2.15.2018

Prinsip Dasar - Gambaran Dasar tentang Cara kerja Pancaran Sinyal Gelombang dan/atau Frekwensi Audio /Video

Gambar dan Suara yang tertangkap pada "Pesawat Televisi" adalah hasil tangkapan dari sebuah Kamera , yang kemudian di proses dan di pancarkan oleh Pemancar Televisi (Transmitter) berupa gelombang/frekwensi, yaitu:
  • Gelombang FM (Frewensi Modulation) - Memancarkan "Objek Gambar" yang terdiri dari 3 warna Primer terpisah, yaitu: Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue) atau sering di sebut dengan RGB ini. Objek Gambar tersebut berupa Sinyal -> "Chromynance, Luminance, Sinkronisasi" dan di pancarkan menggunakan Gelombang -> Frekwensi FM
  • Gelombang AM (Ampitudo Modulation) - Memancarkan "Audio" yang tertangkap bersama kamera ataupun audio yang sudah melalui proses editing (untuk siaran tidak langsung).
    Kedua Gelombang Video dan Audio tersebut diatas, di pancarkan melalui gelombang "ElektroMAGNETIK" hingga dapat tertangkap pada sebuah pesawat Televisi. Televisi kemudian merubah sinyal sinyal elektromagnetik tersebut, kembali menjadi Objek Gambar yang dapat di lihat.
    Objek Gambar Raster IF / RF pada Televisi

    Gelombang/Frekwensi Televisi Standar

    Gelombang/Frekwensi Televisi di bagi berdasarkan bidang Frekwensi tertentu atau disebut dengan Band, yaitu:
    • VHF-L (Very High Frekwensi-Low) - Bekerja pada bidang frekwensi rendah, Channel 2 hingga 6 dengan kisaran Frekwensi (54 MHz - 88 MHz).
    • VHF ( Very High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi Tinggi, Channel 7 hingga 13 dengan kisaran Frekwensi (174 MHz - 216 MHz).
    • UHF (Ultra High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi sangat tinggi, Channel 14 hingga 83 dengan kisaran Frekwensi (470 MHz - 890 MHz).
    Ketiga Band tersebut bekerja pada Bidang Frekwensi masing masing, Pemancar dan Penerima menggunakan Antena yang berbeda-beda pula.

      System Televisi Standar

      • National Television System Committee (NTSC) - USA
      • Pharase Alternating Line (PAL) - Inggris
      • Sequitial Ceuleur a'Memorie (SECAM) - Prancis
      System yang yang di gunakan di Indonesia adalah "PAL B/G". Hal yang membedakan system tersebut adalah Format Gambar, jarak Frekuensi Pembawa (carrier wave) Gambar dan pembawa Suara.

      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

      Pada halaman terdahulu: Belajar Merakit/Membuat Adaptor Sederhana, telah di jelaskan pengunaan 1 x  Dioda (1N 4002 - 4007) dan 1 x Elco (2200mF/16V), ini merupakan Rangkaian Dasar sebuah Adaptor, untuk hasil yang lebih baik, maka diperlukan 4 x Dioda dengan Elco yang sama (lebih Besar atau lebih Kecil tidak terlalu berpengaruh) karena hanya untuk percobaan/praktikum elektronika biasa, seperti: Rangkaian Lampu LED, Radio dll, yang tidak mempergunakan Rangkaian Digital.
      Skema Diagram Adaptor Sederhana 1 Buah Dioda
      Rangkaian Dasar Adaptor menggunakan 1 Dioda Rectifier (perata)
      Keterangan:
      • Switch Tegangan - Bisa menggunakan Saklar/Selector untuk Pengaturan Tegangan, untuk penggunaan biasa, Letakkan (di beri tanda) Titik Biru pada Pin Tegangan yang di butuhkan, misalnya: 9V untuk mendapatkan Tegangan DC 9V.
      • DC Output - Kutub Positif (+) pada Adaptor tersebut.
      • 0 V (Gnd) - 0 (nol) Volt atau Kutub Negatif (-) atupun Ground pada Adaptor tersebut
      Untuk Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio sebuah rangkaian Adaptor mungkin saja dapat mempengaruhi kualitas Audio yang di hasilkan, akibat Arus atau Tegangan yang masih kurang halus (peak level) dan/atau kurang stabil.

      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

      Untuk Adaptor dengan Perataan lebih sempurna, pada umumnya menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem rangkaian di sebut dengan Bridge Rectifier, sebgaiamana Informasi pada halaman: Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier).
      Power Stabilizer menggunakan LM 7815/7915
      Skema Diagram - Power Supply Adaptor 
      Rangkaian Power Supply seperti ini sering di gunakan untuk Perangkat Audio Amplifier (OCL,BTL) maupun untuk Power Stabilizer untuk Audio Mixer, sebagaimana berikut di bawah ini:

      Audio Parametric preamp dengan Power Stabilizer 7815/7915
      Audio Parametric dengan Power Stabilizer 7815/7915
      Terlihat pada gambar yang di lingkari warna Biru adalah rangkaian Power Supply yang menggunakan 3 Output yakni: + / Gnd / -. terlihat pada bagian sisinya (menggunakan Heatsink) adalah 2 buah IC DC 7815 dan 7915, yang selanjutnya di salurkan menuju Input Tegangan Audio Parametric tersebut.

