2.15.2018

Rotary Switch (selector)

Rotary Switch ini merupakan Saklar Putar mode Selektor (mempunyai beberapa throw/ jalur keluaran) dengan 1 atau 2 sentral/ pusat saklar. Rotary Switch ini merupakan salah satu Jenis Saklar dari sekian banyak jenis Saklar yang dipergunakan pada rangkaian Listrik maupun Elektronik pada umumnya.
Gambar dan Keterangan Rotary Switch/ Saklar Putar
Rotary Switch (Tampak Atas)
Rotary Switch ini banyak dipergunakan untuk pada perangkat elektronika, khusunya Adaptor, yang berfungsi sebagai Pemilih (selektor) Tegangan yang di inginkan.
Gambar dan Keterangan tentang Rotary Switch/ Saklar Putar
Rotary Switch (Tampak Bawah)
Rotary Switch sebagaimana terlihat pada gambar di atas adalah sebuah Saklar Putar yang umum dipergunakan untuk Selektor Tegangan pada Power Adaptor yang banyak beredar di pasaran.
Ada banyak sekali Jenis, Model dan Bentuk Saklar yang baik untuk Listrik maupun rangkaian Elektronik, sebagian di antaranya dapat dilihat pada halaman: Saklar - Fungsi dan Kegunaannya.

Rotary Switch ini mempunya 2 sentral saklar untuk 2 x 6 pilihan jalur (channel) keluaran, dengan kata lain 1 Sentral saklar untuk 6 pilihan jalur/ channel keluaran, sebagaimana penggunaannya pada: "Rangkaian Power Adaptor Stabilizer - Tegangan DC 4.5V hingga 13.8V".

Saklar - Fungsi dan Kegunaannya

Saklar sebenarnya adalah Perangkat Listrik yang berfungsi untuk Menyambungkan dan/atau Memutuskan aliran Listrik.

Jenis dan Macam Saklar Listrik/Elektronik

Saklar mempunyai bentuk yang sangat beragam, namun mempunyai hanya satu fungsi., yaitu; Menyambungkan dan Memutuskan satu atau banyak Aliran baik satu persatu maupun sekaligus.

Saklar Listrik

Saklar Listrik ada beberapa 2 Jenis, yaitu:
  1. Saklar Biasa - Saklar ini sangat umum di pergunakan pada Perangkat Listik rumah tangga. Jenis ini dipergunakan untuk On/Off Lampu dan Perangkat listrik lainnya pada beban berkisar 5W hingga Ratusan Watt.
  2. Saklar Khusus - Saklar ini banyak di pergunakan untuk penggunakan Listrik bertenaga besar, pada beban berkisar 500W hingga Ribuan Watt atau lebih.
Gambaran Mudah Jaringan Kabel Saklar Listrik Rumah Tangga
Bentuk Jaringan Sederhana "Saklar Listrik" Rumah Tangga

    Saklar Televisi

    Saklar Televisi ada 2 Jenis (Umum), yaitu:
    1. Saklar On/Off Listrik - Saklar On/Off TV terdapat pada bagian Mesin baik secara di pasang terpisah ataupun terpasang langsung pada PCB. Saklar ini mempunyai kekuatan beban berkisar Ratusan Watt.
    2. Switch - Switch merupakan jenis atau model saklar kecil dan didesain tidak untuk kebutuhan listrik bertenaga besar. Switch ini banyak dipergunakan pada jenis Perangkat Digital termasuk Televisi.
    Bentuk Gambar dan Symbol Saklar TV
    Saklar TV

      Rotary Switch

      Rotary Switch adalah sebuah Saklar Putar secara Manual. Rotary Switch ini mempunyai 1 atau 2 buah Titik kontak Sentral ke beberapa beberapa Titik kontak lainnya. 
      Model dan Jenis Saklar - Rotary Switch (Saklar Putar)
      Rotary Swich
      Penggunaan Rotary Switch ini banyak di pergunakan pada jenis Adaptor Dinamis dan/atau Power Supply Dinamis yang mempunyai Tegangan yang bisa disesuaikan. Rotary Switch ini banyak juga terdapat pada Kipas Angin yang menggunakan saklar manual.
      Perangkat Saklar dan Timer Manual untuk Kipas Angin
      Bentuk Saklar dan Timer Manual

