSU). Lihat beberapa keterangan mengenai Power Supply ini, pada halaman: "Power Supply Unit (PSU)".
                            Motherboard ECS 761GX-M754 dan komponen yang kompatibiel
                            Motherboard dengan Platform AMD prosesor
                            Contoh motherboard yang dipergunakan adalah ECS 761GX-M754 Motherboard, yang merupakan model lama dengan prosesor Mobile Athlon 64, 512MB DDR1 RAM (support hingga 2GB RAM) dan sudah menggunakan PCI-Express untuk upgrade graphic card.

                            Motherboard dengan Intel Prosesor Platform

                            Dengan metoda sama, seperti diatas adalah mengetahui Model dan Seri Motherboard tersebut, kemudian kunjungi website resmi vendor dari motherboard, untuk mengetahui Prosesor dan RAM apa yang support dengan motherboard tersebut, sembari mengenali fitur fitur yang ada pada motherboad, barulah kita dapat mengetahui komponen yang kompatibel dengan motherboard yang ingin kita pilih / beli. Setelah merasa cocok dengan fitur yang ada pada motherboard tersebut, sekarang anda dapat memilih komponen yang sesuai dengan keperluan anda, dalam arti.. jika menginginkan spek lebih tinggi tentu akan anda akan merogoh kocek lebih dalam lagi tentunya.. ;)
                            Mengenal antara 2 Platform Motherboard untuk AMD dan Intel Prosesor
                            Motherboard untuk Intel Prosesor Platform

                            Belajar Bongkar Pasang/Merakit Sendiri sebuah PC Dekstop (Tower / Mid-Tower Komputer) - Bag. 2

                            Cara Memasang Memori (RAM - Random Acess Memory)

                            Memori atau sering disebut dengan RAM (Random Acces Memory) ini mempunyai Kapasitas, Model dan Kecepatan yang berbeda beda, tergantung: Motherboard dan Prosesor yang di pergunakan, sehingga perlu diperhatikan juga untuk memilih/membeli sebuah RAM yang benar benar sesuai dengan Tipe dari Motherboard dan sesuai  juga dengan Tipe dari Prosesor nya, sehingga RAM dapat berfungsi dengan benar serta mendapatkan hasil yang Maksimal, lihat informasi: "Beberapa Saran terkait Memilih Motherboard, Prosesor dan RAM" pada halaman: "Mengenal 2 Model (Platform) Umum Motherboard, Fitur dan Spesifikasinya".
                            Cara Memasang RAM DDR3 ke Slot DIMM Memori
                            Memasang Memori ke Slot (DIMM) Memori
                              1. Perhatikan posisi lubang (pin hole) pada RAM tersebut
                              2. Lihat kedua Posisi antara Memori dan Slot memori tersebut.
                              3. Setelah yakin posisi RAM pada posisi yang benar, tancapkan RAM pada slot memori yang tersedia.
                              4. Tekan dari arah atas dengan hati hati, menggunakan kedua ibu jari, dikedua sisinya (gambar 4), sehingga RAM terkunci di kedua sisi slot memori tersebut.