      Adapun rangkaian Stabilixer menggunakan IC DC 7815/7915 ini adalah sebagai berikut:
      Skema Diagram Power Stabilizer IC DC 7815/7915
      Rangkaian Power Stabilizer 7815/7915
      Rangkaian "Power Stabilizer" ini banyak dipergunakan untuk Audio Mixer, Tone Control dll. Harap di catat..! Rangkaian Power Stabilizer ini hanya dapat di pergunakan untuk Beban Perangkat Elektronik yang memiliki Watt Kecil sebagaimana perangkat di atas, untuk penggunaan Watt Besar maka memerlukan 2 buah Transistor penguat, seperti: 2N3055 dan MJ2955.

      Persamaan dan Perbedaan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor

      Elco (Electrolyte Condensator) sering oleh kalangan Teknisi Elektro di sebut Elko ini, sebenarnya adalah sebuah Kapasitor, namun yang membedakan antara Kapasitor dengan Kondensator adalah Kapasitasnya. Kondensator pada umumnya mempunyai kapasitas lebih besar, jika di bandingkan dengan Kapasitor. Kapasitas pada Elco (Kondensator) ini umumnya berkisar 1mF hingga 10.000mF (Micro Farad), sedangkan Kapasitor umumnya di bawah dari ukuran 1mF, meskipun pada jenis tertentu ada juga yang lebih kurang ataupun lebih tinggi kapasitasnya (dari yang telah disebutkan di atas) pada komponen tersebut.

      Perbandingan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor

      Perbandingan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar)
      Electrolyte Condensator (Bi-Polar)
      DeepMechines - Panduan Elektronika Dasar. Elco (Electrolyte Condensator) dalam bahasa teknik elektronika di sebut juga dengan Kapasitor Bi-Polar (Kapasitor yang mempunyai Polaritas). Fungsi Komponen ini adalah sebagai Filter Arus dan Tegangan DC (Direct Current) pada sebuah Power Source dan/atau Power Supply. Perbedaan umum yang paling mudah di kenali pada komponen ini adalah Polaritas pada kedua kakinya. Mengacu pada Perbedaan tersebut, dapatlah di ambil kesimpulan, bahwa:

      Kondensator mempunyai Polaritas Negatif dan Positif, hal ini dapat di lihat langsung pada Body komponen, sedangkan pada jenis Kapasitor, tidak memiliki polaritas. Di karenakan Kondensator memiliki Polaritas, maka pemasangan komponen ini harus sesuai dengan kutub Negatif dan Positifnya, sehingga tidak boleh terbalik letak/posisi pemasangannya, sedangkan jenis Kapasitor tidak mempunyai Polaritas, sehingga pemasangan secara bolak - balik antara kedua kaki komponen tidak akan berpengaruh.
      Perbandingan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar)
      Kapasitor (Non-Polar)
      Seperti keterangan di atas, cara paling umum untuk membedakan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar) adalah dengan memperhatikan Polaritasnya, pada jenis Elektrolit Kondensator (elko) ini, terdapat tanda pada body komponen, pada jenis elco di tandai dengan garis yang menandakan Polaritas Negatif sedangkan yang sebelahnya berarti mempunyai Polaritas Positif (terkecuali pada kondensator smd - tanda garis menunjukan polaritas positif), lihat gambar di atas posisi 2 kaki komponen Kapasitor Bi-Polar (kondensator) ini..

      Pengenalan Dasar Elektronika - Fungsi Kapasitor

      Kapasitor adalah termasuk Komponen Pasif elektronik, selain Resistor. Komponen elektronik kapasitor ini sangat umum di temukan hampir pada setiap perangkat elektronik yang menggunakan listrik.

