2.14.2018

Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply pada Mesin TV China

Kerusakan blok Power Regulator (Power Supply) pada Mesin TV brand China, biasanya tidak terlalu rumit, jika dibandingkan kerusakan pada blok yang lain, apalagi sekarang sudah banyak juga perangkat pengganti untuk blok (bagian) Power Regulator ini yang tersedia dipasaran.

Beberapa Penyebab Kerusakan Power Regulator/Power Supply pada Mesin Televisi

Jenis ini banyak beredar dipasaran, digunakan untuk mengganti Power Regulator bawaan pada mesin tv tersebut. Penggantian ini biasanya dilakukan apabila kondisi perbaikan sudah tidak memungkinkan lagi, semisal: komponen sudah banyak yang hangus atau pula kondisi jalur yang tercetak pada papan PCB tersebut sudah banyak yang putus dll. Tegangan yang dihasilkan pada Power Regulator (Switching) ini, biasanya mempunyai Tegangan yang cukup lengkap, yaitu:


Gambar Power Switching Regulator Pasaran
Power Regulator
    1. 0V ~ 185V - untuk Tegangan Video / Katoda / RGB.
    2. 0V ~ 90V/115V - untuk Tegangan Horizontal.
    3. 0V ~ 24V - untuk Tegangan Vertikal + Driver Horizontal.
    4. 0V ~ 16V - untuk Tegangan Power Audio.
    5. 0V ~ 12V - untuk Tegangan IC Program (+ komponen pendukung) + IC Chroma (+komponen pendukung), yang terbagi menjadi DC 5Volt dan DC 8Volt.
      Power Regulator (Switching) ini mempunyai besar ukuran berdasarkan penggunaannya, yaitu: Power Regulator untuk 14-Inch hingga 21-Inch dan Power Regulator untuk 25-Inch hingga 29-Inch. Pada umumnya Power Regulator untuk 14-Inch bisa dipergunakan untuk jenis yang 21-inch, begitu pula sebaliknya. Untuk proses pengerjaannya, dengan cara melepaskan Trafo Switching bawaan tersebut, kemudian menggantinya dengan Tegangan Power Regulator Luar (External), yang sesuai dengan mesin televisi tersebut.

      Power Switching Gacun

      Penggunaan Power Switching dengan merek Gacun ini,  sering dipergunakan para teknisi tv, untuk mengganti kerusakan pada blok (bagian) Power Regulator tersebut. Power Switching jenis ini adalah jenis Pengganti Power Regulator, yang bersifat Universal, sehingga dapat dipergunakan sebagai pengganti Power Supply pada jenis perangkat elektronik lainnya, semisal TV LCD, Monitor, dan Power (Speaker) Aktif dan lain sebagainya.

      Penggunaan Power Switching merek Gacun ini sangat Praktis, seperti kita ketahui bersama Gacun ini memiliki 3 buah Kabel dengan warna Merah (B+), Hitam (Ground) dan Biru (pulse input). Pada praktek pemasangannya dengan cara: melepaskan Transistor Power regulator bawaan, kemudian mengganti Posisi Collector tersebut dengan Kabel berwarna Merah (B+) kemudian menghubungkan Kabel yang berwarna Hitam yang terdapat pada Power Switching Gacun ini, ke Ground Power Supply pada mesin televisi tersebut. Dengan pemasangan 2 Kabel yang ada pada Gacun tersebut, biasanya perangkat/televisi sudah dapat menyala lagi. Selanjutnya setel VR (Trimpot) untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan.

      Jalur Tegangan untuk Memasang Gacun pada Power Switching LED/LCD TV
      Jalur Tegangan Gacun Power Switching untuk LCD/LED TV
      Lihat keterangan lengkap Cara Memasang Power Switching merek Gacun ini, pada halaman: Cara Memasang "Gacun" Power Switching TV.

      Kerusakan Power Supply pada Jenis TV LCD/LED juga sering terjadi pada komponen seperti: Kapasitor (Elco) - Bocor / Berkurang Kapasitasnya dan Dioda (Short / Korslet) untuk tegangan DC 5V nya, begitu juga pada Elco Tegangan tinggi 100mF220mF / 400V - 450V (Bocor / Berkurang Kapasitanya), serta kerusakan Short / Korslet pada TR / FET pada Power Supply tersebut, sebagaimana sudah termuat pada halaman: Kerusakan Short Regulator (Power Supply) pada Monitor LCD Compaq CQ1569. Jika di dapati "Tegangan Turun sangat Rendah", kemungkinan ada Dioda yang Short, periksa  juga pada semua Kapasitor (elco) yaang mungkin saja sudah MENURUN kapasitansinya.

      Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply pada Mesin TV China, Kerusakan pada power regulator jenis TV brand China (Mesin TV Pasaran)

      Gambar Blok Power Regulator TV China
      Blok "Power Regulator" Mesin TV brand China

      Blok  Rangkaian "Regulator Power Supply" Mesin TV China merek (WCOM, Hua Jia dll)

      Gambar dan Skema Blok Regulator Power Supply TV China
      Skema blok Power Supply Regulator 14" - 21"
      1. Kerusakan (Short) Transistor Regulator (Power) - Penyebab yang paling sering ditemukan adalah: Akibat Panas yang berlebihan pada Transistor tersebut, sebagian adapula disebabkan oleh rusaknya komponen Filter (Peredam) yang terdiri dari sebuah Kapasitor tegangan tinggi yang terhubung langsung pada kaki Collector pada Transistor ini + Resistor 68 Ohm menuju DC + 400V, hal ini menyebabkan masuknya frekwensi tinggi yang melebihi kapasitas dan kekuatan pada Transistor regulator tersebut, sehingga menyebabkan Transistor menjadi rusak (short).
      2. Kerusakan (Short) Transistor Driver (Pendorong) - Transistor ini biasanya mempergunakan nomor seri C3807, jika diukur ternyata rusak, biasanya ada kerusakan juga pada bagian sebelum atau sesudah rangkaian tersebut.
      3. Kerusakan pada Osilator (Pembangkit) Regulator - Transistor pembangkit tenaga pada rangkaian power supply ini biasanya mempergunakan transistor dengan nomor seri A1015. Kerusakan ini sering ditemukan selain transistor itu sendiri adalah Resistor 120K ohm yang terpasang seri menggunakan ukuran sama, yang terhubung langsung dengan DC + 300V ke kaki Emittor pada transistor tersebut, umum ditemukan salah satu diantaranya adalah Putus, sehingga tidak ada tegangan untuk untuk mengaktifkan transistor pembangkit daya pada rangkaian power regulator ini. Lakukan penggantian pada komponen, jika setelah penggantian tegangan masih berada dibawah tegangan yang seharusnya, biasanya kerusakan pada komponen jenis Dioda (1N4148) yang berhubungan dengan Transistor Pembangkit daya ini, beberapa kasus yang pernah ditemukan, Dioda tersebut kondisinya sudah setengah Short, sehingga mengakibatkan Tegangan yang keluar pada Power Regulator menjadi Drop (Turun), hal yang demikian dapat diamati dengan berkedipnya lampu Indikator pada mesin TV tersebut.
      4. Kerusakan pada Bridge Rectifier - Komponen ini biasanya tersusun seperti Jembatan, yang terdiri dari 4 buah Dioda Silikon yang dirangkai sedemikian rupa, untuk Arus Bolak balik (AC) menjadi Arus Searah (DC), dengan Tegangan berkisar DC 300V hingga 400V, sebagai Catu Daya utama pada Power Regulator TV tersebut. Pada sebagian lain.. Dioda Bridge Rectifier ini adapula yang menggunakan semacam Dioda Keprok, komponen jenis ini biasanya dapat dikenali pada jumlah kaki pada komponen tersebut yaitu: 4 Kaki (lihat keterangan tentang Dioda ini pada halaman: Elektronika Dasar - Komponen Dioda). Kerusakan pada Dioda Bridge Rectifier ini, salah satunya adalah akan Menyebabkan terjadinya Korslet (Short) Tegangan Listrik.

      Kerusakan Flyback TV POLYTRON Xcel TV HI-FI 29-Inch (TZ 30V79MC)

      DeepMechines Blog - Catatan Reparasi TV. Kerusakan Flyback (FBT) pada TV POLYTRON 29-Inch Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model: TZ 30V79MC ini ditandai dengan bocornya arus/tegangan tinggi pada Flyback tersebut, sehingga menimbulkan sambaran bunga api yang keluar di badan Flyback terebut menuju Heatsink (plat pendingin) IC Vertikal yang terhubung langsung ke jalur Ground.