                                Petunjuk Pemasangan Hardisk dan DVD/CD Drive pada Desktop Komputer

                                Kedua perangkat tersebut diatas merupakan perangkat pendukung pada sebuah komputer, yang berfungsi sebagai:
                                1. Optical Drive - Fungsi utama perangkat ini adalah Membaca (read) dan Menulis ulang (re-writable) semua data pada sebuah DVD / CD.Ada cukup banyak model dan jenis Optical Drive yang beredar dipasaran, anda dapat memilih sesuai dengan yang anda kehendaki.
                                2. Hard Drive -  Adalah sebuah tempat penyimpan semua file dan data (storage) pada sebuah komputer. Tipe, Jenis dan Kapasitas hardisk inipun cukup beragam, jadi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
                                      Cara Pemasangan DVD/CD ROM Drive dan Hardisk
                                      Optikal Drive (DVD/CD-RW) dan Hardisk Drive
                                      Ketika Prosessor dan RAM sudah terpasang dengan benar pada Motherboard, persiapkan juga PSU (Power Supply Unit) dan sebuah Monitor beserta kelengkapannya.
                                      Agar lebih meyakinkan, Pasang kabel Power Supply ke Motherboard, dan VGA port motherboard ke sebuah Layar Monitor, sekarang cari Pin "Power Sw" Panel Front pada motherboard, hubungkan kedua pin tersebut, untuk menghidupkan CPU komputer, jika tidak ada kesalahan dalam pemasangannya, maka CPU komputer dapat bekerja dan EPROM/BIOS dapat ditampilkan pada layar Monitor.

                                      Memasangkan Motherboard ke dalam Chasis (Case)

                                      Letakan dan Pasangkan Motherboard sesuai dengan kedudukan yang terdapat pada chasis, kemudian pasangkan beberapa kabel yang terdapat pada chasis ke motherboard sesuai petunjuk/keterangan pada motherboard.
                                      Memasangkan Kabel Panel I / O port bagian depan
                                      Pasangkan kabel Panel Depan (front)
                                      Pasangkan kabel Panel front (depan), seperti gambar diatas bagian kiri adalah pin:
                                      1. Pasang juga kabel untuk USB dep
                                      2. Pasang kabel "Power sw", Reset sw", "Power led" dan "HDD led" sesuai dengan letak dan posisi masing masing.
                                      3. an.
                                      4. Audio I/O port panel depan biasanya, berupa 2 socket jack, untuk Headphones dan Mic, untuk mendengarkan audio, video chat dll.

                                      Memasang Kabel Power Supply (PSU)

                                      Selanjutnya.. Pasang kabel 24-pin ATX Power Connector + ATX 12V Connector yang ada pada Power Supply pada Pin ATX yang ada pada Motherboard tersebut.

                                      Cara Memasangkan Kabel ATX Power Supply ke Motherboard
                                      Pemasangan Kabel ATX Power Supply
                                       Setelah pemasangan kedua Pin ATX Power Supply tersebut, dalam kondisi Prosesor + Kipas pendingin serta RAM terpasang pada motherboard diatas, lakukan pengetesan dengan cara menghidupkan CPU tersebut dan dalam kondisi vga port sudah terhubung ke layar monitor, jika muncul tampilan normal pada layar, maka dapat diteruskan ke langkah berikutnya:

                                      Memasang DVD/CD (Optical Drive) dan HDD (Hard Disk Drive)

                                      Pasang DVD ROM pada Chasis (cassing), selanjutnya jika ingin memasang dengan dua buah DVD/CD drive, maka perhatikan posisi jumper pada keduanya, yang pertama bisa diposisikan sebagai Master, dan kedua sebagai Slave atau bisa juga kebalikannya. Sehingga kedua perangkat tersebut bisa terbaca pada system komputer.
                                      Pemasangan DVD ROM pada Chasis Komputer Desktop
                                      DVD/CD-ROM Drive

                                      Lanjutkan pemasangan Kabel ATA (IDE)  dan SATA beserta Kabel Power pada kedua perangkat, seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
                                      Beberapa Bagian dan Petunjuk Pemasangan DVD-ROM dan Hardisk
                                      Pasangkan Kabel ATA (IDE) dan SATA pada  DVD/CD serta HDD yang sudah terpasang pada Chasis
                                        Setelah melakukan beberapa langkah diatas, maka proses pemasangan kembali atau perakitan desktop komputer selesai sampai disini, jika perangkat Motherboard atau Hardisk yang dipasang pada CPU itu benar benar masih baru, maka PROSES selanjutnya adalah Instalasi Windows.

                                        Tower Desktop Komputer Rakitan
                                        tower Desktop komputer