      Pengenalan Dasar Elektronika - Fungsi Kapasitor

      Fungsi Kapasitor pada Rangkaian Elektronika
      Beberapa Macam dan Jenis Kapasitor yang Umum beredar di Pasaran
      Fungsi dari Kapasitor ini sangat beragam, tergantung pada rangkaian yang digunakan, antara lain:
        • Kapasitor sebagai Peredam Bunga Api pada Tegangan Tinggi - Biasanya digunakan pada Filter Tegangan Transistor Output (Power Supply/Switching) berkisar 1000V hingga 2000V (1KV hingga 2KV) , Rangkaian HiV (High Voltage) Flayback, dimana fungsi kapasitor ini sebagai Peredam Tegangan Tinggi pada Transistor Output Horizontal Televisi, berkisar hingga 2000V (2KV) dan pada rangkaian tegangan tinggi lainnya. Lihat beberapa gambaran tentang Transistor, pada halaman: "Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor", kerusakan pada komponen ini, akan menyebabkan rangkaian menjadi rusak, dalam hal ini Transistor akan mendapatkan Beban Tegangan yang melebihi kapasitas, sehingga menyebabkan Transistor Output tersebut akan Terbakar (Rusak).
        • Kapasitor sebagai Peredam Frekwensi liar - Biasanya Kapasitor keramik ini digunakan pada rangkaian yang terkait dengan Frekwensi (Rendah/Sedang/Tinggi) tergantung rangkaian tersebut. Kapasitor Keramik yang berfungsi sebagai Peredam Frekwensi ini dimaksudkan untuk menepatkan/mencegah/mereduksi Frekwensi yang tidak di Inginkan pada rangkaian, yang timbul akibat terjadinya gelombang elektromagnetik antar rangkaian tersebut. Sering terdapat pada rangkaian Penala Gelombang Radio dan rangkaian terkait dengan Pembangkit Frekwensi (Osilator) lainnya. Kerusakan Kapasitor pada rangkaian ini, akan menyebabkan tidak tepatnya Sinyal/Frekwensi sesuai dengan yang di inginkan.
        • Kapasitor sebagai Filter Frekwensi pada Tone Control - Seperti halnya poin di atas, kapasitor ini terhubung pada Tegangan sangat Rendah, sehingga kerusakan pada komponen kapasitor pada rangkaian ini sangat jarang ditemukan. Fungsi komponen ini pada rangkaian adalah sebagai Filter Frekwensi Sedang/Menengah dan Tinggi, yang digunakan untuk mendapatkan Nada sesuai yang di inginkan.
        • Kapasitor sebagai Filter Signal pada Rangkaian Audio dan Video - Sama juga halnya seperti poin di atas, kapasitor ini terhubung pada Tegangan sangat Rendah, sehingga kerusakan pada komponen kapasitor pada rangkaian ini sangat jarang ditemukan, namun komponen ini berfungsi sebagai Penyaring (Filter) pada Frekwensi Audio/Video, sehingga gelombang frekwensi yang dibawa oleh sebuah Modulator/Osilator (Pembangkit Gelombang Elektromagnetik) yang biasanya masih mengandung Arus listrik akan di filter oleh komponen jenis ini, sehingga Sinyal yang keluar pada komponen Kapasitor Keramik ini, merupakan sinyal murni (tanpa ada tegangan) yang selanjutnya akan diteruskan ke Perangkat Penguat tahap berikutnya.
        Tentu saja masih sangat banyak lagi Fungsi dari Kapasitor Keramik ini, namun setidaknya dapat memberikan gambaran, bahwa: Meskipun termasuk komponen elektronik pasif (tidak membutuhkan tegangan untuk daya kerjanya), namun berfungsi sangat penting pada sebuah rangkaian/perangkat elektronika.

          Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor

          Komponen Elektronik Pasif yang paling dominan (paling sering) ditemukan pada perangkat elektronik selain Resistor adalah Kondensator/Kapasitor. Besaran nilai kapasitansi pada komponen ini disebut dengan satuan FARAD. Kapasitor yang mempunyai Nilai Tetap (Fixed) di sebut dengan "Block Capasitor", sedangkan Kapasitor yang mempunyai Nilai Tidak Tetap (Variable) disebut dengan Variable Condensator/Capasitor, umum di sebut dengan "Varco. Kapasitas dari Condensator/Capasitor ini adalah pada kisaran: Pico Farad (pF), setiap 1000pF = 1nF, 1000nF = 1mF. Sama seperti halnya kode pada Resistor, setiap kelipatan 1000 = 1K, 10.000 = 10K, 100.000 = 100K dst. Pada kapasitor angka ketiga merupakan kode banyaknya angka nol, yang menunjukan nilai dari Kapasitor tersebut, maka 101 = 100, 102 = 1000, 103 = 10.000, 104 = 100.000, demikian seterusnya.

          Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor

          Agar memudahkan ingatan antara 2 komponen ini, bisa saja kita sebut:
            • Kapasitor - Mempunyai nilai Kapasistas Kecil (berkisar dari 1pF ~ 5mF)
              • Kondensator - Mempunya nilai Kapasitas yang lebih Besar, (berkisar 1mF ~ 10.000mF)

              Fungsi Kapasitor dan Kondensator

                  • Kapasitor - Karena mempunyai nilai kapasitansi yang kecil, maka komponen ini lebih sering dipergunakan sebagai Filter Tegangan pada rangkaian yang berhubungan dengan Sinyal Frekwensi/Arus Bolak Balik (AC) (rendah ataupun tinggi), sedangkan..
                  • Kondensator - Karena mempunyai nilai kapasitansi yang lebih besar, maka komponen ini banyak dipergunakan sebagai Filter pada rangkaian yang berhubungan dengan Arus dan Tegangan (rendah ataupun tinggi).
                  • Kondensator Variable: Kondensator Variable ini, mempunyai kapasitas yang bisa disesuaikan dengan keperluan pengguna. Kondensator jenis ini, sering dipergunakan sebagai Penala Sinyal/Gelombang radio. Variable Condensator sering disebut dengan Varco ini adalah jenis yang paling umum ditemukan, terutama pada perangkat yang berhubungan dengan Sinyal/Gelombang Radio, seperti pada Pemancar (Transmitter/Tranciever - TX) maupun pada Penerima (Receiver - RX). Pada jenis Perangkat Digital, peranan Kondensator Variable ini, sudah dapat digantikan oleh komponen lain, yaitu: Crystal (Cx/XTal). 
                  Bentuk Komponen Kristal
                  Bentuk fisik komponen elektronik jenis Kristal