      Titik yang bocor di body Flyback ini sebenarnya sudah pernah di tambal menggunakan "Lem Besi", namun.. hanyalah bersifat sementara saja, karena cepat atau lambat (biasanya) akan kebocoran muncul lagi di titik yang berbeda, apalagi untuk televisi berukuran besar seperti TV POLYTRON 29" ini, karena beban arus/tegangan pada Flybacknya akan semakin besar pula.
      TV POLYTRON 29" "Xcel TV HI-FI" TZ 30V79MC
      Sebagaimana anda lihat pada gambar di atas yang merupakan Mesin TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC (dalam kondisi tanpa Flyback terpasang) ini.

      Uji Coba penggantian Flyback (Seri: ....), merek TV POLYTRON 29" Xcel TV HI-FI, model/type: TZ 30V79MC dengan Flyback (seri: FUH 29VH 02 | 29SF 11MH), merek TV POLYTRON 29", model/type: DM 30161

      Dikarenakan No Seri Flyback (yang sudah rusak) dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini tidak dapat telihat lagi (karena terbungkus tambalan Lem Besi), maka akhirnya kami melakukan percobaan dengan menggunakan Flyback TV POLYTRON 29" lain.. yaitu: | TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161, dengan nomor seri Flyback: FUH 29VH 02, karena memiliki kedudukan pin tegangan yang sama (1. H-Out | 2. B+ | 3. Gnd | 4. +VID | 5. +VID | 6. HTR (heater) | 7. NC (not connected) | 8. BCL (brightness control limited) | 9. 12V (+) | 10. 12V (-), namun memiliki body yang lebih besar, sehingga kami harus memindahkan kapasitor dan elco ke bagian bawah mesin TV sebagaimana terlihat pada gambar di atas..

      Untuk bentuk fisik dari kedua Flyback tersebut, lihat gambar berikut di bawah ini:
      Kiri: Flyback TV POLYTRON 29" (TZ 30V79MC | Kanan: Flyback TV POLYTRON 29" (DM 30161)
      Jika diperhatikan memang ada perbedaan yang agak mencolok diantara kedua flyback tsb, flyback sebelah kanan pada gambar memiliki body yang lebih besar & terdapat 4 pin Ground (pada tepinya), namun keduanya memiliki pin tegangan yang sama.

      Gambar sebelah kiri merupakan Flyback Original dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini, sedangakan yang sebelah Kanan gambar adalah: Flyback Original dari TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161.

      Hasil pengujian kami,setelah melakukan penggantian Flyback yang rusak dengan Flyback TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161 tersebut:
      Televisi dapat bekerja Normal sebagaimana biasa, untuk Lebar Layar (horizonta;) sudah pas, namun ada sedikit cacat di bagian Vertikalnya, yaitu: nampak pada bagian atas gambar sedikit terlipat, meski sudah di "Adjust" menggunakan "Service Mode", ketika V-SIZE (V-AMP) diturunkan, gambar tidak terlipat lagi, namun tentu saja gambar bagian atas / bawah tidak penuh lagi.
      Untuk melanjutkan ujicoba, maka kami melepaskan "Yoke Defleksi" Original dari TV POLYTRON 29" Seri: Xcel TV HI-FI dengan Model/Tipe: TZ 30V79MC ini dan kemudian memasangkan "Yoke Defleksi" dari TV POLYTRON 29" | seri: MUSASHI | Model/Tipe: DM 30161, sekarang Tampilan pada Layar dapat Normal sebagaimana biasanya, meski harus melakukan "Adjust" pada "H-WITDH & V-SIZE (V-AMP)" di menu "Service Mode" tersebut untuk Penyempurnaannya.

      Dan demikianlah Informasi terkait "Kerusakan Flyback TV POLYTRON Xcel TV HI-FI 29-Inch (TZ 30V79MC)"ini, mungkin ada dapat mempertimbangkanya, jika ingin melakukan penggantian flyback pada Televiis merek POLYTRON 29" sebagaimana Seri & Model terebut di atas.

      Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo)

      Kerusakan TV Polytron dengan Model / Jenis TV sama pernah juga kami muat di: Kerusakan TV Polytron 21-Inch (PN 20125) - Standby, Kadang Menyala, Lampu Indikator Berkedip, namun kali ini yang cukup menyulitkan adalah; Lost Contact di bagian "Driver" Horizontalnya, berikut penjelasannya:

      Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo)

      Keluhan: TELEVISI (TV) dapat MENYALA ketika di On-kan, namun dalam tenggang waktu yang tidak lama (5 - 15 Menit), kemudian televisi tersebut Mati pada posisi: STANDBY
      Kerusakan Terkang Menyala, Mati Standby V Polytron 21 - Type: 20125
      TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo (Mesin)
      Mengenai komponen Utama dari perangkat televisi ini sudah kami muat di halaman: Kerusakan TV Polytron 21-Inch (PN 20125) - Standby, Kadang Menyala, Lampu Indikator Berkedip tsb dengan keluhan serupa, namun lampu Indikatornya tetap menyala Merah (tidak berkedip kedip) pertanda mesin televisi tersebut berada pada posisi STANDBY.

      Kerusakan seperti ini sering di akibatkan oleh: Mengeringnya / Berkurangnya cairan Elektrolit pada Elco Tegangan Tinggi (200mF / 400V) di bagian regulator "Power Supply", hal ini akan mengakibatkan elco tsb menjadi Panas dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kebocoran pada komponen tersebut, hal ini terjadi juga pada kasus kerusakan TV Polytron 21" kali ini, terbukti komponen elco tegangan tersebut mengalami kebocoran di bagian bawahnya.

      Penanganan: Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby (TV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo)

      Setelah mengganti komponen elco tegangan tinggi (200 - 220mF / 400 - 450V), kemudian kami melakukan uji coba untuk menghidupkan televisi tsb, sekarang televisi dapat menyala lebih lama (1 - 2-jam lebih), namun dalam selang waktu itu, setidaknya ada 2 kali mengalami "Mati Standby", kami juga telah melakukan beberapa elco lain yang terasa panas ketika di sentuh dengan ujung jari, begitu juga untuk "Pengecekan Tegangan" Utama terukur NORMAL..!, hal seperti ini yang sering membuat TEKNISI yang cukup berpengalaman sekalipun agak kesulitan mem-blok area kerusakan yang sebenarnya.

      Kerusakan seperti ini seolah olah terlihat kompleks dan sulit diperbaiki, namun kerusakan yang sebenarnya terkadang di akibatkan oleh hal yang sepele, yaitu: LOST CONTACT umpamanya, dan inilah yang terjadi pada perangkat Televisi merek POLYTRON dengan Tipe: PN 20125 ini..
      TV POLYTRON 21 (PN 20125) Terkadang Mati / Menyala Sendiri
      TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo (Mesin)
      Kerusakan sebagaimana kami sebutkan di atas, akhirnya berhasil kami termukan adalah sebagaimana di atas, yaitu:.. "Jumper" yang menuju ke: BASE (B) kaki Transistor Horizontal, kami cukup sulit menggambarkan kepada anda, Titik kontak tersebut telihat Normal, namun entah kenapa ketika kami melakukan pengecekan, jalur ini telepas.. sehingga jarum Tester terlihat tidak bergerak, dan inilah.. ternyata yang menjadi penyebabnya: Kerusakan Menyala sebentar lalu Standby padaTV Polytron 21 Inch - Nicam & Zweiton Stereo tsb.
      TV POLYTRON 21 (PN 20125) Terkadang Mati / Menyala Sendiri
      TV Polytron 21 - Type: 20125 - Nicam & Zweiton Stereo
      Setelah melakukan "Solder Ulang" pada "Titik Kontak" sebagaimana telah kami sebutkan di atas, sekarang "Televisi Polytron 21" seri: Nicam & Zweiton Stereo" ini sudah dapat berfungsi NORMAL kembali.. Semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang menemukan kasus kerusakan serupa.

      Rangkaian/ Skema dan Blok pada Mesin TV China (Pasaran)

      Rangkaian atau Skema pada Mesin Televisi brand China yang beredar di pasaran, dapat dilihat pada beberapa Gambar dan Keterangan di bawah ini, blok yang pertama adalah:

      Blok Rangkaian "Regulator Power Supply" Mesin TV brand China

      Gambar Skema Blog Power Supply Regulator Mesin TV brand China
      Blok rangkaian 'Regulator Power Supply" pada Mesin TV brand China (pasaran)
      Download Gambar di sini!

      Beberapa kerusakan yang sering ditemukan pada rangkaian Regulator Power Supply ini, dapat di lihat pada halaman: Beberapa Penyebab Kerusakan Power Supply Regulator Mesin TV brand China.

