2.15.2018

Elektronika Dasar - Komponen Dioda

Ada 2 kategori komponen elektronik yang kita ketahui pada umumnya, yaitu:
    1. Komponen Pasif - (tidak membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen pendukung).
    2. Komponen Aktif - (membutuhkan sumber daya listrik dan bersifat komponen ).
        Komponen Pasif adalah Komponen elektronik yang tidak membutuhkan tegangan listik untuk daya kerjanya. Komponen Pasif ini adalah komponen penunjang pada Komponen Aktif. Beberapa contoh komponen pasif ini, antara lain: Resistor dan Kapasitor.

        Sedangkan Komponen Aktif adalah komponen yang memerlukan sumber daya listrik dalam penggunaannya, antara lain: Dioda, Transistor, dan IC (Integrated Circuit), tentu saja agar Komponen aktif ini dapat berfungsi dengan semestinya, selain memerlukan sumber daya listrik (tegangan), juga diperlukan komponen penunjang lainnya (komponen pasif) termasuk resistor dan kapasitor dll. Kerusakan pada komponen penunjang tersebut menyebabkan komponen aktif tidak dapat berfungsi dengan benar.

        Komponen Elektronik aktif - Dioda

        Dioda seperti telah diterangkan diatas adalah merupakan salah satu Komponen aktif pada sebuah rangkaian elektronika. Dioda merupakan komponen yang besifat Semi Konduktor (setengah penghantar), yang mempunyai 2 Kutub Positif dan Negatif yang disebut dengan : Anoda dan Katoda. Komponen elektronik Dioda ini mempunyai beberapa Karakteristik, Jenis dan fungsi masing masing, seperti dibawah ini:

        Jenis Jenis Dioda

          • Dioda Silicon (Rectifier) - Dioda ini berfungsi sebagai Penyearah arus Bolak balik (AC) menjadi arus Searah (DC). Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
          • Dioda Silicon (Bridge Rectifier) - Terdiri dari 4 buah Dioda Silicon yang berfungsi sebagai Penyearah pada Arus  AC (Alternatif Current) menjadi Tegangan  DC (Direct Current) pada rangkaian Power Supply. Seperti halnya diatas, Dioda jenis ini biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan besaran kuat arus (Ampere).
            Gambar Dioda Jembatan (Bridge Rect)
            Bentuk Fisik dan Simbol Dioda Bridge Rectifier (Dioda Jembatan)


            Pada dasarnya Dioda Bridge ini terdiri dari 4 buah dioda (yang dirangkai dengan sistem jembatan/bridge) terpadu. Bentuk Fisik dari dari Dioda Bridge Rectifier (Bridge Rect) ini bermacam macam, salah satunya seperti ditunjukkan pada gambar diatas.
              • Dioda Zener - Dioda Zener ini berfungsi sebagai pembatas tegangan sesuai dengan yang telah ditentukan. Daya kerja dioda zener ini tertera pada badan (body) komponen tersebut, sebagai contoh: jika nilai dioda tersebut tertera 6,2 atau 6V2, maka tegangan Katoda akan konstan (tetap) DC 6,2 Volt meskipun sumber tegangan pada dioda zener ini, mempunyai nilai lebih tinggi. (Catatan: Jika nilai tegangan melebihi toleransi/batas pada Dioda Zener tersebut, maka akan menyebabkan hubungan pendek (Short) pada komponen ini. Dioda Zener ini banyak sekali ditemukan pada rangkaian Power Supply, Stabilizer, AC Matic Power Regulator dan System Proteksi).
              Bentuk Fisik Dioda Zener dengan Bahan Kaca
              Bentuk Fisik Dioda Zener (Zener Diode)
                • Dioda Germanium (Ge) - Dioda ini terbuat dari bahan Germanium (Ge), Dioda Germanium (Germanium Diode) ini mempunyai karakteristik perataan lebih halus dengan dengan arus yang sangat kecil pula, sehingga Dioda jenis Germanium ini, sangat banyak digunakan untuk perata/penyearah/detektor Sinyal baik berupa Audio atau Video.
                Gambar Germanium Diode / Dioda Kaca
                Bentuk Fisik dan Symbol Komponen Dioda Germanium (Ge)
                Gambar diatas menunjukan salah satu bentuk dari Dioda Germanium (Germanium Diode) dengan Kode Warna Merah pada body komponen tersebut.
                  • Light Emitting Diode (LED) - Dioda jenis ini sangat umum ditemukan pada perangkat elektronik, Light Emitting Dioda yang berarti Dioda yang memancarkan Cahaya. LED ini sering pula digunakan sebagai Lampu Indikator, Lampu Display dll.
                  Gambar Fisik Lampu LED dan Lambangnya
                  Bentuk Fisik dan Simbol Komponen Light Emitting Diode (LED)
                  Light Emitting Diode (LED) ini sangat beragam macamnya baik bentuk maupun warnanya. LED ini mempunyai karakteristik dapat bekerja pada sumber tegangan yang sangat rendah.

                  Ada beberarap jenis Dioda yang lain serta mempunyai karakteristik berbeda pula, sepert dioda SCR. Jenis ini banyak dipergunakan pada rangkaian elektronik dengan sumber daya listrik cukup tinggi (sekitar 110V ~ 220V).