      Saklar jenis Timer

      Timer adalah sebuah Saklar dengan Fungsi: Mematikan/Memutuskan Arus listrik dengan Tenggang Waktu yang telah di tentukan sebelumnya. Timer mempunyai 2-jenis umum, yaitu;
      1. Timer Manual
      2. Timer Elektronik/Digital
      Tenggang waktu yang terdapat pada Timer Manual tersebut umumnya 1 Menit hingga 2-Jam, sedangkan Timer jenis Elektronik atau Digital umumnya mempunyai tenggang waktu lebih lamam berkisar dari 1 Menit hingga 12 Jam-an atau bahkan lebih.

          Model dan Jenis Umum Transformator (Trafo)

          Transformator atau di singkat Trafo ini, adalah perangkat yang berfungsi sebagai penyesuai tegangan listrik. Sebuah Trafo di buat menggunakan Kawat email (kawat yang dilapisi dengan lapisan tertentu) kemudian di lilit pada sebuah Inti Batang besi lunak (Current), dan mempunyai 2 sisi kumparan, yang disebut dengan Kumparan Primer (Input) dan Kumparan Sekunder (Output).

          Jenis dan Model Umum Trafo (Transformator), Adaptor dan Power Supply

          Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
          Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan Primer)

          Pengertian Transformator, Adaptor dan Power Supply
          Trafo untuk Adaptor 1 Ampere (Pin / Titik Kumparan)

            Perangkat Elektronik/Listrik yaitu: Trafo atau lebih lengkapnya disebut dengan "Transformator" ini adalah berfungsi utama sebagai Penyesuai, baik Tegangan maupun Impedansi. Ada banyak sekali jenis Trafo yang dipergunakan pada rangkaian elektronik ataupun listrik sesuai dengan kebutuhannya. Trafo yang Umum terdapat/digunakan pada rangkaian Elektronik ataupun Listrik itu antara lain, yaitu:

            1. Trafo Adaptor - Trafo Adaptor adalah Trafo penyesuai untuk Tegangan Rendah berkisar dari: 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V hingga 13.8V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 5Ampere. Untuk penggunaan Umum, seperti: Percobaan rangkaian Elektronika, Radio dll. Trafo Adaptor ada juga menggunakan Tegangan 12V hingga 24V dengan kuat Arus sekitar 0.5Ampere hingga 3Ampere, untuk penggunaan semisal: Perangkat Booster TV, Mixer Audio dll.
              2. Trafo Regulator/Power Supply - Trafo yang digunakan sebagai Power Supply pada Perangkat Elektronik Digital. Trafo jenis ini banyak di gunakan pada rangkaian AC-Matic pada Perangkat TV/DVD/VCD-Player/Digital Receiver dll.
              Perbedaan Jenis dan Model Trafo Power Supply Elektronika/TV
              Trafo dan Toroidal Trafo untuk Power Supply
              3. Trafo Step-Up/Down - Trafo Step-Up ini adalah Trafo Penaik Tegangan dari Tegangan 100V | 110 | 120 menjadi 200V | 220V | 240V sesuai dengan Kebutuhan, sedangkan Trafo Step-Down adalah: Mempunyai fungsi sebaliknya, yaitu: sebagai Penurun Tegangan. sebagai contoh: Tegangan AC 220V sebagai Input pada Kumparan Primer, maka Tegangan yang keluar (Output) pada Kumparan Sekunder akan menurunkan Tegangan menjadi 100V | 110V | 120V dan seterusnya, tegangan maksimal yang keluar inipun, tergantung dari spesifikasi dari Trafo Step-Up/Down tersebut.