      Blok Rangkaian "Vertikal Amp" Mesin TV brand China

      Gambar Skema Vertikal Out Mesin TV China
      Rangkaian Vertikal Amp (WCOM)
      Kerusakan pada rangkaian Vertikal Amp ini, akan menyebabkan munculnya layar 1 garis horizontal (kiri - kanan) tepat ditengah tengah layar, atau gambar menyempit pada bagian atas/ bawah layar, pada jenis TV Sharp, Polytron, LG,  Panasonic kerusakan pada bagian Vertikal Amp ini dapat menyebabkan Televisi mati total dalam posisi standby/ protek.

      Blok Rangkaian "Horizontal Output" Mesin TV brand China

      Gambar Skema Horizontal Out Mesin TV China
      Rangkaian Horizontal Out (WCOM)
      Kerusakan yang paling sering ditemukan pada rangkaian "Horizontal Out" pada Mesin TV ini adalah selain Transistor penguat Horizontal nya yang Short/ Korslet, juga Trafo Flyback itu sendiri kerusakan kedua komponen tersebut menyebabkan Televisi akan Mati Total pada posisi Standby.

      Skema Mesin TV China (Pasaran) merek WCOM ini dapat di Download pada Gambar dan Link di bawah ini:
      Download Gambar Skema TV WCOM 14" - 21"
      Skema bawaan dari Mesin TV China 14" - 21" merek: WCOM
      Klik gambar di atas, kemudian "Save as" pada folder yang anda kehendaki, atau download melalui link ini, Skema bawaan dari Mesin TV China 14" - 21" merek: WCOM, kemudian pilih menu "Unduh" di bagian atas halaman.

      Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual

      Perangkat perbaikan Elektronik, Televisi dan Perangkat elektronik rumah tangga lainnya, sebenarnya dapat mempergunakan peralatan sederhana, yaitu: Multitester atau sering pula disebut dengan Avometer, Solder Listrik, Timah Solder, Solder Pump (penyedot timah solder), Obeng kembang dan pipih serta Tang potong atau bisa juga menggunakan Gunting dll, sebagaimana di terangkan pada halaman terdahulu pada: Elektronika Dasar - Perangkat Perbaikan Elektronik / TV.

      ESR (Equivalent Series ResistanceMeter Manual adalah merupakan Alat (Tool) yang sangat membantu untuk mempercepat proses perbaikan pada Perangkat Elektronik maupun Televisi, ESR Meter Manual ini berguna sewaktu pelacakan kerusakan komponen kapasitor / kondensator (elco), dengan kata lain: ESR Meter Manual ini merupakan "Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV".

      ESR Meter Manual ini dapat di beli secara online di internet, atau anda dapat membuat sendiri Alat ESR Meter, sayangnya.. kami tidak mempunyai skema / rangkaian ESR Meter ini, jadi anda dapat mencari referensi dari beberapa blog teknisi, yang beberapa blog teknisi tersebut sudah membahas secara detil tentang; Bagaimana cara membuat alat ESR Meter sederhana ini.

      Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual (Buatan Sendiri)

      ESR Meter manual ini di buat menggunakan sebuah Box AVOmeter yang sudah tidak terpakai lagi (rusak).
      Mesin bagian dalam Alat ESR Meter Manual - Alat Test Kerusakan Elco
      ESR Meter manual di buat oleh: Indah Cell
      Adapun alat ESR (Equivalent Series ResistanceMeter Manual ini adalah milik salah satu rekan kami sesama Teknisi yang sudah Membuat / Merakit sendiri alat ESR Meter Manual ini, berdasarkan beberapa referensi dari internet, khususnya di blog para Teknisi Elektronik/TV tersebut, berikut beberapa keterangan, terkait alat ESR Meter manual ini beserta gambar dan Video.
      Gambar dan Keterangan Alat Uji Kerusakan Elco (Electrolyte Capasitor)
      ESR Meter manual (buaatan sendiri)
      ESR Meter Manual sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah dibuat oleh rekan kami sesama Teknisi  Elektronik / TV, berikut beberapa keterangannya:
      • Switch Power ON / OFF: berfungsi Menyambung / Memutuskan Arus (menghidupkan / mematikan alat)
      • Lampu Power: sebagai Indikator ON
      • Lampu Indikator: Lampu ini sebagai Lampu Indikator pada Komponen yang di Uji, jika Lampu Indikator ini menyala terus, maka Elco yang di Uji / Test tersebut sudah Short (korslet), Lampu Indikator ini akan menyala sebentar kemudian mati, jika komponen elco tersebut masih dalam kondisi Baik (bagus), hal ini di tandai juga dengan VU Display / Level tersebut juga Naik.
      • VU Level / Display: Jarum skala VU ini akan Naik, jika Elco yang di Test tersebut dalam kondisi masih Baik (bagus), lihat juga pada Lampu LED Indikatornya, akan menyala sebentar, kemudian mati yang menandakan bahwa Elco tersebut masih mempunyai kapasitas (menampung arus).
      Gambar dan Keterangan Uji Coba Elco dengan ESR Meter Manual
      ESR Meter manual (buatan sendiri)
      Capture di atas merupakan Gambaran, Bagaimana Posisi VU Display / Level bergerak Naik ketika Komponen Elco tersebut masih dalam Kondisi Baik (bagus) menggunakan ESR Meter manual..
      Jika Indikator LED tidak Berkedip dan VU Level / Display tidak Naik sama sekali, hal ini menandakan bahwa: Komponen tersebut sudah tidak mempunyai kapasitas lagi atau putus.