                  Cara Mengetahui Kerusakan dan Posisi Kaki Anoda atau Katoda sebuah Dioda menggunakan AVOmeter

                  Berikut ilustrasi untuk mengetahui posisi Anoda atau Katoda pada kedua kutub/kaki Dioda tersebut:
                  Cara Menentukan Posisi Anoda dan Katoda ketika Mengukur sebuah Dioda
                  Latak / Posisi Anoda dan Katoda pada Pengukuran Komponen Dioda
                    1. Siapkan Avometer, kemudian posisikan pada Ohm meter pada kalibrasi X1 (posisi ini umum digunakan untuk mengukur kabel/jalur yang putus pada sebuah perangkat elektronik).
                    2. Tempelkan Probe + (warna Merah) pada kutub/kaki Anoda dan
                    3. Tempelkan Probe - (warna Hitam) ke kutub/kaki Katoda
                      Maka Jarum pada AVOmeter akan bergerak naik (kearah kanan) dengan perkiraan seperti ilustrasi/gambar di atas, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, maka pada Jarum AVOmeter akan diam (tidak bergerak sama sekali), hal ini menandakan bahwa komponen Dioda tersebut masih dalam kondisi Baik (Normal).
                        • Ulangi poin 2 dan 3 tersebut diatas apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak sangat tinggi (melebihi gambaran di atas), maka kemungkinan di Dioda tersebut sudah bocor (Short).
                        • Untuk memastikan, kemudian balik posisi kedua Probe tersebut, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik, maka kemungkinan Dioda tersebut sudah setengah Short, apabila Jarum AVOmeter tersebut bergerak naik tinggi, maka dapat di pastikan komponen Dioda tersebut sudah Short (Korslet), kerusakan setengah Short atau Shot tinggi ini, tetap harus dilakukan penggantian komponen.


                        Informasi tambahan

                        • Kerusakan pada komponen ini, umumnya disebabkan oleh kelebihan beban, short komponen di atasnya, sehingga dapat menyebabkan komponen ini rusak Short (korslet), Pecah dan Putus.

                          Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor

                          Transistor merupakan Komponen Aktif pada sebuah rangkaian Elektonika, oleh karenanya komponen memerlukan Sumber Daya [tegangan] agar bisa berfungsi.

                          Jenis dan Macam Transistor

                          Pada dasarnya Transistor hanya mempunyai 2 Jenis, yaitu:PNP dan NPN, namun mempunyai bentuk yang beragam. Transistor ini mempunyai fungsi utama adalah sebagai Komponen Penguat dan Switching. Komponen elektronik Transistor mempunyai 3 Kaki, yang sebut dengan: Basis [B], Kolektor [C] dan Emitor [E].
                          1. Transistor Jenis PNP - Transistor jenis PNP [Positif - Negatif - Positif], umumnya disebut juga Transistor jenis P, transistor jenis PNP diberi kode Panah Masuk pada kaki Emitor.
                          2. Transistor Jenis NPN - Transistor jenis PNP [Negatif - Positif - Negatif] umumnya disebut juga Transistor jenis N, transistor jenis NPN diberi kode Panah Keluar pada kaki Emitor.
                          Pada gambar dibawah, merupakan karakteristik dari kedua Jenis Transistor, yaitu: PNP (P) dan NPN (N). Perhatikan juga perbedaan arah masuk sebuah tegangan (+) pada kaki transistor tersebut.
                          Ragam Bentuk Resistor dan Simbol
                          Lambang / Simbol serta bentuk Fisik Transistor
                          Untuk dapat mengetahui dan memastikan jenis apakah transistor tersebut, adalah dengan mengetahui dimana letak / posisi BASIS (B) pada transistor tersebut, dengan metoda pengukuran seperti di bawah ini, yaitu:
                          • Pada Transistor jenis PNP (P) - Tegangan masuk melalui kaki Emitor (E), kemudian Basis (B) yang berfungsi mengatur/mengontrol besaran (di ibaratkan sebagai Kran Air) yang akan dikeluarkan pada kaki Kolektor (C).
                          • Pada Transistor Jenis NPN (N) - Tegangan masuk melalui kaki Kolektor (C), kemudian Basis (B) berfungsi mengatur/mengontrol besaran yang akan dikeluarkan pada kaki Emitor (E).

                          Teknik/Cara Pengukuran Transistor

                          Cara menentukan ke-2 Jenis Transistor tersebut. Selanjutnya perhatikan cara mengukur Transistor jenis P (PNP).

                          Mengukur Transistor PNP (Jenis P)

                          1. Set AVOmeter ke Posisi OHM (meter) X1, selanjutnya: 
                            *Probe Merah (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Hitam (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter akan bergerak kekanan, dan menunjukkan nilai yang sama, jika terjadi selisih kenaikan (tidak sama / timpang) pada jarum tersebut (ketika probe merah disentuhkan ke C dan E), maka besar kemungkinan transistor tersebut sudah rusak, sekarang kebalikannya.
                              * Probe Hitam (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Merah (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter tidak akan bergerak sama sekali, hal ini menandakan transistor dalam kondisi masih Bagus.

                              Mengukur Transistor NPN (Jenis N)

                              1. Set AVOmeter ke Posisi OHM (meter) X1, selanjutnya:
                              * Probe Hitam (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Merah (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter akan bergerak kekanan, dan menunjukkan nilai yang sama, jika terjadi selisih kenaikan (tidak sama/timpang) pada jarum tersebut (ketika probe merah disentuhkan ke C dan E), maka besar kemungkinan transistor tersebut sudah rusak, sekarang kebalikannya.
                              * Probe Merah (pada Multitester) ditempelkan ke Basis kemudian Probe Hitam (pada Multitester) disentuhkan ke kaki Kolektor (C) atau Emitor (E), maka Jarum AVO Meter tidak akan bergerak sama sekali, hal ini menandakan transistor dalam kondisi masih bagus.

                              Mosfet

                                    Transistor mempunyai bentuk yang sangat beragam, selain kedua jenis transistor tersebut diatas, dikenal pula jenis Mosfet, yang mempunyai kinerja sama seperti halnya transistor ini, namun mempunyai 3 kaki pada badan [body] komponen ini dengan sebutan berbeda yaitu: Gate [G], Drain [D] dan Source [S], berikut letak kedudukan kaki komponen ini, dan perbadingannya dengan Transistor tersebut diatas.
                                    1. Gate (G) - Gate {gerbang} berfungsi sama dengan Basis (B), yaitu sebagai Pengatur / Pengendali.
                                    2. Drain (D) - Drain {penyalur}berfungsi sama dengan Kolektor (C)
                                    3. Source (S) - Source {sumber} berfungsi sama dengan Emitor (E) 
                                        Seperti transistor jenis komponen Mosfet ini, mempunyai 2 Jenis pula, yang dI sebut dengan Mosfet P-channel dan Mosfet N-channel. Sayangnya.. kami tidak mempunyai informasi detail tentang komponen jenis FET ini.