              Dengan Fungsi kebalikannya, Trafo Step Down berfungsi menurunkan tegangan, semisal: 220V menjadi 100V / 110V / 120V saja.
              Jenis Trafo Penaik dan Penurun Tegangan (Step Up/Down Transformer)
              Trafo Step Up/Down
              4. Trafo penyesuai Impedansi - Sering di temukan pada rangkaian "Power Amplifier model lama", yaitu terdiri dari: Transformator Input (TI) dan Transformator Output (TO), umum ditemukan pada perangkat Pengeras Suara jenis Corong.
              Jenis Model Trafo Output dan Input untuk Impedence
              IT (Trafo Input) dan OT (Output Trafo) 
              5. Trafo IF (Intermediate Frequency) - Trafo IF ini berbeda dengan kebanyakan Trafo Daya / Power , jenis Trafo IF ini banyak terdapat pada Rangkaian Penala Audio maupun Video baik pada Pemancar (TX - Transmitter) maupun Penerima (RX - Receiver) Gelombang / Frekwensi Radio.

              Bentuk Trafo IF ini umumnya terbungkus body Seng dengan Trimer berupa Ferit di bagian atasnya.
                Sebenarnya masih banyak sekali Jenis dan Macam dari Trafo tsb yang terdapat pada rangkaian elektronika, baik sebagai Adaptor, Power Supply, Power Switching, Power Regulator pada Intinya adalah Tetap menggunakan jenis Trafo ini meskipun dengan Jenis, Bahan serta Bentuk ukuran yang berbeda beda pula.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 2)

                Pada halaman sebelumnya: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1), Lilitan Primer dihubungkan langsung ke Jaringan Lisrik AC 220V, sedangkan Lilitan Sekunder adalah Tegangan Output yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perangkat elektronik yang akan digunakan, lihat gambar di bawah:
                Merakit Adaptor Sederhana,Petunjuk, Gambar, Komponen Lengkap
                Trafo Engkel - 350mA (0.35 Ampere)
                Tampak terlihat pada gambar, 7 Pin yang terdapat pada Trafo 350mA (0.35A) ini, yaitu: 0V | 3V | 4.5V | 6V7.5V | 9V | 12V. Tegangan tersebut masih berupa Tegangan Bolak Balik / AC (Alternating Current) maka untuk menjadikannya searah, diperlukan Penyearah Arus berupa Dioda dan Filter Tegangan berupa Electrolyte Condensator (elco), lihat gambar di bawah ini:
                Belajar Merakit Adaptor Sederhana, Keterangan berserta Gambar Lengkap
                Skema Penyearah Arus dan Filter Tegangan pada Rangkaian Adaptor Sederhana
                Perhatikan Titik Biru pada gambar di atas, Switch Tegangan di maksudkan adalah meletakan pada Posisi Tengangan yang di inginkan, sebagai contoh: Pin 3V.. jika perangkat tersebut hanya membutuhkan DC 3 Volt saja, begitu juga dengan pin tegangan yang lainnya.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                Halaman ini hanyalah Informasi tambahan saja, terkait: Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana, Adaptor seperti ini, bisa digunakan untuk 'Praktikum' ataupun sebagai bahan percobaan untuk rangkaian elektronik berdaya rendah, seperti; Rangkaian Lampu LED (Light Emitting Dioda), Radio Transistor, Mp3 Player dan beragam rangkaian lain yang mempergunakan Watt / Tegangan rendah (kecil).

                Mengingat Trafo 350mA (0.35A) ini cukup Kecil, mungkin ini adalah Trafo dengan Ampere  (kuat arus) paling rendah yang dijual di pasaran, karenanya hanya dipergunakan pada Perangkat Elektronik / Listrik yang berdaya (Watt) rendah / kecil saja. Semakin Besar Daya (Watt) yang digunakan maka semakin Cepat Panas pula Trafo tersebut.