                  Jenis Kapasitor dan Kondensator

                    Kapasitor - Non Polar: Jenis ini Tidak mempunyai Polaritas Negatif ataupun Positif, sangat banyak sekali jenis dan macamnya, antara lain: Kapasitor Tetap (Keramik, Mika. Tantalum dll).
                      Beberapa Model / Tipe Capasitor Non-Polar
                      Bentuk Fisik Capasitor Non-Polar yang umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga beserta Simbol / Lambang pada skema elektronika (jenis Fixed)
                        • Kondensator - Bi-Polar: Kondensator ini mempunyai kapasitas lebih besar dari pada Kapasitor. Jenis Kondensator ini mempunyai 2 kutub, yaitu: kutub Negatif dan kutub Positif, sangat umum dikenal dengan sebutan Elco (Electrolite Condensator), pemasangan komponen harus menyesuaikan polaritas antara tegangan negatif dan positifnya.
                        Jenis Condensator Bi-Polar dan Fixed
                        Bentuk Fisik Capasitor Bi-Polar yang umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga beserta Simbol / Lambang pada skema elektronika (jenis Fixed)
                          • Kondensator Variable - Komponen ini adalah termasuk jenis Condensator tidak tetap (Non-Fixed), serta mempunyai 1 sekat statis yang disebut dengan Stator dan 1 sekat dinamis (bergerak) yang disebut dengan Rotor. Perubahah pergerakan masuk dan keluar lempengan Rotor diantara lempengan Stator tersebut, menyebabkan berubahnya nilai kapasitas yang ada pada kondensator tersebut. Pergerakan keluar dan masuk dilakukan dengan cara memutar tangkai rotor kekiri/kekanan.
                          Bentuk Fisik Condensator Variabel
                          Varco - Variable Condensator . (jenis Non-Fixed)
                          Condensator/Capasitor Variable, jenis seperti ini sering dipergunakan untuk penalaan gelombang/frekwensi pada radio penerima (AM/FM/SW). Gambar diatas salah satu contoh bentuk Variable Condensator dengan body plastik, terlihat bagian tengah adalah knop pemutar (tangkai) Rotor. Pada jenis yang lebih awal, masih menggunakan body dan lempengan metal pada penyekat Rotor dan Statornya.

                          Selain Varco tersebut, ada jenis yang lebih kecil lagi kapasitansinya dengan bentuk fisik lebih kecil juga, kami menyebutnya dengan istilah kapasitor variabel, umumnya komponen ini mempunyai 2 kaki, banyak digunakan untuk penepatan skala (fine tune) pada rangkaian gelombang radio RX maupun TX.

                          Elektronika Dasar - Komponen Dioda

                          Ada 2 kategori komponen elektronik yang kita ketahui pada umumnya, yaitu:
                            1. Komponen Pasif - (tidak membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen pendukung).
                            2. Komponen Aktif - (membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen ).
                                Komponen Pasif adalah Komponen elektronik yang tidak membutuhkan tegangan listik untuk daya kerjanya. Komponen Pasif ini adalah komponen penunjang pada Komponen Aktif. Beberapa contoh komponen pasif ini, antara lain: Resistor dan Kapasitor.

                                Sedangkan Komponen Aktif adalah komponen yang memerlukan sumber daya listrik dalam penggunaannya, antara lain: Dioda, Transistor, dan IC (Integrated Circuit), tentu saja agar Komponen aktif ini dapat berfungsi dengan semestinya, selain memerlukan sumber daya listrik (tegangan), juga diperlukan komponen penunjang lainnya (komponen pasif) termasuk resistor dan kapasitor dll. Kerusakan pada komponen penunjang tersebut menyebabkan komponen aktif tidak dapat berfungsi dengan benar.

                                Komponen Elektronik aktif - Dioda

                                Dioda seperti telah diterangkan diatas adalah merupakan salah satu Komponen aktif pada sebuah rangkaian elektronika. Dioda merupakan komponen yang besifat Semi Konduktor (setengah penghantar), yang mempunyai 2 Kutub Positif dan Negatif yang disebut dengan : Anoda dan Katoda. Komponen elektronik Dioda ini mempunyai beberapa Karakteristik, Jenis dan fungsi masing masing, seperti dibawah ini:

                                Jenis Jenis Dioda

                                  • Dioda Silicon (Rectifier) - Dioda ini berfungsi sebagai Penyearah arus Bolak balik (AC) menjadi arus Searah (DC). Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
                                  • Dioda Silicon (Bridge Rectifier) - Terdiri dari 4 buah Dioda Silicon yang berfungsi sebagai Penyearah pada Arus  AC (Alternatif Current) menjadi Tegangan  DC (Direct Current) pada rangkaian Power Supply. Seperti halnya diatas, Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
                                    Gambar Dioda Jembatan (Bridge Rect)
                                    Bentuk Fisik dan Simbol Dioda Bridge Rectifier (Dioda Jembatan)