      (Video) - Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual (Penggunaan "ESR Meter manual" ketika Melakukan Ujicoba / Pengetesan Komponen Elco yang sudah Rusak dan Elco yang masih Bagus pada Mesin Televisi


      Demikian beberapa informasi terkait: Alat Test Elco pada Perangkat Elektronik / TV - ESR Meter Manual ini, semoga bisa bermanfaat.. 

      Signal Detektor - Infrared Remote Control

      Signal Detektor - Infrared Remote Control merupakan Alat untuk Test Remote Control. Perangkat ini umum digunakan Teknisi Elektronik/ TV, untuk mengetahui berfungsi atau tidak berfungsinya sebuah Remote Control.

      Signal Detektor - Infrared Remote Control menggunakan sumber daya berupa 1 atau 2 buah baterai, untuk penggunaannya adalah dengan cara mengarahkan remote kontrol pada alat ini sambil menekan sembarang tombol pada remote, maka Lampu Indikator pada Signal Detektor - Infrared Remote Control akan berkedip kedip, yang menandakan Remote Kontrol tersebut masih berfungsi.

      Signal Detektor - Infrared Remote Control

      Signal Detektor - Infrared Remote Control dapat digunakan untuk bermacam jenis remote kontrol perangkat elektronik rumah tangga, seperti: Kipas Angin, AC, Mainan Anak, Televisi dll.
      Alat Test Remote Control Infrared Signal Detektor
      Signal Detektor - Infrared Remote Control
      Sebagai Alternatif jika tidak mempunyai "Alat Test Remote" ini, maka kita dapat menggunakan sebuah "Kamera Ponsel" dengan cara meng-aktifkan kameranya, dan mengarahkan remote tersebut ke kamera ponsel tersebut, sambil menekan sembarang tombol pada remote control tersebut, akan terlihat sinar putih berkedip kedip  pada layar handphone, jika remote kontrol tersebut masih berfungsi dengan baik.
      "Alat Test Remote" yang di sebut dengan Signal Detektor - Infrared Remote Control ini, dapat dipergunakan pada jarak hingga 100 meter, sebagaimana teks tertera pada perangkat tersebut.. terlihat pada gambar di atas.

      Data Pin/ Kaki IC Program LC863532/ 28/ 24/ 20/ 16A

      Berikut ini adalah "Data Pin/ Kaki IC Program TV China" yang umum beredar di pasaran. IC Program TV dengan seri: LC863532/ 28/ 24/ 20/ 16A ini, umumnya berpasangan dengan IC seri: LA76810/ LA76818.
      Data Pin/ Kaki IC Program TV China (WCOM, Hua Jia dll) LC863532/ 28/ 24/ 20/ 16A
      Data Pin/ Kaki IC Program LC863532/ 28/ 24/ 20/ 16A
      IC Program ini banyak terdapat pada Mesin TV China terdahulu, selain IC Tunggal yang banyak beredar di pasaran saat sekarang ini.
      Gambar Mesin TV China WCOM
      Mesin TV China

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model Lainnya (Bag. 2)

      Halaman ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya" Data Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model Lainnya (Bag. 1)".

      Urutan searah Jarum jam/ Kanan ke Kiri (No. 1 hingga 10), berikut kelanjutan dari Data dan Susunan Pin (kaki) Flyback Transformer (FBT) pada Televisi tersebut.