                Belajar Merakit Sendiri Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA (Bag. 1)

                Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan Trafo 350mA
                Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Primer (Input AC: 0 ~ 220V)
                Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Primer) untuk Tegangan Input AC 0 ~ 220V.
                Belajar Merakit Adaptor Sederhana menggunakan Trafo 350mA
                Trafo 350mA (0.35A) - Lilitan Sekunder (Output AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V)
                Gambar di atas menunjukan bentuk fisik Transformator (Trafo) dengan Kuat Arus (Ampere) 350mA (0.35A), terlihat Pin (lilitan Sekunder) untuk Tegangan Output: AC 0 ~ 12V.
                Tegangan Output (Sekunder) yang terdapat pada Pin Trafo tersebut adalah AC: 0 | 3V | 4.5V | 6V | 7.5V | 9V | 12V, Tegangan ini masih berupa Tegangan Arus Bolak Balik / AC (Alternating Current), yang harus diratakan dulu menjadi DC (Direct Current) untuk Penggunaan sebagai ADAPTOR pada Umumnya.

                  Prinsip Dasar - Gambaran Dasar tentang Cara kerja Pancaran Sinyal Gelombang dan/atau Frekwensi Audio /Video

                  Gambar dan Suara yang tertangkap pada "Pesawat Televisi" adalah hasil tangkapan dari sebuah Kamera , yang kemudian di proses dan di pancarkan oleh Pemancar Televisi (Transmitter) berupa gelombang/frekwensi, yaitu:
                  • Gelombang FM (Frewensi Modulation) - Memancarkan "Objek Gambar" yang terdiri dari 3 warna Primer terpisah, yaitu: Merah (Red), Hijau (Green), Biru (Blue) atau sering di sebut dengan RGB ini. Objek Gambar tersebut berupa Sinyal -> "Chromynance, Luminance, Sinkronisasi" dan di pancarkan menggunakan Gelombang -> Frekwensi FM
                  • Gelombang AM (Ampitudo Modulation) - Memancarkan "Audio" yang tertangkap bersama kamera ataupun audio yang sudah melalui proses editing (untuk siaran tidak langsung).
                    Kedua Gelombang Video dan Audio tersebut diatas, di pancarkan melalui gelombang "ElektroMAGNETIK" hingga dapat tertangkap pada sebuah pesawat Televisi. Televisi kemudian merubah sinyal sinyal elektromagnetik tersebut, kembali menjadi Objek Gambar yang dapat di lihat.
                    Objek Gambar Raster IF / RF pada Televisi

                    Gelombang/Frekwensi Televisi Standar

                    Gelombang/Frekwensi Televisi di bagi berdasarkan bidang Frekwensi tertentu atau disebut dengan Band, yaitu:
                    • VHF-L (Very High Frekwensi-Low) - Bekerja pada bidang frekwensi rendah, Channel 2 hingga 6 dengan kisaran Frekwensi (54 MHz - 88 MHz).
                    • VHF ( Very High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi Tinggi, Channel 7 hingga 13 dengan kisaran Frekwensi (174 MHz - 216 MHz).
                    • UHF (Ultra High Frequency) - Bekerja pada bidang frekwensi sangat tinggi, Channel 14 hingga 83 dengan kisaran Frekwensi (470 MHz - 890 MHz).
                    Ketiga Band tersebut bekerja pada Bidang Frekwensi masing masing, Pemancar dan Penerima menggunakan Antena yang berbeda-beda pula.

                      System Televisi Standar

                      • National Television System Committee (NTSC) - USA
                      • Pharase Alternating Line (PAL) - Inggris
                      • Sequitial Ceuleur a'Memorie (SECAM) - Prancis
                      System yang yang di gunakan di Indonesia adalah "PAL B/G". Hal yang membedakan system tersebut adalah Format Gambar, jarak Frekuensi Pembawa (carrier wave) Gambar dan pembawa Suara.