                                    Pada dasarnya Dioda Bridge ini terdiri dari 4 buah dioda (yang dirangkai dengan sistem jembatan/bridge) terpadu. Bentuk Fisik dari dari Dioda Bridge Rectifier (Bridge Rect) ini bermacam macam, salah satunya seperti ditunjukkan pada gambar diatas.
                                      • Dioda Zener - Dioda Zener ini berfungsi sebagai pembatas tegangan sesuai dengan yang telah ditentukan. Daya kerja dioda zener ini tertera pada badan (body) komponen tersebut, sebagai contoh: jika nilai dioda tersebut tertera 6,2 atau 6V2, maka tegangan Katoda akan konstan (tetap) DC 6,2 Volt meskipun sumber tegangan pada dioda zener ini, mempunyai nilai lebih tinggi. (Catatan: Jika nilai tegangan melebihi toleransi/batas pada Dioda Zener tersebut, maka akan menyebabkan hubungan pendek (Short) pada komponen ini. Dioda Zener ini banyak sekali ditemukan pada rangkaian Power Supply, Stabilizer, AC Matic Power Regulator dan System Proteksi).
                                      Bentuk Fisik Dioda Zener dengan Bahan Kaca
                                      Bentuk Fisik Dioda Zener (Zener Diode)
                                        • Dioda Germanium (Ge) - Dioda ini terbuat dari bahan Germanium (Ge), Dioda Germanium (Germanium Diode) ini mempunyai karakteristik perataan lebih halus dengan dengan arus yang sangat kecil pula, sehingga Dioda jenis Germanium ini, sangat banyak digunakan untuk perata/penyearah/detektor Sinyal baik berupa Audio atau Video.
                                        Gambar Germanium Diode / Dioda Kaca
                                        Bentuk Fisik dan Symbol Komponen Dioda Germanium (Ge)
                                        Gambar diatas menunjukan salah satu bentuk dari Dioda Germanium (Germanium Diode) dengan Kode Warna Merah pada body komponen tersebut.
                                          • Light Emitting Diode (LED) - Dioda jenis ini sangat umum ditemukan pada perangkat elektronik, Light Emitting Dioda yang berarti Dioda yang memancarkan Cahaya. LED ini sering pula digunakan sebagai Lampu Indikator, Lampu Display dll.
                                          Gambar Fisik Lampu LED dan Lambangnya
                                          Bentuk Fisik dan Simbol Komponen Light Emitting Diode (LED)
                                          Light Emitting Diode (LED) ini sangat beragam macamnya baik bentuk maupun warnanya. LED ini mempunyai karakteristik dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah.

                                          Ada beberarap jenis Dioda yang lain serta mempunyai karakteristik berbeda pula, sepert dioda SCR. Jenis ini banyak dipergunakan pada rangkaian elektronik dengan sumber daya listrik cukup tinggi (sekitar 110V ~ 220V).

                                          Cara Mengetahui Kerusakan dan Posisi Kaki Anoda atau Katoda sebuah Dioda menggunakan AVOmeter

                                          Berikut ilustrasi untuk mengetahui posisi Anoda atau Katoda pada kedua kutub/kaki Dioda tersebut:
                                          Cara Menentukan Posisi Anoda dan Katoda ketika Mengukur sebuah Dioda
                                          Latak / Posisi Anoda dan Katoda pada Pengukuran Komponen Dioda
                                            1. Siapkan Avometer, kemudian posisikan pada Ohm meter pada kalibrasi X1 (posisi ini umum digunakan untuk mengukur kabel/jalur yang putus pada sebuah perangkat elektronik).
                                            2. Tempelkan Probe + (warna Merah) pada kutub/kaki Anoda dan
                                            3. Tempelkan Probe - (warna Hitam) ke kutub/kaki Katoda
                                              Maka Jarum pada AVOmeter akan bergerak naik (kearah kanan) dengan perkiraan seperti ilustrasi/gambar di atas, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, maka pada Jarum AVOmeter akan diam (tidak bergerak sama sekali), hal ini menandakan bahwa komponen Dioda tersebut masih dalam kondisi Baik (Normal).
                                                • Ulangi poin 2 dan 3 tersebut diatas apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak sangat tinggi (melebihi gambaran di atas), maka kemungkinan di Dioda tersebut sudah bocor (Short).
                                                • Untuk memastikan, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik, maka kemungkinan Dioda tersebut sudah setengah Short, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik tinggi, maka dapat di pastikan komponen Dioda tersebut sudah Short (Korslet), kerusakan setengah Short atau Shot tinggi ini, tetap harus dilakukan penggantian komponen.


                                                Informasi tambahan

                                                • Kerusakan pada komponen ini, umumnya disebabkan oleh kelebihan beban, short komponen di atasnya, sehingga dapat menyebabkan komponen ini rusak Short (korslet), Pecah dan Putus.

                                                  Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor

                                                  Transistor merupakan Komponen Aktif pada sebuah rangkaian Elektonika, oleh karenanya komponen memerlukan Sumber Daya [tegangan] agar bisa berfungsi.