                                          Komponen Elektronik Pasif - Resistor

                                          Resistor adalah Komponen Pasif  yang berfungsi sebagai Penahan Arus serta Pembatas Tegangan. Ada bermacam macam tipe dan jenis resistor yang sering kita temui di perangkat elektronik pada umumnya.

                                          2 Jenis Resistor yang sangat umum terdapat pada rangkaian Elektronika

                                          1. Resistor Tetap (Fixed) - adalah Resistor yang mempunyai Nilai Tetap, seperti contoh: Resistor Karbon, Resistor Micron dll.
                                          2. Resistor tidak Tetap (Variable Resistor) - adalah Resistor yang mempunyai Nilai tidak Tetap (bisa berubah ubah), seperti contoh: Potentiometer / VR, LDR (komponen ini bisa berubah nilai tahanan / resistansinya, oleh terang dan redupnya cahaya yang mengenai komponen LDR tersebut), Thermistor (komponen ini bisa berubah nilai tahanan / resistansinya, ketika suhu pada komponen berubah) dll.

                                          Tipe dan Macam Resistor

                                          Berikut dibawah ini beberapa tipe resistor yang paling sering dijumpai pada perangkat elektronik rumah tangga umumnya, yaitu:
                                          • Axial-lead Resistor - Resistor tipe ini paling banyak dipergunakan pada perangkat Radio, Tape, Televisi dan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, dengan spesifikasi arus sekitar 0,5 hingga 2 Watt
                                              Mnegenal Komponen Resistor Axial lead
                                              Resistor Axial lead dengan bermacam ukuran (umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga, seperti: Televisi, Radio dll)
                                                • Carbon Film Resistor - Resistor ini sering pula digunakan pada rangkaian penguat Audio dan Listrik, dengan spesifikasi arus sekitar 0,5 hingga 2 Watt.
                                                • Micron - Resistor ini banyak digunakan pada Penguat Audio (Power Amplifiier) yang menggunakan daya cukup besar, rangkaian untuk Tegangan Listrik dll, dengan spesifikasi arus sekitar 5 hingga 20 Watt atau bahkan lebih.
                                                Mnegenal Resistor jenis Micron
                                                Resistor Micron
                                                  • SMD Resistor - SMD resistor merupakan sebuah resistor dengan bentuk yang sangat kecil, sering dijumpai pada perangkat elektronik digital, seperti Handphone, Perangkat Komputer dan perangkat digital lainnya. Lihat bentuk fisik resitor SMD seperti dibawah ini: (informasi tambahan - pada jenis resistor micro smd, seperti pada handphone, laptop kode nomor tidak tampak pada bodynya, sehingga untuk mengeetahui nilai resistor jenis micro smd ini, mutlak memerlukan skema / diagram, untuk mengetahui posisi komponen tersebut dan membaca nilainya yang tertera pada skema / diagram perangkat tersebut.
                                                    Bentuk Fisik sebuah Resistor SMD
                                                    Resistor  SMD
                                                      • Printed Carbon Resistor - Untuk resistor jenis ini langsung tercetak pada PCB (Printed Circuit Board) perangkat elektronik tersebut, Printed Carbon Resistor ini, secara umum sering kita temukan pada jenis Remote Control, Kalkulator, Keyboard serta perangkat elektronik digital lainnya.
                                                      • Potentiometer - Potentiometer (VR) merupakan sebuah resistor tidak tetap (variable), sehingga bisa berubah nilai tahanannya, dengan cara merubah posisi (dengan cara memutar atau menggeser) kop pada potensiometer tersebut.
                                                      Tipe Potentiometer Putar dan Geser
                                                      Potensiometer Putar dan Geser
                                                        • Trimpot (Trimmer Potentiometer) - Trimpot mempunyai cara kerja yang sama dengan Potensiometer, namun lebih kecil bentuknya, untuk merubah nilai tahanan / resitansi pada trimpot tersebut, biasanya dengan cara memutar kekiri dan kekanan pada trimpot menggunakan obeng kecil yang sesuai.
                                                        Resistor model Trimpot (Trimer Potentiometer)
                                                        Trimmer Potentio (Trimpot)
                                                          • LDR (Light Dependent Resistor) -  LDR ini banyak digunakan sebagai sensor untuk lampu taman, jalan dll, komponen ini akan berubah nilai resistansinya ketika terjadi perubahan cahaya yang mengenai komponen tersebut.
                                                          • Thermistor - Resistor ini sering dijumpai pada rangkaian elektronik yang menggunakan arus kuat, seperti Power Supply, Power Regulator dan lain sebagainya. Thermistor ini mempunyai 2 Tipe pada umumnya sering disebut dengan NTC (Negative Temperture Coefficient) dan PTC (Positive Temperature Coefficient).
                                                          Resistor jenis NTC / PTC
                                                          NTC dan PTC
                                                          Demikian 2 Jenis Umum dan Tipe serta karakteristik dari komponen elektronik pasif yang disebut dengan resistor itu, semoga dapat bermanfaat.. terutama sobat yang masih pemula, dan tertarik mengenal beberapa komponen elektronik secara umum dan mudah, yang ke depannya diharapkan juga semakin banyak para pemula yang memahami komponen pada perangkat elektronik, dan dapat memperbaiki sendiri perangkat elektronik tersebut.

                                                          Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil

                                                          Mungkin sebenarnya sudah banyak yang membahas tentang: "Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Power Amplifier Mobil" ini, pada blog teknisi elektronik di internet, namun rupanya masih ada juga yang bertanya, terkait "Cara Pasang Jack Hp agar Suara / Musik bisa terdengar pada Speaker Aktif ataupun Audio Power Mobil" yang mana masih menggunakan perangkat kabel ini.