                      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

                      Pada halaman terdahulu: Belajar Merakit/Membuat Adaptor Sederhana, telah di jelaskan pengunaan 1 x  Dioda (1N 4002 - 4007) dan 1 x Elco (2200mF/16V), ini merupakan Rangkaian Dasar sebuah Adaptor, untuk hasil yang lebih baik, maka diperlukan 4 x Dioda dengan Elco yang sama (lebih Besar atau lebih Kecil tidak terlalu berpengaruh) karena hanya untuk percobaan/praktikum elektronika biasa, seperti: Rangkaian Lampu LED, Radio dll, yang tidak mempergunakan Rangkaian Digital.
                      Skema Diagram Adaptor Sederhana 1 Buah Dioda
                      Rangkaian Dasar Adaptor menggunakan 1 Dioda Rectifier (perata)
                      Keterangan:
                      • Switch Tegangan - Bisa menggunakan Saklar/Selector untuk Pengaturan Tegangan, untuk penggunaan biasa, Letakkan (di beri tanda) Titik Biru pada Pin Tegangan yang di butuhkan, misalnya: 9V untuk mendapatkan Tegangan DC 9V.
                      • DC Output - Kutub Positif (+) pada Adaptor tersebut.
                      • 0 V (Gnd) - 0 (nol) Volt atau Kutub Negatif (-) atupun Ground pada Adaptor tersebut
                      Untuk Perangkat Digital yang berhubungan dengan Audio sebuah rangkaian Adaptor mungkin saja dapat mempengaruhi kualitas Audio yang di hasilkan, akibat Arus atau Tegangan yang masih kurang halus (peak level) dan/atau kurang stabil.

                      Merakit Sendiri Adaptor 3 Output menggunakan IC DC 7815 dan 7915

                      Untuk Adaptor dengan Perataan lebih sempurna, pada umumnya menggunakan 4 buah Dioda dengan sistem rangkaian di sebut dengan Bridge Rectifier, sebgaiamana Informasi pada halaman: Belajar Merakit Adaptor Sederhana dengan 4 Buah Dioda (Bridge Rectifier).
                      Power Stabilizer menggunakan LM 7815/7915
                      Skema Diagram - Power Supply Adaptor 
                      Rangkaian Power Supply seperti ini sering di gunakan untuk Perangkat Audio Amplifier (OCL,BTL) maupun untuk Power Stabilizer untuk Audio Mixer, sebagaimana berikut di bawah ini:

                      Audio Parametric preamp dengan Power Stabilizer 7815/7915
                      Audio Parametric dengan Power Stabilizer 7815/7915
                      Terlihat pada gambar yang di lingkari warna Biru adalah rangkaian Power Supply yang menggunakan 3 Output yakni: + / Gnd / -. terlihat pada bagian sisinya (menggunakan Heatsink) adalah 2 buah IC DC 7815 dan 7915, yang selanjutnya di salurkan menuju Input Tegangan Audio Parametric tersebut.

                      Adapun rangkaian Stabilixer menggunakan IC DC 7815/7915 ini adalah sebagai berikut:
                      Skema Diagram Power Stabilizer IC DC 7815/7915
                      Rangkaian Power Stabilizer 7815/7915
                      Rangkaian "Power Stabilizer" ini banyak dipergunakan untuk Audio Mixer, Tone Control dll. Harap di catat..! Rangkaian Power Stabilizer ini hanya dapat di pergunakan untuk Beban Perangkat Elektronik yang memiliki Watt Kecil sebagaimana perangkat di atas, untuk penggunaan Watt Besar maka memerlukan 2 buah Transistor penguat, seperti: 2N3055 dan MJ2955.

                      Persamaan dan Perbedaan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor

                      Elco (Electrolyte Condensator) sering oleh kalangan Teknisi Elektro di sebut Elko ini, sebenarnya adalah sebuah Kapasitor, namun yang membedakan antara Kapasitor dengan Kondensator adalah Kapasitasnya. Kondensator pada umumnya mempunyai kapasitas lebih besar, jika di bandingkan dengan Kapasitor. Kapasitas pada Elco (Kondensator) ini umumnya berkisar 1mF hingga 10.000mF (Micro Farad), sedangkan Kapasitor umumnya di bawah dari ukuran 1mF, meskipun pada jenis tertentu ada juga yang lebih kurang ataupun lebih tinggi kapasitasnya (dari yang telah disebutkan di atas) pada komponen tersebut.