                                                  Jenis dan Macam Transistor

                                                  Pada dasarnya Transistor hanya mempunyai 2 Jenis, yaitu:PNP dan NPN, namun mempunyai bentuk yang beragam. Transistor ini mempunyai fungsi utama adalah sebagai Komponen Penguat dan Switching. Komponen elektronik Transistor mempunyai 3 Kaki, yang sebut dengan: Basis [B], Kolektor [C] dan Emitor [E].
                                                  1. Transistor Jenis PNP - Transistor jenis PNP [Positif - Negatif - Positif], umumnya disebut juga Transistor jenis P, transistor jenis PNP diberi kode Panah Masuk pada kaki Emitor.
                                                  2. Transistor Jenis NPN - Transistor jenis PNP [Negatif - Positif - Negatif] umumnya disebut juga Transistor jenis N, transistor jenis NPN diberi kode Panah Keluar pada kaki Emitor.
                                                  Pada gambar dibawah, merupakan karakteristik dari kedua Jenis Transistor, yaitu: PNP (P) dan NPN (N). Perhatikan juga perbedaan arah masuk sebuah tegangan (+) pada kaki transistor tersebut.
                                                  Ragam Bentuk Resistor dan Simbol
                                                  Lambang / Simbol serta bentuk Fisik Transistor
                                                  Untuk dapat mengetahui dan memastikan jenis apakah transistor tersebut, adalah dengan mengetahui dimana letak / posisi BASIS (B) pada transistor tersebut, dengan metoda pengukuran seperti di bawah ini, yaitu:
                                                  • Pada Transistor jenis PNP (P) - Tegangan masuk melalui kaki Emitor (E), kemudian Basis (B) yang berfungsi mengatur/mengontrol besaran (di ibaratkan sebagai Kran Air) yang akan dikeluarkan pada kaki Kolektor (C).
                                                  • Pada Transistor Jenis NPN (N) - Tegangan masuk melalui kaki Kolektor (C), kemudian Basis (B) berfungsi mengatur/mengontrol besaran yang akan dikeluarkan pada kaki Emitor (E).

                                                  Teknik/Cara Pengukuran Transistor

                                                  Cara menentukan ke-2 Jenis Transistor tersebut. Selanjutnya perhatikan cara mengukur Transistor jenis P (PNP).

                                                  Mengukur Transistor PNP (Jenis P)

                                                  1. Set AVOmeter ke Posisi OHM (meter) X1, selanjutnya: 
                                                    *Probe Merah (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Hitam (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter akan bergerak kekanan, dan menunjukkan nilai yang sama, jika terjadi selisih kenaikan (tidak sama / timpang) pada jarum tersebut (ketika probe merah disentuhkan ke C dan E), maka besar kemungkinan transistor tersebut sudah rusak, sekarang kebalikannya.
                                                      * Probe Hitam (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Merah (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter tidak akan bergerak sama sekali, hal ini menandakan transistor dalam kondisi masih Bagus.

                                                      Mengukur Transistor NPN (Jenis N)

                                                      1. Set AVOmeter ke Posisi OHM (meter) X1, selanjutnya:
                                                      * Probe Hitam (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Merah (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter akan bergerak kekanan, dan menunjukkan nilai yang sama, jika terjadi selisih kenaikan (tidak sama/timpang) pada jarum tersebut (ketika probe merah disentuhkan ke C dan E), maka besar kemungkinan transistor tersebut sudah rusak, sekarang kebalikannya.
                                                      * Probe Merah (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Hitam (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter tidak akan bergerak sama sekali, hal ini menandakan transistor dalam kondisi masih bagus.

                                                      Mosfet

                                                            Transistor mempunyai bentuk yang sangat beragam, selain kedua jenis transistor tersebut diatas, dikenal pula jenis Mosfet, yang mempunyai kinerja sama seperti halnya transistor ini, namun mempunyai 3 kaki pada badan [body] komponen ini dengan sebutan berbeda yaitu: Gate [G], Drain [D] dan Source [S], berikut letak kedudukan kaki komponen ini, dan perbadingannya dengan Transistor tersebut diatas.
                                                            1. Gate (G) - Gate {gerbang} berfungsi sama dengan Basis (B), yaitu sebagai Pengatur / Pengendali.
                                                            2. Drain (D) - Drain {penyalur}berfungsi sama dengan Kolektor (C)
                                                            3. Source (S) - Source {sumber} berfungsi sama dengan Emitor (E) 
                                                                Seperti transistor jenis komponen Mosfet ini, mempunyai 2 Jenis pula, yang dI sebut dengan Mosfet P-channel dan Mosfet N-channel. Sayangnya.. kami tidak mempunyai informasi detail tentang komponen jenis FET ini.

                                                                  Komponen Elektronik Pasif - Resistor

                                                                  Resistor adalah Komponen Pasif  yang berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan. Ada bermacam macam tipe dan jenis resistor yang sering kita temui di perangkat elektronik pada umumnya.

                                                                  2 Jenis Resistor yang sangat umum terdapat pada rangkaian Elektronika

                                                                  1. Resistor Tetap (Fixed) - adalah Resistor yang mempunyai Nilai Tetap, seperti contoh: Resistor Karbon, Resistor Micron dll.
                                                                  2. Resistor tidak Tetap (Variable Resistor) - adalah Resistor yang mempunyai Nilai tidak Tetap (bisa berubah ubah), seperti contoh: Potentiometer / VR, LDR (komponen ini bisa berubah nilai tahanan / resistansinya, oleh terang dan redupnya cahaya yang mengenai komponen LDR tersebut), Thermistor (komponen ini bisa berubah nilai tahanan / resistansinya, ketika suhu pada komponen berubah) dll.