                                                          Pada saat sekarang ini, baik Speaker / Power Aktif, Audio Power pada Mobil, sudah banyak yang mempergunakan "Audio Player Mp3", yaitu: Media Pemutar Musik terbaru yang bisa membaca format Audio Mp3 yang sudah di lengkapi dengan Slot MMC (memori) dan Flashdisk, namun jika tidak ada, kita dapat menggunakan perangkat Mobile / Smart maupun Hand Phone (Hp), sebagai pengganti "Audio Player Mp3" tersebut..

                                                          Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil

                                                          Panduan dan Cara Pasang Jack Hp ke Speaker Aktif / Power Audio Amplifier Mobil
                                                          Handphone - Resistor dan Jack Stereo
                                                          1. Persiapkan sebuah Jack Stereo (tergantung Jenis dan Model) yang sesuai dengan Tipe Handphone tersebut, colokan sebagaimana pemasangan Headset pada umumnnya, kemudian..
                                                          2. Hubungkan salah satu kabel Output (umumnya 2 kabel / jalur Audio Out L/R) menggunakan sebuah "Resistor" pada kisaran 100 Ω - 300 Ω (Ohm) menuju "Ground", hingga muncul peringatan atau pemberitahuan: "Headset Terpasang" pada layar handphone  (ini sebagai pengganti resistansi kawat lilitan/spul speaker kecil yang terdapat pada HEADSET tersebut)  selanjutnya..
                                                          3. Hubungkan ketiga Kabel (Ground. Audio L dan Audio R) ke Line in pada Speaker Aktif maupun Audio Power Amplifier Mobil dan perangkat Pengeras Suara lainnya).
                                                          Cara Pemasangan Jack Audio Hp Stereo ke Speaker Aktif dan Power Audio Mobil
                                                          Kiri ke Kanan: Jack Audio L/R + Mic Handphone - Jauh 
                                                          Pada Gambar di atas, kami menggunakan Handphone merek "MITO" sebagai percobaan, Demikian penjelasan singkat "Cara Pasang Jack Handphone ke Speaker Aktif / Audio Power Amplifier Mobil" tersebut, Semoga bermanfaat..

                                                          Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V

                                                          Rangkaian "Power Regulator" ini, kami salin dari sebuah rangkaian Adaptor yang beredar di pasaran, Rangkaian Power Adaptor ini dilengkapi dengan Stabilizer dan Regulator (pengatur) Tegangan dengan kisaran DC 4.5V hingga 13.8V.

                                                          Bahan yang diperlukan untuk membuat "Power Adaptor dengan Stabilizer + Regulator Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V" tersebut adalah:
                                                          1. Trafo (TF) - 3Amp hingga 7Amp
                                                          2. Dioda (D) - 1N 5401 (4 x)
                                                          3. Elco (C) - 2200mF hingga 4700mF/ 25V, 220mF/ 25V (2 x)
                                                          4. IC DC1 - LM 7905
                                                          5. Resistor (R) - 330 Ohm, 220 Ohm (2 x), 390 Ohm (2 x), 1K5, 100 Ohm (2 x), 1K Ohm
                                                          6. Rotary Switch - sebagai Selektor (pemilih) Tegangan 4.5V/ 6V/ 7.5V/ 9V, 12V, 13.8V
                                                          7. Lampu Led (6 x) sebagai lampu Indikator.
                                                          Gambar Rotary Switch untuk Adaptor
                                                          Rotary Switch
                                                          Untuk rangkaian perata Arus dan filter Tegangan menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem jembatan atau umum disebut dengan Bridge Rectifier dan sebuah Elco dengan kapasitas 2200mF hingga 4700mF/ 25V, sebagaimana informasi di halaman terdahulu: "Belajar Merakit Adaptor sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier)", atau untuk lebih singkatnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
                                                          Gambar Skema Perata Arus dan Filter Tegangan pada Adaptor Sederhana
                                                          Rangkaian perata Arus dan filter Tegangan pada Adaptor sederhana
                                                          Rangkaian paling atas menggunakan 4 buah Dioda (Bridge Rect) dan dibawahnya menggunakan 2 buah Dioda ketika mempergunakan Trafo CT. Kedua rangkaian Perata Arus dan Filter Tegangan diatas, tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh, jadi pilih salah satu diantara kedua rangkaian tersebut di atas, 
                                                          Komponen
                                                          1. T1: Trafo 3Amp hingga 7Amp
                                                          2. D1: 1N5401
                                                          3. C1: 2200mF atau 4700mF/ 25V

                                                          Diagram Rangkaian "Power Adaptor Stabilizer" - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V

                                                          Jika pada halaman terdahulu: "Belajar Cara Membuat/ Merakit Adaptor Sederhana" (pada bagian bawah halaman tersebut) Rangkaian "Power Stabilizer" pada Adaptornya menggunakan IC DC1 untuk 1 Tegangan Output saja (bersifat Statis/ Tetap), maka pada bagan berikut ini,merupakan Bagan dari "Power Adaptor Stabilizer" dengan Tegangan Output yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaanya (bersifat Dinamis/ Variabel), yaitu: untuk penggunaan Tegangan  DC 4.5V hingga 13.8V, dengan cara memutar knop "Rotary Switch" untuk mengatur Tegangan yang dikendaki.

                                                          Langkah langkahnya adalah:

                                                          Membuat rangkaian perata Arus dan filter Tegangan (sebagaimana gambar dan keterangan di atas), setelah selesai, kemudian sambungkan Output DC 15V/ 17V tersebut ke DC in: +15V/ + 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" sebagaimana gambar di bawah ini.
                                                          Gambar Skema Diagram Rangkaian Stabilizer DC 4.5V - 13.8V untuk Adaptor Rakitan
                                                          Power Adaptor Stabilizer dengan Selektor (Rotary Switch) DC 4.5V hingga 13.8V
                                                          Tegangan DC 15V/ 17tersebut masuk ke DC in+15V+ 17V pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" tersebut dan kemudian diproses pada rangkaian "Power Stabilizer Adaptor" dan diperkuat oleh Transistor Output (2N 3055), sehingga Tegangan yang keluar sesuai dengan yang dikendaki dengan cara: Memutar knop Rotary Switch tersebut.