                      Perbandingan antara Elco (Electrolyte Condensator) dan Kapasitor

                      Perbandingan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar)
                      Electrolyte Condensator (Bi-Polar)
                      DeepMechines - Panduan Elektronika Dasar. Elco (Electrolyte Condensator) dalam bahasa teknik elektronika di sebut juga dengan Kapasitor Bi-Polar (Kapasitor yang mempunyai Polaritas). Fungsi Komponen ini adalah sebagai Filter Arus dan Tegangan DC (Direct Current) pada sebuah Power Source dan/atau Power Supply. Perbedaan umum yang paling mudah di kenali pada komponen ini adalah Polaritas pada kedua kakinya. Mengacu pada Perbedaan tersebut, dapatlah di ambil kesimpulan, bahwa:

                      Kondensator mempunyai Polaritas Negatif dan Positif, hal ini dapat di lihat langsung pada Body komponen, sedangkan pada jenis Kapasitor, tidak memiliki polaritas. Di karenakan Kondensator memiliki Polaritas, maka pemasangan komponen ini harus sesuai dengan kutub Negatif dan Positifnya, sehingga tidak boleh terbalik letak/posisi pemasangannya, sedangkan jenis Kapasitor tidak mempunyai Polaritas, sehingga pemasangan secara bolak - balik antara kedua kaki komponen tidak akan berpengaruh.
                      Perbandingan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar)
                      Kapasitor (Non-Polar)
                      Seperti keterangan di atas, cara paling umum untuk membedakan antara Kondensator (Bi-Polar) dengan Kapasitor (Non-Polar) adalah dengan memperhatikan Polaritasnya, pada jenis Elektrolit Kondensator (elko) ini, terdapat tanda pada body komponen, pada jenis elco di tandai dengan garis yang menandakan Polaritas Negatif sedangkan yang sebelahnya berarti mempunyai Polaritas Positif (terkecuali pada kondensator smd - tanda garis menunjukan polaritas positif), lihat gambar di atas posisi 2 kaki komponen Kapasitor Bi-Polar (kondensator) ini..

                      Pengenalan Dasar Elektronika - Fungsi Kapasitor

                      Kapasitor adalah termasuk Komponen Pasif elektronik, selain Resistor. Komponen elektronik kapasitor ini sangat umum di temukan hampir pada setiap perangkat elektronik yang menggunakan listrik.