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: FCG 2045 BL 

      Gambar dan Keterangan Pin/ Kaki FBT (Flyback Transformator)
      Data Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT)
      1. AFC (Automatic Frequency Control)
      2. 16.5V
      3. Heater
      4. Boost-up
      5. B+ 83V
      6. Ground
      7. NC (tidak terhubung)
      8. Collector
      9. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      10. +175V (Tegangan Katoda RGB)
      11. 24V

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: MC - FBC-015 LCE CF0854

      1. Collector
      2. B+
      3. Ground
      4. AFC (Automatic Frequency Control)
      5. +185V (Tegangan Katoda RGB)
      6. Heater
      7. 25V
      8. 15V
      9. Ground
      10. ABL (Automatic Brighness Limiter)

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: BSC22 - 01-06 | BSC 25-48 | BSC25 - 4803 | BSC25 - 4803 | BSC24 - 01N362

      1. Collector
      2. B+
      3. NC (tidak terhubung)
      4. AFC (Automatic Frequency Control)
      5. Ground
      6. Heater
      7. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      8. NC (tidak terhubung)

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: FCK 1411 L 01 | FCM 14A025

      1. Collector
      2. Boost-up
      3. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      4. B+
      5. Ground
      6. +180V (Tegangan Katoda RGB)
      7. 24V
      8. Heater
      9. AFC (Automatic Frequency Control)
      10. 16.5V

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: FSV - 20A001 (SAMSUNG) FSV - 14A001 | FCM 14A025FCK - 14A033

      1. Collector
      2. B+ (125V)
      3. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      4. NC (tidak terhubung)
      5. Ground
      6. +185 (Tegangan Katoda RGB)
      7. 46V
      8. Heater
      9. NC (tidak terhubung)
      10. 16.5V

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: FTK-14A004P (SAMSUNG)

      1. Collector
      2. B+ (125V)
      3. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      4. NC (tidak terhubung)
      5. Ground
      6. +180V (Tegangan Katoda RGB)
      7. 24V
      8. Heater
      9. AFC (Automatic Frequency Control)
      10. 16.5V

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: TFB 4125 DY (Toshiba) | TFB 4125 HY

      1. Collector
      2. B+
      3. +180 (Tegangan Katoda RGB)
      4. Ground
      5. NC (tidak terhubung)
      6. 26V
      7. 12V
      8. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      9. Heater
      10. AFC (Automatic Frequency Control)

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: MC - FBC 015 | LCE CF0854

      1. Collector
      2. B+
      3. Ground
      4. AFC (Automatic Frequency Control)
      5. +185V (Tegangan Katoda RGB)
      6. Heater
      7. 25V
      8. 15V
      9. Ground
      10. ABL (Automatic Brighness Limiter)

      Data Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model Lainnya (Bag. 1)

      Mengambil contoh susunan pin/ kaki flyback pada halaman awal: "Susunan Pin/ Kaki Flyback (Mesin TV China - WCOM, Hua Jia, Konka dll)", yaitu: dari kanan ke kiri (No. 1 hingga 10).

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: F 0101 KM-SA | F 0141 PE-M

      Gambar dan Keterangan Pin/ Kaki FBT (Flyback Transformator)
      Pin Flyback Transformator (FBT)
      1. Collector
      2. B+
      3. Ground
      4. 24V
      5. 16V
      6. AFC (Automatic Frequency Control)
      7. +180V (Tegangan Katoda R/ G/ B)
      8. Ground
      9. Heater
      10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: 154 189H | 154 277CFCM 20B027

      1. Collector
      2. B+
      3. +180V
      4. 16V
      5. 24V
      6. Heater
      7. Ground
      8. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      9. AFC (Automatic Frequency Control)
      10. NC (tidak terhubung)

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: JF 0501-1206

      1.  Collector
      2. B+
      3. +180V (Tegangan Katoda RGB)
      4. 16V
      5. 25V
      6. Heater
      7. Ground
      8. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      9. AFC (Automatic Frequency Control)
      10. NC (tidak terhubung)

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: JF0601-19577

      1. Collector
      2. B+
      3. Ground
      4. +200V (Tegangan Katoda RGB)
      5. NC
      6. Heater
      7. NC
      8. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      9. +12V
      10. -12V

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: JY0301-0206

      1. Collector
      2. B+
      3. NC
      4. AFC (Automatic Frequency Control)
      5. Ground
      6. Heater
      7. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      8. Tep (B-Width)
      9. Tep (B-Width)
      10. Tep (B-Width)

      Pin/ Kaki Flyback Transformer (FBT) model: K 148 TC

      1. Collector
      2. +180V (Tegangan Katoda RGB)
      3. B+
      4. Ground
      5. AFC (Automatic Frequency Control)
      6. 16V
      7. ABL (Automatic Brighness Limiter)
      8. Heater
      9. NC (tidak terhubung)
      10. NC (tidak terhubung)

      Catatan:
      • Tegangan B+ masing masin Model dan Jenis Televisi, mungkin berbeda-beda, pada umumnya berkisar dari 90V, 115V( Standar), 120V, 127V.
      • NC (Not Connected) atau tidak di hubungkan/ di pergunakan.