                                                          2.14.2018

                                                          TV SHARP 14 Inch Q-Vision Mati Total, Lampu Indikator Tidak Menyala

                                                          TV Sharp Q-Vision 14" dengan Model: 14S20mkii ini mengalami Kerusakan Mati Total dengan Lampu Indikator sama sekali Tidak Menyala,

                                                          Jika diperhatikan sepintas, sebagaimana kerusakan di atas adalah merupakan kerusakan yang lazim sebagaimana pada kerusakan Mati Total lainnya yang disebabkan oleh Power Regulator-nya, namun kali ini tidak seperti itu..karena seluruh Tegangan ada dan nyaris terukur Normal, berikut keterangannya:

                                                          TV SHARP 14 Inch Q-Vision 1420 MKII, Mati Total, Lampu Indikator Tidak Menyala

                                                          Sebagaimana informasi di atas, TV SHARP 14", Seri: QVision dengan Model: 1420MKII ini mengalami Kerusakan Mati Total, seluruh Tegangan masih ada bahkan Nyaris terukur Normal, namun pada Lampu Indikator sama sekali Tidak Menyala, diringi dengan suara berdecit pada Power Regulator-nya, yang menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen di baagian Output Power Regulatornya.
                                                          Perbaikan Kerusakan Mati Total TV SHARP Qvison
                                                          TV SHARP 14" QVision - Model: 1420 MKII

                                                          Berikut beberapa Tahap Pengerjaannya dan Beberapa Kesalahan yang kami lakukan terkait: TV SHARP 14 Inch Q-Vision Mati Total, Lampu Indikator Tidak Menyala, yang anda tidak perlu mengulangi kesalahan  kami tersebut

                                                          • Sebagaimana biasanya, kami melakukan resolder pada beberapa Titik Kontak Timah yang terlihat retak pada PCB Mesin TV SHARP Qvision ini
                                                          • Pengecekan Teggangan.. seluruh Tegangan ada dan nyaris terukur Normal, namun jika diperhatikan secara teliti, beberapa Tegangan sedikit lebih rendah dari yang semestinya.
                                                          Pengececekan terus kami lanjutkan.. karena ketika kami hidupkan terdengar suara berdecit pada Power Regulator dan lagi Lampu Indikator tidak Menyala sama sekali, hal ini cukup membingungkan, Pengecekan dari: Tegangan B+, Driver & Tr Power Horizontal: OK, bahkan kami sempat melakukan Penggantian Flyback, IC Micom, Memory namun sama sekali tidak ada perubahan yang terjadi, TV SHARP 14" Qvision ini masih tetap dalam kondisi: Mati Total, Tegangan ada, dengan Lampu Indikator tidak Menyala sama sekali.

                                                          Lihat kembali Gambar di atas.. kerusakan terjadi pada blok (yang dilingkari warna Merah putus putus) tersebut, di mana Pin 1 nya terhubung langsung dengan Tegangan +12V untuk Audio Amp, karena ketika Pin 1 tersebut di lepaskan, Lampu Indikator pada Televisi SHARP Qvison ini dapat Menyala dengan serta merta Televisi ini pun Start Menyala juga, namun tidak lama setelah itu,  Elco filter (10mF / 250V) untuk Tegangan Katoda +185V tersebut meletus / bocor dengan suara yang
                                                          Kerusakan Mati Total, Lampu Indikator Tidak Menyala - TV SHARP 14"  Qvision
                                                          TV SHARP 14" Qvison - Kerusakan Mati Total
                                                          cukup keras dan Anehnya setalah dilakukan penggantian dengan komponen yang sama, televisi tersebut dapat menyala Normal kembali.
                                                          Kerusakan Mati Total, Perbaikan TV SHARP 14" Qvison
                                                          TV SHARP 14 Inch Q-Vision (1420MKII)
                                                          Kerusakan yang sebenarnya adalah pada blok/modul tersebut yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu: Dioda, Transistor, Elco, Resistor dan Kapasitor, dengan melakukan perbaikan pada blok tersebut ataupun menggantinya dengan sama, maka TV SHARP 14 Inch Q-Vision Mati Total, Tegangan Ada, namun Lampu Indikator Tidak Menyala ini dapat teratasi dan sudah dapat Menyala Normal kembali.

                                                          Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply pada Mesin TV China

                                                          Kerusakan blok Power Regulator (Power Supply) pada Mesin TV brand China, biasanya tidak terlalu rumit, jika dibandingkan kerusakan pada blok yang lain, apalagi sekarang sudah banyak juga perangkat pengganti untuk blok (bagian) Power Regulator ini yang tersedia dipasaran.

                                                          Beberapa Penyebab Kerusakan Power Regulator/Power Supply pada Mesin Televisi

                                                          Jenis ini banyak beredar dipasaran, digunakan untuk mengganti Power Regulator bawaan pada mesin tv tersebut. Penggantian ini biasanya dilakukan apabila kondisi perbaikan sudah tidak memungkinkan lagi, semisal: komponen sudah banyak yang hangus atau pula kondisi jalur yang tercetak pada papan PCB tersebut sudah banyak yang putus dll. Tegangan yang dihasilkan pada Power Regulator (Switching) ini, biasanya mempunyai Tegangan yang cukup lengkap, yaitu:


                                                          Gambar Power Switching Regulator Pasaran
                                                          Power Regulator
                                                            1. 0V ~ 185V - untuk Tegangan Video / Katoda / RGB.
                                                            2. 0V ~ 90V/115V - untuk Tegangan Horizontal.
                                                            3. 0V ~ 24V - untuk Tegangan Vertikal + Driver Horizontal.
                                                            4. 0V ~ 16V - untuk Tegangan Power Audio.
                                                            5. 0V ~ 12V - untuk Tegangan IC Program (+ komponen pendukung) + IC Chroma (+komponen pendukung), yang terbagi menjadi DC 5Volt dan DC 8Volt.
                                                              Power Regulator (Switching) ini mempunyai besar ukuran berdasarkan penggunaannya, yaitu: Power Regulator untuk 14-Inch hingga 21-Inch dan Power Regulator untuk 25-Inch hingga 29-Inch. Pada umumnya Power Regulator untuk 14-Inch bisa dipergunakan untuk jenis yang 21-inch, begitu pula sebaliknya. Untuk proses pengerjaannya, dengan cara melepaskan Trafo Switching bawaan tersebut, kemudian menggantinya dengan Tegangan Power Regulator Luar (External), yang sesuai dengan mesin televisi tersebut.

                                                              Power Switching Gacun

                                                              Penggunaan Power Switching dengan merek Gacun ini,  sering dipergunakan para teknisi tv, untuk mengganti kerusakan pada blok (bagian) Power Regulator tersebut. Power Switching jenis ini adalah jenis Pengganti Power Regulator, yang bersifat Universal, sehingga dapat dipergunakan sebagai pengganti Power Supply pada jenis perangkat elektronik lainnya, semisal TV LCD, Monitor, dan Power (Speaker) Aktif dan lain sebagainya.

                                                              Penggunaan Power Switching merek Gacun ini sangat Praktis, seperti kita ketahui bersama Gacun ini memiliki 3 buah Kabel dengan warna Merah (B+), Hitam (Ground) dan Biru (pulse input). Pada praktek pemasangannya dengan cara: melepaskan Transistor Power regulator bawaan, kemudian mengganti Posisi Collector tersebut dengan Kabel berwarna Merah (B+) kemudian menghubungkan Kabel yang berwarna Hitam yang terdapat pada Power Switching Gacun ini, ke Ground Power Supply pada mesin televisi tersebut. Dengan pemasangan 2 Kabel yang ada pada Gacun tersebut, biasanya perangkat/televisi sudah dapat menyala lagi. Selanjutnya setel VR (Trimpot) untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan.

                                                              Jalur Tegangan untuk Memasang Gacun pada Power Switching LED/LCD TV
                                                              Jalur Tegangan Gacun Power Switching untuk LCD/LED TV
                                                              Lihat keterangan lengkap Cara Memasang Power Switching merek Gacun ini, pada halaman: Cara Memasang "Gacun" Power Switching TV.

                                                              Kerusakan Power Supply pada Jenis TV LCD/LED juga sering terjadi pada komponen seperti: Kapasitor (Elco) - Bocor / Berkurang Kapasitasnya dan Dioda (Short / Korslet) untuk tegangan DC 5V nya, begitu juga pada Elco Tegangan tinggi 100mF220mF / 400V - 450V (Bocor / Berkurang Kapasitanya), serta kerusakan Short / Korslet pada TR / FET pada Power Supply tersebut, sebagaimana sudah termuat pada halaman: Kerusakan Short Regulator (Power Supply) pada Monitor LCD Compaq CQ1569. Jika di dapati "Tegangan Turun sangat Rendah", kemungkinan ada Dioda yang Short, periksa  juga pada semua Kapasitor (elco) yaang mungkin saja sudah MENURUN kapasitansinya.

                                                              Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply pada Mesin TV China, Kerusakan pada power regulator jenis TV brand China (Mesin TV Pasaran)

                                                              Gambar Blok Power Regulator TV China
                                                              Blok "Power Regulator" Mesin TV brand China

                                                              Blok  Rangkaian "Regulator Power Supply" Mesin TV China merek (WCOM, Hua Jia dll)

                                                              Gambar dan Skema Blok Regulator Power Supply TV China
                                                              Skema blok Power Supply Regulator 14" - 21"
                                                              1. Kerusakan (Short) Transistor Regulator (Power) - Penyebab yang paling sering ditemukan adalah: Akibat Panas yang berlebihan pada Transistor tersebut, sebagian adapula disebabkan oleh rusaknya komponen Filter (Peredam) yang terdiri dari sebuah Kapasitor tegangan tinggi yang terhubung langsung pada kaki Collector pada Transistor ini + Resistor 68 Ohm menuju DC + 400V, hal ini menyebabkan masuknya frekwensi tinggi yang melebihi kapasitas dan kekuatan pada Transistor regulator tersebut, sehingga menyebabkan Transistor menjadi rusak (short).
                                                              2. Kerusakan (Short) Transistor Driver (Pendorong) - Transistor ini biasanya mempergunakan nomor seri C3807, jika diukur ternyata rusak, biasanya ada kerusakan juga pada bagian sebelum atau sesudah rangkaian tersebut.
                                                              3. Kerusakan pada Osilator (Pembangkit) Regulator - Transistor pembangkit tenaga pada rangkaian power supply ini biasanya mempergunakan transistor dengan nomor seri A1015. Kerusakan ini sering ditemukan selain transistor itu sendiri adalah Resistor 120K ohm yang terpasang seri menggunakan ukuran sama, yang terhubung langsung dengan DC + 300V ke kaki Emittor pada transistor tersebut, umum ditemukan salah satu diantaranya adalah Putus, sehingga tidak ada tegangan untuk untuk mengaktifkan transistor pembangkit daya pada rangkaian power regulator ini. Lakukan penggantian pada komponen, jika setelah penggantian tegangan masih berada dibawah tegangan yang seharusnya, biasanya kerusakan pada komponen jenis Dioda (1N4148) yang berhubungan dengan Transistor Pembangkit daya ini, beberapa kasus yang pernah ditemukan, Dioda tersebut kondisinya sudah setengah Short, sehingga mengakibatkan Tegangan yang keluar pada Power Regulator menjadi Drop (Turun), hal yang demikian dapat diamati dengan berkedipnya lampu Indikator pada mesin TV tersebut.
                                                              4. Kerusakan pada Bridge Rectifier - Komponen ini biasanya tersusun seperti Jembatan, yang terdiri dari 4 buah Dioda Silikon yang dirangkai sedemikian rupa, untuk Arus Bolak balik (AC) menjadi Arus Searah (DC), dengan Tegangan berkisar DC 300V hingga 400V, sebagai Catu Daya utama pada Power Regulator TV tersebut. Pada sebagian lain.. Dioda Bridge Rectifier ini adapula yang menggunakan semacam Dioda Keprok, komponen jenis ini biasanya dapat dikenali pada jumlah kaki pada komponen tersebut yaitu: 4 Kaki (lihat keterangan tentang Dioda ini pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda). Kerusakan pada Dioda Bridge Rectifier ini, salah satunya adalah akan Menyebabkan terjadinya Korslet (Short) Tegangan Listrik.