                      Pengenalan Dasar Elektronika - Fungsi Kapasitor

                      Fungsi Kapasitor pada Rangkaian Elektronika
                      Beberapa Macam dan Jenis Kapasitor yang Umum beredar di Pasaran
                      Fungsi dari Kapasitor ini sangat beragam, tergantung pada rangkaian yang digunakan, antara lain:
                        • Kapasitor sebagai Peredam Bunga Api pada Tegangan Tinggi - Biasanya digunakan pada Filter Tegangan Transistor Output (Power Supply/Switching) berkisar 1000V hingga 2000V (1KV hingga 2KV) , Rangkaian HiV (High Voltage) Flayback, dimana fungsi kapasitor ini sebagai Peredam Tegangan Tinggi pada Transistor Output Horizontal Televisi, berkisar hingga 2000V (2KV) dan pada rangkaian tegangan tinggi lainnya. Lihat beberapa gambaran tentang Transistor, pada halaman: "Elektronika Dasar - Jenis dan Macam Transistor", kerusakan pada komponen ini, akan menyebabkan rangkaian menjadi rusak, dalam hal ini Transistor akan mendapatkan Beban Tegangan yang melebihi kapasitas, sehingga menyebabkan Transistor Output tersebut akan Terbakar (Rusak).
                        • Kapasitor sebagai Peredam Frekwensi liar - Biasanya Kapasitor keramik ini digunakan pada rangkaian yang terkait dengan Frekwensi (Rendah/Sedang/Tinggi) tergantung rangkaian tersebut. Kapasitor Keramik yang berfungsi sebagai Peredam Frekwensi ini dimaksudkan untuk menepatkan/mencegah/mereduksi Frekwensi yang tidak di Inginkan pada rangkaian, yang timbul akibat terjadinya gelombang elektromagnetik antar rangkaian tersebut. Sering terdapat pada rangkaian Penala Gelombang Radio dan rangkaian terkait dengan Pembangkit Frekwensi (Osilator) lainnya. Kerusakan Kapasitor pada rangkaian ini, akan menyebabkan tidak tepatnya Sinyal/Frekwensi sesuai dengan yang di inginkan.
                        • Kapasitor sebagai Filter Frekwensi pada Tone Control - Seperti halnya poin di atas, kapasitor ini terhubung pada Tegangan sangat Rendah, sehingga kerusakan pada komponen kapasitor pada rangkaian ini sangat jarang ditemukan. Fungsi komponen ini pada rangkaian adalah sebagai Filter Frekwensi Sedang/Menengah dan Tinggi, yang digunakan untuk mendapatkan Nada sesuai yang di inginkan.
                        • Kapasitor sebagai Filter Signal pada Rangkaian Audio dan Video - Sama juga halnya seperti poin di atas, kapasitor ini terhubung pada Tegangan sangat Rendah, sehingga kerusakan pada komponen kapasitor pada rangkaian ini sangat jarang ditemukan, namun komponen ini berfungsi sebagai Penyaring (Filter) pada Frekwensi Audio/Video, sehingga gelombang frekwensi yang dibawa oleh sebuah Modulator/Osilator (Pembangkit Gelombang Elektromagnetik) yang biasanya masih mengandung Arus listrik akan di filter oleh komponen jenis ini, sehingga Sinyal yang keluar pada komponen Kapasitor Keramik ini, merupakan sinyal murni (tanpa ada tegangan) yang selanjutnya akan diteruskan ke Perangkat Penguat tahap berikutnya.
                        Tentu saja masih sangat banyak lagi Fungsi dari Kapasitor Keramik ini, namun setidaknya dapat memberikan gambaran, bahwa: Meskipun termasuk komponen elektronik pasif (tidak membutuhkan tegangan untuk daya kerjanya), namun berfungsi sangat penting pada sebuah rangkaian/perangkat elektronika.

                          Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor

                          Komponen Elektronik Pasif yang paling dominan (paling sering) ditemukan pada perangkat elektronik selain Resistor adalah Kondensator/Kapasitor. Besaran nilai kapasitansi pada komponen ini disebut dengan satuan FARAD. Kapasitor yang mempunyai Nilai Tetap (Fixed) di sebut dengan "Block Capasitor", sedangkan Kapasitor yang mempunyai Nilai Tidak Tetap (Variable) disebut dengan Variable Condensator/Capasitor, umum di sebut dengan "Varco. Kapasitas dari Condensator/Capasitor ini adalah pada kisaran: Pico Farad (pF), setiap 1000pF = 1nF, 1000nF = 1mF. Sama seperti halnya kode pada Resistor, setiap kelipatan 1000 = 1K, 10.000 = 10K, 100.000 = 100K dst. Pada kapasitor angka ketiga merupakan kode banyaknya angka nol, yang menunjukan nilai dari Kapasitor tersebut, maka 101 = 100, 102 = 1000, 103 = 10.000, 104 = 100.000, demikian seterusnya.