        Susunan Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) TV Sharp

        Susunan Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F0101 KM-SA/ F0102 KM-SA

        Gambar dan Keterangan Pin/ Kaki FBT (Flyback Transformator)
        Pin Flyback Transformator (FBT)
        Mengambil contoh susunan pin / kaki flyback pada halaman awal: "Susunan Pin/ Kaki Flyback (Mesin TV China - WCOM, Hua Jia, Konka dll)", yaitu: dari kanan ke kiri (No. 1 hingga 10), berikut "Susunan Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F0101 KM-SA/ F0102 KM-SA" ini adalah:
        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. 24V
        5. 16V
        6. AFC  (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Susunan Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F904 / FA061 WJ-SA

        1. Collector
        2. B+ (127V - 130V)
        3. Ground
        4. 24V
        5. 12V
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +185V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Susunan Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F0122 PE-M

        1. Collector
        2. B+
        3. 24V
        4. 16V
        5. NC (tidak terhubung)
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. Ground
        8. Heater
        9. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Susunan Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F0147

        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. 24V
        5. 16V
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Pin/ Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: F0194 PEN1-SA/ F2037 PE-B

        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. 40V
        5. 16V
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: FA011 WJ-B

        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. 24V
        5. 16V
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. NC (tidak terhubung)
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: FA060 WJ-SA

        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. NC
        5. 12V
        6. AFC (Automatic Frequency Control) 
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: FA113 WJ-B

        1. Collector
        2. B+
        3. Ground
        4. 24V
        5. NC (tidak terhubung)
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)

        Pin / Kaki Flyback Transformator (FBT) Model: FA122 WJ-B

        1. Collector
        2. B+ (127V - 130V)
        3. Ground
        4. 24V
        5. NC (tidak terhubung)
        6. AFC (Automatic Frequency Control)
        7. +180V (Tegangan Katoda RGB)
        8. Ground
        9. Heater
        10. ABL (Automatic Brightness Limiter)


        Seri dan Model Flyback lainnya:

        1. BSC25-T1010A / BSC25-09N21A / BSC25-05N2110A / BSC25-09N20E / BSC24-01N4014K / BSC25-2678S / BSC25-2678S / JY0301-0206, lihat di: halaman ini.
        2. FCK 14A006 / FCM 14A032 / FCM 2015HE (Digitec - Polytron) / FCM-20B061N (Polytron) / JF0601-19577 (Polytron), lihat di; halaman ini
        3. 154-132A / 154-132C (Intel)/ FUY-20C009 (Akari)/ 154-064P / 154-177B / FCK-14B047 (Goldstar)/ DCF 2217J / FSA 16012M / DCF 1577 and DCF 2077A, lihat di: halaman ini.
        4. F 0101 KM-SA / F 0141 PE-M / 154 189H/ 154 277C / FCM 20B027 / JF 0501-1206 / JF0601-19577/ JY0301-0206 dan K 148 TC, lihat di: halaman ini.
        5. FCG 2045 | BL MC - FBC-015 | LCE CF0854 | BSC22 - 01-06 | BSC 25-48 | BSC25 - 4803 | BSC25 - 4803 | BSC24 - 01N362 | FCK 1411 L 01 | FCM 14A025 | FSV - 20A001 (SAMSUNG) | FSV - 14A001 | FCM 14A025 | FCK - 14A033 | FTK-14A004P (SAMSUNG) | TFB 4125 DY (Toshiba) | TFB 4125 HY | MC - FBC 015 dan LCE CF0854, lihat di: halaman ini.


        Catatan:
        • Tegangan B+ masing masin Model dan Jenis Televisi, mungkin berbeda-beda, pada umumnya berkisar dari 90V, 115V( Standar), 120V, 127V.
        • NC (Not Connected) atau tidak di hubungkan/ di pergunakan.