                                                              Kerusakan Flyback TV POLYTRON Xcel TV HI-FI 29-Inch (TZ 30V79MC)

                                                              DeepMechines Blog - Catatan Reparasi TV. Kerusakan Flyback (FBT) pada TV POLYTRON 29-Inch Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model: TZ 30V79MC ini ditandai dengan bocornya arus/tegangan tinggi pada Flyback tersebut, sehingga menimbulkan sambaran bunga api yang keluar di badan Flyback terebut menuju Heatsink (plat pendingin) IC Vertikal yang terhubung langsung ke jalur Ground.

                                                              Titik yang bocor di body Flyback ini sebenarnya sudah pernah di tambal menggunakan "Lem Besi", namun.. hanyalah bersifat sementara saja, karena cepat atau lambat (biasanya) akan kebocoran muncul lagi di titik yang berbeda, apalagi untuk televisi berukuran besar seperti TV POLYTRON 29" ini, karena beban arus/tegangan pada Flybacknya akan semakin besar pula.
                                                              TV POLYTRON 29" "Xcel TV HI-FI" TZ 30V79MC
                                                              Sebagaimana anda lihat pada gambar di atas yang merupakan Mesin TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC (dalam kondisi tanpa Flyback terpasang) ini.

                                                              Uji Coba penggantian Flyback (Seri: ....), merek TV POLYTRON 29" Xcel TV HI-FI, model/type: TZ 30V79MC dengan Flyback (seri: FUH 29VH 02 | 29SF 11MH), merek TV POLYTRON 29", model/type: DM 30161

                                                              Dikarenakan No Seri Flyback (yang sudah rusak) dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini tidak dapat telihat lagi (karena terbungkus tambalan Lem Besi), maka akhirnya kami melakukan percobaan dengan menggunakan Flyback TV POLYTRON 29" lain.. yaitu: | TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161, dengan nomor seri Flyback: FUH 29VH 02, karena memiliki kedudukan pin tegangan yang sama (1. H-Out | 2. B+ | 3. Gnd | 4. +VID | 5. +VID | 6. HTR (heater) | 7. NC (not connected) | 8. BCL (brightness control limited) | 9. 12V (+) | 10. 12V (-), namun memiliki body yang lebih besar, sehingga kami harus memindahkan kapasitor dan elco ke bagian bawah mesin TV sebagaimana terlihat pada gambar di atas..

                                                              Untuk bentuk fisik dari kedua Flyback tersebut, lihat gambar berikut di bawah ini:
                                                              Kiri: Flyback TV POLYTRON 29" (TZ 30V79MC | Kanan: Flyback TV POLYTRON 29" (DM 30161)
                                                              Jika diperhatikan memang ada perbedaan yang agak mencolok diantara kedua flyback tsb, flyback sebelah kanan pada gambar memiliki body yang lebih besar & terdapat 4 pin Ground (pada tepinya), namun keduanya memiliki pin tegangan yang sama.

                                                              Gambar sebelah kiri merupakan Flyback Original dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini, sedangakan yang sebelah Kanan gambar adalah: Flyback Original dari TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161.

                                                              Hasil pengujian kami,setelah melakukan penggantian Flyback yang rusak dengan Flyback TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161 tersebut:
                                                              Televisi dapat bekerja Normal sebagaimana biasa, untuk Lebar Layar (horizonta;) sudah pas, namun ada sedikit cacat di bagian Vertikalnya, yaitu: nampak pada bagian atas gambar sedikit terlipat, meski sudah di "Adjust" menggunakan "Service Mode", ketika V-SIZE (V-AMP) diturunkan, gambar tidak terlipat lagi, namun tentu saja gambar bagian atas / bawah tidak penuh lagi.
                                                              Untuk melanjutkan ujicoba, maka kami melepaskan "Yoke Defleksi" Original dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini dan kemudian memasangkan "Yoke Defleksi" dari TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161, sekarang Tampilan pada Layar dapat Normal sebagaimana biasanya, meski harus melakukan "Adjust" pada "H-WITDH & V-SIZE (V-AMP)" di menu "Service Mode" tersebut untuk Penyempurnaannya.

                                                              Dan demikianlah Informasi terkait "Kerusakan Flyback TV POLYTRON Xcel TV HI-FI 29-Inch (TZ 30V79MC)"ini, mungkin ada dapat mempertimbangkanya, jika ingin melakukan penggantian flyback pada Televiis merek POLYTRON 29" sebagaimana Seri & Model terebut di atas.