                                                                  Tipe dan Macam Resistor

                                                                  Berikut dibawah ini beberapa tipe resistor yang paling sering dijumpai pada perangkat elektronik rumah tangga umumnya, yaitu:
                                                                  • Axial-lead Resistor - Resistor tipe ini paling banyak dipergunakan pada perangkat Radio, Tape, Televisi dan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, dengan spesifikasi arus sekitar 0,5 hingga 2 Watt
                                                                      Mnegenal Komponen Resistor Axial lead
                                                                      Resistor Axial lead dengan bermacam ukuran (umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga, seperti: Televisi, Radio dll)
                                                                        • Carbon Film Resistor - Resistor ini sering pula digunakan pada rangkaian penguat Audio dan Listrik, dengan spesifikasi arus sekitar 0,5 hingga 2 Watt.
                                                                        • Micron - Resistor ini banyak digunakan pada Penguat Audio (Power Amplifiier) yang menggunakan daya cukup besar, rangkaian untuk Tegangan Listrik dll, dengan spesifikasi arus sekitar 5 hingga 20 Watt atau bahkan lebih.
                                                                        Mnegenal Resistor jenis Micron
                                                                        Resistor Micron
                                                                          • SMD Resistor - SMD resistor merupakan sebuah resistor dengan bentuk yang sangat kecil, sering dijumpai pada perangkat elektronik digital, seperti Handphone, Perangkat Komputer dan perangkat digital lainnya. Lihat bentuk fisik resitor SMD seperti dibawah ini: (informasi tambahan - pada jenis resistor micro smd, seperti pada handphone, laptop kode nomor tidak tampak pada bodynya, sehingga untuk mengeetahui nilai resistor jenis micro smd ini, mutlak memerlukan skema / diagram, untuk mengetahui posisi komponen tersebut dan membaca nilainya yang tertera pada skema / diagram perangkat tersebut.
                                                                            Bentuk Fisik sebuah Resistor SMD
                                                                            Resistor  SMD
                                                                              • Printed Carbon Resistor - Untuk resistor jenis ini langsung tercetak pada PCB (Printed Circuit Board) perangkat elektronik tersebut, Printed Carbon Resistor ini, secara umum sering kita temukan pada jenis Remote Control, Kalkulator, Keyboard serta perangkat elektronik digital lainnya.
                                                                              • Potentiometer - Potentiometer (VR) merupakan sebuah resistor tidak tetap (variable), sehingga bisa berubah nilai tahanannya, dengan cara merubah posisi (dengan cara memutar atau menggeser) kop pada potensiometer tersebut.
                                                                              Tipe Potentiometer Putar dan Geser
                                                                              Potensiometer Putar dan Geser
                                                                                • Trimpot (Trimmer Potentiometer) - Trimpot mempunyai cara kerja yang sama dengan Potensiometer, namun lebih kecil bentuknya, untuk merubah nilai tahanan / resitansi pada trimpot tersebut, biasanya dengan cara memutar kekiri dan kekanan pada trimpot menggunakan obeng kecil yang sesuai.
                                                                                Resistor model Trimpot (Trimer Potentiometer)
                                                                                Trimmer Potentio (Trimpot)
                                                                                  • LDR (Light Dependent Resistor) -  LDR ini banyak digunakan sebagai sensor untuk lampu taman, jalan dll, komponen ini akan berubah nilai resistansinya ketika terjadi perubahan cahaya yang mengenai komponen tersebut.
                                                                                  • Thermistor - Resistor ini sering dijumpai pada rangkaian elektronik yang menggunakan arus kuat, seperti Power Supply, Power Regulator dan lain sebagainya. Thermistor ini mempunyai 2 Tipe pada umumnya sering disebut dengan NTC (Negative Temperture Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient).
                                                                                  Resistor jenis NTC / PTC
                                                                                  NTC dan PTC
                                                                                  Demikian 2 Jenis Umum dan Tipe serta karakteristik dari komponen elektronik pasif yang disebut dengan resistor itu, semoga dapat bermanfaat.. terutama sobat yang masih pemula, dan tertarik mengenal beberapa komponen elektronik secara umum dan mudah, yang ke depannya diharapkan juga semakin banyak para pemula yang memahami komponen pada perangkat elektronik, dan dapat memperbaiki sendiri perangkat elektronik tersebut.

                                                                                  Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil

                                                                                  Mungkin sebenarnya sudah banyak yang membahas tentang: "Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Power Amplifier Mobil" ini, pada blog teknisi elektronik di internet, namun rupanya masih ada juga yang bertanya, terkait "Cara Pasang Jack Hp agar Suara / Musik bisa terdengar pada Speaker Aktif ataupun Audio Power Mobil" yang mana masih menggunakan perangkat kabel ini.

                                                                                  Pada saat sekarang ini, baik Speaker / Power Aktif, Audio Power pada Mobil, sudah banyak yang mempergunakan "Audio Player Mp3", yaitu: Media Pemutar Musik terbaru yang bisa membaca format Audio Mp3 yang sudah di lengkapi dengan Slot MMC (memori) dan Flashdisk, namun jika tidak ada, kita dapat menggunakan perangkat Mobile / Smart maupun Hand Phone (Hp), sebagai pengganti "Audio Player Mp3" tersebut..