                          Elektronika Dasar - Komponen Kondensator/Kapasitor

                          Agar memudahkan ingatan antara 2 komponen ini, bisa saja kita sebut:
                            • Kapasitor - Mempunyai nilai Kapasistas Kecil (berkisar dari 1pF ~ 5mF)
                              • Kondensator - Mempunya nilai Kapasitas yang lebih Besar, (berkisar 1mF ~ 10.000mF)

                              Fungsi Kapasitor dan Kondensator

                                  • Kapasitor - Karena mempunyai nilai kapasitansi yang kecil, maka komponen ini lebih sering dipergunakan sebagai Filter Tegangan pada rangkaian yang berhubungan dengan Sinyal Frekwensi/Arus Bolak Balik (AC) (rendah ataupun tinggi), sedangkan..
                                  • Kondensator - Karena mempunyai nilai kapasitansi yang lebih besar, maka komponen ini banyak dipergunakan sebagai Filter pada rangkaian yang berhubungan dengan Arus dan Tegangan (rendah ataupun tinggi).
                                  • Kondensator Variable: Kondensator Variable ini, mempunyai kapasitas yang bisa disesuaikan dengan keperluan pengguna. Kondensator jenis ini, sering dipergunakan sebagai Penala Sinyal/Gelombang radio. Variable Condensator sering disebut dengan Varco ini adalah jenis yang paling umum ditemukan, terutama pada perangkat yang berhubungan dengan Sinyal/Gelombang Radio, seperti pada Pemancar (Transmitter/Tranciever - TX) maupun pada Penerima (Receiver - RX). Pada jenis Perangkat Digital, peranan Kondensator Variable ini, sudah dapat digantikan oleh komponen lain, yaitu: Crystal (Cx/XTal). 
                                  Bentuk Komponen Kristal
                                  Bentuk fisik komponen elektronik jenis Kristal

                                  Jenis Kapasitor dan Kondensator

                                    Kapasitor - Non Polar: Jenis ini Tidak mempunyai Polaritas Negatif ataupun Positif, sangat banyak sekali jenis dan macamnya, antara lain: Kapasitor Tetap (Keramik, Mika. Tantalum dll).
                                      Beberapa Model / Tipe Capasitor Non-Polar
                                      Bentuk Fisik Capasitor Non-Polar yang umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga beserta Simbol / Lambang pada skema elektronika (jenis Fixed)
                                        • Kondensator - Bi-Polar: Kondensator ini mempunyai kapasitas lebih besar dari pada Kapasitor. Jenis Kondensator ini mempunyai 2 kutub, yaitu: kutub Negatif dan kutub Positif, sangat umum dikenal dengan sebutan Elco (Electrolite Condensator), pemasangan komponen harus menyesuaikan polaritas antara tegangan negatif dan positifnya.
                                        Jenis Condensator Bi-Polar dan Fixed
                                        Bentuk Fisik Capasitor Bi-Polar yang umum ditemukan pada perangkat elektronik rumah tangga beserta Simbol / Lambang pada skema elektronika (jenis Fixed)
                                          • Kondensator Variable - Komponen ini adalah termasuk jenis Condensator tidak tetap (Non-Fixed), serta mempunyai 1 sekat statis yang disebut dengan Stator dan 1 sekat dinamis (bergerak) yang disebut dengan Rotor. Perubahah pergerakan masuk dan keluar lempengan Rotor diantara lempengan Stator tersebut, menyebabkan berubahnya nilai kapasitas yang ada pada kondensator tersebut. Pergerakan keluar dan masuk dilakukan dengan cara memutar tangkai rotor kekiri/kekanan.
                                          Bentuk Fisik Condensator Variabel
                                          Varco - Variable Condensator . (jenis Non-Fixed)
                                          Condensator/Capasitor Variable, jenis seperti ini sering dipergunakan untuk penalaan gelombang/frekwensi pada radio penerima (AM/FM/SW). Gambar diatas salah satu contoh bentuk Variable Condensator dengan body plastik, terlihat bagian tengah adalah knop pemutar (tangkai) Rotor. Pada jenis yang lebih awal, masih menggunakan body dan lempengan metal pada penyekat Rotor dan Statornya.

                                          Selain Varco tersebut, ada jenis yang lebih kecil lagi kapasitansinya dengan bentuk fisik lebih kecil juga, kami menyebutnya dengan istilah kapasitor variabel, umumnya komponen ini mempunyai 2 kaki, banyak digunakan untuk penepatan skala (fine tune) pada rangkaian gelombang radio RX maupun TX.