                                                              Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo)

                                                              Kerusakan TV Polytron dengan Model / Jenis TV sama pernah juga kami muat di: Kerusakan TV Polytron 21-Inch (PN 20125) - Standby, Kadang Menyala, Lampu Indikator Berkedip, namun kali ini yang cukup menyulitkan adalah; Lost Contact di bagian "Driver" Horizontalnya, berikut penjelasannya:

                                                              Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo)

                                                              Keluhan: TELEVISI (TV) dapat MENYALA ketika di On-kan, namun dalam tenggang waktu yang tidak lama (5 - 15 Menit), kemudian televisi tersebut Mati pada posisi: STANDBY
                                                              Kerusakan Terkang Menyala, Mati Standby V Polytron 21 - Type: 20125
                                                              TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo (Mesin)
                                                              Mengenai komponen Utama dari perangkat televisi ini sudah kami muat di halaman: Kerusakan TV Polytron 21-Inch (PN 20125) - Standby, Kadang Menyala, Lampu Indikator Berkedip tsb dengan keluhan serupa, namun lampu Indikatornya tetap menyala Merah (tidak berkedip kedip) pertanda mesin televisi tersebut berada pada posisi STANDBY.

                                                              Kerusakan seperti ini sering di akibatkan oleh: Mengeringnya / Berkurangnya cairan Elektrolit pada Elco Tegangan Tinggi (200mF / 400V) di bagian regulator "Power Supply", hal ini akan mengakibatkan elco tsb menjadi Panas dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kebocoran pada komponen tersebut, hal ini terjadi juga pada kasus kerusakan TV Polytron 21" kali ini, terbukti komponen elco tegangan tersebut mengalami kebocoran di bagian bawahnya.

                                                              Penanganan: Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo)

                                                              Setelah mengganti komponen elco tegangan tinggi (200 - 220mF / 400 - 450V), kemudian kami melakukan uji coba untuk menghidupkan televisi tsb, sekarang televisi dapat menyala lebih lama (1 - 2-jam lebih), namun dalam selang waktu itu, setidaknya ada 2 kali mengalami "Mati Standby", kami juga telah melakukan beberapa elco lain yang terasa panas ketika di sentuh dengan ujung jari, begitu juga untuk "Pengecekan Tegangan" Utama terukur NORMAL..!, hal seperti ini yang sering membuat TEKNISI yang cukup berpengalaman sekalipun agak kesulitan mem-blok area kerusakan yang sebenarnya.

                                                              Kerusakan seperti ini seolah olah terlihat kompleks dan sulit diperbaiki, namun kerusakan yang sebenarnya terkadang di akibatkan oleh hal yang sepele, yaitu: LOST CONTACT umpamanya, dan inilah yang terjadi pada perangkat Televisi merek POLYTRON dengan Tipe: PN 20125 ini..
                                                              TV POLYTRON 21 (PN 20125) Terkadang Mati / Menyala Sendiri
                                                              TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo (Mesin)
                                                              Kerusakan sebagaimana kami sebutkan di atas, akhirnya berhasil kami termukan adalah sebagaimana di atas, yaitu:.. "Jumper" yang menuju ke: BASE (B) kaki Transistor Horizontal, kami cukup sulit menggambarkan kepada anda, Titik kontak tersebut telihat Normal, namun entah kenapa ketika kami melakukan pengecekan, jalur ini telepas.. sehingga jarum Tester terlihat tidak bergerak, dan inilah.. ternyata yang menjadi penyebabnya: Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby padaTV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo tsb.
                                                              TV POLYTRON 21 (PN 20125) Terkadang Mati / Menyala Sendiri
                                                              TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo
                                                              Setelah melakukan "Solder Ulang" pada "Titik Kontak" sebagaimana telah kami sebutkan di atas, sekarang "Televisi Polytron 21" seri: Nicam & Zweiton Stereo" ini sudah dapat berfungsi NORMAL kembali.. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang menemukan kasus kerusakan serupa.

                                                              Rangkaian/ Skema dan Blok pada Mesin TV China (Pasaran)

                                                              Rangkaian atau Skema pada Mesin Televisi brand China yang beredar di pasaran, dapat dilihat pada beberapa Gambar dan Keterangan di bawah ini, blok yang pertama adalah:

                                                              Blok Rangkaian "Regulator Power Supply" Mesin TV brand China

                                                              Gambar Skema Blog Power Supply Regulator Mesin TV brand China
                                                              Blok rangkaian 'Regulator Power Supply" pada Mesin TV brand China (pasaran)
                                                              Download Gambar di sini!

                                                              Beberapa kerusakan yang sering ditemukan pada rangkaian Regulator Power Supply ini, dapat di lihat pada halaman: Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply Regulator Mesin TV brand China.

                                                              Blok Rangkaian "Vertikal Amp" Mesin TV brand China

                                                              Gambar Skema Vertikal Out Mesin TV China
                                                              Rangkaian Vertikal Amp (WCOM)
                                                              Kerusakan pada rangkaian Vertikal Amp ini, akan menyebabkan munculnya layar 1 garis horizontal (kiri - kanan) tepat ditengah tengah layar, atau gambar menyempit pada bagian atas/ bawah layar, pada jenis TV Sharp, Polytron, LG,  Panasonic kerusakan pada bagian Vertikal Amp ini dapat menyebabkan Televisi mati total dalam posisi standby/ protek.

                                                              Blok Rangkaian "Horizontal Output" Mesin TV brand China

                                                              Gambar Skema Horizontal Out Mesin TV China
                                                              Rangkaian Horizontal Out (WCOM)
                                                              Kerusakan yang paling sering ditemukan pada rangkaian "Horizontal Out" pada Mesin TV ini adalah selain Transistor penguat Horizontal nya yang Short/ Korslet, juga Trafo Flyback itu sendiri kerusakan kedua komponen tersebut menyebabkan Televisi akan Mati Total pada posisi Standby.

                                                              Skema Mesin TV China (Pasaran) merek WCOM ini dapat di Download pada Gambar dan Link di bawah ini:
                                                              Download Gambar Skema TV WCOM 14" - 21"
                                                              Skema bawaan dari Mesin TV China 14" - 21" merek: WCOM
                                                              Klik gambar di atas, kemudian "Save as" pada folder yang anda kehendaki, atau download melalui link ini, Skema bawaan dari Mesin TV China 14" - 21" merek: WCOM, kemudian pilih menu "Unduh" di bagian atas halaman.