                                                                                  Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil

                                                                                  Panduan dan Cara Pasang Jack Hp ke Speaker Aktif / Power Audio Amplifier Mobil
                                                                                  Handphone - Resistor dan Jack Stereo
                                                                                  1. Persiapkan sebuah Jack Stereo (tergantung Jenis dan Model) yang sesuai dengan Tipe Handphone tersebut, colokan sebagaimana pemasangan Headset pada umumnnya, kemudian..
                                                                                  2. Hubungkan salah satu kabel Output (umumnya 2 kabel / jalur Audio Out L/R) menggunakan sebuah "Resistor" pada kisaran 100 Ω - 300 Ω (Ohm) menuju "Ground", hingga muncul peringatan atau pemberitahuan: "Headset Terpasang" pada layar handphone  (ini sebagai pengganti resistansi kawat lilitan/spul speaker kecil yang terdapat pada HEADSET tersebut)  selanjutnya..
                                                                                  3. Hubungkan ketiga Kabel (Ground. Audio L dan Audio R) ke Line in pada Speaker Aktif maupun Audio Power Amplifier Mobil dan perangkat Pengeras Suara lainnya).
                                                                                  Cara Pemasangan Jack Audio Hp Stereo ke Speaker Aktif dan Power Audio Mobil
                                                                                  Kiri ke Kanan: Jack Audio L/R + Mic Handphone - Jauh 
                                                                                  Pada Gambar di atas, kami menggunakan Handphone merek "MITO" sebagai percobaan, Demikian penjelasan singkat "Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil" tersebut, Semoga bermanfaat..

                                                                                  Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V

                                                                                  Rangkaian "Power Regulator" ini, kami salin dari sebuah rangkaian Adaptor yang beredar di pasaran, Rangkaian Power Adaptor ini dilengkapi dengan Stabilizer dan Regulator (pengatur) Tegangan dengan kisaran DC 4.5V hingga 13.8V.

                                                                                  Bahan yang diperlukan untuk membuat "Power Adaptor dengan Stabilizer + Regulator Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V" tersebut adalah:
                                                                                  1. Trafo (TF) - 3Amp hingga 7Amp
                                                                                  2. Dioda (D) - 1N 5401 (4 x)
                                                                                  3. Elco (C) - 2200mF hingga 4700mF/ 25V, 220mF/ 25V (2 x)
                                                                                  4. IC DC1 - LM 7905
                                                                                  5. Resistor (R) - 330 Ohm, 220 Ohm (2 x), 390 Ohm (2 x), 1K5, 100 Ohm (2 x), 1K Ohm
                                                                                  6. Rotary Switch - sebagai Selektor (pemilih) Tegangan 4.5V/ 6V/ 7.5V/ 9V, 12V, 13.8V
                                                                                  7. Lampu Led (6 x) sebagai lampu Indikator.
                                                                                  Gambar Rotary Switch untuk Adaptor
                                                                                  Rotary Switch
                                                                                  Untuk rangkaian perata Arus dan filter Tegangan menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem jembatan atau umum disebut dengan Bridge Rectifier dan sebuah Elco dengan kapasitas 2200mF hingga 4700mF/ 25V, sebagaimana informasi di halaman terdahulu: "Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)", atau untuk lebih singkatnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
                                                                                  Gambar Skema Perata Arus dan Filter Tegangan pada Adaptor Sederhana
                                                                                  Rangkaian perata Arus dan filter Tegangan pada Adaptor sederhana
                                                                                  Rangkaian paling atas menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan dibawahnya menggunakan 2 buah Dioda ketika mempergunakan Trafo CT. Kedua rangkaian Perata Arus dan Filter Tegangan diatas, tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh, jadi pilih salah satu diantara kedua rangkaian tersebut di atas, 
                                                                                  Komponen
                                                                                  1. T1: Trafo 3Amp hingga 7Amp
                                                                                  2. D1: 1N5401
                                                                                  3. C1: 2200mF atau 4700mF/ 25V

                                                                                  Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer" - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V

                                                                                  Jika pada halaman terdahulu: "Belajar Cara Membuat/ Merakit Adaptor Sederhana" (pada bagian bawah halaman tersebut) Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptornya menggunakan IC DC1 untuk 1 Tegangan Output saja (bersifat Statis/ Tetap), maka pada bagan berikut ini,merupakan Bagan dari "Power Adaptor Stabilizer" dengan Tegangan Output yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaanya (bersifat Dinamis/ Variabel), yaitu: untuk penggunaan Tegangan  DC 4.5V hingga 13.8V, dengan cara memutar knop "Rotary Switch" untuk mengatur Tegangan yang dikendaki.

                                                                                  Langkah langkahnya adalah:

                                                                                  Membuat rangkaian perata Arus dan filter Tegangan (sebagaimana gambar dan keterangan di atas), setelah selesai, kemudian sambungkan Output DC 15V/ 17V tersebut ke DC in: +15V/ + 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" sebagaimana gambar di bawah ini.
                                                                                  Gambar Skema Diagram Rangkaian Stabilizer DC 4.5V - 13.8V untuk Adaptor Rakitan
                                                                                  Power Adaptor Stabilizer dengan Selektor (Rotary Switch) DC 4.5V hingga 13.8V
                                                                                  Tegangan DC 15V/ 17tersebut masuk ke DC in+15V+ 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" tersebut dan kemudian diproses pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" dan diperkuat oleh Transistor Output (2N 3055), sehingga Tegangan yang keluar sesuai dengan yang dikendaki dengan cara: Memutar knop Rotary Switch tersebut.